Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
153 Season 2 : The Mission


__ADS_3

"Andara, kita sudah sampai, bangunlah," Dani menggoyang lengan Andara agar pria itu bangun.


"Emm...? Hoooaaammmm... Andara ngantuk berat!!!" ucapnya sambil meregangkan tubuhnya.


"Sudah sana istirahat di rumah, apa perlu ku antar?" tanya Dani menatap rumah itu, rumah yang tampak gelap seolah tak ada penghuni.


Andara menggelengkan kepalanya sambil menguap," nggak, Andara sudah besar, Andara bisa sendiri!" ucapnya sambil membuka pintu dan keluar dari mobil Dani.


Gadis itu menatap Andara sambil tersenyum. Andara berjalan dengan cepat memasuki rumahnya tanpa mengucapkan apa apa pada Dani, sudah jadi kebiasaannya yang menjengkelkan.


"Dasar tidak sopan!" Dani tertawa, lalu melaju dari sana menuju ke markas Tim Aryn.


Setelah kepergian gadis itu, pria yang mengikuti mereka tadi menggunakan sepeda masuk ke dalam rumah Andara.


"Andara!! siapa tadi itu!?" tanya pria bermasker dan memakai Hoodie itu sambil menatap Andara dan memeriksa pria itu takut ada bagian yang terluka.


"Ahh.. orang aneh pemarah yang suka main pukul, hoaaammm... Andara ngantuk!" ucapnya lalu masuk ke dalam rumah begitu saja.


Pria itu adalah saudaranya, yang tinggal serumah dengan dia.


"Sudah ku bilang jangan keluar sendirian!" kesalnya sambil mengikuti langkah Andara memasuki rumah.


" Andara tidak sendiri, Andara bersama Dani yang garang dan Pak Alvin yang cengeng, HOAAAMMMM... Andara ngantuk, mau tidur!" ucapnya dengan ketus.


Mereka masuk ke dalam rumah dan beristirahat.


Dani kembali ke markas tim Aryn setelah dia mengantarkan Andara ke rumahnya. jam menunjukkan pukul 4 pagi, ini waktunya untuk beristirahat sebelum memulai bisnisnya nanti siang.


Dani melenggang masuk ke dalam markas tim Aryn di mana anak buahnya yang lainnya juga masih beristirahat. Mereka semua beraktifitas seperti mahluk malam.


Tak keberatan dengan pekerjaan tanpa jam yang jelas dan teratur, mereka semua menikmati hidup mereka sebagai anggota tim Aryn sekaligus anggota Happy Laundry yang membantu menyelesaikan masalah para korban.


Gadis itu berbaring di atas tempat tidur sambil menatap tangannya yang dipenuhi plester warna warni yang ditempeli oleh Andara untuk menutup lukanya," dasar pria itu, seperti bocah saja," gumamnya sambil tersenyum mengingat Andara yang bertingkah lucu.

__ADS_1


Gadis itu terlelap dengan tenang. Lanang dan yang lainnya juga beristirahat di ruangan mereka masing -masing. Jika ada misi mereka akan lebih memilih untuk beristirahat di markas dan tidak pulang ke rumah meski mereka dibebaskan melakukan apa pun selama kinerja mereka bagus.


Hingga siang kembali berkuasa atas bumi, Dani bangun dari tidurnya yang lelap. Bebersih dan mengisi perutnya dengan makanan seadanya lalu siap untuk bekerja melakukan tugasnya.


Setelah selesai, dia berangkat menuju markas bawah tanah yang ada di bawa gedung grup Kent. Sedang anak buah yang bertugas di gedung Aryn melakukan pekerjaan mereka untuk mengembangkan manajemen Grup Kent atas pimpinan Simon.


" baiklah kita mulai misi penculikan buronan," seru Dani di depan tim ruang bawah tanah, happy Laundry yang sudah siap dengan misi mereka.


" Siap bos.." seru mereka dnegan penuh semangat.


Semua data tentang pelaku kejahatan sudah mereka kumpulkan, kini saatnya menangkap pelaku dan membuat dia tersiksa sebelum benar benar di berikan pada pihak kepolisian.


Dani mendapatkan panggilan dari Simon," ada apa bos besar?" tanya Dani.


" Ingat mengambil makan malam mu di rumah dan angkat telepon kakak ipar mu, dasar gadis tengil, Laura dan yang lainnya mengkhawatirkan dirimu," omel Simon dari seberang sana.


" Ehh heheh maaf kak, iya iya nanti aku pulang selesai tugas," ucapnya sambil tertawa.


" Sial bagaimana aku bisa lupa ?" batin gadis itu.


" Apa yang akan kau lakukan di sana? bukankah kita hanya tinggal menangkapnya?" tanya Lanang.


" No Lanang, kita harus buat dia tremor hihihihi.." ucap Dani sambil memakai seragam Happy Laundry berwarna biru langit dengan rompi kuning dan celana senada kaos birunya, sangat berwarna dan ceria.


" Selamat datang di happy Laundry, segala jenis cucian akan kami tangani termasuk mencuci otak kau hahahaha.." Celetuk gadis itu sambil melaju melalui lorong yang dia lewati semalam yang terhubung langsung dengan toko Happy Laundry.


" Dasar psikopat cantik," celetuk Ella seraya geleng geleng kepala.


" baiklah Tim, selagi dia menjadi petugas Laundry maka yang harus kita lakukan sekarang adalah membawa antek antek bajingan itu ke tempat di mana mereka seharusnya berada, " ucap Lanang.


Mereka berpencar, semua tim di kerahkan untuk menangkap pelaku pembunuhan Yesi.


Lanang dan timnya tampak berangkat dengan menggunakan kendaraan masing-masing menuju titik yang sudah mereka tentukan untuk di datangi sendiri oleh para kaki tangan pelaku.

__ADS_1


Sementara itu di sebuah bar, tampak seorang pria tengah duduk menikmati alunan musik. Masih siang tapi dia sudah hampir mabuk karena minum minuman beralkohol.


" hahahaha... semuanya kita bersenang senang, hidup cuma sekali dan nikmatilah.." seru orang itu sambil melemparkan uang ke atas hingga berhamburan ke mana mana.


" Whoooo hidup Boss Ferdi... Hidup boss Ferdi!!" seru mereka .


Suara musik yang terdengar sangat keras, bau alkohol yang menyengat tercium jelas di bar yang buka nonstop 24 jam dan selalu ramai pelanggan itu.


" Boss.. mau main dengan saya?" salah satu gadis bayaran mulai merayu pria itu, bergelayut manja di lengan Ferdi dan mengusap usap dada pria itu untuk memancing gairahnya.


" Wahh... gadis cantik... aku mau main denganmu hari ini, puaskan aku baby," ucap Ferdi seraya mengusap paha cantik yang di tutupi stocking hitam nan tipis menggoda itu.


gadis berambut merah itu mengusap rahang Ferdi, menarik kerah bajunya dan membawa dia menuju salah satu ruangan bermain di mana mereka akan bergelayut manja satu sama lain.


Boss Jack pria yang di hajar Dani semalam juga ada di sana. Ketiga pria gendut dan anak buah boss Jack yang lain juga tampak berkeliaran di sana dengan wajah babak belur.


Kejadian semalam tidak bisa mereka lupakan begitu saja, terutama Jack yang merasa harga dirinya direndahkan.


" hari ini, kita akan menghajar si tua alvin sialan itu, dia akan mati di tanganku dan perempuan itu juga akan ku habisi, kalian cari si idiot itu, kita hajar mereka semua," ucap Jack dengan wajah kesal.


" baik boss." ucap mereka setuju dengan rencana jahat itu.


" kalian cari si tua Alvin dan kalian culik si idiot itu, aku ingin menghabisi mereka hari ini juga," titah Jack.


Anak buah Jack memulai misi mereka mencari pak Alvin dan Andara. Orang orang seperti mereka adalah orang yang tak punya hati bahkan cendrung bisa dan tega melukai orang yang lemah dan cacat seperti Andara.


" Dani, mereka akan melakukan sesuatu pada Pak Alvin dan Andara, kedua pria itu dalam bahaya," seseorang yang duduk di antara mereka mengirim pesan pada Dani yang belum tiba di gedung bar itu.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2