Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
136


__ADS_3

Dani dan saudara angkat seusianya langsung berlari menyambut kedua orangtuanya sambil menangis dan mengadukan perbuatan keji pengasuh mereka itu.


Mereka menangis dan merengek sampai membuat seisi rumah ribut dan menarik perhatian orang orang yang lewat. Bukannya kedua orangtuanya khawatir dan memperhatikan merkea, keduanya malah tersenyum lalu menarik mereka dengan wajah datar mereka yang menyeramkan.


Saat Itulah mereka sadar kalau penderitaan mereka belum berakhir. Saat mereka dibawa masuk ke dalam rumah, mereka dicampakkan dan langsung dipukuli dengan brutal oleh pengasuh dan kedua orangtua mereka.


Kekerasan fisik, merusak mental bahkan memperlakukan mereka lebih rendah dari kucing peliharaan mereka. Rambut para gadis dibotak, anak lelaki dicambuk berkali kali, mereka disiksa dan difoto berkali kali.


Tujuan mereka melakukan itu sangat jahat, mereka membuka donasi dengan mengarang cerita tentang anak anak merek yang diculik oleh kelompok tertentu, mereka membuat berita menyedihkan untuk mengumpulkan banyak urang.


Sejak awal tujuan mereka mengadopsi keenam anak itu adalah untuk mengekploitasi mereka dengan menggunakan konten konten yang mereka buat. Awalnya mereka menunjukkan kehidupan yang harmonis dan memposting video lucu tentang anak anak itu, prosesnya cukup lama, lalu setelahnya mereka mengungkapkan pada publik kalau anak anak mereka mengalami kekerasan dan hampir mati dnegan menunjukkan gambar gambar memar dan kepala botak mereka yang penuh luka pada publik.


banyak yang tergerak ,tak ada yang curiga, mereka mengirimkan banyak donasi untuk mereka tapi semua uang itu masuk ke kantong tiga manusia bejat yang berlaku tak senonoh di depan anak anak itu.


Dani dan ke lima anak itu disiksa terus menerus. Dikurung dalam box kecil, direndam dalam es bahkan beberapa kali di setrum.


Sampai usia Dani delapan tahun , dia dan saudaranya terus disiksa. Kejadian paling melekat di kepala gadis muda itu adalah saat dia dengan mata kepalanya sendiri melihat kakak yang beda usia 3 tahun dengannya di lecehkan oleh orang yang mereka anggap ayah.


“ tenanglah, kau hanya perlu mengikuti gerakan Ayah, selebihnya kau akan senang, tubuh dan usiamu berbanding terbalik, ayah jad.di tidak tahan,” kata demi kata itu jelas tercetak tebal di kepala Dani yang duduk berlutut dengan mata terbuka lebar berbaris dengan yang lainnya menyaksikan gadis muda di lecehkan dan dibuat kehilangan harga dirinya.


Sedang Ibu mereka malah merekam aksi bejat itu dan tertawa cekikikan dari dalam kamarnya.


Menangis pun tak berguna, bahkan Dani juga mengalami pelecehan yang sama. Tubuh mereka sakit tapi tak lagi ada air mata untuk menangisinya, mereka semua hidup bagaikan mayat hidup, hanya seonggok daging yang tak bernyawa tetapi dipakai untuk memuaskan keinginan para manusia bejat itu.


Anak lelaki dicabuli, mereka dipaksa menyentuh dada ibu dan pengasuh mereka, membiarkan mereka menyentuh tubuh wanita wanita yang haus akan kasih sayang itu.


Hancur!! kehidupan keenamnya

__ADS_1


itu hancur, dikurung di dalam rumah, disiksa selama tiga tahun.


Dani kala itu berbaring lemah di atas kasur tepat setelah sang ayah melakukan hal bejat itu pada dirinya, dia menatap datar dan dingin, wajahnya pucat, tubuhnya dingin hanya berlapis pakaian tipis, bibirnya pecah pecah bahkan sampai berdarah, mengangkat tangan pun dia tak sanggup lagi.


Dia menatap ke arah televisi, kelima saudaranya duduk lemas sambil tertidur di atas lantai yang dingin tanpa mengenakan busana. Mereka dibuat menonton pertunjukan mengerikan itu.


Dani kecil menatap televisi yang menayangkan serial film aksi bela diri, perang dan cara membunuh yang paling efektif. Dia menatap televisi itu, video yang diputar itu adalah film yang sering ditonton pengasuhnya.


Dia menatap benda itu, hingga berhari hari dia masih mengingat isi video itu.


Lalu suatu hari, kedua orangtua dan pengasuh mereka pergi dari rumah, Dani dan saudara- saudaranya seperti biasa dikurung di rumah yang lembab dan minim cahaya itu.


Dani memasang kaset dan memutar film yang dia lihat berhari hari yang lalu. Dia menatap benda kotak itu, menatap nya dengan serius seolah dia sedang belajar, berkali kali dia mengulang ulang video itu, cara memotong hewan, cara menyembelih kerbau, cara memisahkan bagian tubuh dan cara membuat racun. Dia menonton semuanya dan menghapal semuanya di kepalanya itu.


Hingga beberapa hari kemudian, ayah , Ibu dan pengasuhnya pulang dalam keadaan mabuk dimalam hari. Mereka berjalan sempoyongan dan masuk ke dalam rumah itu tanpa menanyakan kabar anak anak mereka yang tak makan dan minum dengan benar selama berhari hari mereka di luar.


Dani kecil menatap mereka dengan tatapan yang sangat dingin dan mengerikan. Anak seusianya yang seharusnya bermain dan belajar mengekplorasi hal hal baru justru mendapatkan perlakuan mengerikan dari ketiga manusia bejat di hadapan mereka itu.


Perut mereka kenyang akan uang yang mereka hasilkan dari hasil donasi yang bahkan masih berlanjut sampai sekarang. Sementara anak anak itu harus hidup dalam kelaparan, mereka memakan serangga apa saja yang lewat dan meminum air kencing mereka sendiri untuk bertahan hidup, mengerikan dan menyakitkan.


Karakter mereka berubah 180 derajat. Dani dan saudara saudaranya tumbuh menjadi anak yang tidak normal sama sekali.


Malam itu adalah malam yang sangat dingin, masih jelas teringat dalam otak Dani kalau bulan purnama bersinar sangat cerah di atas langit bahkan bintang bintang pun dnegan bebas bersinar di atas sana, sedangkan mereka harus hidup menderita dalam kegelapan yang tak ada akhirnya.


Malam itu Dani berjalan menuju dapur, menyediakan air minum untuk mereka. Air minum terakhir yang akan mereka rasakan untuk selama lamanya.


Dani mengisi gelas dengan air matang, tetapi dia mengambil jamur yang tumbuh di selokan pembuangan air dan menumbuknya sampai benar benar halus, mencampur jamur beracun itu ke dalam minuman dan menyajikan minuman itu di dekat mereka.

__ADS_1


Dani menatap mereka dengan tatapan dingin dan menunggu sampai ketiganya meminum minuman yang dia buat.


Bukan tanpa alasan Dani menggunakan jamur, dia telah membunuh sekor tikus menggunakan jamur itu, hasilnya menakjubkan, ketika tikus itu menenggak jamur tersebut, dia mulai lemas setelah beberapa jam, menggeliat seperti kepanasan dan akhirnya memuntahkan darah tanpa bisa mengeluarkan suara.


Dani menantikan reaksi itu, dia menaruh cukup banyak jamur dan benar saja, ketika jam menunjukkan pukul enam pagi, ketiga orang itu mulai merasakan efek racun dari jamur itu. Tubuh mereka lumpuh, perut mereka panas dan jantung mereka berdebar kencang.


Mereka hendak berteriak tapi tidak bisa bersuara, lumpuh dan mati rasa, mereka hanya bisa menggeliat sampai satu persatu orang itu memuntahkan darah dari mulut mereka masing-masing.


Dani berlari dari bawah meja sambil membawa pisau dapur dan..


Jleb... Jleb.. Jelb..


“ MATI... MATI... MATI...MAAATII!!!" pekik gadis itu sambil menusuk mereka berkali kali dengan pisau tajam itu. Dia menusuk ketiganya bergantian, sampai mereka benar benar kehilangan nyawa mereka, jantung mereka tercabik cabik dan darah merembes ke mana mana.


Anak anak menangis ketakutan, tetapi Dani tak menampakkan rasa takut maupun sedih, dia hanya mengikuti apa yang dia lihat dan insting liarnya tumbuh di tempat mengerikan itu.


“ Mati... kalian semau harus mati...”


“ Matiii!!" pekik Dani sambil menangis dengan tubuh dipenuhi keringat dingin.


“ Danieelle sadarlah..”


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen


__ADS_2