Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
194 Season 2: Good Bye!


__ADS_3

Andara berjalan dengan langkah tegapnya sambil menggendong si kembar putra putri kediaman Kant yang memeluknya erat enggan berpisah dari paman bintang mereka.


"Tidak bolehkah Dira ikut kakek? akan terasa sepi kalau paman bintang perginya lama," rengek Dira untuk kesekian kalinya.


Sama halnya dengan Laksamana yang juga tak rela sang paman pergi jauh.


Laura terkekeh melihat kelakukan putra dan putrinya. Mereka berdua jika sudah mengidolakan seseorang pasti akan seperti ini. Sama seperti paman Diego mereka yang berangkat ke London bersama istrinya Gretta, keduanya sampai menangis sesenggukan meminta ikut.


Andara menurunkan kedua bocah itu dan menatap mereka dengan wajah datarnya. Dia menatap mereka Untuk waktu yang lama, gerakan kikuknya masih muncul, tetapi perubahan terbesarnya adalah ketika dia sudah bisa menatap mata lawan bicaranya lebih lama dibandingkan sebelumnya.


"Paman Bintang akan kembali dalam waktu yang cepat, Laksamana dan Dira harus jadi anak baik, Paman menitipkan kakak paman pada kalian, dia pasukan bintang pasti bisa menjaga kak Bizael, apa kalian siap!?" celetuk Andara menirukan suara militer yang tegas dan penuh penekanan.


Dira dan Laksamana saling menatap satu sama lain lalu tersenyum.


"Siap komandan bintang!!" balas mereka sambil memberi hormat dan tersenyum menatap paman mereka.


Semua yang melihat itu dibuat gemas dengan tingkah mereka. Sungguh sebuah kenangan yang tidak akan bisa dilupakan oleh mereka.


Andara menatap mereka, lalu untuk pertama kalinya, pria itu tersenyum dengan begitu indah. Bibirnya melengkung ke atas, kedua matanya bersinar tampak bahagia.


Semua yang melihatnya dibuat tertegun, padahal terapi belum dimulai, tetapi Andara sudah belajar sendiri dan memulai pengobatannya sendiri.


"Dia benar benar seorang jenius!" bisik Simon tepat di telinga istrinya.


"Aku setuju sayang, dia seseorang yang sangat jenius,' balas Laura.


Dira dan Laksamana dibuat terpukau, jika mereka saja terpukau, maka gadis cantik bergaun biru langit yang berdiri di samping Kevin, Lanang dan Loey sudah dibuat jatuh cinta berkali kali ketika melihat hal hal mengejutkan ditunjukkan oleh pria yang kini mendapat julukan sebagai kekasih Daniele Wang.


"Ciee... pacarnya ganteng banget neng, jadi pengen makan seblak!!" celetuk Loey menggoda adiknya itu.


"Ciee yang udah laku, gak jomblo lagi hihihi... tersipu sipu aku bang Andara, aww..." Celetuk Kevin dengan candaan jenakanya itu.


Dani tersipu malu, dia menunduk dan mengulum bibirnya,"Dia sangat tampan, bahkan jauh lebih tampan dari kalian," balas Dani sambil menatap Andara dengan tatapan penuh cinta.


"Huweekkk! "


Loey dan Kevin mual," Dasar budak cinta!!" ucap mereka berdua jengah.


"Halah kalian iri bilang saja, yah jomblo gak akan paham rasanya,"balas Lanang.


Kevin dan Loey hanya bisa berwajah kecut, mereka mendengus kesal karena yang jomblo selalu kalah.

__ADS_1


Sementara itu Andara tengah mengeluarkan sesuatu dari dalam tas kesayangannya,dia mengeluarkan dua buah boneka tangan buatannya sendiri,


"Laksamana dan Dira simpan satu-satu, suatu saat kalian akan butuh benda ini, di dalam paman sudah pasang pelacak, jika kalian hilang, kalian aka dengan mudah ditemukan jika kalau menyimpannya dengan baik!" ucap Andara.


Tentu saja ucapan pria itu membuat semuanya terbelalak. Andara, pria genius itu telah menciptakan alat pelacak yang aman untuk anak dan bahan terhubung satu sama lain.


Inilah sisi spesial yang berhasil dilihat oleh tuan Kennedy dari Andara. Salah satu alasan dia bersikeras membawa Andara ke Amerika untuk segera diberi terapi dan pengembangan pengetahuan di negeri itu.


"Wahh...Andara kau... bagaimana kau bisa melakukannya" Ella sangat takjub, dia menghampiri mereka.Gadis gila dan pecinta teknologi itu lagi lagi dibuat terpukau dengan kemampuan Andara yang mengejutkan.


Sisi spesial seorang Syndrom Asperger adalah dia akan sangat fokus terhadap satu bidang sampai pekerjaan itu benar benar selesai dan tuntas dengan hasil sangat memuaskan.


Sebelum dia berangkat, Andara mengingat kalau si Kembar beberapa kali dalam bahaya. Untuk menjaga mereka, dia menciptakan sistem pelacak lokasi yang bahkan akan terlacak jika sinyal dimatikan atau tak ada listrik sekalipun.


Dia menggunakan alat sederhana tetapi dengan sistem rangkaian teknologi yang di luar nalar.


Ini adalah hadiah kecil bagi mereka berdua karena sudah menjadi teman pertama Andara.


"Panjang kalau dijelaskan, nanti aku akan mengirim file rakitannya," ucap Andara yang mulai berubah menjadi laki laki yang serius, meskipun sangat terlihat kalau dia menahan dirinya agar tidak bergerak kikuk.


"ARHHHH... maafkan Andara!!" ucapnya tiba-tiba.


Kebiasaannya kembali lagi, tangannya bergerak kikuk, dia menatap ke langit-langit, bergerak ke sana kari sambil menarik nafas dalam dalam untuk menenangkan dirinya.


Dani menangis, dia menghamburkan pelukannya pada Andara, memeluknya erat seolah mengatakan tak ingin berpisah jauh dari Andara.


"Dani, jangan menangis, di sini jadi pedih rasanya," ucap Andara sambil menepuk dadanya yang terasa tidak nyaman karena harus meninggalkan Dani dan yang lainnya.


Tetapi dia adalah seorang pria berprinsip, sekalinya membuat keputusan dia tidak akan mengubahnya lagi apa pun yang terjadi.


Dani menghela nafas sambil mengusap air matanya, baru beberapa hari resmi jadi pasangan kekasih, dia harus siap menjalani LDR dengan pria itu.


"Maaf, aku hanya sedih karena kau akan pergi jauh dan lama," ucap Dani sambil menata Andara.


Andara membalas tatapan Dani dengan dalam, hal yang membuat Dani berkali kali lipat lebih gugup ketika dia itu menatapnya.


Andara tersenyum, lalu tangannya naik ke atas pucuk kepala Dani,"Semua akan baik-baik saja, tunggu aku pulang," ucapnya dengan manis dan lembut, sama seperti yang dilakukan Bizael padanya ketika menasehati dirinya, dia lakukan kembali pada gadis yang dia cintai.


Deg.. deg.. deg...


Jantung Dani semakin tidak bisa dikontrol, berdegup kencang diiringi desiran darah yang bergejolak di tengah Asmara cinta yang menggelora.

__ADS_1


"Aku akan pulang secepat mungkin," ucap Andara.


Cup!


Pria itu mengecup kening Dani lalu tersenyum layaknya pria dewasa yang benar benar normal.


"A.. Andara...


"Arhhh... sudah ya Dani, Aku masih belum terbiasa, hufftthhh jantungku mau copot lagi, meletup-letup seperti gunung berapi!!" celetuk Andara yang langsung berjalan mundur, menarik nafas dalam dalam, kembali tatapannya tidak fokus dan jemarinya yang menari nari di udara.


Semua yang melihat dan mendengar Andara dibuat tertawa dan terhibur.


Dani memeluk Andara sekali lagi.


"Kami akan menunggumu, jaga kesehatan dan tetaplah selamat di sana," ucap Dani.


Gadis itu berjinjit lalu menatap kekasihnya.


Cup!


Dani mengecup bibir Andara sambil tersenyum manis.


"wopp!!! adegan dewasa!!" celetuk Simon yang spontan menutup mata anak anaknya.


" Ehh Papa dan Mama juga begitu, malah sampai kamar dikunci terus mama teriak teriak, ahhh... arkkhh uhh... Papa sok polos ihhh..." ejek Laksamana seraya melirik Ayahnya dengan lirikan tajam.


Wajah Laura memerah malu, Simon tertawa bangga,"ekhmmm itu rahasia nak," ucap Simon terkekeh seraya mengedipkan sebelah matanya kepada Laura.


"Hahahhahaha.....


Semuanya tertawa bahagia, akhirnya Andara bersama tuan Kennedy, istrinya dan Beberapa anak buahnya berangkat menuju negar tujuan mereka.


Bizael menatap kepergian adiknya melalui sambungan telepon, tersenyum dengan hati penuh haru meskipun keadaannya semakin memburuk.


"Sampai jumpa lagi Andara.."


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen


__ADS_2