Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
141


__ADS_3

Dani dan Lanang mengecoh perhatian kedua orang itu sampai anak buah mereka berhasil menutup jalan dan mengepung mereka di sana.


Kejutan besar akan ditunjukkan pada nyonya Yanti yang jahat dan gila harta.


Yura, dibawa dan diikat di tengah tengah halaman rumah itu. Mereka berjejer di sana sambil menatap rumah itu menunggu kedatangan Dani dan Lanang.


Sementara itu, tanpa sepengetahuan kedua orang jahat itu, Alesha telah menyelinap keluar dari rumah itu tanpa ketahuan.


Tubuhnya yang kecil dia gunakan untuk melompat dan menyelinap keluar setelah dia berhasil membuka pintu gudang.


Dani dan Lanang telah diberitahukan tentang persiapan yang sudah matang, sebenarnya Dani sengaja melakukan ini, untuk mengecoh mereka agar tidak panik dan malah membahayakan Alesha.


Saat nyonya Yanti tengah berbicara sedangkan mantan suaminya tengah berdiri mendengar mereka di sana, Lanang dan Dani berdiri sambil mengeluarkan pistol dari dalam kantong mereka.


"Katakan.." ucap Dani tiba-tiba sambil menodongkan pistol itu ke kepala nyonya Yanti.


Nyonya Yanti dan tuan Riko terbelalak sempurna saat melihat keduanya membawa senjata api.


"Apa yang kalian lakukan!!!" pekik Nyonya Yanti terkejut.


Dani hanya menyeringai,"aku ingin mencabik cantik tubuhmu dan memberikannya ke hiu besar peliharaan ku, dia pasti akan kenyang makan daging tebalmu itu!!" ucap Dani .


"Yang benar saja, Apa apaan ini Yanti!!!" teriak tuan Riko tak percaya. Keduanya terdiam membatu, Dani dan Lanang sudah sangat siap untuk menghajar mereka.


"Katakan di mana anak itu!?' tanya Dani sambil menarik kepala wanita itu dan mencengkram nya dengan kuat.


" KA.TA.KAN!" ucap Dani mendekatkan kata-katanya.


"Si..sialan, sialan kalian, dasar Obelia kurang ajar, ini semua pasti ulahmu kan bangsa arrkhhhh..."


Nyonya Yanti memekik histeri, dia dan tuan Riko terlalu bodoh sampai tidak sadar kalau mereka sudah dibodohi dan terjebak dalam perangkap Dani.


"Tak perlu kau katakan pun, aku akan menemukannya!" Ucap Dani sambil menaruh pistol itu di paha nyonya Yanti.


Dia menatap wajah wanita itu, menyeringai sambil tertawa sinis seolah mengatakan bahwa ajal nyonya Yanti sudah dekat.


"Kau tidak boleh melarikan diri!" ucap Dani sambil menarik pelatuk pistol itu dan...


Crakkhhh...


"Arrkhhhh kaki ku!!!!" pekik nyonya Yanti saat merasakan bijih besi itu menerobos pahanya yang tebal. Darahnya menetes dari luka itu, dan dia langsung terjatuh ke atas lantai.


Tuan Riko Panik, dia berlari ke arah lantai dua hendak menemukan gadis kecil itu.


" Sialan, tak akan ku biarkan kalian merusak rencana ku!!" ucap Tuan Riko.


Dia berlari sekencang-kencangnya, Lambang hanya berjalan dengan santai sambil mengikutinya menaiki tangga.


"Urus dia!" ucap Dani yang dianggukkan oleh Lanang.


Dani menarik kepala nyonya Yanti," Ahhh ini sangat berat," ketus Dani sambil membuka kardigan tebalnya dan...


Crakk!

__ADS_1


Dia merobek pengait buntalan itu sampai terlepas dari perutnya.


"Hufftt, jadi Ibu hamil ternyata sangat berat, " ucap Dani sambil bernafas Legas setelah melepas kardigan tebal dan buntalan bisa di perutnya itu.


Dia tampak memulai dengan crop top hitam dan celana jeans hitam yang dia kenakan.


"Kau tidak ha..hamil!??"


"Aku bahkan belum bercocok tanam, bagaimana bisa hamil, dasar gila!" ejek Dani .


"Aku punya kejutan untukmu heheheh.. "Dani tertawa seperti nenek sihir. Tanpa basa basi dia menarik kepala wanita itu dan menyeretnya dengan tenaganya yang sangat kuat.


Tubuh mungil itu memiliki tenaga lima orang pria, sungguh ajaib memang gadis tengik dan bar bar yang satu ini.


Nyonya Yanti sama sekali tidak bisa melawan, semakin dia bergerak, maka semakin brutal Dani memperlakukan dia.


"Sakit!!! sakit sekali sialan, lepaskan aku!!!" pekik nyonya Yanti histeris.


Dani tidak peduli, dia hanya berjalan saja dan menyeret wanita itu sampai mereka tiba di halaman rumah yang cukup luas itu.


"Lihat lah ada hadiah untukmu," ucap Dani sambil memutar paksa kepala wanita itu agar dia melihat hadiah apa yang Dani berikan padanya.


"Mami!!!" pekik Yura tepat setelah pengikat mulutnya di lepas.


nyonya Yanti terbelalak," Yu..Yura, anak Mami, apa yang kalian lakukan pada putriku!!!" pekiknya lagi sambil menangis melihat kondisi putrinya yang sudah babak belur di tangan Dani.


Wajah gadis itu terluka, kulitnya yang mulus dan cantik kini lebam dan terluka.


"Apa yang kau lakukan sialan!!!" pekik nyonya Yanti.


"Tidak!! sialan kalian sialan kalian semua!!!"


Sementara itu, Lanang terus mengejar Tuan Riko, pria yang dia kejar Iyus angkat panik dan tampak ketakutan.


" Sialan, aku harus menemukan anak itu!!" kesal tuan Riko


Dia mendapati gudang yang ditempati oleh alesha telah kosong dan Gadis itu lepas dari ikatan .


Entah ke mana perginya gadis kecil itu tetapi Tuan Riko saat ini sangat panik karena tidak menemukan sandera untuk membuat Lanang menyerah mengejarnya.


"kau sudah terjebak!"


"sekarang katakan di mana keberadaan gadis itu!" tegas Lanang sambil mengarahkan pistolnya ke arah kepala Tuan Riko.


Tuan Riko menghadapi jalan buntu dia tersudutkan.


"Ku..kumohon, jangan bunuh aku Aku adalah ayahnya Obelia!! Dia akan marah jika kau melukai ku!!" teriak tuan Riko .


Lanang hanya tersenyum menyeringai," Marah? justru dia akan marah kalau aku membiarkan mu hidup!!!' ucap Lanang sambil mengarahkan pistolnya ke arah kaki pria itu dan...


duar!!!


Sekali lagi, tembakan biji besi itu melesat dan menembus paha tuan Riko. Dalam sekejap dia dilumpuhkan lelah psikopat di hadapannya.

__ADS_1


"Siapa sebenarnya kalian!?? arkhh sialan... benar benar sial!!" umpat tuan Riko.


Lanang mengubungi Dani," Alesha melarikan diri, sisir seluruh area, dia mungkin berada di sekitar lokasi ini!" ucap Lanang.


Begitu informasi ini diberitahukan, Dani memerintahkan anggota nya untuk mencari keberadaan Alesha.


Mereka mulai melakukan pencarian, takut jika sampai gadis itu terluka.


Nyonya Yanti diikat di tengah lapangan, sedangkan Yura dalam keadaan yang sama dengan dia.


"Mai bagaimana ini!??" bisik Yura.


"Mau bagaimana lagi, anak itu lepas maka tak seorang pun dari orang-orang ini yang bisa memilikinya, seharusnya dia jadi sumber uang yang besar tapi malah melarikan diri," ucap Nyonya Yanti dengan senyuman licik di wajahnya.


"Apa Kakak akan melakukannya?' bisik Yura.


Nyonya Yanti mengangguk, mereka sudah merencanakan sesuatu untuk membuat Obelia benar benar hancur.


"Obelia akan menyesal telah mencoba bermain main dengan ku!" ucap wanita itu sambil tersenyum licik.


Di saat yang sama Sadrakh, Diego dan Simon telah tiba, mereka langsung mengikuti anak buah yang lain menyisir area itu.


Tak jauh di belakang mereka, Obelia telah tiba dengan mengemudikan mobilnya sendiri.


Dia tampak konsentrasi, perutnya dia ikat dengan kain panjang, dan dia mengenakan jaket tebal.


"Nak, bertahanlah, Ibu akan memperjuangkan kalian berdua, kita harus menyelamatkan kakakmu dari orang-orang jahat itu!!!" Gumam Obelia sambil menepuk perutnya dengan penuh percaya diri.


Dia kenal betul dengan orang-orang itu, dia tahu isi kepalanya, jika dia tidak datang, keselamatan putrinya akan menjadi taruhannya.


Obelia mengubungi Sadrakh," Sayang, aku ada di luar, aku akan menemukan putri kita!!" ucapnya penuh tekad.


Di saat yang sama, kedua netranya menemukan Alesha yang menyelinap keluar dari balik semak-semak. Berjalan terseok Seok dengan tubuh penuh luka.


Obelia menarik nafas panjang, di saat yang sama sebuah mobil dari arah depan Alesha melaju dengan kencang ke arah gadis kecil itu.


"Anak anak Mommy bertahanlah nak!!!" teriak nya sambil menginjak gas dan menerjang mobil yang hendak menabrak putrinya itu.


"Aku tidak akan membiarkan siapa pun melukai putriku, anakku bertahanlah, kau kuat, karena ibumu juga kuat, kita akan menyelamatkan kakakmu!!!"


Mobil hitam di depan sana melaju begitu kencang ke arah Alesha yang berjalan tertatih, tapi jangan sebut Obelia ibu super jika dia tidak bisa melindungi putrinya.


"Mati kau bangsat!!!!" pekik Obelia mempercepat laju mobilnya hingga...


Brakhhh!!!!


Suara benturan kendaraan terdengar menggelegar di area perumahan itu. Obelia menabrak mobil itu dan mendorongnya sampai terdesak ke pohon besar .


"Mommy!!!!"


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2