Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
118


__ADS_3

Jleb...


Benda tajam itu berhasil menusuk seseorang yang berada tepat di depan gadis tanpa nama yang mengalami gangguan kesehatan mental itu.


“ Laura!!” Zayn panik, dia menatap Laura dan Diego yang ada di sana. Kedua netranya terpaku pada Diego yang berdiri di belakang Laura dan melindungi wanita itu dengan tubuhnya.


“ Arkhhh.... apa... apaan ini!!" Diego meringis kesakitan. Biji matanya turun ke tangan gadis tanpa nama itu, dia masih menggenggam gunting bedah yang tertancap di pinggang Diego. Gadis itu gemetaran, air matanya mengalir begitu deras sambil menatap darah yang bercucuran dari pinggang Diego.


“ kak Diego!!” pekik Laura panik.


Dia menangis histeris saat melihat Diego terluka demi melindungi dirinya.


“ Akhhh... sialan, kenapa pasien ini malah mengamuk,” Diego menarik tangan gadis itu dan mendorongnya jauh dari tubuhnya.


“ sialan kau..” kesal Diego sambil memegang gunting bedah yang masih tertancap di pinggangnya. Perempuan tanpa nama itu terjatuh ke atas tanah, kedua kakinya lemas, wajahnya pucat dan dia menangis dengan tubuh bergetar ketakutan. Dia juga terluka, bahkan lebih parah dari yang dialami oleh Diego.


“ Zayn.. apa apaan ini?” teriak Diego kesal sambil menekan pinggangnya agar pendarahan tidak berlanjut.


“ kau baik baik saja? Apa ada yang terluka? Apa kau terkejut? Astaga seharusnya ini tidak terjadi di sekitar ibu hamil, apa saja pekerjaan mereka! bagaimana kalau sampai Laura syok, sialan!” Diego mengomel sambil memastikan kalau Laura baik baik saja dan tidak terluka.


Beruntung dia cepat tanggap meskipun dia terluka karena perempuan itu. Jika sampai Laura kenapa kenapa dia bisa gila karena tidak becus menjaga perempuan yang dia anggap sebagai adiknya itu.


Laura menangis sesenggukan sambi menatap Diego,” maafkan aku kak, karena melindungi ku kakak jadi..


“ Husshh jangan bilang begitu, kakak ini kuat loh, jangan menangis, sudah ya tenang, kamu harus tenang, kakak gak mau terjadi apa apa pada kamu,” ucapnya sambil memeluk Laura.


“ Kau baik baik saja?” Zayn menghampiri mereka.

__ADS_1


“ tichhh dasar tidak becus, kenapa dia bisa lepas dan mengamuk? Apa yang kalian lakukan? Hampir saja Laura jadi korban,” kesal Diego.


Zayn juga merasa bersalah karena gadis itu adalah tanggung jawabnya tapi kenyataannya dia malah membuat gadis itu membahayakan nyawa sang adik.


“ ahh sial, dia mengamuk lagi, kami juga bingung kenapa dia seperti ini, berbulan bulan di sini tapi tak ada yang mencarinya bahkan dia terkesan seperti anak hilang yang tak punya identitas,” ucap Zayn seraya menatap perempuan tanpa nama yang sudah di suntik bius dan dibawa oleh penjaga menuju kamarnya.


“ Adik kakak baik baik saja? “ tanya Zayn.


Laura mengusap air matanya sambil mengangguk, “ aku baik baik saja, tapi kak Diego..” Laura menatap luka tusuk itu.


Diego sendiri tidak terlalu kesakitan, luka sekecil itu bukan masalah baginya. Kedua netranya memerangkap Gretta yang datang ke arah mereka dengan wajah panik.


“ Tenang saja Laura, luka ini akan membuat kakakmu bisa punya modus di rawat sama neng geulis permata cintaku,” celetuk Diego sambil tersenyum penuh tipu muslihat saat melihat Gretta berlari ke arah mereka.


Zayn dan laura yang dibuat panik sampai geleng geleng kepala dengan kelakuan manusia yang satu ini. Bisa bisanya dia masih mencari perhatian Gretta di saat begini, saat dia terluka dan darahnya bahkan bercucuran ke atas tanah.


“ Sudah jangan khawatir, ada perawat cintaku yang siap mengobati ku siang dan malam hihihih kesempatan bagus ini La, Zayn,” bisik pria itu sambil tertawa cengengesan.


Diego tersenyum lalu menepuk pucuk kepala wanita itu,” Ibu Hamil harus tenang dan nggak boleh panik, doakan saja neng geulis, malaikat cinta akang ganteng mau nikah sama akang hehehe..” ucapnya sebelum dia benar benar mengubah ekspresinya.


“ Diego, laura ada apa ini?” teriak Gretta dengan panik saat melihat kekasihnya bersimbah darah.


Gretta terdiam membisu dan menghampiri Diego,” bagaimana bisa terjadi, kenapa kau terluka dasar bodoh..” Gretta panik dia memeriksa Diego dan menatapnya dengan wajah ketakutan.


“ akhhh sayang tolong rawat aku, ini sangat sakit, aku kesakitan, lukaku sangat dalam, ku rasa aku akan segera mati, nyawaku hanya satu tapi sepertinya karena luka tusuk ini hanya tinggal setengah, tolong aku malaikat cintaku..” rengek Diego yang langsung menjatuhkan dirinya ke tubuh Gretta dan memeluk gadis itu sambil meraung raung kesakitan.


Padahal tadi dia berlagak seolah tidak terjadi apa apa pada dirinya. Semakin khawatir lah Gretta, “ jangan bicara yang tidak tidak, kau tidak akan mati, hiks hiks hiks... sini ikut aku, kita obati lukamu, bagaimana bisa terjadi hal seperti ini, kau benar benar ceroboh,” omel Gretta sambil memapah Diego menuju gedung untuk segera di rawat.

__ADS_1


Laura dan Zayn menatap pasrah pada pria itu, belum lagi jari jempolnya yang mencuat di belakang punggungnya saat misinya berhasil .


“ kak Diego ini benar benar membuatku khawatir, ahhh... aku sangat kaget tadi kak,” ucap Laura sambil menggenggam lengan kakaknya. Karena syok dia sedikit pusing.


“ Kau pusing ya? Kita ke dalam , kau pasti terkejut, maafkan kakak tidak becus menjagamu,” ucap Zayn sambil merangkul Laura.


“ bukan salah kakak, hanya saja perempuan itu butuh perawatan lebih kak, kasihan dia,” ucap laura.


Zayn paham, dia membawa adiknya dari sana menuju ruang istirahat. Untung Saja Laura tidak dalam bahaya. Membayangkannya saja sudah sangat mengerikan, apalagi jika sampai Simon tahu, maka bisa rata rumah sakit itu dalam satu malam.


Laura beristirahat di kamar milik Zayn di rumah sakit itu. Sedangkan Zayn pergi melanjutkan pekerjaannya memeriksa gadis tanpa nama itu setelah memastikan kalau Laura sudah tenang dan terlelap.


Zayn memasuki kamar perawatan gadis tanpa nama yang letaknya jauh dari ruangan lain. Dia telah dipindahkan ke ruang isolasi dan rencananya akan dipindahkan ke rumah sakit jiwa.


Zayn masuk perlahan. Dia menatap ruangan itu, dan tampaklah gadis malang itu sedang duduk meringkuk di bawah jendela sambil memeluk kedua kakinya. Dia telah sadar dari obat bius yang diberikan padanya dan kembali duduk di dekat jendela.


Langkah kaki Zayn sangat pelan sampai gadis itu tidak sadar ada orang lain yang masuk. Zayn duduk dengan tenang dan mengamati gadis tanpa nama yang jadi korban kejahatan saudara tiri Laura.


“ Apa kau sadar yang kau lakukan tadi sangat berbahaya nona tanpa nama?” Zayn membuka suaranya .


Gadis itu menoleh dengan wajah tirusnya yang terlihat lelah dan lemah, die menatap Zayn seolah dia tak ingin hidup lagi. Menatap dengan tatapan kosong, tak berbicara dan hanya melamun membingkai wajah pria itu di hadapannya.


Tubuhnya kurus, luka di tubuhnya seolah tidak terasa sakit. Entah hidup macam apa yang selam ini di jalani oleh gadis malang itu.


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen.


__ADS_2