Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
144


__ADS_3

"Mommy!!" suara sekecil Alesha terdengar menggelegar di ruangan besar kediaman Keluarga Sadrakh.


gadis kecil itu berjalan bersama dengan Dani. sembari membawa nampan, Dani tampak memperhatikan langkah alesha untuk berjaga-jaga agar gadis kecil itu tidak sampai terjatuh karena langkah kakinya terlalu cepat.


"Lesha, calm down girl," celetuk Dani sambil tersenyum menatap gadis kecil itu. Alesha, berbalik dan menatap Dani sambil tersenyum manis.


meskipun lebam di wajahnya masih belum pulih, dia masih bisa tersenyum ceria dan dengan penuh semangat melangkah menuju Gazebo di samping rumahnya di mana Obelia dan Laura duduk bersama di sana.


"Hehe peace, sorry aunty," balas gadis itu.


Mereka berdua berjalan dengan langkah ringan menuju bagian samping rumah yang luas dan dipenuhi dengan arena bermain untuk Alesha.


"Mommy!" seru gadis kecil itu saat melihat ibunya yang sedang duduk di atas kursi panjang dengan Laura yang tengah mengayun bayi kembarnya.


"Nak, kemarilah!!" ucap Obelia sambil tersenyum manis. Luka di sininya sudah sembuh total setelah mendapatkan perawatan dari rumah sakit.


yang sangat mengejutkan Zain pada saat memeriksa kondisi Obelia adalah kandungan yang sangat kuat. padahal sebelumnya Obelia sudah sangat lemas dan mengalami pendarahan yang membuat mereka khawatir jika janin dalam kandungannya yang masih sangat muda itu akan jatuh.


Tapi kenyataannya mengatakan hal yang berbeda, bahwa kepercayaan diri Obelia dan kekuatan yang dia punya mampu menyelamatkan kedua anaknya.


Semuanya takjub dengan kemampuan wanita itu, kemauannya dan kasih sayangnya yang besar membuat dia mampu melakukan hal yang mustahil dilakukan oleh orang biasa terutama oleh seorang ibu yang hamil muda.


Alesha berjalan mendekati Ibunya dan memeluk wanita itu lalu mengecup pipinya dengan penuh kasih sayang.


"Kak vitamin dan susu nya di minum dulu, sudah Dani katakan agar tidak lupa untuk mengkonsumsi susu dan vitaminnya!" Dani tampak mengomeli kedua wanita itu.


"Baiklah Dani, terimakasih banyak," ucap Mereka berdua sambil tertawa.


Dani dengan senang hati merawat mereka. Dia sangat bahagia dengan kehidupan normal yang bisa dia rasakan. Dipenuhi dengan kasih sayang yang selalu dia ingin dapatkan sejak dia kecil.


"Sayang aku sudah pulang!!!!" suara Sadrakh terdengar menggelegar.


"Dasar bodoh, kenapa kau berteriak, anak anakku pasti sedang tidur aku akan membuat istriku kesusahan lagi, berteriak lah dengan pelan bodoh!!" Simon berdecak kesal seraya memukul pundak pria itu.


" Simon kau ada ada saja, mana ada orang yang berteriak dengan pelan, kau gila hah!?" ejek Diego.


"Yang belum nikah sampai sekarang diam saja, gak usah ikut campur ya," Seloroh Simon menyindir Diego.


Pria itu langsung mengatupkan bibirnya.


Gretta tengah sibuk dengan pekerjaannya di rumah sakit bersama Zayn, dan dia juga disibukkan dengan bisnisnya yang berjalan lancar.


"Kuenya sudah siap!!" suara lembut gadis cantik berambut sebahu terdengar di telinga mereka.

__ADS_1


Dari ujung pintu masuk dapur tampak Alexa berjalan bersama Lanang dan Hendry dengan membawa wadah berisi kue yang bar mereka masak.


" Wahhh harum!!!" Ucap mereka dengan mata berbinar-binar.


Alexa sudah benar benar pulih, gangguan kejiwaan yang dia alami perlahan memudar bersamaan dengan menghilangnya efek obat yang terkandung di tubuhnya.


Dia adalah gadis pintar, cerdas dan sangat berbakat. Dia mampu melakukan banyak hal dalam sekali pembelajaran.


" Wahh Alexa, kau benar benar sesuatu ya!" Celetuk Sadrakh heran.


Padahal baru kemarin dia mengajari gadis itu untuk membuat kue yang super lezat dan sekarang dua berhasil membuat banyak kue lezat yang aromanya menggugah selera.


Alexa tersenyum manis, dia tersipu malu karena baru bersama mereka lah dia mendengar pujian yang tulus. Sama seperti Dani, gadis itu bangkit dari trauma dan rasa sakit yang menimpa kehidupannya.


" Kakakmu pasti akan senang dan tenang meninggalkan mu di sini," ucap Diego sambil membantu menyajikan kue kue itu di atas meja.


"Kakak sangat berterimakasih karena kalian menyelamatkan ku, " Alexa menatap mereka dengan mata berkaca-kaca.


Dia membungkuk 90 derajat sampai tiga kali. Air matanya mengalir saking bahagianya dengan hidup yang dia miliki sekarang.


"Terimakasih banyak," ucapnya sambil menangis.


Laura langsung menarik gadis itu, dia berdiri dan memeluk Alexa dengan erat," Kakak ipar, kami pasti akan menjagamu," ucap Laura menenangkan gadis itu.


" Cieee kakak ipar nieee hahahahha...." Mereka membuat Alexa tersipu malua.Zayn secara terang-terangan menunjukkan rasa sayangnya pada Alexa, dia sangat menghargai perbuatan mereka pada dirinya.


Hendry menatap mereka sambil senyum-senyum sendiri, begitupun dengan Irvan dan Lanang tiga pria tampan yang belum kelihatan hilal jodohnya.


Di saat yang sama, Rose adik Laura juga datang berkunjung ke rumah itu sambil membawa banyak buah tangan.


" Apa nih, melamun melulu Ayah betina!?" celetuk Rose seraya menyenggol lengan Hendry.


" Ehh Mawar busuk, kenapa lu? iri ya? " balas pria itu dengan nada sinis.


Rose tertawa cekikikan sambil menggandeng lengan pria itu.


" Ayam, mau gak jadi pacar gue, biar ini tangan ada gandengan nya," celetuk Rose sambil tersenyum dan menggenggam tangan pria itu.


" Kalau mau, balas genggaman gue," ucapnya.


Hendry terdiam. Rose memang orang yang blak-blakan, tapi tak dia sangka akan seekstrim ini.


"Ciee ada yang ditembak nih!!!" seru Irvan dan Lanang menggoda Hendry yang terdiam membatu.

__ADS_1


Semua orang menatap mereka dengan tatapan jahil. Mereka jelas tahu kalau Rose sangat menyukai Hendry meski dengan cara yang aneh.


Rose terus mengganggu pria itu bahkan mendatanginya di perusahaan, dalam skripsi terakhirnya pun dia menyebut nama pria itu sebagai mood boosternya untuk menyusun skripsi.


Hendry terhenyak, bagaiman bisa seorang gadis menawan dan terkesan tidak bisa diatur seperti Rose tertarik pada pria kaku Sepertinya?


"Wahh apa kau tahu orang seperti apa aku? dasar mawar berdiri!" balas Hendry.


Rose mengusap rahang pria itu dan menatapnya dengan berani. Obelia spontan menutup kedua mata putrinya sambil tertawa cekikikan.


Yang lain mengulum senyum mereka melihat dua anak manusia yang sama sama kaku dan arogan ini, Tapi sebuah kemajuan besar melihat Rose berani seperti saat ini.


"Aku tahu ayam betina tampanku," ucap rose sambil tersenyum licik.


"Kau pria kaku yang memukau," Ucap Rose.


"Baiklah jika kau sudah tahu, keputusanku berikutnya tak akan bisa kau sesali," ucap Hendry.


Rose terkekeh sambil menatap genggaman tangan yang belum di balas itu.


Hendry tersenyum licik, dia menggenggam tangan Rose dan tersenyum lalu tiba-tiba dia memiringkan tubuh gadis itu.


" Aku mengkonfirmasi nya dengan ini Nona manis!" ucap Hendry sambil mendekatkan dirinya dengan Rose dan...


Cup!


Dia mengecup bibir gadis itu sebagai tanda hubungan mereka di mulai.


" Wahh panas panas panas hahahahhah... kalian sangat keren!!!" seru Diego dan yang lainnya. Mereka tertawa, heboh dan tak menyangka kalau kedua orang yang dikenal kaku dan keras ini adalah orang yang sangat berani.


Rose tersenyum," Thank you babe," bisiknya.


" No, aku yang berterima kasih," balas Hendry sambil mengedipkan sebelah matanya membuat dunia Rose jungkir balik saking deg degannya dengan pengesahan hubungan romantis ini.


" Wohooo... happy for you guys!!!!"


Dani menatap mereka sambil tertawa, dia turut bahagia, pria tua di depannya itu akhirnya menemukan tambatan hati.


"Ahh aku sedikit kecewa, mungkin karena aku menyukainya," batin gadis itu sambil tersenyum kecut menatap pria yang dia sukai kini bersanding dengan orang lain.


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2