
Ferdi diseret keluar dari tempat itu, Dani tak tanggung-tanggung, dia menghajar pria itu sampai benar benar hancur tak berdaya di tangannya.
Kevin hanya memancing Ferdi, dia tak masalah menjadikan tubuhnya sasaran pria itu selama dia bisa mengulur waktu selama mungkin sampai bosnya datang.
Dani menarik kepala pria itu. Ferdi diikat dengan rantai, kepalanya ditutup dan mulutnya disumpal dengan kaos kaki.
Di depan sana, Jack dan orang-orang yang terlibat dengan kematian Yesi juga sudah diikat. Mereka semua dikalahkan oleh anak buah markas bawah tanah tukang cuci pakaian yang suka menyamar dan membuat resah para penjahat.
Dani menyeret mereka, membawa orang-orang itu menuju tempat hukuman sebelum mereka dikirim ke pihak kepolisian.
"Kalian pastikan mereka sampai di tempat dengan baik, aku akan menemui Lanang dulu!" ucap Dani.
" Kevin, kerja bagus, " ucap gadis itu.
"As you wish my princess," ucapnya sambil membungkuk dengan gaun yang masih dia pakai.
"Ahh gaun itu tidak cocok untukmu hahah, lebih tampan dengan jas!" seru Dani seraya tertawa geli melihat penampilan Kevin.
Penampilannya sangat mengejutkan orang, siapa yang sangka kalau gadis yang terlihat cantik dan kemayu itu adalah laki-laki? Meski begitu, Kevin salah satu petarung yang hebat.
Kevin dan anak buah mereka membawa Jack, Ferdi dan empat orang lainnya ke markas di mana hukuman sebenarnya akan dilakukan.
Sementara itu, Dani berjalan cepat menuju mobilnya. Dia menghubungi Lanang dengan wajah panik.
" Lanang di mana Pak Alvin dan Andara!?" tanya gadis itu dengan wajah panik, dia takut Ferdi merencanakan hal yang lebih gila dan malah menyakiti dua orang tak bersalah itu.
"Tenanglah, mereka baik baik saja, Pak Alvin dan Andara bersamaku, aku melakukan sesuatu yang mungkin akan membuat pria ini terkejut," ucap Lanang dengan nada ambigu.
" Jangan bilang kalau kau....
"Heheh... iya... aku menculik Andara dari taman, daripada terjadi sesuatu, aku takut mereka mengincarnya," jelas pria itu sambil tertawa kikuk.
"Yakk!!!" pekik Dani.
"Kau bisa disangka penculik, dasar bodoh, kalau Keluarga nya tahu bagaimana!? arrkhhh kau urus itu, dasar menyebalkan!!!!" ketus Dani.
"Ehhh aku tidak menculiknya di rumah, aku membawanya dari taman bermain anak TK, kebetulan aku lewat dan ternyata dia duduk bengong sambil menonton kucing yang sedang pacaran, ku pukul saja lehernya sampai dia pingsan lalu ku bawa...
"LANANG BANGSAT, KAU GILA YA!!!" Dani berteriak memotong kata-kata pria itu.
__ADS_1
Lanang hanya tertawa cekikikan lalu memutuskan panggilan telepon nya sebelum Dani menyemprotnya lagu .
Dani menghela nafas lega sekaligus kesal, dia takut terjadi sesuatu pada kedua orang itu terutama Andara, yang memiliki kelemahan fisik.
"Dasar Lanang gila, " ketus gadis itu.
"Baiklah, misi di Mistyc Bar sudah selesai, kita berkumpul di tempat hukuman!!" ucap Dani sambil tersenyum menyeringai.
Dani melaju menuju markas yang mereka jadikan tempat menghukum para bajingan itu sebelum mereka benar benar diserahkan ke pihak kepolisian.
Ferdi adalah pelaku sebenarnya atas kejadian mengerikan yang menimpa Yesi.
Malam saat kejadian terjadi, Yesi datang ke Mistyc bar untuk panggilan kerja sampingan sebagai pelayan. Pekerjaan itu ditawarkan oleh Jack, anak buah Ferdi yang ditusuk Dani dengan belati.
Gadis itu tak menyangka kalau dia akan berakhir di tempat itu. Malam sebelum dia berangkat, dia sempat berpamitan pada ayahnya, mengatakan bahwa dia mendapatkan banyak pekerjaan dan untuk malam hari dia akan menjadi pelayan di salah satu bar.
Gadis itu dengan polosnya pergi ke Mistyc bar. Tak dapat dipungkiri, Yesi adalah gadis yang cantik dengan tubuh yang indah dan semok yang malah membuat mata para pria terbelalak.
Yesi berangkat ke titik temu di mana Jack, Ferdi dan anak buahnya menunggu kedatangan Yesi.
Gadis itu tidak tahu kalau dirinya akan dijadikan salah satu wanita bayaran untuk menemani malam para kliennya, dia sudah menandatangani kontrak tanpa tahu isi kontrak itu dengan jelas.
Hingga mereka masuk ke dalam bar itu dan berjalan menuju lantai dua.
"Yesi, masuklah ke dalam kamar itu, ada minuman dan roti, makanlah dahulu lalu ganti pakaianmu setelahnya kau bekerja!" ucap Jack.
Yesi yang selalu positif dengan polosnya menurut dan masuk ke dalam kamar itu. Kamar tersembunyi yang jadi tempat bermain Ferdi dengan perempuan perempuan bayarannya.
Ferdi dan Jack saling melirik, mereka tertawa cekikikan sambil membayangkan hal kotor tentang gadis itu.
Yesi masuk ke dalam kamar itu, dia juga sudah lapar dan haus. Gadis itu melahap makanannya dengan senyuman manis di wajahnya.
Namun beberapa saat kemudian ketika dia membuka kotak pakaian, saat itulah dia tersadar bahwa dirinya tak seharusnya berada di sana.
Kotak pakaian itu berisi pakaian kurang bahan, dan diminta dipakai oleh Yesi.
Dengan jantung yang berdebar kencang dan tubuh yang mulai panas, gadis malang itu berlari keluar dari ruangan itu.
Dia terlihat panik, tubuhnya berkeringat dan nafasnya sesak, mungkin efek obat dalam makanan yang dia konsumsi.
__ADS_1
Dia sempat berlari keluar dari ruangan tetapi Jack menariknya masuk bersama dua perempuan.
"Ganti pakaian perempuan ini!" ucapnya pada dua wanita bayaran itu.
Yesi dipaksa, dia dipermak seperti perempuan murahan, lalu diletakkan di atas kasur .
Kesadaran gadis itu telah hilang sepenuhnya, yang ada dalam pikirannya hanya rasa panas yang menggebu gebu yang harus segera dituntaskan.
Ferdi masuk ke sana dengan tatapan lapar. Dan dimulailah penderitaan Yesi yang sebenarnya.
Dia diperkosa oleh orang jahat itu, dipakai dan dihancurkan hidupnya sampai Ferdi benar benar puas.
Berjam jam gadis itu menderita, setelah Ferdi selesai, tugasnya tak kunjung berakhir. Anak buah Ferdi bahkan Jack memakai gadis itu untuk kepuasan mereka.
Hancur dan menderita.
Tubuhnya disuntik berbagai jenis obat terlarang. Itu sebabnya polisi mengatakan dia memakai obat obatan. Dia disuguhi minuman beralkohol sampai mabuk.
Malam itu, Yesi hancur di tangan mereka.
Ferdi tampak keluar dari gedung itu bersama para perempuan kesayangannya. Jack dan anak buahnya menikmati malam itu.
Setelah Yesi tak bernyawa, gadis malang itu dibersihkan, mereka membuat seolah tak terjadi kekerasan, dan hanya menunjukkan bahwa dia mati karena terlalu banyak bermain.
Tubuh Yesi dibuang begitu saja ketika malam hari tiba. Tubuhnya dicampakkan di depan rumah mereka dan Pak Alvin sendiri yang menemukan tubuh putrinya yang malang.
Semua hal itu terekam dalam kamera CCTV bar itu sendiri. Kevin menyelinap ke ruang kontrol dan mencuri semua data mereka. belum lagi, Ferdi merekam aksi bejatnya.Kartu As sudah dipegang oleh Dani dan ini adalah saatnya menghukum mereka dengan cara yang keji.
Dani tiba di tempat berkumpul, tampak enam pria bertubuh besar diikat di tengah lapangan dalam kondisi kepala ditutup dan duduk berlutut.
" Hyaaattt... Andara di mana!? Andara di mana!!!!!" Suara teriakan Andara terdengar begitu Dani tiba di tempat itu.
" Andara!!!"
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen 🤗