
"Pokoknya aku tidak mau pulang sebelum stikernya dibelikan huhuhuhu... kakek jahat, kakak jahat, Andara mau stiker Andara mau stiker!!!!"
Suara teriakan Andara yang begitu kuat nan melengking menggelegar di seantero pasar yang sangat ramai itu.
Seekor anak Beruang sedang naik ke atas mobil pemilik toko, duduk bersila dengan wajah cemberut, jangan lupakan kostum beruangnya yang kebesaran itu duduk di sana sambil merengek minta diberikan stiker oleh si kakek penjaga toko.
Padahal barusan dia diberi perintah untuk menutup toko, tak tahunya malah ada bocah ingusan yang sedang mengacau di tokonya.
" Hey anak nakal, turun kau, kami sudah tutup tidak ada yang bisa ku berikan padamu lagi!!!" teriak si kakek frustasi. Betapa nekadnya pria yang satu ini Sampai naik ke atas mobil penjaga itu.
"NGGAK MAU, MAUNYA MAINAN!!!" Teriak Andara sambil menangis seperti orang gila di atas mobil itu. Mata semua orang menoleh ke arah mereka.
"Ya ampun kakek, berikan saja salah satu mainanmu, anak itu anak berkebutuhan khusus, kami mengenalnya, dia anak baik, baru kali ini dia seperti itu, berikan saja saya yang bayar!!" ucap salah satu pengunjung pasar yang kenal dengan Andara di bintang menggemaskan yang disukai oleh banyak orang.
Semua orang meminta si kakek memberikan permintaan Andara, tapi tiba-tiba.
Hap!!
Andara melompat dari atas mobil sambil tersenyum dengan jari jarinya yang menari ke atas dan kedua matanya yang menatap langit.
" Heheheh...hari ini terlalu cerah, arkhhh Andara benci matahari, Andara mau pulaaangg!!!" teriak pria itu tiba-tiba lalu berlari terbirit birit dari sana dengan kostum beruang kebesaran miliknya.
Semua yang melihat dia hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kekacauan yang ditimbulkan prianitu.
Mobil si kakek berantakan, tokonya terlambat di tutup padahal markas utama sudah menunggunya.
" Sialan!!!"
Si kakek mengumpat, cepat-cepat dia menutup tokonya tanpa sadar kalau saat Andara naik ke Atas mobil tadi, Ella dan Loey sudah menyelinap masuk ke dalam toko itu dan mengambil semua barang bukti bahkan berhasil mencuri buku penjualan toko itu.
Tanpa curiga dan merasa barangnya hilang, si kakek jahat itu mengemudikan mobilnya dari sana menuju ke arah markas.
" Hihihi.... kita berhasil!!!" seru Ella sambil melompat kegirangan menatap radar di layar komputer mereka yang menunjukkan titik keberangkatan kakek itu melalui alat pelacak yang tak taunya ditempelkan oleh Andara di atap mobil itu saat dia naik ke sana.
" Wahh Andara kau hebat, idemu benar benar hebat!!" puji Loey sambil menaikkan kedua jarinya menatap Andara yang duduk melamun di dalam mobil sambil menatap ke luar.
Loey menatap pria itu, dia merasa aneh. Baru saja dia terlihat bahagia seolah mendapatkan medali emas, sekarang pria itu hanya duduk melamun sambil menatap ke arah taman di mana mereka berkumpul menunggu tim yang lain datang.
Andara menatap kosong ke arah taman itu sembari jari jarinya menari di atas udara, kebiasaan yang tidak bisa hilang dari pria itu. Entah apa yang sedang dia pikirkan, tetapi baru kali ini Loey dan teman temannya melihat dua melamun seperti itu.
__ADS_1
"Andara, hey ada apa!? Kenapa tiba-tiba melamun!?" Panggil Ella dengan wajah heran.
Andara hanya diam saja, kedua matanya mengamati dengan serius pasangan pasangan yang sedang duduk di taman depan sana, ada yang bercanda, ada yang suap suapan dan ada yang berpelukan mesra di bawah indahnya sinar matahari.
"Cinta.." Ucapnya pelan dengan tatapan kosong.
Ella dan yang lainnya tak bisa menebak apa isi kepala pria itu. Mereka hanya menggidikkan bahu mereka sambil melanjutkan perjalanan menuju markas utama grup Rajawali yang di pimpin oleh ketua asli pembuatan barang haram itu.
"Dani bilang dia mencintai Andara, tapi Andara... Apa Andara bisa menerima cinta itu? Keadaan Andara tidak normal, Andara memang suka pada Dani, tapi Andara takut, Dani akan menderita karena Andara," batin pria itu sambil menatap langit.
Meski sedang menjalankan misi, otaknya masih memikirkan ucapan Dani beberapa waktu lalu. Tak terlupakan ungkapan perasaan Dani yang bahkan belum dia balas.
Selama perjalanan, pria itu menatap langit dengan jari jarinya yang menari di udara, kata kata Dani terus berputar berulang ulang di kepalanya.
Ella dan yang lainnya tidak paham. Mereka melaksanakan misi mereka. Menggunakan alat pelacak yang dipasang oleh Andara tadi, mereka mengikuti jejak mobil si kakek penjual mainan itu menuju markas utama yang terletak di area perkotaan yang ramai dan padat penduduk.
" Ella.. Apa aku kedengaran!?" Suara Dani dari radio yang terhubung dengan tim terdengar.
" Dani, apa kalian sudah bebas!?" Tanya Ella antusias, sama halnya dengan Andara, begitu mendengar nama Dani dia langsung ceria dan menatap radio itu bahkan sampai membungkukkan tubuhnya," Ada Dani!!' ucapnya pelan dengan suara riang seperti anak kecil.
"Wahh pria ini benar benar aneh, begitu disebut nama Dani dia langsung jadi normal lagi, aneh," ucap Loey tak percaya.
"Sudah, kami menyusul kalian menuju markas itu, apa kalian baik-baik saja? Bagaimana dengan Andara!? Dia tidak terluka kan!? Jangan biarkan dia melihat benda tajam, aku takut traumanya kambuh!!" Ucap Dani bertubi tubi dari sebrang sana.
" Andara baik baik saja!!!" Teriak pria itu memotong ucapan Ella, sambil mengangkat kedua tangannya dan menatap radio itu seolah benda itu adalah Dani.
"ahahahha....Andara syukurlah, kami akan segera menyusul kalian, terimakasih atas bantuannya, ku dengar menyamar menjadi pembeli adalah idemu, kau hebat!!" Puji Dani sambil tertawa.
Pipi Andara bersemu merah, dia mengulum bibirnya sambil senyum malu malu kucing padahal kucing garong.
Loey dan Ella serta anak buah yang menyaksikan itu terbelalak melihat tingkah Andara.
" Wah hahahah...Dani, dia malu, pipinya sampai merah hahahah... Sepertinya dia jatuh cinta..hemphhkk!!!
"Sssttthhhhh.... Jangan bilang-bilang!!!" Andara langsung menutup mulut Loey dengan tangannya dan menatapnya dengan mata melotot.
Loey terkejut,Andara sepertinya sangat malu jika di beri tahu .
" Hahahah.. Baiklah, kami akan segera menyusul!!" Ucap Dani .
__ADS_1
Sambungan telepon diakhiri. Tetapi Andara masih menutup mulut pria itu sekuat tenaga bahkan sampai menekannya .
"Emphhkk.. Andaraaa... Lephaassskan!!!" Loey mendorong Andara .
"kenapa kau tutup mulutku, dasar aneh!!!" Ketus Loey sambil mengusap bibirnya.
Andara tak bilang apa-apa, pipinya masih memerah, dia memalingkan wajahnya dan menatap ke luar sambil senyum senyum sendiri dengan dada berdebar kencang.
" Wahhh ahhahah.... sepertinya ada yang jatuh cinta!!!" Goda Ella dan Loey seraya mencolek lengan pria itu.
Mata Andara lagi lagi membulat tetapi pipinya memerah seperti tomat matang.
"Beneran!? " Tanya Ella dan Loey.
Andara mengangguk perlahan,"Andara pernah menonton film, jika bertemu lawan jenis, jantung berdebar kencang, bahkan hanya dipuji saja sudah berdebar, aliran darah sepuluh kali lipat lebih kencang seperti saat main basket kesukaan Andara, pipi memerah dan bibir terus tersenyum saat mengingat wajahnya maka itu berarti sudah jatuh cinta, Andara sepertinya jatuh cinta," ucapnya malu malu sambil tersenyum kikuk dengan jari jarinya yang bergerak ke sana ke mari.
Loey dan Ella serta yang lain yang ada dalam mobil itu tersenyum mendengar ucapan Andara yang polos dan jujur.
"Bukannya Dani juga menyukai Andara? Lalu kenapa tidak bilang pada Dani?" Tanya Ella yang tahu perasaan spesial Dani terhadap Andara.
Andara menggelengkan kepalanya," Andara takut, takut hubungan Andara dan Dani yang saling mencintai rusak sama seperti orangtua Andara yang awalnya saling mencintai tapi karena Andara lahir dengan kondisi cacat, cinta mereka pudar, Andara sayang Dani tapi Andara tidak mau kehilangan Dani, lebih baik Andara tetap seperti ini, selama Andara bisa bersama Dani untuk waktu yang lama," ucapnya sambil menunduk.
Mereka terdiam, pemikiran Andara membuat mereka sadar betapa dalam perasaan pria itu pada Dani. Trauma perceraian orangtuanya, membuat Andara tidak mau mengambil resiko dan kehilangan perempuan yang dia sayangi.
"Haahhh.. kau bodoh Andara, kalau kau tidak menyatakan perasaan mu, maka kau akan kehilangan Dani dan dia akan dibawa laki laki lain yang mungkin tidak bisa menjaganya dengan baik," ucap Loey sambil melirik pria itu.
" Kau mau Dani dipukuli oleh pria lain nantinya? kau mau dia diperlakukan tidak baik oleh orang lain? bagaimana kalau orang itu tidak mencintai Dani, padahal hanya kau yang bisa membuat Dani itu tersenyum, ahhh kau itu ..."Loey menarik wajah Andara dan menatapnya.
" PE.. NGE... CUT!" ucap Loey.
"Kau bilang kau cinta, tapi tidak berani hanya karena masa lalu, yang mengalami itu orangtuamu, bukan kau, makanya jika tidak ingin hal yang sama terjadi, berusahalah membuat Dani bahagia setiap hari, jika kau menyerah sekarang, maka Kevin atau siapapun bisa merebut Dani termasuk aku!!!" ucap Loey menakut-nakuti.
Deghh!!!
"Ti.. tidak boleh!!!"
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 🤗