Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
162 Season 2 : Liar


__ADS_3

Seminggu kemudian,


Minggu yang aneh, hari yang sepi dan suasana yang murung. Dani tampak tidak bersemangat. Gadis itu sedang lari pagi sambil membuang suntuk di kepalanya.


Dani menerima pesan dari Andara beberapa hari lalu, kalau pria itu tidak bisa bertemu dengan dia karena ada urusan penting.


Dan sampai sekarang, Andara yang biasanya selalu ribut dan berisik mengomelinya karena makan belepotan, mengejeknya, mengulang ulang kata katanya dan bertingkah kocak tak kunjung menghubungi Dani.


Gadis itu menghela nafas berkali-kali. Pertama kalinya dia bisa dekat dengan orang baru tapi kenyataannya dia malah tak bisa terus bersama orang itu.


Dani, menyadari sesuatu yang lain di hatinya. Andara memiliki tempat yang khusus dan spesial di hatinya. Pria yang menggemaskan itu membuat hari harinya jadi lebih indah dan berwarna.


Tetapi, Andara semakin sulit dihubungi. Dani berlari dengan langkah ringan, menatap setiap tempat yang sering dikunjungi dan dilewati Andara.


Semakin dia melihat tempat itu, semakin dia merindukan Andara yang membuatnya percaya dengan sesuatu yang disebut dengan cinta


"Andara kau tidak tahu, kau sudah membuatku benar benar gila, ke mana saja kau!? menyebalkan sekali!!!" gumam gadis itu sambil menatap ke langit.


Dani terus berlari, dia dan timnya belum mendapatkan tugas baru. Biasanya mereka akan menerima panggilan, tetapi tampaknya kali ini tak ada kasus yang harus mereka tangani.


Sambil membayangkan wajah Andara yang lucu dan ekspresi konyol serta kata katanya yang tidak tertebak, Dani berlari dengan senyuman di wajahnya .


"Aku merindukanmu, cepat lah hubungi aku," batin Dani.


Sementara itu, di kota itu, langkah kaki yang terlihat ringan melewati jalanan yang indah dan penuh dengan bunga di kota itu.


Sepatu putih itu bergerak maju, Tampak seorang pria dengan rambut mangkok khasnya sedang berjalan sambil melompat sesekali dengan sebuah headset kuning telor di kepalanya.


Jari jarinya menari di atas udara, tersenyum sambil tertawa menatap langit. Tak lupa tas berbahan kanvas warna warni dan baju pelangi kegemarannya menggantung di tubuh pria dengan senyuman indah itu.


"Cuacanya begitu indah, Andara suka!!"


Andara berjalan di sana, tanpa tahu kalau Dani mencarinya di kota itu. Pria itu tersenyum, berjalan ke sana kemari melewati semua tempat yang sering dia kunjungi.


Saat melihat kucing, dia berhenti dan berjongkok, saat melihat bunga dia menghirup aromanya dan tersenyum.Tak lupa mengambil beberapa foto dan menyimpannya sendiri.


Di dalam tasnya ada bunga kecil berwarna putih yang dia bawa dalam bungkusan bunga.


Berjalan dengan senyuman gembira sambil melompat sesekali.


Pria itu melewati mobil mobil dan melintasi jalanan. Suasana pagi yang menyenangkan dengan awan awan indah berbentuk bintang di atas langit.


Dia tiba di toko televisi yang sering dia kunjungi, berhenti sebentar lalu sedikit menunduk dan menatap televisi yang menayangkan Bintang dan asteroid kesukaannya.


"Bintang, kenapa lama tidak datang, Bibi merindukanmu!!!" suara ramah pemilik toko menyapa pria itu sambil membawakan sebuah permen lolipop di tangannya.

__ADS_1


" Halo Bibi, Andara sedikit sibuk, terimakasih atas pemberiannya, Andara pergi dulu!" ucapnya sambil membungkuk hormat lalu pergi dari sana.


"Dasar anak itu, ehh gadis tadi mencarinya, apa ku hubungi saja? tapi aku lupa di mana nomor nya, haduhhh dasar nenek pikun!!!"


Beberapa saat lalu, Dani mengunjungi toko itu, menayangkan keberadaan Andara yang sering datang ke sana. Ternyata hasilnya sama dan Andara tak datang ke tempat itu.


Andara melanjutkan perjalanan nya, dia berdiri di dekat lampu lalu lintas, menatap ke gedung gedung besar penuh warna yang disebut bintang di bumi.


Lampu yang berkelap-kelip dan suara kota yang ramai membuatnya senang.


"ANDARA!!!" Suara teriakan gadis cantik nan bar bar berhasil membuat pria itu menoleh dengan wajah melongo.


"Ke mana saja kau!" teriak Dani sambil berlari menghampiri pria itu dengan wajah kesal dan marah.


"Dani!!!" seru pria itu sambil melambaikan tangannya.


Dani terdiam, dia menatap Andara dengan tatapan heran, kelakuannya seperti bukan Andara, tapi jelas sekali wajahnya dan penampilannya adalah Andara.


"Ahh apa yang ku pikirkan, Andara sudah di depan mata, jangan banyak mikir!!" batin gadis itu.


Dani berlari dengan senyuman bahagia di wajahnya. Dia susah lelah mencari Andara, tak tahunya Andara berada tepat di depannya saat ini.


"Andara kemana saja!??" Dani berteriak sambil menghamburkan pelukannya pada Andara.


"Ahahahha akhirnya ketemu, Andara kangen tau!!!" ucap gadis itu sambil memeluk Andara dengan senyuman bahagia di wajahnya.


Gadis itu tersenyum, dia terdiam sejenak lalu melepas pelukannya dan menatap Andara dengan wajah bahagia.


" Kevin juga merindukanmu, anak anak juga, kenapa lama sekali baru muncul?" tanya Dani sambil menggenggam tangan pria itu.


" Andara sibuk, lupa menghubungi, bukannya Andara sudah kirim pesan pada Dani? apa Dani tidak baca?" tanya pria itu sambil memiringkan kepalanya.


Dani menatap pria itu," Sudah kok hanya saja Dani benar benar merindukan Andara," ucapnya dengan tulus.


" Ayo ke kantor Dani!' ucap gadis itu.


Andara terdiam sejenak, menatap jalanan itu sebentar. Entah ke arah mana matanya tertuju, dia tampak berpikir sejenak lalu tiba-tiba saja mengangguk.


"Baiklah!' jawabnya sambil tersenyum.


Dani dengan senyuman cerah di wajahnya membawa Andara . Mereka berdua berjalan kaki menyusuri jalanan kota menuju perusahaan.


Dani menatap dingin ke arah jalan yang dia dan Andara lewati.


Tak banyak bicara, bahkan Andara yang biasanya berisik malah tampak sangat pendiam hari ini ini.

__ADS_1


"Andara, kenapa diam saja? tidak biasanya?" tanya Dani.


"Ehh.. emm... itu..


"Apa kau...


"A..Andara.


" Hahhahaha... tak apa, mungkin Andara sedang banyak pikiran kan? Sudah jangan terlalu dipikirkan!" ucap gadis itu sambil menepuk bahu Andara dengan senyuman yang aneh di wajahnya.


Melihat reaksi Andara hari ini,Dani sadar ada sesuatu yang tidak beres tentang pria di sampingnya itu.


Dani sangat kenal dengan kebiasaan Andara, bahkan semua kata, ucapan dan tindakan Andara sudah jelas dihapal oleh Dani.


Tetapi hari ini, Andara bahkan mau dipeluk dan digandeng tangannya, hal yang paling dibenci oleh Andara.


Belum lagi panggilan Andara pada dirinya, mungkin terdengar sepele, tetapi Andara tak pernah memanggil Dani hanya dengan namanya saja.


Mereka berjalan menuju perusahaan tanpa membahas apa pun.


" Paman Bintang!???" suara Laksamana Andra dan Dira yang sedang bermain dengan Simon di taman perusahaan terdengar di telinga mereka.


" Lah Andara kampret, kapan kau datang, kenapa tidak bisa dihubungi selama ini!!!! Aku sudah mengumpulkan bintang bintang itu!!!" seru Kevin.


Mereka bertiga menyambut Andara dengan senyuman sumringah.


"Ehhh ... ha... halo semuanya, maafkan Andara, " ucapnya sambil tersenyum kikuk dan menggaruk kepalanya.


Andra dan Dira saling menatap dengan wajah kecut.


"PENIPU!!!!" teriak anak anak itu sambil berlari dan bersembunyi di balik kaki ayah mereka.


" Anak anak ada apa?' tanya Simon heran.


"Dia bukan paman Bintang!!!" ucap si kembar serentak.


Wajah Dani berubah menjadi dingin dan masam, "Kak, bawa mereka, aku akan menyelesaikan ini dulu!" ucap Dani sambil mengeraskan rahangnya.


Simon paham, situasi ini mengatakan ada yang tidak beres dengan pria itu. Dia langsung membawa anak-anak agar tidak menonton dan mendengar kata kata kasar di sana.


Dani menatap Andara, dia mencengkram leher pria itu," Siapa kau bajingan!!!!"


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2