
Nyonya Tiara dan Cintia tidak habis pikir dengan cara Laura menganalisa. Mereka tidak menyangka kalau Laura akan curiga pada mereka.
Tetapi yang namanya Cintia tak kehabisan akal ketika dia melakukan kejahatan untuk mendapat semua yang dia inginkan termasuk membunuh Simon juga menjadi hal yang bisa dia lakukan dengan memanfaatkan Laura.
perempuan rubah itu menatap Laura dengan tatapan licik sambil tersenyum sinis,dia mendekati Laura dan menyentuh leher gadis itu.
" Ayolah, kau pikir aku tidak dendam atas apa yang kau lakukan padaku seminggu yang lalu?! kau pikir masalah itu akan selesai begitu saja hmm? tidak Laura, aku adalah orang yang pendendam, aku tidak akan melepaskanmu begitu saja!" bisik Cintia sambil tersenyum.
" Aku bahkan bisa membunuh Simon, dia masih cinta padaku Laura, kau tahu kan kalau dirimu tidak pantas bersanding dengan Simon. Hanya aku yang pantas, ingat status mu, jika Simon tahu kau mencari ibumu dia akan sangat malu, jika dia tahu kau bertemu dengan kami, dia akan sangat marah, jika kau tidak mau hal ini bocor pada Simon maka lakukan perintah kami!!" ancam Cintia dengan akal bulusnya.
Deghhh....
Jantung Laura berdegup kencang. Benar kata perempuan itu, dia adalah orang gila yang bajakan bisa menghabisi nyawa orang lain untuk mendapat tujuannya.
Laura yang belum tahu seperti apa kekuatan suaminya menjadi ketakutan karena ancaman Cintia. Dia terdiam dengan segala macam pikiran yang berkumpul dalam otaknya.
Rasa takut itu berkumpul menjadi satu membuat Laura tertekan. Bagaimana jika suaminya di bunuh karena dia tidak menuruti keinginan Cintia?
Keluarga Raymond adalah keluarga yang tidak bisa dianggap remeh, mereka akan melakukan apa pun itu untuk menghabisi nyawa orang lain.
"Aku juga bisa membunuh Pak Mandu, aku tahu kau dekat dengan kakek tua bau tanah itu, jika kau menolak maka dia yang pertama kali ku habisi Laura!" bisik Cintia.
Trauma dan tekanan mental Laura mereka gunakan sebaik mungkin untuk memanfaatkan gadis itu sesuka hati mereka.
Tangan Laura gemetaran, tiba-tiba tanpa sebab yang jelas kepala gadis itu pusing, perutnya mual dan dia berkeringat.
"A... apa yang kau lakukan padaku!??' Laura berbicara dengan nada pelan dan lemah, dia menatap Cintia dengan mata sayup.
Perlahan wajahnya memucat, tubuhnya gemetaran dan jantungnya berdegup kencang seperti dia baru saja mengonsumsi obat.
Cintia tersenyum, dia menarik jarinya dari leher Laura, sebuah serpihan kertas kecil tertempel di leher gadis itu.
"Wahhh tak kusangka efek nya akan secepat ini, dia akan mabuk dan rencana kami bisa dilakukan dengan lancar hahaha... Laura, sekalinya anak haram kau akan tetap jadi anak haram tak peduli asal usulnya darimana!" batin Cintia.
Kepala Laura pusing, apa pun yang dia lihat seperti berputar dengan kencang, matanya berkunang-kunang, keringatnya bercucuran.
Dadanya mulai sesak, dan perutnya mual seperti orang mabuk.
Ternyata Cintia menempelkan kertas obat pereda nyeri dalam dosis sangat tinggi ke leher Laura dan menimbulkan efek mabuk sama seperti saat seseorang meminum alkohol dan juga obat penambah gairah.
Laura mulai tidak nyaman dengan tubuhnya, rasanya panas dan tubuhnya seperti terbakar, tak pernah dia merasakan hal seperti ini sebelumnya.
Zayn yang ada di dekatnya dibuat panik dengan apa yang Laura alami. Ingin dia segera menolong Laura tetapi dia ingat rencana Laura untuk tidak mengganggu pembicaraan mereka apa pun yang terjadi sampai Laura mendapatkan dokumen rahasia yang hanya dimiliki oleh keluarga Raymond itu.
" Jika sampai Simon tahu aku membiarkan Laura seperti ini, dia akan membunuhku!!! arrkhh sialan!!!" umpat Zayn yang belum bisa bergerak karena Cintia dan nyonya Tiara masih menahan Laura.
__ADS_1
Tubuh Laura panas, kepalanya sangat sakit tetapi ada sebuah gejolak mengerikan yang mencuat dari dalam diri gadis itu.
Currrrr......
Nyonya Tiara dengan sengaja menjatuhkan minumannya dan membuat pakaian Laura basah kuyup.
" Waduhh pakaianmu basah Laura, Cintia bawa dia ke kamar dan berikan dia pakaian!" ucap Nyonya Tiara sambil tersenyum dengan sempurna.
Cintai mengangguk, dia meletakkan dokumen itu di atas meja. Dokumen yang tidak akan pernah mereka berikan pada Laura karena resikonya adalah nyawa mereka akan habis di tangan tuan Raymond jika sampai pria itu tahu mereka mencuri dokumen rahasia kelahiran Laura yang berhubungan dengan kasus besar di masa lalu.
Nyonya Tiara dan Cintia membawa Laura menuju kamar yang dimaksud.
Zayn mengambil kesempatan ini. Seperti yang Laura katakan, yang harus mereka dapatkan adalah benda itu, dokumen rahasia milik keluarga Raymond.
Saat dia akan mengambil dokumen itu, nyonya Tiara berlari ke arah meja dan mengambil benda itu terlebih dahulu.
" Sial, hampir!" batin Zayn yang malah berjalan lurus ke arah pintu keluar sebelum mereka tahu pergerakannya.
"Hampir tinggal!" batin nyonya Tiara.
Laura dibawa oleh Cintia dan Nyonya Tiara menuju lantai dua di mana kamar yang dimaksud berada.
Kamar yang sudah mereka siapkan bersama pria bayaran untuk tidur dengan Laura.
Ya, mereka berdua merencanakan semua ini. Menjebak Laura dengan pria lain lalu menggunakan itu sebagian ancaman agar Laura melakukan perintah mereka untuk membunuh Simon dengan cara yang sama seperti pertama kali Laura masuk ke rumah Simon.
Mereka akan memberikan racun pada Simon dan yang disalahkan atas semua ini hanyalah Laura.
Tanpa mereka sadari, Zayn mengikuti mereka dari belakang, pria itu menatap map cokelat yang dibawa nyonya Raymond dan juga menatap Laura yang tampak sangat gelisah.
Mereka naik ke lantai dua dan Laura di bawa ke dalam kamar yang dimaksud.
"Apakah dia orangnya!?" seorang pria bertubuh besar dan tinggi tampak keluar dari dalam kamar itu tanpa mengenakan kaos.
Dia menatap nyonya Tiara dan Cintia.
" iya, dia orang nya lakukan dengan baik, kau bisa menikmatinya sepuasmu!" ucap Nyonya Tiara.
" Kenapa... Kenapa harus perempuan kurus ini!? seharusnya anda nona," ucap pria itu sambil menatap Cintia dengan tatapan nakal.
"Buang pikiran liar mu itu sebelum aku membunuhmu Bajingan, tangani saja perempuan sialan ini, aku akan menggandakan upahmu!" ucap Cintia sambil mendorong Laura hingga gadis itu terjatuh ke atas lantai.
Di saat yang sama, tiba-tiba nyonya Tiara tersadar," Cintia dokumennya, Di mana!??" teriak nyonya Tiara saat sadar dokumen yang dia pegang tadi tiba-tiba hilang dari genggaman tangannya.
Tak ada selang sedetik benda itu telah hilang dari tangannya.
__ADS_1
" Ma gimana sih, itu dokumen penting, kalau Papa sampai tau dokumen itu hilang kita semua bisa mati!!!!" balas Cintia panik.
Laura menatap mereka, dia memang lemah tetapi dia tahu mengatasi hal ini.
"Aku tidak boleh terjebak di sini, aku harus keluar!!" batin Laura sambil bangkit berdiri lalu menatap jendela di ruangan itu.
Dengan tubuh yang panas dia berlari kencang ke arah jendela dan...
Brakkk....
Laura terjun bebas dari lantai dua hotel itu dan...
Brukkk...
Gadis itu terjatuh di atas semak-semak.
"Mama... Laura lari!?!" teriak Cintia panik.
" Sialan kenapa rencana kita jadi kacau begini!!!!" teriak Nyonya Tiara lagi.
Mereka berdua kebingungan, pria yang mereka bayar sudah memakan obat kuat untuk ritualnya malam ini.
" Kalian merusak moodku, benar benar mengesalkan, kenapa perempuan itu bisa lari!??"
"Arrkhh kami tidak tau dan tidak peduli dengan itu, urus urusanmu bajingan, kau hanya butuh penghangat Ranjang bukan!??" Ejek Cintia dan Nyonya Tiara bergantian sambil menatap sini ke arah pria itu.
Pria itu mengeraskan rahangnya," Sudah kubilang jika tidak di tuntaskan maka kau akan jadi gantinya!!"
Bughh... bughh...
Nyonya Tiara dipukul hingga pingsan dan Cintia ditarik ke dalam kamar itu.
" Tidak apa yang mau kau lakukan lepaskan aku!!!!" pekik Cintia dan...
Brukk...
Dia juga dipukul hingga tak sadarkan diri. Nyonya Tiara disekap di kamar mandi dan Cintia dibawa ke atas ranjang.
.
.
.
like, vote dan komen 🤗
__ADS_1