
Mereka semua bersekongkol menyudutkan Gretta, di saat yang sama Robin mendekato gadis itu dan mencengkram tangannya,"kau mau balas dendam katamu?" Bisiknya.
"Mau ku buat kau hamil dan ku bunuh kau bersama bayimu? Seharusnya kau mati waktu itu Gretta, aku masih ingat kemolekan tubuhmu, mau ku lakukan hal yang sama!?" Bisik prianitu.
tanpa disadari, Gretta mengenakan earphone di balik rambutnya byang terbmhubung langsung dengan Diego.
Di seberang sana, kemarahan Diego telah mencapai puncak. tapi Laura dan Simon menahan pria itu agar tidak langsung mengacaukan rencana mereka, biar Gretta yang menghadapi.
Sesuai permintaan Gretta, dia ingin menghadapi orang-orang yang merindingnya di masa lalu dan menghancurkan mereka dengan tangannya sendiri.
"Grrhhhh sialan, ku hajar saja dia!!;" Geram Diego.
"Diego Tenanglah!" Hardik Simon.
"Masalah tidak akan selesai jika kaunikut campur sekarang, ini pilihan Gretta, hormati pilihan nya meskipun itu membuatmu marah!" Tegas Simon.
Diego menghela nafas berat, tangannya sudah gatal ingin segera menghajar Wajah bajingan itu. tapi dia akan menunggu sampai gilirannya tiba.
Gretta masih terdiam mendengar ocehan mereka semua. hal yang persis sama seperti yang dia hadapi dulu, padahal Robin sempat menjadi teman dekatnya tetapi malah dipengaruhi oleh Vera dan gengnya yang cemburu dengan kepopuleran Gretta di antara para pria.
"Mundur sekarang atau ku sebarkan foto foto kita malam itu Gretta, aku masih menyimpannya," ancam Robin.
Mereka berusaha mengusir Gretta dengan mendesak dan menjatuhkan mental gadis itu. tapi sayang sekali, usaha mereka sia sia!
"hah... Coba saja sebarkan kalau kau berani!" Keadaan berbalik!
...
Gretta memutar tangan Robin dan melepaskan cengkraman pria itu dari tangannya. Dia membalas tatapan pria itu dengan bibir tersungging,"apa kau yakin ingin menyebarkannya!?" Ucap Gretta seraya menaikkan sebelah alisnya.
Robin terhenyak, bahkan Vera dan teman temannya yang lain sampai terdiam dengan uasana yang mencekam itu.
Beberapa di antara mereka langsung pergi perlahan lahan daripada menanggung malu di acara besar itu.
"Ka..kau!" Robin terkejut.
"COBA SAJA KALAU KAU MAU SEJUA ORANG TAHU SIAPA DIRIKU SEBENARNYA!!" Gretta berteriak.
Seluruh mata tertuju pada mereka. Menatap heran dan terkejut dengan apa yang terjadi. Robin dan gengnya dikenal sebagai siswa berprestasi yang membawa nama sekolah itu menjadi lebih baik, tapi siapa sangka, siswa terbaik itu juga yang akan menghancurkan mereka.
"Apa apaan kau, kenapa perempuan miskin dan anak yatim tidak tahu diri seperti dirimu berani membuat kekacauan di sini !!" Anna mulai panik, jika sampai Gretta membongkar kejahatannya, maka habis sudah dirinya di tangan kedua orangtuanya.
"Satpam tolong usir pengacau ini!!" Teriak Anna.
"Apa kalian sebegitu takutnya dengan kehadiranku!??" Gretta menatap mereka sambil tersenyum menyeringai.
__ADS_1
"Ayolah, bukankah kalian juga merindukan boneka mainan kalian ini!?" Ucapnya lagi membuat keadaan semakin panas di antara mereka semua.
"Aku masih ingat jelas bagaimana setrika panas itu mendarat di punggungku..."
"Ceshhhhhhhh....... Begitu kan suara?" Ucap Gretta sambil menatap dingin ke arah mereka.
Semuanya terdiam membatu. Gretta ingat apa saja yang mereka lakukan pada dirinya. Tubuhnya disetrika oleh orang orang itu, dan mereka tertawa ketika dirinya menangis meminta tolong agar dibunuh saja.
Tubuhnya bagai mainan di tangan mereka, sampai dari bibir mungil gadis yang kala itu masih berusia 16 tahun keluar ucapan,"BUNUH SAJA AKU!!"
Sesak, sakit dan hancur diperlakukan bagai sampah. Dia memohon agar mereka membunuhnya, siapa setidaknya rasa sakit itu hilang.
Tapi yang mereka lakukan sangat bejat, mereka hanya tertawa, menatap nya sambil memainkan kamera ponsel mereka dan mereka gadis malang itu merangkak minta hidupnya diakhiri.
Hampir dia meregang nyawa di tangan mereka, masih jelas di kepalanya siapa saja yang membuatnya hancur berantakan.
"Ohhh ayolah kenapa kalian terdiam?" Gretta menatap Anna dan luka di tangan gadis itu.
"Ahhh kau masih menyimpan bekas luka tusuk itu? Bagaimana rasanya? Sakit kah? Atau menyenangkan!? "
Anna langsung menyembunyikan tangannya dan terdiam membeku seolah Gretta memberikannya trauma baru.
"HA.... HA... HA... HA... HA...." Gretta tertawa.
"Begitu kan caramu menertawakan aku Anna Farida!?" Ucap Gretta.
Tetapi...
Grap!
Tangannya di tarik dengan kasar oleh Gretta dan...
Plak!
"Ouehhhh itu pasti sakit kan Vera? Uhhh kasihan sekali,apa kau akan menangis?!" UmGretta menggila.
Dia memukul wajah Vera dengan menggunakan tangan Anna, sungguh taktik yang berhasil membuat semua orang tercengang.
" That's my girl!!" Seru Diego di seberang sana seraya berdecak kagum dengan keberanian kekasihnya.
Robin tak bisa membiarkan ini terjadi, jika sampai Gretta berbicara, maka habis sudah nasibnya, belum lagi ada beberapa pasang mata yang membuatnya tidak nyaman, dia yakin mereka adalah mata mata dari saudaranya yang berusaha mencari celah untuk menghancurkan nya.
Robin menarik tangan Gretta dan menyeret gadis itu dari sana," bicara dengan kami, katakan yang kau inginkan, jangan buat keributan di cara besar ini!!" Ucap Robin.
Mereka berjalan keluar dari dalam gedung, Gretta tentu dengan cepat melepaskan tangannya dari Robin.
__ADS_1
"hahaha untuk apa aku ikut dengan kalian!" Ucap Gretta sambil berjalan menjauh dari mereka.
Robin, Vera an yang lainya tak habis pikir dengan sifat gadis itu. Tak mereka sangka Gretta akan berubah jadi sekasar ini.
"Sebenarnya ada apa nak Vera!? Kenapa kau mengubungi kami untuk melihat kekacauan ini!?" Tuan Michels menatap Vera.
Tiba-tiba Vera menangis," hiks hiks hiks... Om, Tante dia merendahkan saya, dia adalah kekasih Diego ,gara gara dia saya dan Diego... Huaaa.......
Vera tak punya kunci lain,akhirnya dia menggunakan tangisannya yang tak mengenakkan itu.
Di ujung sana Diego memutar malas kedua matanya. belum lagi minat kedatangan kedua orangtuanya berhasil membuatnya semakin kecewa.
Gretta mendekati mereka, sambil menatap Diego yang terlihat sedih dan kecewa.
"Diego? Apa aku membuatmu kecewa?" Tanya Gretta.
Diego tersadar dari lamunannya, dia menggelengkan kepalanya," tidak sayang, ini saatnya menunjukkan pada mereka siapa para bajingan itu sebenarnya!" Ucap Diego.
Puncak balas dendam di mulai. Tuan dan Nyonya Michels mendatangi Diego dengan membawa Vera yang menangis.
" Diego, apa apaan ini, kenapa kau mempeakukan calon istrimu sekasar ini, dan..." Nyonya Michels menatap Gretta.
"Siapa perempuan ini!? Kenapa kau dekat dengannya!?"
"Calon istriku Nyonya Michels yang terhormat, " jawabnya dengan ketus.
" Tidak!!"
"Kami tidak setuju, Kau hanya boleh menikah dengan Vera!! "
"TITIK! TIDAK DA PENOLAKAN!" nyonya Michels berteriak sampai mereka jadi bahan tontonan semua undangan.
"Kalian yakin aku harus menikahi perempuan jal4ng ini?" Diego melirik ke arah layar in focus yang muncul secara tiba-tiba di bagian depan ruang acara.
"Heii kalian mantan alumni SMA HARAPAN BANGSA!" teriak Diego.
"Lihatlah kelakuan bejat orang-orang yang kalian banggakan selama ini!!!" teriak Diego.
Bersamaan dengan itu muncul sebuah video yang berhasil membuat semua orang terkejut bukan main.
" Ya Ampun apa itu!!!!"
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen 🤗