
Sementara itu di markas Kelompok Brown, empat manusia yang babak belur sedang diikat di gelondongan kayu yang dibuat dalam posisi berdiri.
Wajah mereka bersimbah darah dan pakaian mereka kotor. Bibir luka dan kering serta kulit memerah karena terik matahari yang begitu panas.
"Brown berani kau melakukan ini padaku!!!" teriak tuan Raymond murka.
Tuan Brown, pria bertubuh bongsor dan berwajah tegang itu duduk di singgasananya dan menatap dari tempat berteduhnya dengan sinis ke arah tuan Raymond yang tak dia anggap lagi sebagai kakak ataupun saudara.
Sambil menghisap cerutunya dia menarik Bibi Yuni ke atas pangkuannya dan mencumbu wanita itu di sana. Bibi Yuni memang murahan, dia akan melakukan berbagai cara untuk selamat sekalipun menjadikan dirinya sebagai mainan untuk memuaskan hasrat seseorang.
"Lepaskan dia Brown, apa yang kau lakukan padanya!!!" protes tuan Raymond saat melihat Brown menyentuh tubuh Bibi Yuni dengan tatapan sensual.
Mendengar suaminya membela Yuni, Nyonya Tiara terbelalak.
" Papa kenapa papa membela perempuan sinting itu, apa maksudmu pa!??!" teriak Nyonya Tiara sambil menatap Yuni dan Raymond bergantian.
" hohoho....."Tuan Brown mencengkram wajah Yuni yang bergetar ketakutan tetapi berusaha untuk tidak takut di depan psikopat gila itu.
"Jadi kau sama sekali belum tahu hubungan gelap mereka Tiara? ckckck.... kasihan sekali kau," ejek Brown sambil tertawa sinis.
"A...apa maksudmu Brown apa yang kalian maksud!???" teriak nyonya Tiara sambil menatap Raymond dengan tatapan syok.
Pria itu tak menggubrisnya, dia memalingkan wajahnya tanpa peduli dengan nyonya Tiara yang syok mendengar perselingkuhan itu.
"Jadi Papa benar benar tidur dengan wanita murahan itu!!??" teriak Cintia tak percaya.
" Dia bukan wanita murahan Cintia, jaga mulutmu jal4ng sialan!!!" teriak tuan Raymond.
Deghhh....
Mereka semua terhenyak, seketika suasana menjadi hening. Hanya untuk membela Yuni, perempuan licik itu, dia sampai mengumpat putrinya sendiri.
" RAYMOND KAU SUDAH GILA HAH!!!" pekik nyonya Tiara.
Tak pernah dia sangka kalau rumah tangganya akan hancur karena suaminya bermain curang dengan seorang pembantu yang dia sendiri yang pekerjakan.
Seperti dibodohi oleh dirinya sendiri, nyonya Tiara hancur lebur saya mendengar hal itu.
" Papa, kenapa papa seperti ini!?? bahkan di saat seperti ini papa masih membela perempuan busuk itu!!!" teriak Cintia.
__ADS_1
" cihhh ibumu yang perempuan busuk Cintia, bahkan jauh sebelum kau dan kakakmu ada dia sudah banyak tidur dengan pria liar, aku bahkan ragu apakah kau benar-benar anakku," ucap tuan Raymond sambil menatap Nyonya Tiara.
Seketika bibir nyonya Tiara terbungkam. dia menunduk sambil menelan kasar air matanya.
Prookk... prookk... prookk..
" Sungguh dramatis cerita keluarga kalian hahahaha.... tapi aku tidak butuh itu!!!" Tuan Brown berdiri dan mencekik leher Bibi Yuni sekuat tenaga sampai dia menggelepar seperti ikan yang keluar dari air.
" Tu..tuan... saaakkiit... arkhhh..... le..lepas..." Bibi Yuni meringis kesakitan, dia dicekik dalam keadaan hanya memakai pakaian penutup dada dan bagian bawah.
Tuan Brown menatap Yuni dengan senyum menyeringai, “ Manusia seperti dirimu memang harus segera di musnahkan, kau tidak pantas untuk hidup, “ ucap tuan Brown sambil melirik tuan Raymond yang pasti tidakakan rela jika Yuni mati di tangan tuan Brown.
“ lepaskan dia bajingan,” teriak pruia itu.
Bukannya melepaskan yuni, tangan kekar tuan Brown mencekik leher Yuni semakin erat sampai membuat pasokan udara wanita itu perlahan menipis. Dia memberontak dan memukuli tangan tuan Brown dengan wajah yang mulai membiru sangat sakit dan mengerikan rasanya.
“ Brown kau gilaa!!" pekik Raymond.
“bunuh saja dia... bunuh wanita sialan itu, aku mempekerjakan dia di sana tapi dia malah melakukan ini padaku, arrhkkkk sialan..” teriak nyonya Tiara siteris.
Keributan terjadi di sana. Vino sendiri menatap keluarga itu degan tatapan ngeri, nyatanya dia menikah dengan putri dari konglomerat yang punya hubungan dengan dunia gelap.
“ Aku harus cari cara agar bajingan itu melepaskanku, rencana penculikanku sudah kulakukan, tapi sialnya aku malah ditangkap ke tempat ini,” kesal Vino.
Tuan Brown melirik Vino, Dia memang mengacaukan sinyal mereka di markas dengan memasang sinyal baru yang menipu lawannya. Tetapi tak dia sangka Vinoo ternyata punya rencana lain untuk mendapatkan kembali Laura sebagai alat untuk mengancam keluarga waltz.
Brukkk...
Dengan kasar dia melemparkan Yuni ke atas lantai begitu saja bahkan sampai kuitnya robek menghantam pasir dan bebatuan kecil di atas lantai itu. Tangan kekarnya mengeluarkan pistol hitam dan mengarahkannya langsung ke kepala Yuni hingga...
Duarr...
Suara tembakan terdengar di tengah markas beesar itu. Timah panas mendarat tepat di kening Yuni yang langsung mengambil nyawanya pada saat itu.
Tidak akan ada yang selamat dari tangan tuan Brown jika orang itu sudah tahu lokasi dan apa yang kelompok Brown lakukan, mereka tidak segan segan membunuh siapa pun yang berbahaya bagi mereka.
“ Ku pikir kalian semua hanya kumpulan orang bodoh, ternyata ada juga punya otak ya,” ucap pria itu.
“ Lepaskan dia, lalu untuk kakakku tersayang, satukan dia dengan istrinya, agar mereka bisa merajut kasih dalam penjara penuh kalajengking milikku!"ucap tuan Brown sambil menyeringai.
__ADS_1
“ tidak jangan, kalau sampai kakak tahu apa yang kau lakukan pada kami... kau bisa mati paman..” teriak Cintia mengingatkan kalau dia memiliki kakak laki laki yang sangat menyeramkan, Nathan Raymond pria yang tidak segan akan membunuh orang yang mengganggunya meski Cintia tidak yakin Nathan akan membantu mereka karena Nathan hanya peduli pada Laura meski tidak ditunjukkan secara langsung.
Tuan Brown jelas tahu seperti apa keponakannya yang satu itu tetapi dia lebih tahu lagi kalau Nathan sama sekali tidak peduli dengan keluarganya,” Nathan tidak akan peduli kalian mati atau tidak karena kalian bukan keluarganya bukan!?" ucap Brown sambil menatap nyonya Tiara.
“ apa maksudnya ini Ma?” teriak Cintia.
“ A.. apa mau kalian., jangan melakukan ini padaku, kau .. brown kenapa kau melakukan ini,” teriak nyonya Tiara panik. Panik kalau rahasianya akan tebongkar.
“ ckckckc.. setelah menculik bayi orang dan memalsukan kehamilanmu kau masih berandiwara sampai saat ini, ayolah Tiara, Nathan dan Cintia bahkan bukan anakmu, aku tahu kau itu mandul bodoh,” ucap Tuan Brown.
Bak di sambar petir tuan Raymond dan Cintia terhenyak dengan kenyataan itu. Bahwa nyonya Tiara tidak bisa hamil. lalu siapa sebenarnya orangtua Cintia dan Nathan ? hanya wanita itu yang tahu.
“ aa.. apa apa iniiiii... jangan bilang itu benar maa..” teriak Cintia.
“ Jangan naif cintia, kakakmu Nathan sudah tahu semaunya, itulah alasannya keluar dari rumah itu, kasihan sekali ya hahahhaa.. keluarga yang benar benar hancur,” ucapnya sambil tertawa.
“ bawa mereka ke penjara bawah tanah, kurung mereka dan jangan sampai lepas,” ucap pria itu.
“ dan kau Vino Bernardo, tunjukan jalannya,” ucap pria itu.
Vino tersenyum penuh, setidkanya dia bisa selamat dari tempat ini. Sedangkan istrinya dan keluarganya malah dibawa ke penjara.
“ vino tolong aku..” teriak Cintia sambil menangis tersedu-sedu. Hari ini hidupnya benar-benar hancur, Laura yang dia ejek anak haram tetapi dirinya sendiri bahkan bukan anak kandung tuan Raymond dan nyonya Tiara.
Langkah kaki Vino terhenti, dia memang mencintai istrinya, tetapi mereka berdua berada di jalan yang salah. Pria itu menatap tuan Brown,” boleh kubawa istriku dia yang membantuku melakukan semua ini, lagi pula kita butuh dia!" jelas Vino.
Tuan Brown terdiam sejenak lalu mengangguk. Akhirnya Cintia dibawa bersama komplotan mereka menuju kediaman keluarga raymond.
Sementara itu di rumah keluarga Raymond, Obelia dan Alesha dibawa oleh anak buah Vino dalam keadaan pingsan.
“ Heh bangunkan dia, tuan Vino akan datang sebentar lagi,” ucap pemimpinnya.
Byuururr... air dingin yang sangat beku di siramkan ke tubuh mereka berdua sampai Obelia dan Alesha kecil terbangun dengan teriakan histeri dari Alesha.
“ ahhhhkkk... di... dimana.. nona.. nona Alesha....
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen