
Seluruh anggota keluarga dan sahabat pasangan muda yang resmi menjadi ayah dan ibu kini bersorak gembira setelah persalinan normal yang dilakukan oleh Laura akhirnya selesai.
Mereka mendapatkan dua orang bayi kembar identik, Anak pertama seorang anak laki-laki tampan dan yang kedua, anak perempuan cantik yang selalu ingin dekat sang kakak.
Semuanya bersorak gembira dan sangat bersemangat menantikan pertemuan mereka dengan bayi kembar identik itu.
Simon tak henti hentinya menangis haru, dia memeluk, mencium dan mengungkapkan rasa cintanya pada sang istri sampai berkali-kali.
Melihat persalinan Laura yang berat, bahkan darah istrinya begitu banyak keluar, berhasil membuat Simon merasa bahagia dan penuh haru melihat istrinya yang telah melahirkan buah hati mereka.
"Sayang, aku bahagia , terimakasih saya h, kamu hebat... kamu kuat, kamu hebat sayang, aku menyayangimu Laura, istriku, kesayanganku," Ucapnya sambil Eman Gus sesenggukan.
Dia tak malu menunjukkan sisi dirinya yang lemah di hadapan orang lain. Selama persalinan dia menahan diri dan menahan rasa takut yang menghantuinya.
Dia benar benar mendampingi Laura dari awal sampai akhir persalinan. Tak sekalipun dia lepaskan tangan istrinya, dia beri semangat berkali kali untuk membuat istrinya tetap kuat.
Laura menangis bahagia, rasa sakit dan pengorbanannya terbayar, mereka memiliki sepasang anak luar biasa yang dikirimkan Tuhan pada mereka.
Gretta dan dokter yang menangani Laura membawa kedua bayi itu ke dekat orangtua mereka.
"Ibu, biar saya letak bayinya di dekat ibu ya," ucap Sang dokter dengan lembut.
Kedua bayi itu diletakkan di dada Laura. Skin sip pertama mereka sebagai ibu dan anak. Laura menangi bahagia, air matanya tak berhenti mengalir kala kedua netranya menatap sepasang bayi mungil yang kini berbaring di atas dadanya.
Tubuh mereka merah, wajah mereka mungil, rambut mereka cukup lebat dan sangat sehat.
Mata mereka berkilauan, warnanya tampak bersinar. Hidung mereka yang mancung dan wajah mereka yang jelas sekali mirip dengan ayah mereka.
"Ahhaahha.... astaga anak anak Mama..." Laura tiba-tiba tertawa, dia menatap kedua anaknya dan juga suaminya bergantian.
"Sayang, apa lukanya sesakit itu sampai kamu tertawa begitu?" tanya Simon heran.
Laura terus tertawa sambil memeluk kedua buah hatinya.
"Sayang, aku sepertinya akan menghadapi kembar tiga sekaligus," ucap Laura sambil menatap suaminya dengan perasaan haru.
" Kenapa La? anak kamu cuma dua loh, emangnya satu lagi di mana!?' celetuk Zayn.
__ADS_1
Laura tertawa," Mereka adalah fotocopy Papanya, persis sekali dengan foto masa kecil Simon, astaga, bahkan mereka tak mengambil sedikitpun parasku, wahh sayang kamu egois hahaha..." Laura tertawa bahagia.
Wajah putra dan putrinya begitu mirip dengan sang suami. mulai dari mata, hidung, alis dan bibir mereka persis seperti sang ayah.
Simon tersenyum, dia tak kuasa menahan tangisannya.
"terimakasih sayang, terimakasih banyak!" ucap ya sambil memeluk istri dan buah hatinya.
Tiba giliran Simon melakukan skinsip dengan kedua bayinya. Satu persatu bayi merah itu diletakkan di dada Simon yang bidang dan kekar.
Simon memeluk putra pertamanya, sambil melantunkan doa dan harapan untuk bayinya. Jarang dia terlihat berdoa, tetapi saat ini dia menyerahkan anak anaknya dengan bekal iman.
"Papa harap kamu anak laki laki pertamaku akan jadi seorang pria gagah yang hebat, menjaga dan meratukan ibu dan adikmu, serta menjadi sosok yang penuh kebijakan," ucap Simon.
"Sayang boleh aku beri nama?" tanya Simon.
Laura mengangguk," tentu saja sayang," ucapnya sambil tersenyum sembari memeluk putri kecilnya.
"Dengan ini kau akan disebut Candra Laksamana Kent, seorang pahlawan dan cahaya di tengah kegelapan," ucapnya seraya mengecup putranya.
Sekarang giliran putri kecilnya, dia menggendong sang bayi perempuan sambil tersenyum," putri papa yang cerdik, hahah.. kamu bersembunyi di balik kakakmu selam berbulan-bulan, Papa yakin kamu akan jadi seseorang yang cerdik dan bijak, selalu memberikan kejutan dan hal tidak terduga, putri papa yang cantik tumbuhlah menjadi wanita seperti ibumu, cantik rupa dan hatinya," ucap Simon.
"Sayang kamu mau putri kita dipanggil dengan nama apa?" tanya Simon.
Laura menatap putrinya," Dira Bella Kent, dia akan jadi pendekar perempuan yang kuat dan hebat, sang kakak akan menjadi cahaya baginya dan menuntunnya menjadi seorang pendekar penuh kemenangan," jelas Laura.
" Wahhh nama yang hebat, anak anak kalian pasti akan jadi orang kuat dan hebat seperti ayah dan ibunya!!" seru Zayn sambil berseru girang.
Simon dan Laura menamai putra dan putri mereka. Nama yang akan membawa mereka menjadi sosok yang sesuai dengan nama mereka.
Sepasang anak yang akan menjadi legenda dan saling melengkapi satu sama lain.
Laura dan kedua bayinya dirawat dengan baik. Mereka banjir ucapan selamat dan tangisan haru dari teman teman dan keluarga dekat mereka.
Wanita itu dan kedua bayinya dipindahkan ke ruang perawatan. Mereka akan menjalani kontrol kesehatan selama masa pasca kelahiran.
"Laura.. selamat ya," ucap Obelia sambil memeluk Laura dengan wajah bahagia.
__ADS_1
Dia dan keluarga kecilnya juga terkejut saat mendengar berita kalau Laura melahirkan. Segera mereka berangkat menuju rumah sakit itu, membawa Alesha kecil bersama mereka.
Semuanya tampak sangat bahagia.
"Uluhu...uluhh cantik sekali ponakan aunty, hahahha akhirnya ada versi mininya kak Simon!!!" celetuk Dani yang tengah berdiri bersama Lanang Obelia dan Sadrakh di dekat inkubator kedua bayi Laura.
"Bener Dan, mirip sekali dengan pak bos!" ucap Lanang takjub. Berkali kali dia menatap keduanya, tak menyangka kalau kedua anak itu akan persis seperti Simon.
Obelia tampak sangat bersemangat ketika melihat kedua bayi kembar itu. dia tak henti-hentinya tersenyum menatap wajah yang sangat lembut dan manis itu.
melihat reaksi istrinya membuat Sadrakh tersenyum sambil merangkul pinggang Istrinya," Mau punya baby juga?" bisik Sadrakh dengan lirikan jahilnya.
Mendengar ucapan Suaminya, Obelia lantas terkejut. Dia tersipu malu bahkan sampai melirik Lanang dan Dani yang berdiri di dekat mereka takut keduanya mendengar.
"Sayang, malu ihh di dengar orang," bisik Obelia.
Sadrakh terkekeh, dia memeluk istrinya dari belakang sambil meletakkan tangannya di perut sang istri," Sayang, aku sebenarnya sedikit takut untuk mempunyai anak," ucap Sadrakh.
"Loh kenapa Kak Sadrkah!??" celetuk Dani yang mendengar pembicaraan mereka.
Sadrakh hanya menatap gadis itu dengan tatapan mata yang tak terbaca. Jelas sekali ada rasa takut dan trauma di hati Sadrakh ketika membahas tentang kehamilan. Karena mendiang istrinya meninggal setelah melahirkan buah hati mereka.
Obelia paham, dia menggenggam tangan suaminya," Kalau takut tidak apa, kita tidak punya bayi juga tidak masalah, aku gak apa apa kok selama kamu nyaman," ucap Obelia .
Sadrakh tersenyum,"Heh jangan bilang begitu, walau takut aku juga masih normal sayang, aku juga ingin punya anak," ucapnya .
"Baiklah baik, terserah kamu gimana. baiknya," ucap Obelia sambil tersenyum.
"Hilih dasar pasutri ga jelas, aneh, konyol, mesra mesraan di depan anak baru gede, ihh... lebay!!" Seloroh Dani sambil berjalan dari sana seraya menggidikkan bahunya.
" Hahahhaha.....
"Dasar si kunyuk ini!!"
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen 🤗