Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
39. Cantik!


__ADS_3

Setelah kejadian itu, Laura dibawa oleh Simon pulang ke rumah. Tak lupa semua barang yang sudah dibeli juga diantarkan ke rumah utama.


Siapa sangka mereka tiba setelah malam karena mereka mengisi perut dahulu sebelum pulang ke rumah.


Laura terlelap, dia bersandar di bahu Simon dan berhasil membuat pria dingin itu merangkulnya dan memastikan Laura nyaman di sana.


Simon menatap wajah Laura, pipinya masih merah karena ulah Vino tadi. Jelas kejadian tadi masih membuat Simon penasaran dengan sosok Laura yang sebenarnya.


Gadis itu terlelap dengan tenang, dengkuran halus dari bibirnya terdengar jelas di telinga Simon.


"Cantik!" batin Simon sambil menatap lekat wajah istrinya.


Tidak ingin dia membangunkan Laura dan mengganggu tidur perempuan itu. Menurutnya Laura sangat menggemaskan saat tidur seperti ini.


Setelah tiba, dengan berhati-hati Simon menggendong istrinya dan membawa Laura menuju ke kamar mereka.


Perhatian dari Simon membuat rekan-rekannya bahagia karena Simon mulai membuka hatinya secara perlahan.


"Tak kusangka dia adalah orang yang romantis!" ucap Zayn sambil menatap Simon dan Laura.


Diego menguap, dia sedang bersandar di bahu Zayn sambil menggaruk bokongnya yang terasa gatal, " Hoaaammm... aku ngantuk, angkat aku bang... ulalallaa....." Celetuk Diego sambil mencium jari jarinya sambil tertawa cengengesan di depan semua orang.


Plakkk...


" Diego bangsat!!" teriak Zayn, Sadrakh dan Hendry, orang yang menyaksikan itu dibuat syok dengan betapa joroknya manusia yang satu ini.


" Bwahahahhahaha.... wangi... harum semerbak Seperi bunga tai ayam bhahahhahaha....." Diego tertawa terbahak-bahak sambil mengangkat tangan bekas bokongnya dan melambai pada semua orang.


Aromanya sungguh luar biasa," Hai Sadrakh, muahhhh... " Celetuk Diego yang mabuk karena minum kebanyakan bir di restoran tadi.


" Diego kampret, kemari kau!!! " Kesal Sadrakh sambil mengikat leher Diego di bawah ketiaknya.


Kepala pria itu ditarik dan dia diseret ke arah kamar.


" awarrkhhhh huweeekkkk Sadrakh Bau Keteekkk...." teriak Diego meronta-ronta dalam cengkraman tangan Sadrakh.


Sementara dua semprul itu bergelut. Zayn Menato ke arah Simon yang menggendong Laura," Apa yang sebenarnya terjadi padaku?" gumam Zayn.


" Kenapa kau!?" tanya Hendry.


Zayn hanya menatap Hendry sambil menggelengkan kepala.Tak mungkin dia mengatakan pada mereka kalau dia tertarik dengan Laura, sama saja mengundang perang dunia ketiga.


"Bagaimana bisa aku bilang kalau aku punya perasaan aneh terhadap Laura, aku bisa digantung Singa liar itu!" batin Zayn.

__ADS_1


...****************...


Sementara itu, Simon membaringkan istrinya di atas kasur dengan lembut. Besok sampai beberapa hari ke depan dia tidak akan bersama Laura seperti saat ini karena urusan pekerjaan.


Membawa Laura mungkin akan membuat istrinya kelelahan, selain itu fokus Simon adalah pada pengkhianat, dia mungkin tidak akan memperhatikan Laura jika sudah berada di sana.


Simon menatap wajah cantik dan polos itu. Kaos oblong dan celana kulot sederhana jadi ciri khas pakaian Laura.


Warna cerah sangat cocok untuknya. Laura memang perempuan yang sederhana, penampilannya membuat orang menganggap remeh gadis itu.


" Dasar perempuan aneh, lihatlah pakaiannya yang dekil ini, kenapa tidak beli yang kau sukai, aku sudah memintamu memakai benda itu," oceh Simon sambil berbaring menyamping di dekat Laura dengan tangannya sebagai tumpuan kepalanya.


Pelan pelan tangannya yang berotot itu membelai lembut rambut Laura. Dia merasa tenang dan nyaman di samping Laura, senyumannya kembali dan hatinya mulai hangat terkena sinar mentari dan aura positif dari istrinya.


"Inikah yang kalian inginkan Papa, Mama, dia kah kebahagiaan yang kalian ucapkan itu?" gumam Simon sambil menatap Laura dengan senyan indah di wajahnya.


Laura kini memenuhi pikiran pria itu. Dia penasaran, dia ingin lebih dekat pada Laura.


Saat Simon asik menatap wajah itu tiba-tiba Laura terbangun.


"Hoaammmm.... apa kita sudah sampai??"gumam Laura.


Dengan cepat Simon bergulihg dan berubah dalam posisi duduk, jangan sampai Laura melihatnya senyum senyum sendiri saat menatap wajah gadis itu, mau ditaruh di mana muka Simon!?


Laura terperanjat, dia bangun dan menatap ruangan itu. Perempuan cantik itu sudah berada di dalam kamarnya sekarang.


"Ehhh maaf tuan, saya ketiduran," ucap Laura.


"Sana bersihkan dirimu, besok aku akan ke New York, kau tinggal di sini bersama yang lain, ingat jangan melukai dirimu seperti hari ini, berhati-hati lah jangan membuatku repot!" ucap Simon.


"Baik tuan, ta...tapi...."Laura menatap Simon sambil mengulum bibirnya.


" Ada apa? katakan!" ucap Simon sambil duduk di sofa dan menatap Laura.


"Apa tuan masih marah?" tanya gadis itu dengan nada takut, dia mencengkram seprai dan menatap Simon dengan tatapan ragu.


Melihat wajah Simon yang kaku berbanding terbalik dengan perhatiannya yang lembut membuat Laura bingung.


"Tidak, tapi jangan lakukan hal yang membuatmu terluka!" ucap Simon yang langsung dibalas anggukan kepala oleh Laura.


"Baiklah!!" seru Laura dengan ceria.


Perubahan emosinya sangat cepat, bahkan Simon sampai terkejut melihat Laura.

__ADS_1


"Emm... tuan, saya mau minta ijin, apa boleh saya bekerja? saya tidak akan keluar rumah sembarangan, pekerjaan rumah juga akan saya kerjakan, saya hanya ingin menjahit dan membuat pakaian lalu menjualnya secara online di lapak jualan online yang sudah saya buka, saya janji tidak akan keluar rumah, saya juga akan membersihkan rumah, masak dan melakukan semuanya!!" ucap Laura dengan penuh semangat.


"Bo... Bolehkah?"


Laura tampak ragu, sedangkan Simon hanya diam saja setelah mendengar ocehan gadis itu. Suasana hening sejenak.


"Hmm... baiklah, untuk pekerjaan rumah aku tidak mengijinkanmu selain memasak, jangan sampai kejadian seperti di mansion terjadi! jangan terluka, itu perintahku!" ucap Simon dengan tegas.


" Siap tuan!!" seru Laura sambil memberi hormat dengan senyuman merekah di wajah gadis itu.


"Dasar jelek!" ejek Simon," sana bersihkan dirimu!" ucapnya lagi sambil beranjak menuju meja kerjanya padahal jantungnya sudah berdebar tak karuan melihat senyuman manis di wajah Laura, membuatnya salah tingkah dan lagi lagi semburat merah di pipinya muncul begitu saja.


"Sial, dia berbahaya untuk kesehatan jantung, terlalu menggemaskan!!!' batin Simon.


Laura tersenyum, dia melompat dari kasur dan berjingkrak riang gembira di dalam kamar itu .


" Yeyeyeye.... bisa kerja wohooo... besok langsung buka toko yes yes yes..... yeyeyeye... ini menyenangkan!!!!" Laura menari nari kegirangan, membuat Simon tertawa sembunyi sembunyi sambil melirik istrinya yang berhasil membuat getaran di hati Simon menggebu-gebu.


Laura membersihkan dirinya. Namun melihat walk in closet yang kini penuh dengan pakaian membuat wajah Laura syok, bagaiman bisa seisi mall yang dia lihat siang tadi kini sudah berpindah tempat di kamar mereka!?


" Ya ampun , Tuan... tuan kenapa semua pakaian itu ada di dalam!?? sepatu juga,atas dan semuanya, siapa yang susun!? pelayan pasti salah susun, kenapa dimasukkan ke sini!??" Laura berlari dengan wajah syok sambil menghampiri Simon.


"Itu untukmu, pakailah sesukamu, jangan sampai ada satu pun yang tidak kau pakai, semuanya milikmu!' ucap Simon.


" Tapi tuan saya mana ada uang..." ucap Laura.


" Ayolah Laura..." Simon berdiri lalu menghampiri Laura dan memegang bahu gadis itu sambil menatapnya dengan sedikit membungkuk," Apa kau tidak tau isi kartu ini!??" tanya Simon seraya mengangkat kartu hitam miliknya.


"Emm aku tidak tau nominalnya," jawab Laura.


" ini unlimited Laura, tidak terbatas, kau bebas memakainya, itu masih pengeluaran kecil!" ucap Simon.


" Hah!?? kenapa dikasih ke saya pak!?? saya jadi punya utang dong, balikin saja pak saya gak mau!!!" ucap Laura.


Peletak!!


" Dasar bodoh, kau mau terus diejek di luar sana, berubah lah Laura, kini kau sudah bebas tunjukkan dirimu yang sebenarnya seperti siang tadi, itu akan lebih baik bagimu dan kesehatan mentalmu, kau paham!??" tanya Simon.


"Ba..baiklah tuan, tapi anda mencengkram saya terlalu kuat, ini sedikit sakit.mm" ucap Laura .


"Ahh maaf.. habisnya kau... ekhmm kau cantik!" puji Simon .


Laura terdiam membatu mendengar pujian dari Simon, sedangkan pria itu berjalan dengan cepat dan kabur dari sana menuju ruang kerjanya yang terhubung dengan kamar Simon.

__ADS_1


"Tu..tuan anda....


__ADS_2