Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
88. Sadrakh


__ADS_3

Pagi hari yang indah bertemankan kicau burung dan lantunan nyanyian alam mengawali hari dan episode baru bagi hidup Laura dan Simon juga orang-orang di sekitar mereka.


Dua insan yang indah itu tengah berpelukan mesra di bawah kain tebal sambil berbincang dan saling menghangatkan satu sama lain setelah permainan indah yang baru pertama kali mereka rasakan.


Simon mengusap lembut lengan istrinya, dia dan Laura sama-sama polos karena permainannya juga baru selesai.


Simon malah jadi kecanduan dengan Laura, sedang Laura dia buat menikmati dan nyaman dalam buaiannya.


"Sayang, bagaimana kalau aku tidak bisa hamil, " tiba-tiba pertanyaan itu terlontar dari bibir Laura.


Mendengar hal tersebut membuat Simon menatap istrinya dengan dalam" sayang, aku memang sangat menginginkan seorang anak darimu tapi bukan berarti aku memaksakan takdir. Kita hanya bisa berusaha, sisanya biarkan Tuhan yang mengatur, ada atau tidak ada anak bukan masalah besar selama kau selalu ada di sampingku, itu saja," ucap Simon.


Laura tersenyum, "ahhh justru karena begini aku sangat ingin punya seorang anak, aku ingin melihatmu menjadi ayah yang hebat, " ujar perempuan itu.


"Kalau begitu ini kode keras supaya kita semakin rajin bikin adonannya, pagi siang malam sampai jadi!!" Seru Simon dengan penuh semangat


" Hahahhaha...kamu pikir bikin kue, pakai adonan segala, pagi siang malam ya? Hahaha sudah seperti makan obat saja, tapi aku setuju!" Bisik Laura sambil mengedipkan sebelah matanya.


Keduanya tertawa bersama, awal yang sangat menyenangkan bagi hidup mereka.


"Sayang kita harus ke kantor, ingat jadwal mu, " ucap Laura mengingatkan jadwal sibuk Simon.


"Ahh sial, padahal aku ingin terus berduaan denganmu, kenapa harus ke kantor sih!" Ketus pria itu.


Laura tertawa geli mendengar keluhan suaminya. Tetapi Simon jelas sadar jadwalnya sangat padat dan sibuk belakangan ini.


“ Huhhhh... aku mau pergi tapi bagaimana denganmu, pasti ini masih sakit kan sayang?” bisik Simon seraya mengusap pinggang istrinya yang habis dia gembleng semalam suntuk.


Pipi Laura bersemu merah,” memang masih sakit, aku akan tinggal di rumah dulu, rasanya sedikit tidak nyaman.” Ucap Laura dengan wajah malu malu.


Simon tersenyum,” sakit tapi enak kan hahaha.. “ goda Simon seraya memeluk Laura dan menggenggam bola bulat lembut milik Laura dengan gemas.


“ Sayang... kamu ihhh dasar mesum...


“ Ihhh kenapa ihhh hahahaa... habisnya gemesin...” celetuk simon.


Laura tertawa, pria itu selalu membuatnya merasa tenang dan nyaman. Simon akhirnya bangkit berdiri, tentu saja tanpa pakaian sehelai benang pun.


“ Simon ituuuu ... pakai celanamu..” teriak Laura sambil menutup kedua matanya.


Simon tertawa,” hahahhaa apa sih sayang, toh sudah kamu lihat juga semua, kenapa malu malu sih...” Simon mendekat dan mengangkat tubuh istrinya lalu membawa Laura menuju kamar mandi,” kita mandi dulu, setelah itu makan pagi lalu aku berangkat ke kantor, nanti aku akan pulang cepat,” ucap Simon.


“ Baiklah suamiku yang manis..” ucap Laura .

__ADS_1


Mereka berdua menikmati mandi bersama untuk kali pertama setelah sekian lama. Simon menggosok punggung istrinya demikian dengan Laura melakukan hal yang sama pada Simon. Setelah bersih, Simon memasang pakaian istrinya, mengolesi pelembab dan mengeringkan istrinya dengan kedua tangannya sendiri.


Semua perempuan pasti akan iri dnegan keberuntungan Laura dalam rumah tangga.


Simon menjadikannya ratu setiap hari dan membuatnya merasa bahagia dengan kehidupannya.


Sementara mereka berdua menikmati kehidupan rumah tangga mereka, di sisi lain Sadrakh sedang melamun di halaman rumah keluarga Kent sambil menatap kosong ke sembarang arah memikirkan apa yang harus dia lakukan untuk mendapatkan Alesha kembali dalam pelukannya.


“ Obelia, dia adalah intinya, aku harus mengajak perempuan licik itu untuk bicara, aku yakin dia yang menghasut Alesha untuk memisahkan aku dari putriku, sejak bergaul dengannya Alesha sama sekali tidak mau bersamaku,” kesal pria itu.


Tampaknya ada yang salah dengan otak duda satu anak ini.. dia malah marah pada Obelia atas kesalahan yang dia buat sendiri.


Di saat yang sama, Obelia baru tiba dari pasar , dia meninggalkan Alesha yang masih tidur untuk berbelanja kebutuhan gadis kecil itu dengan tangannya sendiri. Dia menenteng beberapa kantong belanja bersama pak Malik yang ikut bersamanya untuk membeli kebutuhan harian rumah.


Sadrakh menatap sinis ke arah Oeblia, pria itu berdiri lalu tiba tiba menarik tangan Oeblia dnegan paksa sampai barang barang di tangan Obelia terjatuh, dia menarik Obelia menuju mobilnya,” ikut aku” ucapnya dnegan nada kasar .


Sungguh aneh memang pria ini, bukannya tobat untuk mendapatkan hati putrinya dia malah menyakiti orang lain atas kesalahannya sendiri.


“Tuan ada apa?” teriak Obelia sambil menarik paksa tangannya dari Sadrakh dan terlepas dnegan mudah.


“ mau Anda bawa ke mana saya?” kesal Oeblia sambil berjalan menjauh dari Sadrakh, tak senang dan benci pada Sadrakh yang punya sifat kurang ajar itu.


“ Ikut aku, ada yang mau kubicarakan tentang Alesha,” Sadrakh kembali mendekati Oeblia tetapi gadis itu buru-buru menjauh dari dia dan langsung berlindung di belakang Simon yang baru saja keluar hendak berangkat ke kantor.


“ Ada apa? Kenapa kau ketakutan?” tanya Simon heran.


“ tuan Sadrakh tadi menarik saya dengan paksa, dia mau membawa saya ke mobilnya,” ujar Obelia.


Simon terhenyak, benar ucapan dan feeling istrinya, Sadrkah akan melakukan hal gila termasuk menekan dan membuat Obelia merasa tak nyaman.


“ Apa yang kau lakukan Sadrakh?” teriak Simon.


Sadrakh menatap Simon dnegan tatapan kesal,” tak usah ikut campur, ini urusanku dnegan perempuan sialan itu, beraninya dia menghasut putriku sampai Alesha membenciku..” teriak Sadrakh yang hendak menghampiri Obelia tetapi kaki Simon tak segan langsung menendang sepupunya yang bodoh itu.


“ Sadarkah dirimu bangsat.....” geram Simon setelah menendang Sadrakh sampai pria itu terjatuh ke tanah begitu saja.


Namun Sadrakh bukan orang yang m sudah menyerah, ria berdiri lagi dan mendorong balik simon hingga tangan kekar Sadrakh menarik lengan Obelia dnegan sangat kasar.


“ Kemari kau , aku mau bicara...” kesal Sadrakh.


“ Akhhh tuan lepaskan ini sakit..” teriak Obelia sambil memberontak berusaha melepaskan diri dari Sadrakh yang menggila.


“ Sadrakh... kau benar benar gila... jika terus begini kau sama sekali tidak akan bisa dekat dengan putrimu, apa kau sadar itu?” ucap simon kesal.

__ADS_1


“ Diam kau, bukan urusanmu, ini masalah keluargaku, Alesha adalah putriku dan pelayan rendahan ini tidak pantas menjaganya... gara gara dia Alesha menjauhiku... gara gara dia Alesha jadi benci padaku, dia ini hanya seorang pelayan tapi...


Plakkkk..


Sebuah tamparan telak mendarat di wajah Sadrakh. Obelia dengan berani menampar wajah pria bodoh itu. Sambil menahan tangis, Obelia menatap tajam ke arah Sadrakh.


“ Jika Anda ingin Alesha maka akan saya berikan, tapi jangan sakiti dia, setelah itu saya tidak akan mengganggu nona Alesha lagi, asal Anda bisa menjanjikan hal itu!!" ucap Obelia .


Rasanya, air mata Obelia tak lagi terbendung. Akhirnya bendungan itu tak kuat menahan genangan air mata. Obelia menangis menatap Sadrakh,” asal Anda benar-benar memperhatikan dia, mengasihi dan memberikan waktu Anda untuk dia, maka saya tidak akan ikut campur lagi pada kehidupan nona, untuk masalah panggilan nona, saya juga akan melarangnya mengatakan hal itu, selama Anda bisa berjanji, kalau kebahagiaan nona adalah prioritas Anda tua.” Ucap Obelia dnegan tegas.


Dada Sadrakh terasa sesak. Dia terdiam dan terhenyak melihat Oeblia yang mengatakan hal itu dengan penuh ketulusan. Tak dilihatnya barang setitik pun maksud lain dalam ucapan dan tatapan mata gadis itu.


Tangan Sadrakh bergetar ,” aku akan melakukannya, aku tentu akan mengurus anakku sendiri,” ucap Sadrakh sambil melepaskan tangan Obelia.


“ Dan kau jangan pernah mendekati Oeblia, barang sedetik pun..” ucap sadrakh.


Ctaarkkk


Bak terkena cambukan, Jantung Obelia bergemuruh. Dia terlanjur sayang dan menganggap Alesha sebagai putrinya sendiri. Dan untuk Alesha entah bagaimana nanti hidup gadis yang sangat menyayangi Obelia itu setelah di pisah dari dirinya.


Obelia menelan kuat kuat tangisannya, dia mengangguk sambil menunduk,” saya berjanji,” ucapnya smabil menjauh dari Sadrakh.


Simon menghela nafas kesal, namun seketika dia terdiam saat melihat Alesha berdiri di teras sambil menatap dingin ke arah Sadrakh.


Gadis kecil itu diam tanpa ekspresi, dia seolah kehilangan jiwanya setelah menyaksikan apa yang Sadrakh lakukan pada Obelia dan apa yang Sadrakh katakan pada ibunya.


“ Gara gara Lecha... Mommy jadi bersedih.... semua gara gara Lecha.... hiks hiks hiks... Tapi Lecha gak mau kehilangan Mommy, tapi kalau Mommy sama Lecha, Daddy pasti akan marah... bagaimana ini... LEcha nggak mau pisah dari Mommy....” Alesha menangis dalam diam.


“ Alesha...” Simon langsung menghampiri gadis kecil itu. Jelas di mata simon, kalau Alesha sedang syok.


“ berikan dia padaku,, aku akan membawanya ke rumah kami..” ucap Sadrakh yang langsung merebut alesha dnegan kasar.


“ Sadrakh kau..


“ Dia anakku dan kalian atau siapapun tidak berhak ikut campur..” tegas Simon sambil membawa Alesha dari tempat itu meninggalkan rumah keluarga Kent begitu saja.


“ Sadrakh bangsat... awas kau membuat Alesha hancur...” geram Simon.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen


__ADS_2