
Zayn menatap gadis itu terus menerus, mempelajari tingkah lakunya dan kebiasaannya. Gadis tanpa nama yang diminta tuan Kennedy untuk diurus secara langsung oleh Zayn. Tak tahu apa tujuannya, tapi kedua orangtua Zayn dan Laura meminta pria itu untuk mengurus perempuan itu.
Zayn juga terbeban, melihat keadaannya yang demikian membuat dia ingin menyembuhkan gadis malang itu, tapi selama berbulan bulan di rumah sakit, tampaknya kesehatan mental gadis itu tak berangsur membaik bahkan malah semakin memburuk.
Telah lewat beberapa hari sejak kejadian Diego tertusuk. Tapi perempuan itu seolah tidak sadar kalau dia baru saja melukai seseorang.
Laura pun sama penasarannya dengan penyebab gadis itu bertingkah demikian. Penasaran dengan apa yang terjadi padanya dan kenapa tidak ada satu informasi pun tentang dia.
“ Kak..” suara Laura berhasil membuyarkan lamunan Zayn. Wanita itu berjalan memasuki kamar itu bersama Irvan dan Rose yang mendampinginya.
“ Laura, kenapa ke sini, berbahaya, jangan masuk ke sini, kakak takut terjadi apa apa padamu..” ucap Zayn panik.
Spontan dia berdiri dan mendekati Laura bahkan terlihat dia menjadikan tubuhnya sebagai tameng jika sampai perempuan tanpa nama itu mengamuk lagi.
Gadis yang duduk di dekat jendela itu hanya terdiam membisu sambil menggigiti ujung kukunya dan mengeluarkan suara suara aneh yang terdengar seperti suara anjing yang sedang meringis ketakutan. Ya seperti suara anak anjing yang trauma di pukuli oleh majikannya.
Laura dan yang lainnya jelas mendengar hal itu,” kak dia kenapa? Suara nya? Dia menangis seperti anak anjing,” tanya Laura terkejut. Rose dan Irvan pun sama penasarannya.
Zayn menatap adiknya,” kebiasannya La, sudah jangan dipedulikan, kamu keluar dulu, gak boleh masuk bahaya,” ucap Zayn sambil membawa adiknya keluar dari sana.
Laura menatap mata perempuan tanpa nama itu, demikian juga dengan perempuan tanpa nama itu, dia menatap Laura lalu tiba-tiba..
“ Awooooo...... awoooooo....... awoooo.....
Dia melolong panjang seperti seekor anjing yang mengeluarkan lolongannya di tengah malam purnama. Duduk dengan posisi anjing liar dan mantap Laura dengan tatapan tajam.
“ kak... lihat dia..” ucap Laura terkejut. Mereka semua termangu menatap gadis itu bertingkah seperti seekor anjing. Ini kali pertama dia seperti itu setelah sekian lama di kurung. Tak pernah berbicara, hanya meringis kesaktian, menangis seperti anak anjing dan meraung raung tidak jelas.
“ Bagaimana bisa terjadi!" Zayn terdiam syok.
Namun sedetik kemudian dia paham kalau suasananya semakin berbahaya, cepat cepat dia bawa adiknya keluar dari ruangan itu sebelum terjadi hal yang lebih menakutkan,” La, kau tidak boleh mengunjungi kamar ini lagi, kakak melarangmu,” tegas Zayn.
Dia tidak mau terjadi sesuatu pada laura, dia juga bisa gila kalau adiknya sampai celaka karena perempuan tanpa nama itu.
Laura hanya diam dan tidak menjawab kakaknya, dia masih menatap kamar itu dan masih mendengar jelas suara lolongan kesedihan itu,” kenapa dia seperti itu? Apa yang terjadi padanya dan kenapa dia sampai melolong begitu keras?” batin laura.
__ADS_1
“ La jawab kakak, janji tidak datang ke sini lagi ya?” tanya Zayn dengan tegas.
“ Ehh iya iya dasar bawel,” celetuk Laura seraya mengambil kertas catatan medis perempuan itu tanpa sepengetahuan Zayn dan menyembunyikannya di balik cardigannya.
Laura dibawa pergi dari sana, tak ingin Zayn menyebabkan keadaan berbahaya bagi Laura. Tak ingin dia melibatkan adiknya dalam hal berbahaya seperti ini, biar dia yang menangani perempuan tanpa nama itu dengan tangannya sendiri.
Sosok gadis tanpa nama yang menyedihkan itu berhasil membuat Laura penasaran dengan dia. Sebenarnya siapa dia dan kenapa dia bisa jadi seperti ini.
Laura duduk di dekat balkon rumah keluarga Kent. Sambil menikmati roti bakar buatan Sadrakh dia duduk bersila dengan kaos kebesaran milik suaminya yang sangat dia rindukan.
Saat melihat gadis tanpa nama itu beberapa hari lalu, hati Laura tergerak untuk menolongnya. Belum lagi dia adalah korban penyekapan tuan Brown yang licik dan memanfaatkannya sesuka hati.
Identitas gadis tanpa nama yang disimpan tuan Brown semuanya palsu.
Dia adalah anak gadis yang diculik saat usianya tiga tahun, dan dilatih oleh kelompok Brown menjadi hacker lalu diberi Obat pelupa ingatan dan seluruh kehidupannya dimanipulasi agar mereka bisa mengendalikannya sesuka hati.
Sungguh miris, menyakitkan dan penuh rasa sakit yang tidak tertahankan. Gadis tanpa nama itu harus melayani mereka seumur hidupnya Samapi kelompok Laura datang dan membawanya dari tempat mengerikan itu.
"Dia melolong seperti anjing, dan menangis ketakutan setelah menusuk kak Diego, trauma!" ucap Laura.
dug.... dug!
"Ahhhh... anak Mama, kamu juga pasti merasakannya kan? huhhh... kita belum bisa bantu dia sayang, kamu masih dalam kandungan, Mama takut terjadi sesuatu, " ucap Laura seraya mengusap perutnya yang sudah masuk usia 8 bulan.
Wanita itu menatap ke arah luar sambil terus mengingat wajah gadis malang itu,"Kasihan sekali dia, kenapa harus hidup menderita begini?"
Laura menatap halaman depan rumah yang langsung terhubung dengan gerbang utama kediaman keluarga Kent.
"Nak, bapakmu lama juga ya pulangnya, emak sampai bosan nungguin," celetuk Laura seraya mengusap usap perutnya.
Di saat yang sama, kedua netranya menangkap sosok pria yang sangat dia rindukan memasuki rumah itu dengan mobil pribadinya.
Simon pulang, dia tiba di rumah itu dengan selamat bersama Hendry.
"Simon!!!" Mata Laura membulat sempurna saat melihat suaminya keluar dari dalam mobil.
__ADS_1
Cepat cepat dia bangkit berdiri dan mendekat ke balkon.
" SAAAYAANGG KENAPA LAMA SEKALIIII!!!!!" teriak Laura sambil melambaikan kedua tangannya, berdiri di dekat bibir balkon sambil menatap suaminya dengan tatapan penuh kebahagiaan.
Simon keluar dari mobil dengan tergesa-gesa," tunggu di sana, jangan bergerak, biar aku yang ke sana!" balas pria itu sambil melambaikan tangannya.
Dua kekasih hati yang saling merindukan akhirnya bertemu setelah satu bukan tidak bersama.
Simon benar benar membabat habis seluruh pekerjaan nya dan memastikan di akhir masa kehamilan istrinya, dia selalu mendampingi wanita itu.
Sorot mata penuh kerinduan itu jelas terlihat, Hendry keluar dari mobil sambil geleng-geleng kepala. Sepanjang perjalanan dia Habsi terkena Omelan tuan mudanya, bahkan tim Aryn yang ikut serta dengan mereka saja habis dibentak oleh pria itu.
"Pasangan bar bar ahrrrhh sakit telingaku di buatnya!" keluh Hendry sambil membawa semua barang bawaan Simon yang mereka beli di perjalanan.
Sementara itu, Simon berlari masuk ke dalam rumahnya dengan langkah cepat.
Seperti biasa rumah tak terlalu ramai, tuan besar Kent dan Pak Mandu tengah melakukan perjalanan bersama teman teman masa muda mereka, dan yang lainnya punya kehidupan yang harus diurus.
Simon berlari dengan cepat dan membuat pintu secepat mungkin.
" Sayang!!!" teriak Simon langsung menghamburkan pelukannya pada Laura," aku merindukanmu, aku sangat merindukanmu, arrhhh akhirnya aku bisa pulang!!!" celetuk Simon.
"IYA SAYANG, AKU JUGA... SADAR BANGSAT SIAPA YANG KAU PELUK!!!" Suara besar itu berhasil membuat Simon terdiam membatu. Dia sadar ada onggokan daging keras yang dia peluk saat ini, bukan istrinya yang harus dan lembut tapi daging keras bau amis penuh keringat..
" Siapa kau, arrhhhkkkkk Sadrakh kampret kenapa kau disini!!!!!" pekik Simon yang malah salah peluk.
" pfthh bwahahhahahahahahahw...
.
.
.
...Like, vote dan komen 🤗...
__ADS_1