
Rendra sedang mempersiapkan keberangkatannya hari ini, hingga dia menjadi sangat sibuk setelah mengundurkan diri hanya dengan sepucuk surat kepada perusahaan.
Dia mengurus semuanya dengan cepat sebelum dia dipanggil, menghilang adalah jalan terbaik baginya untuk menyelamatkan diri dari perburuan kepolisian.
"bos, ini bukti transaksi terakhir saya di negara ini, malam nanti sayang dan keluar akan segera berangkat ke Amerika sesuai perintah bos!" Ucap Rendra pada seorang pria berwajah khas timur tengah yang sedang duduk di tahta kebanggaannya. Asap putih memenuhi kepalanya, di atas mejanya ada tumpukan stiker uji coba dan jenis narkoba lainnya yang dibuat dalam bentuk mainan anak-anak.
"Mmm... Segera berangkat, kerja bagus, jangan kembali ke negara ini sebelum aku memerintahkan mu untuk kembali!" Ucap pria itu dengan tegas.
"baik tuan!" Jawab Rendra dengan tegas.
Pria itu berjalan keluar dari dalam ruangan itu. Tempat itu adalah kantor Presdir grup Rajawali, saingan Grup Kent yang belum tahu berita besar apa yang sedang terjadi di luar sana saat ini.
Pria yang kerap disapa Thomas itu, adalah orang yang sangat sadis dan bisa melakukan apa pun untuk mendapatkan keinginannya dengan cepat.
Thomas, pria dengan rambut Biru tua, masih muda dan sangat dipuja oleh pera wanita karena parasnya yang tampan dan mempesona. Dia adalah otak di balik kejadian yang menimpa Simon dan yang lainnya.
Tepat sebelum Rendra keluar dari ruangan itu, Sekretaris Thomas berlari dengan wajah panik ke dalam ruangan tuannya.
" Tuan Thomas gawat, ada berita penting!!!" Teriak pria itu sambil berlari tergesa-gesa dan menyalakan televisi di dalam ruangan Thomas.
"Kasus Narkoba jenis baru yang melibatkan grup Kent adalah sebuah jebakan yang dilakukan oleh pesaing grup Kent. Potongan video yang tidak jelas di kirim ke detektif hingga menyebabkan kesalahpahaman. Grup Kent sama sekali tidak terlibat dalam pengedaran narkoba jenis baru ini, tetapi beberapa karyawannya melakukan transaksi rahasia dari mata mata yang dikirim ke dalam perusahaan tersebut, sampai saat ini....
"APA APAAN INI!!!" Thomas berteriak, dia berdiri sambil mengayunkan tangannya yang menggenggam patung kayu hiasan meja dan..
Syuuttt....
bugh!!!
Patung kayu itu mendarat dengan mulus di kepala Rendra.
" Tu.. tuan.. i..ini saya tidak tahu, saya tidak tahu kenapa bisa jadi seperti ini!!!" Rendra gemetaran, dia tidak bisa mengatakan apa apa lagi karena jelas sekali berita itu sudah disiarkan dan grup Kent dinyatakan tidak bersalah tetapi malah menjadi korban perusakan nama baik oleh orang tidak bertanggungjawab.
"arkhhh sialan!! apa yang kau lakukan di perusahaan itu Rendra!!!" Thomas berlari dan menarik Rendra ke dalam genggaman tangannya dia menatap pria itu dengan tatapan tajam.
"Katakan padaku apa aku ketahuan hah!??"" Thomas mencekik leher Rendra sampai wajahnya memerah.
" tuan Thomas, bukan dia, tetapi mata mata yang satunya lagi, dia ketahuan mencoba memberikan obat itu pada anak anak Presdir grup Kent, dia dihajar sampai babak belur, Rendra melakukan tugasnya dengan baik!!!" Sekretaris nya menunjukkan bukti bahwa Rendra tidak melakukan kesalahan apa pun.
Yang ditangkap adalah mata mata mereka yang lain dan kini sudah disekap dalam penjara.
__ADS_1
Thomas berdecak kesal, dia tahu ini mungkin akan terjadi, tetapi tidak secepat perkiraannya karena dia melakukan semaksimal mungkin untuk menaruh bukti di grup Kent dan melibatkan lebih banyak karyawan grup Kent.
tetapi sialnya, rencananya tidak semulus yang dia kira.
Brukkhhh...
dia mendorong Rendra sampai terjedot ke ujung meja.
" Kau dan keluarga mu harus berangkat hari ini, tidak ada penolakan kalian akan berangkat hari ini!!!;" Ucap Thomas.
" ta..tapi...
" APA KAU MAU MELAWAN KU JUGA RENDRA HAH!!" Thomas berteriak kencang. Dia panik, berminat dengan obat terlarang memang beresiko tetapi dia sudah punya banyak rencana untuk membuat keinginannya menjadi nyata.
"Cepat pergi!!!" Teriak Thomas kesal.
"Sekretaris Kim, segera beritahu pabrik untuk pindah ke pabrik utama, bawa semua tim, jangan sampai ada yang tersisa, tutup toko di ujung jalan itu dan bawa semua barang jualannya sekarang juga!!!" Titah Thomas.
"Baik bos!!!'
Bagaikan disambar petir di siang bolong, Thomas jantungan dan terkejut dengan berita yang baru saja dia dengar Keadaan berbalik, seharusnya dia yang menyerah tetapi dak berselang sehari, keadaan berbalik 180 derajat dari apa yang sudah dia prediksi.
Suasana Basemen yang gelap sudah biasa baginya. Dia berjalan dengan cepat, tanpa memperhatikan sekelilingnya.
Dia mendekati mobil putih miliknya, belum sempat dia membuka pintu itu tiba-tiba...
syuuutt!!
Jleb!
sebuah anak panah untuk bius hewan saat berburu tertangkap di bahu bagian kanan pria itu.
Thomas terkejut bukan main, dia terdiam membeku sambil menggenggam bahunya dan menatap ke kanan kiri, tetapi tidak ada siapa pun di sana. Kosong dan remang-remang area itu, tak ada tanda tanda manusia selain dirinya di sana.
" Si..siapa yang...
Brukk!
Dia terjatuh ke atas lantai, tak sadarkan dir dan tergeletak begitu saja di sana ketika efek obat itu menjalar ke seluruh tubuhnya.
__ADS_1
Hening, suasananya sangat tenang. Langkah kaki terdengar menggema, datang dari sisi gelap area itu bersamaan dengan sebuah sedan hitam yang melaju tanpa suara.
Beberapa pria berpakaian hitam mengangkat tubuh Thomas, dan membawanya masuk ke dalam mobil itu.
"Orangnya sudah kami dapatkan tuan!" ucap pria bertopi Koboy dengan rambut ikal sebahu yang menjadi pemimpin orang misterius itu.
Thomas dibawa keluar dari perusahaan itu tanpa sepengetahuan siapa pun, bahkan kamera keamanan di lantai itu sudah mereka rusak untuk menghilangkan bukti.
"Siapa suruh main main dengan cucu cucuku yang berharga, kau akan ku genggam dan ku ku hancurkan sampai tulang tulang mu remuk bajingan, beraninya menyentuh cucuku yang berharga!!" Tuan Kennedy Waltz pemimpin kelompok mafia berlambang serigala hutan itu duduk di singgasananya sambil menatap rekaman di mana cucu kembarnya dipukul dan dipaksa memakai stiker jahanam itu.
Begitu dia mendapatkan kabar buruk itu, tanpa sepengetahuan Simon dan Laura putrinya, dia melacak pelakunya dan otak di balik kejadian itu sebelum orang itu menghilang.
"Pa... Laura pasti akan mengomel lagi kalau Papa kebanyakan makan daging, kolestrol ingat pah sama asam urat!!" omel nyonya Kennedy seraya menatap dengan pada suaminya yang susah diberi tahu.
"Sepotong doang Mami sayang, makanya jangan bilang anak anak, keep on secret honey," celetuk tuan Kennedy seraya mengedipkan sebelah matanya.
Siapa yang sangka sosok manis dan penuh perhatian pada anak anak dan istrinya itu adalah sosok mafia gila yang menyeramkan, haus darah dan tak segan menghukum siapa saja yang berbuat salah pada mereka.
"sudah tua susah di bilangin, nggak dikasih jatah Tau rasa, nanti tidur di luar!!!" ketus nyonya Felicia Kennedy sambil berjalan keluar dari jangan itu.
"Yaahh maa..jangan jatah di ambil, masa iya nanti malam Papa nganggur, jangan tidur di luar dong, nggak lagi deh nggak lagi ,ini udah gak di makan lagi!!!" teriak tuan Kennedy mengejar sang istri.
"Nggak ada, nanti malam gak ada, Besok juga lusa juga!" teriak nyonya Kennedy.
" Sayang jangan, itu asupan nutrisi harianku, makin tua harus makin sering sayang arhhh jangaaannn...
"Ya Tuhan, bersihkan lah telingaku dari asupan nutri..eh dari perbincangan horor ini, sudah tua tapi semangatnya seperti pengantin baru,yang benar saja!?" Asisten tuan Kennedy hanya bisa menganga menatap kelakuan kedua orang itu.
"Bagaimana perkembangannya? apa kalian sudah menemukan markas mereka?" pria yang kerap di sapa Vino itu menghubungi anak buah yang melacak markas Thomas.
"Tuan, tim Aryn sepertinya sudah melakukan sesuatu, apa kami ikut campur saja, di sini terlihat Sa.. sangat konyol, aduh.. bagaimana.. kenapa begini... ya ampun pria itu kenapa sampai naik ke sana!!!!"
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗
__ADS_1