
Setelah pertemuan yang membahagiakan itu, Laura dan keluarga nya hidup dengan penuh kebahagiaan hingga Akhirnya setelah menghabiskan banyak waktu bersama, semua orang kembali ke rutinitas mereka namun dengan suasana yang baru.
Tuan Kennedy dan Nyonya Felicia benar benar berubah. Mereka menjadi orangtua yang sangat perhatian terutama dalam membangun kehangatan di keluarga mereka.
Setiap hari tak lupa mereka menghubungi anak-anak mereka jika mereka dalam urusan pekerjaan, menanyakan kabar, kegiatan bahkan sampai membuat Rose jengah karena rentetan pertanyaan dan Omelan akan dia dengar terus menerus.
Sementara itu, Laura dibawa secara langsung oleh Simon ke hadapan publik, mereka tak membuat pengumuman menghebohkan tetapi dengan bertahap dan secara alami muncul sebagai pasangan ke hadapan publik.
Usaha online Laura juga mengalami perkembangan yang cukup stabil dengan merek paten milik Laura yang sudah memasuki pasar dengan nilai pertumbuhan yang lumayan bagus dan kuat.
Laura sama sekali tidak mengandalkan bantuan siapa pun, bahkan tak ada yang tahu sosok ya sebagai pemilik L.K Fashion yang berstatus sebagai istri sah seorang raja bisnis.
Dengan bangga Simon menggandeng tangan istrinya menuju perusahaan. Simon tampil dengan stelan kemeja formal yang unik dengan motif lukisan batik di dada bagian kiri dengan kemeja hitam dan dasi senada.
Kacamata bertengger di atas hidung mancungnya, wajah tampan dan tegas sebagai
mana seorang Simon selalu beraksi.
Di sampingnya sang istri tampil menawan dengan gaun indah dengan motif batik serupa di bagian sebelah kiri Rok, semi batik yang digabung dengan kain lembut berwarna hitam.
Anggun dan menawan dengan sepatu kets putih serta rambut panjang ikal yang dikuncir setengah membuatnya sangat cantik meski dengan riasan polos.
Mereka berdua tentu menjadi pusat perhatian semua orang. Di belakang mereka ada Hendry sang asisten dan ada si konyol Diego sedang mengekor di belakang mereka.
Zayn saat ini sedang bertempur dengan meja operasi sedangkan Sadrakh tak nampak batang hidungnya sejak kejadian hampir dua Minggu yang lalu di rumah Zayn.
"Wahh sayang kau benar-benar sukses!!" celetuk Laura takjub dengan bangunan besar itu.
"Aku juga berharap suatu saat nanti L.K Fashion jadi salah satu penyumbang lapangan tenaga kerja seperti Kent grup, wahh luar biasa!!" seru Laura.
" Aku bisa mewujudkannya untukmu sayang, itu hal mudah, sekarang pun aku bisa melakukannya," bisik Simon yang malah terlihat seperti dia sedang mencium istrinya.
" UMM.. bukan yang instan sayang, aku suka dengan yang namanya proses, pertandingan itu akan kulakukan dengan baik!" ucap Laura.
Simon tersenyum,dia menepuk pucuk kepala istrinya," aku percaya kau pasti bisa," ucap Simon.
__ADS_1
Mesra dan manis. Sungguh jelas mereka ini pasangan yang membuat iri semua mahluk termasuk Diego si pembuat onar yang menatap mereka berdua dengan tatapan Iri dengki karena sekalipun dia raja gombal, dia satu satunya yang tidak pernah benar benar menjalin hubungan dengan serius.
Diego menatap kesal kepada Laura dan Simon yang menebar pesona di depan semua orang," tcihhh... pamer terus, bucin teroosss sampai mampoooss...." celetuk pria itu sambil berjalan dengan cepat hendak memisahkan Laura dengan Simon.
Dengan senyum licik dia berjalan diantar keduanya dengan tangan yang digerakkan ke kanan dan kiri seolah dia sedang terbang.
"Ehhhhh badanku pegal, huhhh.. minggir woi gerah tauuu..." celetuk Diego sambil mendekat ke Laura dan Simon .
Tetapi dengan cepat Simon menarik istrinya saat Diego hendak memisah mereka hingga...
Greepp...
Dengan mulus Simon menangkap tubuh istrinya seperti pasangan yang mengakhiri dansa, indah dengan siluet sempurna mereka.
Bukannya mengacaukan dunia bucin pasangan baru itu Diego malah memperparah keadaan.
"Ehh si..sial, kenapa jadi begini!!!" ketus Diego sambil menghentakkan kakinya dan mendengus kesal karena Laura dan Simon kelihatan sangat romantis.
Semua orang menatap kagum pada mereka. Para karyawan terpana melihat kecantikan Laura, pantas saja Simon dibuat jatuh hati bahkan dengan berani mengungkapkan identitas istrinya ke hadapan publik dan menghancurkan satu majalah ternama sampai benar benar tak terdengar hingga sekarang dan karir pembawa acara benar benar hancur setelah semua kasusnya terbongkar.
Simon membawa istrinya berjalan dengan hati-hati dengan tatapan penuh semangat dari para karyawan.
Di dalam ruangan Simon, Laura tampak tenang bekerja dengan tabletnya sambil menggunakan komputer suaminya. Hendry duduk di sisi lain sambil mengerjakan tugasnya dan Simon melakukan rapat online dengan anak perusahaannya.
Simon yang tidak ingin berpisah barang sedetikpun dari istrinya mengajak Laura ke kantor dan membiarkan gadis itu menggunakan semua fasilitas yang dia miliki untuk pekerjaannya.
Simon yang sedang rapat melirik istrinya yang tengah serius membuat beberapa desain baru untuk perlombaan yang akan segera dilaksanakan tak lama lagi.
"Dia ternyata seorang pekerja keras yang hebat, pantas saja Pak Mandu menasehati ku dengan keras agar tak membuat kecewa Laura, dia seseorang yang hebat,"batin Simon bangga dengan Laura.
Saat semua orang sibuk bekerja, Laura dan Simon sedang istirahat setelah pekerjaan mereka sedikit terselesaikan. Hendry sendiri tak ada di ruangan itu, Laura dan Simon yang tinggal di sana.
Simon menatap istrinya yang bersandar pada kursi sambil menatap ke langit-langit seraya meregangkan tubuhnya.
Pria itu berjalan dan mendekati istrinya," Lelah?" tanyanya.
__ADS_1
Laura menatap Simon sambil menggelengkan kepalanya," nggak kok, ini menyenangkan," jawab Laura.
"Sayang, ada dokumen yang harus kita buka, Pak Mandu yang berikan, sepertinya informasi penting," ucap Laura sambil mengeluarkan Dokumen yang dibungkus dalam plastik abu-abu dengan segel di luarnya yang sama sekali belum dibuka.
Simon menatap benar itu jelas masih dalam ingatannya kalau sejak mereka menikah, Laura membawa benda itu ke rumah mereka.
" Kau belum membukanya? itu dokumen lama kan?" ucap Simon sambil menarik sebuah kursi dan duduk di samping istrinya.
Laura mengangguk," iya ini sudah lama ada padaku, tapi Pak Mandu bilang jangan dibuka sampai tanggal ini, namun saat di rumah kak Zayn, beliau bilang sudah saatnya mengetahui kebenaran, aku penasaran apa maksudnya," ucap Laura.
" Baiklah kita buka, aku juga penasaran dengan benda ini," ucap Simon.
Laura pun membuka dokumen itu dengan perlahan, melepas segelnya dan mengeluarkan dokumen tebal dan sebuah flashdisk di dalamnya.
Ada beberapa foto dan plat mobil yang sudah penyok di dalamnya.
Simon dan Laura sama-sama terkejut, mereka saling menatap sejenak lalu kembali melihat benda itu.
" Apa ini??" ucap Laura .
Dia membuka dokumen itu dan meletakkan masing-masing dokumen di atas meja dengan posisi terbuka ke atas.
" Foto.... i...ini!!!" Laura terbelalak melihat sebuah foto keluarga dan juga foto kecelakaan mobil 13 tahun yang lalu.
" Sa..sayang...." Laura menatap Simon yang terdiam membatu saat melihat foto kecelakaan yang dia sebabkan diletakkan di atas meja.
Terkejut, takut, sesak dan seolah kepalanya mau pecah. Bayangan kematian orangtuanya langsung tergambar jelas di.ingatan pria itu.
Jantung Simon berdebar kencang, tangannya gemetar, wajahnya pucat pasi, hanya melihat foto itu saja membuat traumanya kembali.
"A...apa.. ini!!???"
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen 🤗