Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
191 Season 2: Worst.


__ADS_3

"Keadaan mu semakin memburuk, jika terus dibiarkan kau bisa mati, kenapa kau tak kunjung berobat Bizael!??" suara lantang Zayn terdengar menggema di dalam ruangannya di rumah sakit di mana Bizael Beker.


Bizael duduk menunduk di hadapan pria itu, wajahnya pucat dan bibirnya membiru. Ujung ujung jarinya tampak ungu, memperlihatkan dengan jelas kalau pria itu tidak dalam keadaan baik baik saja.


"Saya baru mendapatkan diagnosisnya sebulan yang lalu dok, ada beberapa masalah yang terjadi, saya juga mengurus Andara, belum sempat untuk berobat," ucap Bizael.


Sebulan lalu dia mengalami masalah pernapasan serius, jantungnya hampir pecah dia mengalami kejadian paling buruk semasa hidupnya.


Dia di diagnosa mengalami kebocoran jantung yang menyebabkan nyeri di bagian dada dan tidak mengalir nya darah dengan baik.


Kondisinya semakin memburuk dan dia tidak melakukan pengobatan sama sekali.


Zayn yang merasa aneh dengan wajah Bizael yang pucat dan ujung jarinya yang membiru, membuat dia memaksa pria itu untuk bicara tentang keadaannya.


Dan betapa syoknya dia saat melihat hasil pemeriksaan Bizael dan sekarang bertambah parah. Katup jantungnya mengalami disfungsi, menyebabkan kinerja jantung terhambat, jika dibiarkan maka Bizael benar benar akan mati karena penyakit ini.


"Apa kau bodoh!!!' kesal Zayn. Dia berdiri sambil berkancah pinggang menatap Bizael.


"Kau tidak memikirkan Andara? kau mau mati begitu saja !? kau punya adik yang harus kau jaga Bizael, arrkhhh dasar dokter bodoh, kau benar benar tolol!" kesal Zayn.


Bizael hanya menunduk, dia menatap jari jarinya yang berubah warna, ada rasa sedih di hatinya, tetapi dia punya alasan mengapa tidak bisa melakukan pengobatan.


"Aku tidak punya uang untuk berobat, semua gajiku menjadi jaminan agar ayah dan ibu kami tidak mengambil Andara untuk mereka manfaatkan," jelas pria itu sambil menahan rasa sedih di hatinya.


Ayah dan Ibunya terus menghubungi Bizael, selalu mengancam akan membunuh Andara jika sampai dia tidak kirim semua gajinya pada mereka.


Sudah memiliki kehidupan sendiri, tetapi mereka masih tega mengusik anak anak yang mereka buang.


itu sebabnya, Bizael sangat menderita, dia menyimpan semua rahasia ini dari Andara, tidak mau membuat adiknya khawatir.


Semua pendapatan nya dia berikan pada ayah dan ibunya, hanya tersisa sedikit untuknya, itu pun untuk memenuhi kebutuhan sehari hari dirinya dengan Andara.


Zayn terdiam, tidak dia sangka kalau orangtua mereka yang dia dengar ceritanya kalah keduanya sangat jahat ternyata masih berani mengusik kehidupan mereka. Hampir sama seperti Obelia yang sampai akhir terus dimanfaatkan oleh keluarganya.


"Kenapa kau tidak bilang apa-apa!?? dasar bodoh!!!" kesal Zayn.


"Saya mohon dok, jangan beritahu Andara tentang masalah ini dia akan menolak pengobatan dan memilih untuk merawat saya, saya tidak bisa membiarkan adik saya seperti itu!!"pinta Bizael dengan memohon.


"Andara tidak boleh tahu, saya... saya akan berobat, tapi tolong jangan beritahu siapa pun tentang ini!!" ucap Bizael.

__ADS_1


Zayn menatap pria itu sambil memicingkan matanya. Dia tidak menyangka kalau kedua orangtua pria itu masih saja mengusik kehidupan Mereka.


Bizael berjuang dari ancaman dan tantangan akan berpisah dari Andara jika dia tidak memenuhi keinginan ayah dan ibunya. Setiap kali gajian dia harus menyetor tiga per empat gajinya pada mereka, dan sisanya untuk kebutuhan sehari-hari mereka.


Itu sebabnya, meskipun dia adalah seorang dokter, dia adalah dokter yang miskin dan tidak punya apa apa.


"Baiklah tidak akan ku beritahu," ucap Zayn.


Bizael bernafas lega, setidaknya Andara tidak akan tahu masalah ini.


"Tapi bagaimana kau akan menghadapinya sekarang!?" ucap Zayn seraya melirik ke arah pintu masuk di mana Andara berdiri, mencuri dengar pembicaraan mereka dalam diam.


Andara terlihat berusaha untuk tenang, dia menatap ke kanan dan kiri, bibirnya bergumam, rasanya sangat mengejutkan ketika mendengar kakaknya mengalami bocor jantung.


Bizael hanya bisa mengkonsumsi obat ala kadarnya, pereda nyeri dan beberapa oba jantung lainnya yang bisa dia beli.


"A.. Andara..." Bizael terkejut, dia tak menyangka akan ada Andara di sana, sedang berdiri bersama si kembar putra putri Kent dan juga Dani.


"Ka.. kakak.... sakit! dan kakak berbohong!! kakak berbohong!! kakak berbohong!! kakak berbohong, eohh.... bagaimana ini!? kakak sakit, juga berbohong!!!!"


"Kakak bilang tidak pernah bertemu ayah dan ibu lagi tapi kakak berbohong!! kakak juga tidak bilang penyakit kakak!! kakak jahat!! kakak jahat!! tidak!! tidak boleh begini, tidak boleh!!!"


"Andara tenang lah, tidak apa-apa, tenanglah!!" ucap Dani sambil menarik tangan Andara yang terus menghantam kepalanya.


pria itu gemetar, dia pusing, dia ingin menangis tapi tak bisa, dia ingin berteriak, dia kacau saat mendengar kakaknya, satu satunya keluarga yang dia punya sedang sakit dan malah diperas oleh ayah dan ibu yang meninggalkan mereka.


"Tidak!! tidak, kakak tidak boleh sakit!! bocor jantung dapat menyebabkan kematian, aku tidak mau kakak mati, tidak boleh.. ini berbahaya, tidak boleh!!!" Andara tak bisa menghentikan gerakannya, dia berputar-putar sambil memukuli kepalanya dan bergumam mengulang kata katanya.


Bizael menahan tangisannya, dadanya terasa sangat sakit, dia berdiri dengan wajahnya yang pucat.


"Andara lihat kakak!" panggil pria itu.


"Bintang Andara!!' teriak Bizael.


Andara terdiam dengan tangannya yang bergerak kikuk di udara.


""Ka..kakak bohong, kakak jahat, kakak sakit,!! Kakak bohong, bilang tidak tahu di mana orangtua kita, kakak bohong, kakak sakit!!"


Bizael mendekat ke adiknya dan menarik Andara dalam pelukannya.

__ADS_1


"Maafkan kakak, tenanglah, kakak akan berobat, kakak pasti akan sembuh.... maafkan kakak jadi kakak yang buruk untukmu, maafkan ka...


Bruk!!


"Bizael!!!"


Pria itu kehilangan kesadarannya dan terjatuh ke atas lantai. Sontak mereka semua panik.


"Kakak!! kakak bangun!! kakak bangun!! tidak boleh sakit!! bangun BANGUN BANGUN BIZAEL!!! BANGUN!!!?" Pekik Andara sambil menggoyangkan tubuh Bizael.


"Jangan Andara!" Zayn langsung mengambil alih, melakukan tindakan pertolongan pada Bizael yang tiba tiba terjatuh .


"Denyut jantungnya menurun drastis, ini sangat tidak normal, sudah separah apa penyakitnya!?" gumam Zayn.


Dani segera memanggil para medis untuk membantu.


Pria itu akhirnya dibawa ke ruang gawat darurat. Semua orang gempar, apalagi Andara mengalami gangguan panik hanya bisa berteriak dan berjalan ke sana kemari sambil memukuli kepalanya saat melihat keadaan saudara kembarnya tidak baik baik saja.


Dani terdiam membisu, menatap Andara yang begitu khawatir..Tak ada habisnya penderitaan pria itu, entah sampai kapan Andara terus diuji, semuanya terlihat sangat berat.


Si kembar Kent mendekati paman bintang mereka dan menggenggam tangan pria itu.


"Paman Bintang calm down, Paman Bizael pasti akan selamat, paman bisa merasakannya bukan!?" ucap Dira dengan suara lembutnya.


"Paman coba pegang dada paman, pasti paman bisa terhubung dengan paman Bizael karena kalian kembar, Laksamana juga begitu, saat Dira sakit, Laksa akan tahu saatnya Dira pasti akan sembuh, paman juga begitu!!" ucap Laksamana dengan tenang.


"Seper ini paman, "ucap mereka berdua memberi contoh, menepuk dada mereka sambil mengatur nafas.


Andara mengikuti gerakan mereka, menenangkan dirinya, dan merasakan hatinya.


"Bizael akan sembuh, Bizael pasti sembuh, Bizael tidak akan ke mana mana!!!" ucap Andara .


.


.


.


Like, vote dan komen

__ADS_1


__ADS_2