Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
181 Season 2: Target


__ADS_3

Seisi ruangan itu syok, mereka tidak menyangka akan ada kejadian seperti ini. Anak anak menjadi sasaran bahkan hampir diberikan narkoba.


Apa jadinya jika Andara tidak melihat pria itu saat memukul Andra dan Dira, sudah pasti terjadi hal yang tidak diinginkan pada dua anak kecil itu.


Andara yang saat itu tengah mencari si kembar di sekitar gedung grup Kent tak menyangka kalau dia akan melihat pria yang sedang bertingkah aneh itu.


Beberapa kali dia melihat pria itu menggelinjang, bahkan gemetaran di sekujur tubuhnya, berjalan seperti zombi dan merintih seolah sedang menangis.


Saking penasaran dia mengikuti pria itu, tak taunya orang itu ternyata memakai stiker kecil yang dia tempelkan di tubuhnya. Hidung Andara yang sensitif mencium bau obat dari stiker kecil itu.


Begitu pria itu menempelkan stikernya, dia menggelinjang seperti orang yang sangat bahagia, tiba tiba tertawa bahkan bergetar.


Andara yang penasaran mengikutinya dengan diam, tetapi di ujung lorong orang itu malah berpapasan dengan si kembar yang sedang berkeliling.


Tak ada orang yang lewat karena tempat itu menuju gudang, tiba-tiba pria itu berlari dan menangkap si kembar bahkan memukul wajah mereka dan memaksa untuk menempelkan stiker itu ke leher mereka.


Andara yang panik langsung berteriak histeris, berlari ke arah orang itu dan menarik perhatian Lanang yang berada di lantai yang sama tetapi beda lorong.


Beruntung mereka cepat, Andara menyerang dan mendorong pria itu lalau menarik si kembar yang menangis sesenggukan. Beruntung Andara cepat dan pemberani. Dia berhasil menyelamatkan anak anak itu dari stiker jahanam itu.


Lanang menghajar pria itu habis-habisan sambil mendengarkan penjelasan Andara.


Karena merasa tak percaya ada stiker yang membuat orang jadi gila, dia mengambil stiker itu dan menempelkannya di leher pria tadi.


Benar saja, efeknya persis seperti yang Andara sebutkan.


Lanang tak tinggal diam, setelah melumpuhkan orang itu, dia membongkar paksa isi tasnya dan menemukan puluhan kembar stiker menggemaskan yang siap untuk disebarkan.


Setelah berhasil membuat pria itu babak belur, dia menyeretnya ke lantai atas di mana pemimpin mereka berada.


Tak segan segan dia menunjukkan wajah babak belur pria itu ke hadapan pegawai lain yang sedang bekerja hingga menimbulkan Tremor bagi mereka semua termasuk yang pernah menerima stiker haram itu.


Lanang dikenal sebagai pemimpin tim Aryn bersama si gila Danielle dan beberapa orang lainnya sebagai tim inti. Mereka bahkan bukan hanya sekali ini menyeret orang yang bersalah dengan cara mengerikan, mempermalukan mereka dengan memasang banner wajah pelaku saja sudah mereka lakukan berkali-kali sampai membuat seluruh negeri itu mengenal penjahat yang sedang mereka hukum.


Simon dan Laura terdiam membisu mendengar penjelasan Lanang dan Andara. Bahkan Dani yang baru menemukan informasi tentang stiker itu sampai menganga tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.


Anak anak itu menjadi target, sangat jelas kalau ada oknum yang berusaha untuk membuat mereka terlibat dengan kejahatan ini atau berusaha untuk menjebak mereka.

__ADS_1


" SIAPA YANG MEMERINTAHKANMU BAJINGAN KEPARAT!!!" Simon mengamuk, dia menarik kerah baju pria itu dengan kasar dan menatapnya dengan tatapan mematikan.


Ingin segera dia membunuh pria itu di sana, tapi dia masih sedikit waras untuk tidak melakukannya sekarang.


"Ahahah... ahahhaha... dia marah... uhuk... uhuk... kau... tidak.. akan.. bisaa... mengalahkannya... hahahhaha.a...


Bugh!! Bugh!! Bughh!!!


Pria itu dihajar lagi oleh Simon. Marah dan kesal dengan ucapannya yang meremehkan mereka.


"Simon hentikan!! ini tidak akan menyelesaikan masalah kalau kau menghajarnya seperti itu!" Teriak Laura sambil menangis.


" Kita harus cari siapa pelakunya!!!" ucap Laura sambil menarik suaminya ke sisi wanita itu.


Simon sangat marah, kedua anaknya malah dijadikan target oleh orang orang jahanam tak berperasaan itu.


"Tuan, stiker ini sudah tersebar di manajemen bawah, mereka tidak diberitahu kalau benda ini adalah jenis narkoba baru, hanya saja mereka memulai tren menggunakan stiker di kulit mereka karena itu sedang populer tanpa tahu apa isi stiker ini!!" jelas Dani sambil membawa data-data tentang stiker tersebut.


"Sialnya lagi, yang membawa ini ke dalam perusahaan dimulai oleh orang ini!!!" ucap Dani sambil menunjukkan foto pria yang dilihat oleh Irvan .


Laura benar benar tidak menyangka kalau orang itu memulai semua ini!


Simon memijit pelipisnya, kesal marah dan benci bercampur aduk, tidak pernah dia pikirkan kalau dia akan menghadapi hal konyol ini.


"Sialan!" umpat Simon.


Saat mereka berkumpul di sana, tiba-tiba saja, Arka berlari memasuki ruangan itu dengan wajah kesal.


"Tuan, detektif berengsek itu datang lagi!!" ucap Arka dengan wajah kesal dan masam.


"Detektif?" tanya Simon.


Di saat yang sama, Gabriel memasuki ruangan itu dengan senyuman angkuhnya seolah dia baru saja mendapatkan tangkapan besar.


"Geledah tempat ini dan temukan semua barang bukti!!" titah Gabriel yang memimpin penyelidikan kali ini.


Dengan sangat bangga,dia menggeledah tempat itu.

__ADS_1


"Tunggu dulu, apa maksudnya ini!??apa apaan kau hah!? sembarangan menggeledah kantor orang!" Dani mencegat mereka sambil menatap tajam ke arah Gabriel.


Gabriel tersenyum sinis, dia menunjukkan surat perintah yang ditandangani oleh Key dan kepala kepolisian.


"Kalian akan ditangkap atas tuduhan pengedaran narkoba jenis baru!" ucapnya sambil memasang borgol ke tangan Dani.


"Tangkap mereka!" ucap Gabriel.


Dani, Simon, Lanang dan Kevin di tangkap oleh pihak kepolisian atas perintah kepala divisi dan kepala kepolisian.


Simon menatap tajam pria itu, rahangnya mengeras, dia benar benar tidak menyangka mereka akan dijebak seperti ini.


"Semua bukti mengarah pada kalian, kesaksian para korban dan semua yang terlibat juga mengarah ada Grup Kent !" tukas Gabriel.


"Sayang kenapa begini!?" Laura tampak panik, dia menatap suaminya dengan mata berkaca-kaca, Sedangkan Andara memeluk si kembar dan menjauh dari kerumunan itu. Pria itu mengambil stiker yang diletakkan di atas meja, dan berpura-pura tidak tahu atas apa yang terjadi.


"Tenanglah, aku akan membuat bajingan ini kehilangan pekerjaannya!" ucap Simon sambil menepuk pucuk kepala istrinya.


"Kak, Ella akan membantumu, datanglah ke Laundry bersama Andara dan yang lainnya, kami sudah menyiapkan sesuatu di sana!" bisik Dani yang dibalas anggukan kepala oleh Laura.


Pada akhirnya mereka semua dibawa bersama beberapa bukti dan dokumen transaksi yang entah sejak kapan ada di dalam ruangan itu. Simon dan anak buahnya dibawa oleh kepolisian.


Terlihat sekali jika seseorang sudah mempersiapkan hal ini, wartawan berkumpul berbondong-bondong di depan perusahaan Grup Kent begitu mendengar kalau perusahaan raksasa ini terlibat dalam pengedaran narkoba.


"Bos,rencana kita berhasil, tinggal selangkah lagi untuk membuat mereka benar-benar hancur!!"


"Hmm...tetap waspada, kau tidak tahu hewan buas seperti apa yang sedang kau hadapi,".


"Baik bos!!"


Sementara itu di markas bawah tanah yang berada tepat di bawah gedung grup Kent, Ella memimpin pencarian.


" Semuanya bersiap pada posisi kalian, kita kacau kan mereka semua!!!" teriak Ella dari ruang komando yang terhubung langsung dengan semua anak buah markas rahasia.


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2