
Simon menatap mereka semua, dia menggenggam tangan Laura sambil tersenyum.
" Aku akan memenuhi janjiku hari ini sayang," bisik Simon.
Laura tak bisa mengatakan apa-apa dia hanya bisa terdiam dan menatap kosong dengan apa yang baru saja dia dengar.
"23 tahun lalu putri kedua keluarga Waltz hilang dan diculik oleh kelompok Brown, kemudian dinyatakan meninggal beberapa tahun kemudian. " Simon mengeluarkan semua dokumen yang disimpan oleh tuan Brown di kediaman keluarga Raymond.
Hendry membantunya menata dokumen itu dalam beberapa bagian. Semua isi nya masih sama dan sangat jelas.
Tuan dan nyonya Kennedy terdiam membisu. Tangan mereka gemetaran saat mendengar kembali cerita itu. Kisah kelam yang tak bisa mereka lupakan sekuat apa pun mereka berusaha.
"Apa ini Simon!?? sejak kapan kau menyelidiki keluarga kami, tolong jangan bahas hal seperti ini!" protes Zayn.
Dia khawatir kondisi kedua orangtuanya semakin memprihatinkan,tak ingin dia melihat mereka semakin hancur karena kejadian lama itu.
Tak masalah baginya membahas itu di depan teman-temannya tetapi dia tidak ingin membahas luka itu di depan keluarga nya.
"Zayn tenang dulu, biarkan dia bicara," Sadrakh menarik Zayn dan menenangkan nya.
" Kau tahu, Simon bukan orang yang sembarangan membahas luka lama saat luka itu akan menghancurkan yang mendengarnya, tenang dan dengarkan!" ucap Sadrakh dengan tegas.
Mereka semua hanya bisa diam dan menunggu Simon menyelesaikan ucapannya.
"Paman, Bibi ini benar foto putri kalian bukan?" tanya Simon sambil menunjukkan foto bayi kecil yang merupakan foto Laura.
Nyonya Kennedy menerima foto yang tidak pernah dia lihat itu. Foto Laura yang dicetak oleh tuan Brown yang hendak dia gunakan sebagai alat untuk mengancam tapi tampaknya tak pernah dia gunakan.
"PU...putri kami... Khi...Khiel... Papa ini putri kita..." Ucap Nyonya Felicia dengan suara gemetar. Air matanya tak terbendung sama halnya dengan Tuan Kennedy.
Anggota keluarga yang lain juga hanya bisa terdiam. ini adalah pembahasan yang sensitif untuk keluarga mereka.
"Benar ini Khiel," ucap Tuan Kennedy serta merangkul istrinya.
Mendengar hal itu, kaki Laura langsung lemas, dia memeluk erat lengan suaminya agar dia tidak jatuh di depan semua orang.
Ingin rasanya Laura berteriak dan menangis saat ini. Kedua orang yang ada di depannya adalah orangtuanya.
Simon tersenyum, dengan lembut dia usap punggung tangan istrinya.
" Hendry berikan ini pada mereka," ucap Simon memberikan hasil tes DNA itu.
Hendry menerimanya dan membaca kertas tersebut. Dia tercengang, wajahnya syok saat mengetahui status Laura yang sebenarnya.
" Tu..tuan...." Hendry tak bisa berkata apa apa lagi. Dia memberikan benda itu dengan cepat pada tuan dan Nyonya Kennedy.
__ADS_1
Dengan tangan gemetaran mereka berdua menerima kertas itu dan membacanya dengan perlahan.
Hasil tes DNA yang menyatakan Laura Khiel adalah putri kandung mereka, saudara kembar Zayn dan kakak kandung rose Kennedy Waltz.
Seketika mereka berdua syok, kaki nyonya Felicia lemas, dia terduduk dia ata sofa. Tuan Kennedy pun demikian. Jantung keduanya berdebar kencang menatap ke arah Laura.
Anak yang selama ini mereka cari, ada di hadapan mereka, hidup, sehat dan sangat menawan persis seperti mendiang ibu tuan Kennedy.
" Sayang, mereka adalah keluarga kandungmu, ayah dan ibumu, saudara kembar dan adikmu, keluarga besar yang kamu cari selama ini, " jelas Simon.
Dada Laura terasa sesak. Dia menatap suaminya dengan tatapan mata berkaca-kaca. Mencengkram erat jaket suaminya, tak bisa berkata-kata seolah dunianya berputar dengan begitu cepat.
" Sa.. sayang... aku tidak mimpi kan? i..ini benar!??" Laura menangis sesenggukan.
Simon memeluk Laura sambil mengangguk dengan senyum cerah di wajahnya.
" Hu..Um... Mereka orangtuamu, " ucap Simon.
Laura menangis sesenggukan, apa yang tak pernah terpikirkan olehnya akan terjadi, sebuah harapan yang hanyalah angan angan akhirnya diwujudkan oleh suaminya sendiri.
Simon menepati janjinya untuk mempertemukan Laura pada kedua orangtuanya. Hati Laura bergembira, dia memeluk Simon dan menangis sesenggukan.
Sama halnya dengan tuan dan nyonya Kennedy. Mereka berdua menangis, Zayn dan Rose serta anggota keluarga yang lain pun sama. Semuanya menangis mendengar fakta tentang Laura.
Terkejut dan tidak menyangka kalau Laura adalah putri kelompok Waltz yang hilang.
Ruangan itu kini penuh tangisan hari. Semuanya tampak bahagia mendengar kabar ini. Tetapi Rose yang mendengar hal itu malah terdiam dengan hati pedih.
Dia memeluk Zayn tanpa menoleh pada Laura. Ada rasa sedih dan kecil hati dalam dirinya saat melihat orangtuanya hanya peduli dengan keberadaan Laura kakaknya.
Rose bisa dibilang hidup tanpa kasih sayang orangtuanya. Tuan Kennedy dan Nyonya Felicia bahkan terkesan tidak pernah tersenyum pada gadis itu.
Siapa yang akan kuat jika berada di posisi Rose. Seolah jadi pelampiasan dan tidak dianggap ada selama ini.
Orangtuanya hanya tersenyum setelah Laura datang. Sebesar apa pun usaha Rose untuk membuat mereka tertawa semua usahanya sia sia. Tetapi ketika Laura datang, perempuan yang adalah kakaknya, mereka dengan cepat tersenyum padahal Laura hanya bercerita dan bercanda dengan semua orang yang ada di sana.
Rose merasa sakit, dia merasa sedih karena tuan dan Nyonya Kennedy tak pernah menatapnya demikian.
Tapi tak ada satu pun yang tahu hal itu. Dia menyimpan semuanya dengan rapat di dalam hatinya.
Sementara itu, Nyonya Felicia menatap Laura dengan tangan gemetar. Dia berjalan perlahan menghampiri mereka dengan debaran di hatinya yang semakin lama semakin kuat.
" A..anakku..." ucapnya pelan.
Laura masih menangis, dia berbalik. Sama dengan keduanya Laura pun merasa haru dengan kenyataan ini.
__ADS_1
Mata mereka bertemu, insting seorang ibu tak pernah salah. Sejak melihat Laura dia tahu ada hubungan antara dirinya dengan gadis itu.
Sontak dia menarik Laura dan memeluk erat putrinya. Anak yang hilang dan membuat kehidupan nya berantakan selama berpuluh tahun.
Keduanya menangis sesenggukan, Tuan Kennedy pun memeluk Laura dan istrinya. Mereka menangis haru dengan pertemuan yang tidak pernah disangka ini.
Semua orang terharu, mereka menangi sambil berpelukan dengan erat.
"Maafkan Kami nak, maafkan kami tidak bisa menjagamu dengan baik," ucap Tuan Kennedy.
" Rose, Zayn kemari sayang, ini saudara kalian!!" ucap Nyonya Felicia.
Mereka berdua mendekat. Rose masih diam dan menunduk sedih. Merasa kalau selama.jni yang mereka pedulikan hanyalah kakaknya yang hilang.
"Maafkan kami anak-anak ku, hiks hiks hiks... Semuanya salah kami membuat kalian bertiga menderita" ucap Tuan Kennedy.
Seketika mereka berdua menyadari kesalahan besar yang mereka lakukan terutama terhadap Zayn dan Rose .
Zayn dan Rose terkejut, mereka menatap kedua orang tua mereka.
" Pa, Ma kenapa begitu, ini hari bahagia, Laura ternyata saudariku yang hilang," ucap Zayn.
Keduanya mengangguk sambil menangis" benar sayang," Tuan Kennedy menepuk pucuk kepala Zayn.
" Tapi Papa merasa bersalah untuk kalian, beberapa saat lalu Papa sadar, yang selalu papa dan Mama pikirkan hanya tentang masa lalu, tentang saudari kalian tapi kami sampai melupakan kalian berdua terutama Rose Yang selalu ada di dekat kami, " Tuan Kennedy menatap mereka berdua sambil menangis.
Brukk...
Pria itu duduk berlutut di depan kedua anaknya yang tentu saja membuat semua orang terkejut.
" Papa minta maaf pada kalian bertiga, Papa dan Mama tak bisa memberikan arti keluarga yang sebenarnya pada kalian, kehilangan Laura, tak memberi perhatian pada kalian berdua bahkan saat Rose Lahir, kami bersalah nak... " Tuan Kennedy menangis pilu.
Nyonya Felicia pun sama, dia melepaskan pelukannya dari Laura dan duduk berlutut di depan mereka bertiga sambil menangis sesenggukan.
" Kami bukan orang tua yang baik, dosa kami tak bisa dimaafkan, kami membuat kalian bertiga menderita.," ucap mereka.
" Papa... Mama...Hiks hiks hiks...."
Tangis mereka semua pecah, takdir yang tidak bisa dilawan tetapi takdir juga memberikan berbagai rasa bagi kehidupan mereka.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen 🤗