Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
154 Season 2 : Mistyc bar


__ADS_3

Mistyc bar tampak sangat normal, melakukan kegiatan sebagaimana biasanya. Bahkan Ferdi boss di tempat itu tengah menikmati belaian teman ranjangnya yang sedang mempermainkan dia dengan pengaruh alkohol di tubuhnya.


Kedua tangannya diikat dengan rantai ke bagian kepala tempat tidur, dia ditelanjangi dan yang tersisa hanya boxer hitamnya.


"Hahaha kau sedang apa? ayolah cepat, aku sudah sangat tegang!!" ucap Ferdi meracau sambil menatap perempuan bertubuh tinggi dengan wajah ayu itu.


Berambut merah dengan gaun panjang menutupi tubuhnya.


"Aku sedang menyiapkan permainan panas kita," ucapnya sambil mengedipkan sebelah matanya. Dia mengusap rahang Ferdi yang berbaring di atas tempat tidur.


Dia mengambil penutup mata, memasangkan di kepala pria itu, kalau dia ambil sebuah kantong kain berwarna hitam dan dia tutup kepala pria itu dengan kain.


"Hohoho aku semakin tidak sabar, apakah ini seperti film barat yang panas itu!??" ucap Ferdi.


"Imajinasikan sesuka hatimu tuan," bisik nya sambil meletakkan dasi di atas dada pria itu dan menggerakkannya seolah sedang menggoda pria itu.


"Uhhhh hahahah ini menegangkan, aku suka, aku suka!!!!" seru pria itu sambil tertawa.


Tanpa dia sadari, kaki dan tangannya sudah diikat dengan rantai, perempuan itu tersenyum jijik,"Menjijikkan!!!" umpatnya dalam hati sambil menatap tangannya sendiri.


"Awas kau nanti Dani!!!" geramnya sambil menarik rambut merahnya dan...


Jreng!!!


Tampaklah pria berwajah cantik salah satu anggota markas bawah tanah. Wajahnya yang cantik mampu menipu semua orang sampai tidak sadar kalau gadis berkulit seputih tahu dan bertubuh tinggi itu memiliki antena menggantung di bawah sana.


Hacccohhh!!!


"Sniffhh.. sniffhhh"


Dani yang sedang berdiri di depan Mistyc bar tiba tiba bersin dan hidungnya gatal sampai memerah.


"Haishhh sial, aku tahu kau benci ini Kevin, tapi jangan membicarakan ku di sana, dasar sialan!" Dani mengumpat, dengan seragam Laundry Happy dia memasuki tempat itu sambil membawa keranjang kain.


Dani berjalan masuk sambil menatap tempat itu. Dari penampilannya dia hanya terlihat seperti gadis muda yang baru tamat kuliah sedang menjalani kerasnya hidup. Tempat itu tanpa sadar sejak sebulan lalu selalu memakai jasa Laundry Happy dan ternyata mereka malah menjadi target misi berikutnya dari toko laundry ini.


Dani berjalan memasuki ruangan sambil mendengus kesal karena bau alkohol dan rokok yang sangat kuat di dalam bar itu. Dani beberapa kali berdecak kesal, melihat seragam yang dia pakai, pengawal memberikan dia ijin masuk dan membawakan pakaian pegawai bar yang sudah selesai di laundry.


" Wahh si Lanang pintar cari langganannya, selain dapat duit dari laundry dapat duit juga dari kasus hihihih... menang banyak ini mah," celetuk Dani sambil tertawa memasuki tempat itu.


Tentu saja dengan penampilannya itu banyak yang menggoda dan menggangu dia, tapi tak ada yang berani menyentuhnya hanya dengan melihat tatapan tajamnya itu.


Di mana tempatnya?" tanya gadis itu dengan nada ketus.


" Masuk dari pintu di bawah tangga itu, jangan masuk ke ruangan lain, ingat pintu staff di bawah tangga, ini bayaranmu," ucap pegawai bar itu sambil memberikan upah Laundry sesuai pesanan.

__ADS_1


" baiklah," ucap Dani menerima uang itu. Gadis itu sangat menyukai uang tentunya. Dia masuk ke dalam dan meletakkan keranjang pakaian di sana, tak ada pegawai di sana karena semuanya sedang bekerja sesuai jam kerja mereka.


" Asshaa... baiklah, tugas laundry selesai, kita dapat uang dan sekarang saatnya untuk mendapatkan uang yang lebih banyak," ucapnya sambil melepaskan jaket laundry nya dan melipatnya dengan rapi.


kaos hitam crop top dengan celana panjang hitam, outfit kegemaran Dani karena terasa ringan dan tidak panas. Dia meregangkan tubuhnya dan siap untuk melanjutkan misi mereka.


Dani keluar dari ruangan itu dengan membawa pisau sepanjang dua jengkal orang dewasa.


"Arrkhhh dia bawa pisau..." teriak orang orang yang panik saat melihat pisau panjang nan tajam yang ada di tangan gadis misterius bermasker itu.


Dani menyeringai, dia berlari menuju lantai dua, membuat keberadaannya diketahui adalah hal yang sangat dia sukai.


Semua orang panik, anak buah Ferdi ikut panik.


"Boss Jack, ada penyusup." teriak anak buah pria itu panik.


Jack terkesiap, sontak dia bangkit dari tempat duduknya dan menatap ke arah tangga lantai dua di mana gadis itu berada.


"Tunggu apa lagi kejar dia bangsat," kesal Jack.


anak buahnya langsung berlari mengejar Dani. jack juga turut serta mengejar gadis itu.


Dani menaiki tangga, dia memutar mutar belatinya dengan begitu santai seolah tak ada yang mengancam nyawanya di sana. Tentu saja tidak ada, malah dia yang membuat nyawa orang orang itu terancam.


" Siapa kau?" jack berdiri di depan Dani, dia melewati tangga dari sisi lain dan mencegat gadis itu di sana.


mata Jack dan beberapa anak buah yang kenal dengan dia membulat sempurna.


" ka.. kau sialan.. beraninya kau!!" geram Jack mengamuk.


Dani tersenyum menyeringai," aku datang, kau tak perlu jauh jauh menculik Andara dan Pak Alvin, kau mau menyentuh mereka hmm?" Dani mendekati pria itu dan..


Jleb...


Tanpa aba-aba dia menusuk paha Jack yang dia tusuk semalam.


" arrkhhh sialan... bagaimana bisa kau melakukannya semudah itu .. sialan kau, serang dia!!" pekik Jack.


Tepat sebelum mereka menyerang,beberapa orang dari pelanggan berbaris dan menahan mereka .


" ka.. kalian!?


Mereka adalah anak buah Dani yang dikirim oleh Lanang terlebih dahulu untuk memata matai bar itu, mereka bahkan sudah ada disana sejak Pak Alvin mendatangani kontrak..


" Bagiamana, apa kau masih ingin melawan?" tanya Dani memiringkan kepalanya.

__ADS_1


" Sialan, serang mereka!!" teriak Jack.


Pertempuran tak terelakkan, anak buah Jack dan anak buah markas bawah tanah berperang satu sama lain. Dani meninggalkan peperangan dan berlari menuju ruangan di mana Ferdi berada.


" hah sialan, Kevin kau di mana?" suara Dani terdengar memenuhi ruangan itu.


Matanya menatap nanar tempat tidur yang kosong, padahal seharusnya ada Ferdi di sana.


" Ahhh jadi kau... kau yang membuat rencana busuk ini hah?" Ferdi keluar dari kamar mandi dnegan tangan berlumuran darah.


" DI. MA. NA. temanku?" geram Dani.


" Ahh temanmu yang menyamar itu?" Ferdi mengeraskan rahangnya sambil mengepalkan kedua tangannya. Beberapa saat lalu dia telah menyadari penyamaran gadis bayaran itu.


Dia bukan orang yang mudah dikelabui, penjahat besar seperti dia pasti tahu kalau dirinya sedang diawasi. Dia menjebak Kevin dan ikut permainan seolah ia menikmatinya.


Tapi nyatanya, kini Kevin tergeletak di dalam kamar mandi dalam kondisi babak belur.


Ferdi menghajar Kevin dan memukulinya sampai bersimbah darah.


Tak ada ampun bagi pria itu jika sampai kesabarannya diganggu.


Dani terdiam, dia menatap kepalan tangan Ferdi yang berdarah itu, dia tiba-tiba tersenyum.


"Akhirnya permainan ini jadi lebih menarik!" ucap Dani dengan senyuman setan di wajahnya.


"Hahaha... jangan sok berani, kau akan mati di tanganku jal4ng sialan!!" kesal Ferdi.


"Ahhh sama seperti Yesi??" ucap Dani sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Yesi? owhhh....."Ferdi menaikkan alisnya saat mendengar nama itu.


"Gadis pemuas ku yang malang itu? ahh sayang sekali dia mati padahal goyangannya enak hihihi... kau mau menggantikan nya!??" ucap Ferdi tak tau malu.


"Menggantikan apanya bangsat, kau pikir dia mainanmu anjing sialan!!!". Suara Kevin terdengar begitu keras, dan tiba-tiba saja benda keras menghantam kepala Ferdi begitu kuat.


Brakkkk....


"Ka...kau!???" Ferdi terbelalak, dia berbalik dan mendapati Kevin berdiri di belakangnya sambil tersenyum licik tepat setelah dia memukul kepala pria itu dengan asbak.


"Ciluk ba!!! Hahahahhahahaah......


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen


__ADS_2