Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
169 Season 2 : That Loco Man!


__ADS_3

Kevin duduk di dalam sel tahanan. Hanya dia yang diantarkan ke dalam sel tahanan bersama beberapa orang normal lainnya yang juga di kurung di tempat itu. Beberapa diantaranya adalah pekerja mereka terdahulu yang memang dikurung jika tidak sedang bekerja.


Saat masuk tadi, kedua netra Kevin disuguhi pemandangan mengerikan. Mereka yang merupakan penyandang disabilitas malah dipaksa bekerja bak robot tidak peduli kaki mereka patah selama tangan dan otak mereka masih bisa di pakai.


Semuanya dipaksa menjalankan mesin secara manual untuk menggiling bahan makanan yang akan mereka kirim melalui perdagangan illegal. Orang-orang Itu bekerja bagaikan robot yang tidak kenal lelah dan waktu bekerja. Mereka di paksa untuk tetap terjaga selama 24 jam dan bekerja terus menerus agar diberi makan itu pun hanya segelas air putih dan semangkuk bubur tak berasa yang diolah setengah hati bahkan terkadang basi dan tak layak makan.


Mereka berjalan dengan kaki diikat rantai bahkan beberapa dari mereka sudah terluka sangat parah dan tak ada itikad baik dari para pengawas untuk mengobati luka luka mereka yang telah mengalami infeksi yang sangat parah itu.


Kevin duduk terdiam sambil menatap tempat yang aneh dan diisi dengan orang-orang berkebutuhan khusus. Para penyandang disabilitas di sana dikategorikan menjadi beberapa kategori sesuai dengan tingkat kecerdasan mereka.


Dan tipe Seperti Andara adalah pria berkebutuhan khusus yang memiliki tingkat kecerdasan superior diantar orang orang seperti dia bahkan di atas orang biasa, bagi mereka orang orang seperti Andara akan jadi ancaman, itu sebabnya Andara tidak dibawa ke sana melainkan berusaha untuk membunuh pria malang itu.


“ Andara tidak termasuk kategori mereka, karena kecerdasan Andara di atas rata rata, kekurangannya hanya pada kebiasaannya , cara dia berbicara yang seperti robot dan tingkahnya yang berbeda dengan manusia normal lainnya,” gumam Kevin.


“ Ahhh ini berarti, Aku akan segera mati di tempat mereka ini, haihhhh salah masuk kamar aku,” ucap pria itu menertawakan nasibnya.


“ Salah masuk kamar apanya, aku tahu kau bisa membuat mereka semua tak berkutik,


"Aku tahu kau akan segera menghabisi mereka Kevin, tapi jangan bertindak bodoh!" tegur Lanang dari seberang sana.


" Tcihhh makanya cepatlah atau ku bereskan sendiri!" ucap Kevin dengan ketus .


Mereka semua sudah tahu dan sangat kenal dengan Kevin. Meski wajahnya itu cantik, tetapi kehebatannya dalam bela diri sangat luar biasa.


Menghabisi orang-orang seperti para penculik adalah hal kecil bagi pria itu. Dia bisa membuat mereka kehilangan nyawa dalam waktu sekejap.


" Hoaahmmmm... ngantuk!!!!" teriak Kevin yang mulai bosan di tempat penuh sesak itu. Tawanan lain hanya menatapnya dengan tatapan wajah memelas.


Tak ada kehidupan normal di sana, mereka semua hanya dijadikan robot untuk bekerja dan mendulang uang bagi perusahaan besar yang menaungi dan melindungi mereka.


Byuur...


"Hey apa kau pikir kau bisa sesuka hati di sini hah!? dasar sampah sialan!!!" umpat seorang penjaga sambil menyiram air dingin ke arah Kevin Samapi membuat pria itu kedinginan.


"Arrkhhh!!!!!!! KEPARAAATT SIALAAN!!!!" Pekik Kevin tiba-tiba yang tahan untuk segera menggila.


Dia yang terhubung dengan teman-temannya malah membuat mereka menghela nafas berat, Karena kesabaran Kevin lebih tipis daripada tisu dibelah dua.


Semua tawanan yang ada di ruangan itu terkesiap saat mendengar teriakan melengking Kevin yang mulai mengamuk seperti orang gila.


"Uuhuuuuahahahahhauhuhuhhahahahha... lepaskan aku... lepaskan akrrhhhh arkrhhharkrhhh... dasar anjing kampung lepaskan ku!!!!!"

__ADS_1


Kevin berteriak dan melompat ke sana kemari seperti seekor monyet yang sedang mengamuk di dalam sangkar.


Pangg!!! pang!!! pang!!!


Pria itu memukuli mukul jeruji besi dengan benda keras di dalam ruangannya, melempari mereka dengan batu kasar dari lantai yang dikorek korek oleh penghuni sebelumnya.


" Arrkhhh... arkhhh akrrhhh lepaskan aku!!!!" pekik Kevin seperti orang kesetanan.


Suaranya yang melengking seperti Mak lampir malah membuat tawanan lain terkejut bukan main bahkan sampai menatapnya dengan tatapan tidak percaya kalau masih ada di muka bumi ini seorang pria gila seperti dia.


"Sialan, dasar sampah, kenapa kau membuat keributan, diamlah bajingan!!!" pengawas ruangan yang hanya satu orang itu datang ke arah Kevin dengan membawa tongkat yang dipasangi dengan aliran listrik bertegangan sedang.


"Diam kau!!!" teriak pria itu sambil mendorong Kevin dengan alat setrum itu dia arahkan ke kepala Kevin.


Syuukk... syuukk... syuk!!!


Berkali kali dia mencoba mengusik Kevin, tapi hasilnya malah dia yang diganggu oleh Kevin si gila .


" Wahahahahhaha... gak kena gak Kena wleekkk!!" Kevin menjulur lidahnya.


" Dasar sampah tidak berguna,beraninya kau berteriak di sini!!!" pekik penjaga yang malah semakin emosi dengan kelakuan jenaka manusia gila yang satu ini.


Dia mendorong tongkat yang terhubung dengan alat setrum itu, dan berusaha untuk melukai Kevin .


" Ahahahaha... ahahahah kejar aku kejar aku, dasar bodoh tidak berguna wahahhahaha...." Kevin tertawa terbahak bahak sambil melompat ke sana kemari seperti orang gila.


Hingga tiba-tiba...


Grep!!!


Dia menangkap ujung tongkat dan menariknya sampai...


brakkk!!!"


Pria itu terjerembab Karena ikut tertarik ke arah sel Kevin.


"Hahahahah... mati kau mati kau!!!" Kevin menggila dia menyalakan benda itu dan...


Crrtttzz... crrttzzz... crzzttt....


Tubuh penjaga itu disetrumnya sampai beberapa kali dan hasilnya si penjaga tergeletak di atas jalan itu.

__ADS_1


Kevin tertawa cekikikan, dia mengeluarkan kunci yang dia curi saat dibawa ke markas itu tadi.


" Aihihihih.... siapa suruh kalian menculik orang gila, hahahaha... sudah tahu aku bukan orang normal malah dibawa kesini, habis kau di tanganku!!!" Kevin tertawa cekikikan sambil menarik pria penjaga tadi ke dalam selnya.


Tawanan yang lain hanya menatapnya dengan mata membulat sempurna tanpa berkedip sama sekali.


Untuk pertama kalinya mereka melihat pria gila seperti Kevin yang berhasil melumpuhkan penjaga terkuat di sel itu.


Kevin melucuti pakaian pria itu dan memakainya. Menyamar menjadi penjaga atau orang lain adalah keahlian pria sinting ini.


Krakk! krakk! krakk!!


"erghhh...akhirnya keluar," ucapnya seolah baru keluar dari penjara setelah beribu ribu tahun.


Dia mengikat penjaga tadi, lalu mengunci sel tahanan itu lalu pergi dari sana sambil berjalan dengan santai dan bersiul dengan riang seolah tak ada yang terjadi.


" Heemmm... haaahhh... Andara, tunggu kedatangan abangmu yang tampan ini, aku akan menggantung mereka di puncak Menara Eiffel karena telah menyakitimu, kau pasti bangga hahahhaha..." Kevin membayangkan wajah Andara yang tertawa sambil bertepuk tangan meriah karena Kevin berhasil menangkap pelakunya.


Tanpa Kevin sadari, perlahan-lahan dia menempatkan Andara di tempat yang khusus di hatinya. Menjadikan Andara saudara, bahkan berkeinginan melindungi pria itu.


Karena Andara telah melindunginya dari kegelapan yang menyeramkan.


^^^"Kevin bau jengkol memang menyebalkan, tapi Andara suka karena Kevin selalu melakukan semua pekerjaan nya dengan nilai seratus!!"^^^


^^^"Wahhh Kevin bau jengkol sangat hebat hari ini!!!"^^^


^^^"Arrkhh Kevin nakal, Andara senang tapi itu sedikit menyebalkan!!!!"^^^


Kevin tersenyum mengingat ucapan polos Andara yang memberikannya kebahagiaan sederhana, seolah dia memiliki saudara yang selalu ada di sana menunggunya dan menyambut nya dengan ocehannya yang begitu banyak.


"Andara, tunggu aku!"


"Hey, kenapa kau tidak melapor, ketua memanggilmu!!!" Teriak seorang penjaga dengan pakaian yang sama seperti Kevin.


Kevin menatap orang itu sambil menyeringai," Okay, saatnya beraksi!!"


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2