
Lanang dan Simon menatap isi file yang diberikan oleh Petra di lantai satu beberapa jam yang lalu. Sebelum menyerahkan pada bosnya, Lanang selalu memeriksanya terlebih dahulu.
Simon menatap video yang mereka dapatkan dari flashdisk itu. Di dalam video itu, terlihat seseorang yang cukup mirip dengan perempuan yang baru saja keluar dari dalam ruangannya.
"Sandra!??" ucap Simon terkejut.
" Bukan tuan, lebih tepatnya Dina, saudari Sandra, perempuan yang baru saja datang ke perusahaan ini dan saat ini berada di ruangan nyonya muda!" ucap Lanang dengan wajah serius.
Simon mengepalkan kedua tangannya, jelas sekali dalam rekaman CCTV itu, gadis lain yang berwajah mirip dengan Sandra sedang berada di sebuah kafe bertemu dengan Linda, sekretaris Simon dan salah satu sekretarisnya yang lain.
Perempuan itu terlihat memberikan file berupa dokumen berisi data data yang sudah dia siapkan. Pembicaraan mereka tampak serius dan terlihat Linda dan pria di sampingnya menurut dengan perkataan Dina.
"Aku sangat mengenal Sandra, tapi tidak tahu apa dia sudah berubah sekarang? apa tujuannya mendekati istriku?"ucap Simon.
Perempuan bernama Dina itu memang memiliki postur wajah yang mirip dengan Sandra, tetapi ketika di lihat dari sisi tertentu orang akan berpikir kalau dia adalah Sandra.
Simon pernah melihat wajah itu, semakin dia teliti wajah Dina, maka semakin dia terkejut kalau dia juga mengenali perempuan yang ternyata adalah gadis kampus yang dulu sangat terkenal di kampusnya.
Dina dan Sandra, tak banyak yang tahu mereka bersaudara. Bahkan Simon saja tak tahu kalau mereka bersaudara karena perbedaan penampilan mereka yang sangat mencolok.
Dina adalah kembang kampus yang dielu elukan oleh semua pria sedangkan Sandra adalah pelampiasan kemarahan dan selalu mendapatkan ujaran kebencian dari orang di sekitarnya.
Bagaikan langit dan bumi, keduanya berasal dari keluarga yang sama tetapi penampilan mereka jelas sangat berbeda.
"Bagaimana kau tahu kalau mereka bersaudara?" tanya Simon.
" Mata mata yang mengikuti Linda telah menemukan bukti dan langsung mencari segala sesuatu tentang perempuan penyebab masalah di forum berita perusahaan tuan, dia juga yang menjadi otak dibalik rumor buruk tentang tuan dan nyonya!!" jelas Lanang.
Sejak Linda dicurigai, gerakan perempuan itu telah sepenuhnya diawasi bahkan sebelum dia bergerak. Hampir setahun Linda di sana, dan baru saja rencana untuk merusak rumah tangga Simon dan Laura dilaksanakan, kedoknya sudah ketahuan oleh Simon.
Bahkan sampai saat ini, tanpa sepengetahuan Linda, dia telah dikelilingi oleh orang orangnya Simon.
"Hah... lalu kenapa adiknya ke tempat ini? apa mereka bekerja sama!? Sialan, beraninya dia mencoba mengusik istriku!!!" geram Simon.
"Lanang, perintahkan Ella mencari tahu segala sesuatu tentang Sandra dan saudarinya, bilang pada Kevin untuk mendampingi Ella, jangan libatkan Dani untuk sementara ini!" jelas Simon.
" Baik tuan! lalu perempuan itu? akan kami apakan tuan?" tanya Lanang seraya menatap foto Dina.
"Kita belum tahu apa tujuannya, sebaiknya berhati hati untuk sementara ini, dan juga Sandra kalian awasi dia, kirimkan anak buah untuk menjaga Laura! sasaran mereka adalah istriku!" ucap Simon.
"Baik tuan!" ucap Lanang.
__ADS_1
Simon tidak ingin salah langkah, dia tahu Sandra bukan orang yang seperti dia pikirkan, karena Laura bisa dekat dengan dia.
Jika Sandra benar benar licik. maka Laura pasti akan langsung tahu dan dengan cepat menyingkirkan gadis itu dari lingkungan mereka. Tetapi Laura terlihat sangat akrab dengan Sandra.
"Ku serahkan padamu dan tim Aryn, cari tahu semuanya, Dina itu orang yang aneh, dia pernah mendekatiku tetapi dia justru menyakiti Sandra, selidiki semuanya!" ucap Simon.
Untuk berjaga jaga dari kemungkinan yang tidak bisa ditebak, Simon lebih baik melakukan pemeriksaan saat ini daripada menyesal di kemudian hari.
Setelah pria itu bicara dengan Lanang, dia berangkat menuju sekolah si kembar untuk menjemput anak anaknya.
Melaju dengan kecepatan sedang, dia tak ingin anak anaknya menunggu terlalu lama.
Sementara itu, dari sisi jalan, tampak seseorang memotret mobil pria itu. Seorang pria dengan masker hitam menutupi wajahnya. Setelah berhasil memotret, dia pergi dari sana.
"nona, dia baru saja berangkat keluar dari perusahaan, tapi ada yang ingin saya sampaikan, ini sangat penting!" ucap orang itu.
"Datang ke restoran Cina, aku berada di sini, segera! ahh dan bawa Linda!" ucapnya seorang wanita dari seberang sana.
" Baik nona!" ucap pria itu sambil membuka maskernya.
Tampaklah wajah Petra di sana. Pria yang pagi tadi memberikan file pada Lanang.
Dia melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan perusahaan itu. Sembari melirik ke arah gedung tim Aryn dia tampak berwajah dingin.
Petra bisa terlibat dengan kejadian ini karena Lanang memintanya menjadi mata mata perempuan yang akan menjadi calon istrinya!
Lanang, mempunyai seseorang yang dekat dengannya, sudah menjalin hubungan selama dua tahun dan berencana untuk menikah.
Perempuan itu adalah seorang gadis cantik menawan yang belum pernah dia kenalkan pada siapa pun.
Petra dia minta jadi bawahan kekasihnya, mengikuti semua perintah dan keinginan gadis itu.
Sebut saja Lanang gila karena cinta sampai dia memilih melakukan hal ini.
Petra melaju menuju restoran China yang dimaksud oleh Petra, tempat yang tidak terjangkau kamera, sangat ramai dan akan sulit melacak mereka di sana.
Petra melangkah dengan cepat, memasuki tempat itu dengan berhati hati.
Dia berjalan sangat cepat sampai tiba-tiba...
Bruk!
__ADS_1
Pria itu tidak sengaja menabrak tubuh seseorang di depannya.
" Ahh maafkan saya!" ucapnya lalu pergi begitu saja tanpa melihat siapa yang dia tabrak.
"Ummm?? kak bukannya dia itu Petra sekretaris Papa si kembar!??" Andara ada di sana, sedang makan siang bersama kakak laki lakinya.
" Kakak kurang tahu, kalau iya memangnya kenapa?" tanya Bizael heran.
Andara menatap ke arah kepergian Petra sambil memiringkan kepalanya. Di sisi lain dia menangkap beberapa pria yang sejak Petra datang terus mengamatinya.
" Aku juga bingung, kita kembali saja kak!" ucap Andara.
Bizael dan Andara keluar dari tempat itu. Sementara itu, Petra berjalan dengan cepat menuju ke ruangan di mana perempuan yang menyuruhnya datang.
Petra masuk ke dalam salah satu ruangan VIP di restoran itu.
" nona sayang datang," ucapnya.
"Ahh kau datang," Gadis cantik berambut panjang dengan wajah yang mirip dengan Sandra, duduk dengan santai di dalam ruangan itu bersama seorang pria berjas, menatap Petra dengan sinis.
"Nona ini foto yang anda minta, ada berita penting, nona Sandra ternyata dekat dengan istri tuan Simon, dia datang ke perusahaan tadi," jelas Petra.
Dina terkejut, dia menatap pria di sampingnya dengan wajah suka demikian pria itu.
Tetapi dia mengendalikan dirinya,"tugasmu selesai!' ucap Dina sambil mengambil file itu.
Petra terlihat bingung ,tetapi di saat yang sama tiba-tiba...
Bugh!!
Pria itu dipukul dari belakang sampai dia pingsan tak sadarkan diri di ruangan kecil itu.
" Singkirkan dia, buang semua bukti!!" ucap Dina dengan tatapan sinis.
"Kau pikir aku tidak tahu, kalau kau adalah mata mata orang itu? jangan terlalu naif Petra!!" gumamnya sambil menggenggam selembar foto berisi wajah Petra yang meminta rekaman CCTV di restoran saat dia bertemu dengan Linda.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen 🤗