
Kediaman Kent,
"Sayang makan yuk!!!" suara teriakan ibu hamil yang baru saja pulang dari toko kain terdengar menggelegar di rumah besar yang dihuni banyak orang itu.
Para penghuni tertawa cekikikan melihat tingkah ibu hamil yang sedang menjalani kehamilannya yang ke dua bulan ini.
Bukannya mual muntah dan pusing, Laura malah sangat bersemangat tapi suaminya yang lemas tak selera makan.
"Kakek, Pak Mandu ayo sini makan bareng Laura, Laura bawa banyak makanan, Yang lain juga sini!!!" teriak perempuan itu .
"Nyonya hahahah... kenapa nyonya masih pakai Baju beruang nya, apa tidak gerah!??" Irvan yang menyiapkan makanan di atas meja makan tertawa melihat Laura yang sejak semalam masih memakai kostum beruang yang dibelikan Zayn untuknya saat mereka keliling mencari Durian dan nangka kemarin malam.
Laura tersenyum dengan pipi chubby-nya," ini hangat," jawabnya polos sampai membuat yang lain gemas sendiri.
Dari lantai dua tampak Simon turun dengan wajah kusut bak pakaian yang belum disetrika, kantung mata, wajah lelah dan tak niat hidup.
"Sayang, aku lapaarr..... mau makan Nangka....." rengeknya seperti anak kecil yang ingin dimanja.
"Hahahhahaha...... "
Suara gelak tawa terdengar di rumah itu. Mereka menertawakan Simon yang turun dengan memakai daster milik Laura. Katanya kalau memakai daster itu mualnya sedikit berkurang, aneh aneh saja permintaan calon bapak itu.
"Uhhh sayang, kemari lah kamu pasti lelah," Laura merentangkan kedua tangannya menyambut sang suami.
Wajah lelah Simon berubah jari ceria, dia berjalan menghampiri Istrinya dan memeluk erat wanita itu seolah Merry sudah berpisah bertahun-tahun.
Tuan besar Kent dan Pak Mandu hanya tertawa cekikikan melihat kelakuan pasutri ini. Masa tua merek benar benar diepnuhi dengan warna.
"Om Simon jadi mirip onty Laura hahahha... masa pakai daster, Ndak malu nih om..." Celetuk si bawel Alesha yang Sedang anteng duduk di pangkuan Tuan Besar Kent.
"Tau tuh sayang,"
"Ngomong-ngomong, bagaimana rencana Diego, apa dia mengatakan sesuatu pada kalian?" tanya Zayn sembari meletakkan bokongnya di atas kursi.
Semua orang kembali fokus, Simon dan Laura juga duduk di sana.
" Diego pasti akan melakukan sesuatu dengan instingnya, dia pasti bisa mengatasi masalah ini, aku yakin padanya," ucap Simon yang kembali normal seolah yang baru saja merengek itu bukan dia.
__ADS_1
"Tapi siapa sangka para pelakunya adalah tokoh publik, bukankah ini akan sangat menggegerkan nanti!?" ucap Laura.
Tentu saja kejadian delapan tahun lalu akan sangat menggegerkan bila sampai diketahui oleh publik. Alasannya, para pelaku kini berkiprah di dunia pekerjaan.
Anna sebagai salah satu dokter umum di rumah sakit terkenal, dia adalah putri direktur rumah sakit itu. Rina dan Loli bekerja sebagai manajer di perusahaan keluarga mereka masing-masing, Vera adalah seorang model yang wajahnya sudah dicetak besar di mana-mana.
Pria yang menghamili Gretta adalah calon penerus perusahaan Tekstil terbesar di negara itu. beberapa orang lainnya terlibat dalam sebuah partai dan nama mereka sudah di dengar oleh publik.
Bagaimana jadinya karir mereka nanti jika sampai ketahuan menjadi siswa perundung di masa lalu?
"Pasti akan sangat mengejutkan, Diego akan melakukan semuanya dengan rapi, kita cukup beri bantuan saja dan jaga mereka dari jarak aman," ucap Simon.
Semuanya mengangguk setuju. Diego bukan sosok yang bisa diremehkan. Dia akan melakukan segala sesuatu dengan persiapan yang matang .
Saat mereka sedang asik bicara, suara menggema dari seorang pria yang tak kalah gilanya dengan mereka terdengar dari jangan masuk.
" Halooo semuanya kami pulang!!!" teriak Sadrakh yang baru tiba di rumah itu setelah selesai berlibur bulan madu dengan sang pujaan hati.
Mereka berdua telah kembali ke negara ini setelah menghabiskan waktu berdua.
Semua orang menoleh dengan senyuman sumringah, menantikan berita baik dari pasangan yang berlibur hampir sebulan di luar negeri.
"Wahh Alesha sayan,g Mommy ka.... ngeeennnn banget!!!" seru Obelia yang langsung berlari menyambut sang putri kecil dengan senyuman secerah mentari.
Melihat Obelia berlari, para teman bar barnya sudah tahu kalau yang tiba di sana hanya dua orang.
" Wahhh jadi tidak ada orang ketiga yang ikut pulang ya kak!?" celetuk Laura sambil memanyunkan bibirnya.
Hahahahhahaha...
Tawa mereka kembali terdengar saat perempuan itu melontarkan kata kata yang tidak bisa ditebak.
"Maaf Laura, untuk beberapa waktu ke depan kami belum punya rencana untuk memiliki anak, Obelia ingin membahagiakan Alesha dulu, padahal... ekmmm.. kami sudah melakukannya berkali-kali," celetuk Sadrakh dengan senyuman nakalnya seraya menatap sang istri.
Zayn dan Laura tertawa cekikikan, rupanya rencana mereka berhasil tapi keduanya memutuskan menunda memiliki anak untuk beberapa waktu ke depan.
Mereka ingin menikmati masa bertiga dengan Alesha. Gadis kecil itu harus diberi banyak perhatian sampai dia siap memiliki seorang adik dan rela berbagi kasih sayang.
__ADS_1
Obelia sudah memikirkannya dengan matang, dia tidak mau Alesha kekurangan kasih sayang lagi. Hal ini malah membuat Sadrakh semakin jatuh hati dengan istrinya. Obelia selalu mementingkan orang lain.
"Apa pun keputusan kalian, selama kalian bahagia kami akan senang," ucap Tuan besar Kent sambil berdiri dan menatap cucunya itu.
" Ka...Kakek!!!" Mata Sadrakh membulat sempurna.
"Cucuku sayang, kakek di sini!!" seru tuan Kent.
Sadarlah tidak menyangka akan melihat sang kakek kembali hidup. Yang benar saja, bagaimana bisa kakeknya ada di sini.
" Apa kalian semua membohongi kami!? Papa dan Mama tahu ini!? bagaimana dengan Ribka apa mereka sudah tahu!?? Kakek hidup lagi!? bangkit dari kematian!? mustahil!!!" seloroh Sadrakh sambil memeriksa apa itu benar kakeknya.
Mereka menertawakan pria itu, Sadrakh benar benar banyak berubah. Dia jadi benar benar manusia yang punya kehidupan.
"Kakek tidak pernah mati, kalian yang tertipu hhhaha... semua keluar sudah tahu, hanya kalian yang belum, maafkan Kakek, ada rencana yang harus terjadi dan semua sudah selesai," ucapnya.
Kebahagiaan mereka bertambah.
sementara itu di gedung workshop Diego, pria itu sedang duduk menatap Diding yang dipenuhi dengan foto para pelaku bullying terhadap Gretta.
Nama, alamat, pekerjaan, status saat ini dan seluruh biografi hidup mereka telah dirangkum pria itu dalam dokumen yang dia cari tahu dengan bantuan Simon.
"Vera Bruce, siapa sangka kau akan melakukan hal memalukan ini? bagaimana jika sampai kedua orangtuamu yang kau banggakan itu tahu siapa kau sebenarnya?" gumam Diego.
Foto-foto penyiksaan, bahkan foto tubuh Gretta yang dipukuli dia dapatkan dari semua sumber informasi yang dia punya.
Menyedihkan melihat kekasihnya seperti itu.
Lambang SMA itu membuat Diego mengeraskan rahangnya. Orang orang itu membuatnya murka.
"Tunggu, semua ada waktunya, kalian akan habis di tanganku terutama pria bajingan yang menghancurkan kehidupan Gretta!" geram Diego sambil mencengkram foto pria yang merusak Gretta di masa lalu.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen 🤗