
Mereka semua segera berbalik ketika mendengar suara melengking yang memekakkan telinga itu. Obelia terdiam membisu saat mendengar suara yang familiar di telinganya itu.
Mereka menoleh ke arah sumber suara, Diego dan Simon serta Gretta menatap dingin ke arah kedatangan seorang wanita yang berpenampilan sangat heboh.
Dengan kardigan macan, dan sepatu heels merah merona dia mendatangi mereka dengan begitu banyak gaya. Sungguh semak melihat penampilannya seperti ibu ibu komplek yang jadi rentenir tukang tagih yang setiap hari pasti keliling komplek untuk menagih utang.
“ Neng Obel.. kenal sama kue klepon warna warn iti?!?" Celetuk Diego.
“ Dia.. Ibuku...” jawab Obelia dengan tanagn gemetaran.
Sebenarnya beberapa hari yang lalu dia mendapatkan telepon dari ibu kandungnnya yang sudah menikah dan punya keluarga sendiri. Tiba tiba dia ditelepon dan disebut sebagai anak durhaka karena tidak memberitahuna ibunya tentang pernikahannya dengan salah satu orang terkaya di kota itu.
Obelia sampai terkejut, bahkan Sadrakh yang mendengarnya sebelum berangkat perjalanan bisnis ke luar kota sampai kesal tetapi Obelia melarangnya untuk mengambil tindakan karena ingin masalah ini selesai dengan cepat.
Setelah membuang putrinya, baru dia cari sekarang karena putrinya menikahi orang kaya, sungguh ibu jahat yang bahkan lebih kejam dari Ibu tiri.
“ Kemari kau!!" kesal perempuan yang kerap di sapa Nyonya Yanti itu. Perempuan yang memiliki wajah mirip dengan Obelia.
Dia menarik tangan Obelia tanpa peduli dengan orang orang yang ada di dekat Obelia. Tapi, jangan sebut Diego dan Gretta si pasangan bar bar kalau mereka tidak bisa melindungi sobat mereka itu.
“ Etssss dasar ondel ondel sinting, main tarik tarik tangan adik saya, siapa kau!!” kesal Diego sambil menarik Oeblia dan menyembunyikan wanita itu di belakangnya. Simon juga melakukan hal yang sama, dia menarik Obelia dan merangkulnya di sana.
Gretta dan Diego menghadapi ibu gila yang sedang mencoba mendekati Obelia itu.
“ Kalian siapa hah? Dasar sampah masyrakat tidak berpendidikan, beraninya kalian berkata kasar pada orangtua!” Hardik nyonya Yanti dengan nada melambung tinggi seolah dia adalah yang paling berkuasa.
“ ohhh jadi gini toh, sikap si paling berpendidikan, tidak punya tata krama bahkan membuang putrinya sendiri?” Diego balas dengan mulutnya yang lentur dan asik diajak berdebat.
Sungguh Diego kesal dengan sifat perempuan di depannya itu.
__ADS_1
“Ka.. kau.. beraninya kau!!" pekik nyonya Yanti.
“ Woii pengunjung, lihat ini ada mak mak yang mau dekatin putrinya lagi padahal sudah di buang dan gak dianggap!! enaknya ini orang apa digantung pengunjung!!" teriak Gretta memperpanas suasana sampai mata semua orang tertuju pada mereka.
“ Ibu pergilah, aku tidak punya urusan apa pun lagi dengan kalian, kenapa kalian mengusikku saat aku punya kehidupanku sendiri?” teriak Obelia sambil menahan tangisannya.
Selama ini dia berjuang mati matian supaya bisa hidup. Di usia begitu muda dia sudah berpisah dengan kedua orangtuanya. Bahkan ayahnya yang bajingan hampir membuatnya kehilangan naywa.
Dan sekarang ibunya datang dengan niat untuk memanfaatkan dirinya.
“ Dasar anak durhaka, hah.. kau sama sekali tidak berhak berkata demikian pada ibu yang berjasa melahirkanmu, kau sudah menikahi konglomerat, seharusnya kau tahu cara balas budi pada ibumu,” teriak nyonya Yanti.
“ Balas budi? “ Obelia maju ke depan dengan hati yang hancur lebur,” Ibu bilang balas budi? Apa ibu layak menerima itu setelah menelantarkan putrinya sendiri? Bahkan hampir menjualku kepada tuan tanah karena utang keluarga barumu yang busuk itu?” kecam Obelia membongkar rahasia besar yang dia sembunyyikan selama ini.
Mereka sangat tekrejut, ternyata yang dialami oleh Obelia sangat menyakitkan, dia hampir dijual ibunya, hidup menderita bersama ayahnya dan akhirnya memilih kabur dari mereka berdua yang hanya memanfaatkan dirinya .
“ Obelia, apa kau tidak punya otak hah? Dasar anak kurang ajar, kau harus ikut Ibu ke rumah, kau harus pulang, suruh suamimu datang dan bawa uang untuk Ibu sebagai bayaran pernikahan kalian,” teriak sang Ibu tak tahu malu.
“ Ya ampun, Anda ibunya atau tukang tagih utang sih? Dasar lintah darat tidak tahu malu,” umpat Diego tak segan segan.
“ beraninya kau menghinaku, dasar manusia sampah!! " teriak ibu Obelia histeris.
"idih jijay, sampah teriak sampah!!"ejek Diego.
“ Tcihh.. untuk apa kita meladeni manusia munafik seperti dia, sebaiknya kita pergi dari sini,” ucap Gretta sambil merangkul Obelia dan membawanya pergi dari sana.
Simon dan yang lainnya pergi dari tempat itu tanpa peduli dengan umpatan dan teriakan Nyonya Yanti yang tak berhasil mendapatkan Obelia.
Obelia terdiam membisu, jantungnya berdebar bukan karena sedih tetapi karena marah, mengamuk dan kesal dengan apa yang dilakukan oleh Ibunya.
__ADS_1
Nyonya Yanti menatap mereka dari jauh,” lihat saja Obelia, akan ku buat kau berpisah dari suami kayamu itu dan putriku yang akan menggantikanmu, hmmm aku akan melakukan segala cara untuk menghancurkanmu, dasar gadis tidak tahu diri,” gumam wanita itu sambil berjalan pergi dari sana meuju salah satu ruangan kamar inap di rumah sakit itu.
Dia pergi ke salah satu ruangan pasien, wajah marahnya tadi langsung berubah drastis saat dia berada di depan kamar putrinya yang sedang sakit.
“ Anak Mami, Mami sudah datang sayang,” suaranya berubah menjadi sangat lembut dan senyuman indah tergambar di wajahnya.
“ mami.. huaaa kenapa lama sekali ihh,... Yura bosen ihh sendirian,” ucap perempuan muda yang sedang berbaring di atas brankar sambil memegang cermin dengan lengannya yang dibungkus dengan gips.
“ Ohh anak mami yang cantik, anak Mami yang tersayang, kamu pasti sangat kesakitan kan? Uhhh tenang sayang, kamu pasti akan cepat pulih, “ ucap nyonya Yanti sambil memeluk putrinya dengan manja.
“ Tapi Ma, Yura harus segra bekerja besok, bagaimana dong, kalau sakit begini kan akan susah,” ucapnya dengan merengek seperti anak kecil.
“ Tenang sayang, justru dengan terluka begini kamui bisa cari perhatian dari bos kamu dan dapatkan hatinya,” ucap nyonya Yanti sambil tersenyum licik.
“ Tahu nggak, “
“ tadi Mami ketemu sama Obelia, kakak mu, mami sudah ancam dia, dia pasti akan mundur dan segera berpisah dari suaminya,” ucap nyonya Yanti.
“ Benarkah? Jadi aku bisa dekat dengan pria itu? Wahhh makasih Mami, Mami yang terbaik., padahal aku bukan anak kandung mami tapi Mami menyayangiku, uhhh aku jadi terharu.. terimakasih mami..” ucap Yura sambil menangis haru memeluk sang Ibu tiri yang sangat dia sayangi.
“ bagi Yura, Nyonya Yanti adalah ibu terbaik untuknya tetapi bagi Obelia, Nyonya Yanti adalah mimpu buruk terburuk yang pernah dia miliki.
“ apapun akan mami lakukan untukmu sayang, karena hanya kamu yang mengerti mami, tidak seperti perumpuan sialan itu,” ucap nyonya Yanti dengan optimis, kalau dia akan berhasil memisahkan Oeblia dari Sadrakh.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen.