
Dani pingsan, sontak Lanang mengangkat tubuh gadis itu dan membawanya lar ke dalam gedung markas.
"Arka, Dani pingsan cepat periksa dia!!" teriak Lanang sambil membawa Dani ke dalam gedung.
Arka, anggota mereka yang adalah seorang mantan dokter langsung mengambil tindakan, dan memeriksa keadaan gadis yang tengah berbaring di atas brankar itu.
"Dia pasti mengingat masa itu lagi!" ucap Arka sambil memainkan alat alatnya dan memeriksa kondisi Dani.
Kevin dan Andara yang mendengar ribut-ribut langsung keluar meskipun keadaan mereka acak-acakan karena berkelahi.
"Dani kenapa!??" Tanya pria itu dengan wajah panik sambil mendekat ke arah mereka.
"Dani pingsan, dia mungkin kelelahan,.semalaman bantuin bapak dan sekarang dia melawan orang jahat itu," ucap Pak Kevin.
Andara menatap khawatir pada Dani, Kevin pun demikian.
"Dia pasti kelelahan, dan mengingat masalahnya, " gumam Kevin.
Andara mengambil tempat di samping gadis itu, kedua matanya mengamati apa yang sedang dilakukan oleh Arka.
"Dani tidak boleh sakit, tidak boleh sakit!!"
Tiga hari kemudian,
“ Andara kau mau ke mana?” suara teriakan saudara Andara menggelegar ke udara. Di siang hari yang panas terik ini, Andara keluar dari dalam rumah dengan membawa kotak p3K dan berjalan sendirian.
Kakak laki-laki pria itu berlari dan mengejarnya dengan panik, dia terlihat seperti orang yang anti sosial karena selalu menutupi wajahnya dengan masker dan memakai hoodie dengan topi besar.
“ Kau mau ke mana lagi? Siang siang begini kau juga keluar rumah? Ada apa denganmu? Biasanya tidak begini?” tanya pria itu dengan nada kesal.
Andara mengulum bibirnya sambil menatap ke sana ke mari,” Andara harus pergi, Andara mau bertemu Dani, Dani sedang sakit,” ucap pria itu sambil memainkan jari jarinya k atas udara.
“ Dani? Sejak kemarin kau terus bilang Dani lah inilah itulah, siapa itu? Kau tidak biasanya begini? Kenapa kau berteman dengan orang asing, sudah berkali kali ku katakan jangan asal bergaul Andara, bahaya!!” ucapnya dengan rasa khawatir.
“ Tapi kakak benci pada Andara, dengan pergi dari rumah kakak pasti akan tenang , makanya Andara keluar dari rumah di malam hari dan tidur siang hari, karena kakak benci melihat Andara,” ucapnya dengan jujur.
“ ka.. kau, arrkhh sialan, sana kau pergilah, pergilah untuk selamanya sialan!!” kesal pria itu sambil masuk ke dalam rumah tak memperdulikan Andara.
“ percuma, percuma aku menjaga saudara bodoh dan idiot sepertimu, dasar sialan, mati saja kau!!”pekik pria itu.
Andara menatap rumah dengan mat berkaca kaca, dia mengulum bibirnya sambil menatap P3K itu,” kakak benci Andara, Andara harus pergi, Andara tidak boleh membuat kakak marah, kakak tidak suka melihat Andara bangun di siang hari, karena Andara bangun, andara harus pegi,” gumamnya sambil berjalan tertatih tatih menuju alamat yang dia ingat jelas di kepalanya.
Pria itu berjalan sambil menatap ke langit,” bintang tidak bersinar hari ini, perasaan Andara buruk, huhh...” gumamnya sambil menatpa papan papan bill board yang ada di sana.
Suasana kota yang ramai membuat pria itu merasa sedikit tenang. Dia berjalan dalam jalannya sendiri, menatap ke sana kemari melihat dan mengamati hal hal yang dia suka meski tidak tahu menggambarkan perasaannya yang kacau setelah mendengarkan ucapan kakak laki lakinya.
“ Andara itu bintang spesial, Andara unik, tapi kakak tidak suka,” gumamnya yang sedang berdiri di depan sebelah toko elektronik. Video bintang bintang dan asteroid diputar di sana, dia menatapnya dengan mata berbinar binar.
Di saat yang sama, siaran televisi Nasional menampilkan siaran berita nasional yang sangat menggemparkan publik.
Enam ornag pelaku pembunuhan, penculikan, dan pemerkosaan terhadap Yesi, dan beberapa perempuan lainnya akhirnya diungkapkan ke publik. Video perbuatan keji mereka diputar dan aksi sogok menyogok antara pihak kepolisian dnegan Ferdi di ungkap sendiri oleh Tim Aryn ke publik.
__ADS_1
Selain menjadi tim yang ditakuti oleh para pebisnis, Tim Aryn juga adalah sebuah perusahaan independent yang bergerak dalam siaran pertelevisian dan bergerak dalam perusahaan entertainment di bawah naungan Kent Grup.
Berita ini disiarkan dalam saluran televisi tim Aryn tanpa sepengetahuan pihak kepolisan yang membuat pengumuman hari ini.
Hukuman seberat beratnya dilimpahkan pada para pelaku, dan polisi yang terlibat dalam penyogokan di pecat secara tidak hormat dan mendapatkan sanksi hukum yang berat.
Berita ini membuat gempar seluruh negeri. Bahkan pihak kepolisan tidak paham apa yang sebenarnya terjadi.
“ Sialan, cepatlah kalian penjarakan kami dan jatuhi hukuman aku sudah di kebiri aku tidak mau di hajar nenek sihir itu lagi!!" teriak Ferdi yang mulai panik karena merek atk kunjung diadili.
“ benar penjarakan kami, kami yang bunuh!! kami yang culik mereka!! bukannya sudah jelas? Tunggu apa lagi!!!" teriak Jack.
Mereka mulai risau, membayangkan kekejaman Dani membuat mereka tak bisa tahan lama diinterogasi.
Pihak kepolisian di buat bertanya tanya dengan apa yang sebenarnya terjadi. Untuk kesekian kalinya dalam 5 tahun terakhir, banyak penjahat yang lepas dengan mudah karena kurangnya bukti malah datang ke kantor polisi begitu saja dan mengakui perbuatan mereka tetapi selalu saja datang daam keadaan mengejutkan.
Mereka akhirnya di proses, hukum akan berjalan sesuai keinginan mereka.
“ Orang jahat harus di hukum, mereka jahat,” gumamnya sambil menatap ke langit.
“ Yesi pasti bahagia,” gumam Andara lalu melanjutkan perjalannya menuju Gedung tim Aryn.
Andara berjalan kaki, sambil menatap langit yang dia benci karena tak ada bintang di sana.
Kaki pria itu membawanya menuju tempat Dani setelah menanyai Kevin dan memaksa pria itu memberikan alamatnya pada andara.
Bintang Andara yang unik dan menggemaskan itulah sebutan yang diberikan Dani padanya.
“ Uwahahh tinggi dan besar, Kalau malam malam lihat bintang pasti terlihat semuanya,” ucap pria itu sambil berjalan menuju gedung tim Aryn.
Dia menatap gedung itu, di tangannya ada kotak P3K, dia berjalan tertatih tatih dengan jari jari yang menari di atas udara.
“ Bintang bersinar terang, Bintang bercahaya indah, Andara bintang Spesial... “ gumamnya sambil menatap lingkungan itu dengan wajah polosnya.
Andara memasuki gedung tim Aryn, berjalan ke sana kemari menatap orang-orang di sana.
“ pak mau ke mana? Anda tidak boleh sembarangan masuk ke tempat ini,” tegur satpam sambil menarik Andara.
Andara yang benci di pegang sembarangan orang menolak dan memberontak,” jangan sentuh arakhh Andara mau masuk!!” teriak pria itu.
“ Tidak boleh, ini bukan tempat umum,” tegas penjaga.
“ Tangkap dia dan usir dari sini,” tegas para pengawal.
Andara malah di tarik paksa dan dikeluarkan dari gedung itu, dia tidak diperbolehkan masuk ke gedung itu.
“ Tapi Andara mau bertemu teman... Andara mau bertemu teman.. tidak mau.. biarkan aku masuk!!" Andara tak mau pergi.
Tetapi pria itu dilarang masuk bahkan sampai di awasi dengan ketat oleh penjaga.
Andara mendengus kesal, dia duduk berjongkok di samping pintu masuk sambil menatpa kaki kaki yang melangkah masuk ke dalam gedung besar itu.
__ADS_1
“ Dani belum bangun, Dani terluka, Andara mau bertemu denga dia...
“ Ha.. halo?” suara gadis kecil terdengar di telinga Andara. Pria itu menoleh saat tangan gadis kecil menyodorkan permen padanya.
“ Engg?” siapa?” Andara memiringkan kepalanya.
Dira, putri kecil Laura dan Simon berdiri di depan pria itu sambil tersenyum dan memberikan permen padanya.
“ Halo paman bintang...” sapa gadis kecil itu sambil tersenyum.
“ Wahhh Dira cantik yang imut seperti boneka barbie, kita bertemu lagi hahhaa... wahh Andara senang, Andara bertemu Dira.. uwahhh bintang senang!!” Sontak Andara melompat lompat bahagia saat melihat Dira, gadis yang dia kenal ketika bermain di taman dengan kucing kucing jalanan.
Dira menarik tangan pria itu,” Mau ke dalam? Ayo ikut Dira,” ucap gadis itu sambil menggenggam tangan Andara.
“ Dira sayang, kamu sedang apa? Siapa paman ini?” suara lembut Laura membuat langkah mereka berhenti.
Andara menarik tangannya dari Dira dan menjauhkan dirinya,” Andara tidak mengganggu Dira kok, Andara akan diam di sini,” ucapnay sambil duduk berjongkok dan memeluk dirinya lagi sambil menatap gedung .
Dira memeluk ibunya,” Ma, paman itu paman baik hati yang jaga dira waktu di taman, Boleh ya bawa ke dalam,” pinta Dira sambil tersenyum ceria.
Laura terkejut, untuk pertama kalinya putrinya yang dingin bisa dekat dengan orang luar bahkan sampai tersenyum bahagia seperti saat ini.
“ Andara? Lah bocah singkong kenapa duduk di sini?” suara Kevin terdengar menegur pria itu.
“ kevin kamu kenal dia?” tanya Laura.
“ Ahh nyonya, dia teman kami,” ucap Kevin sambil mendekati Andara.
“ Andara bukan teman Kevin bau jengkol, Tapi.. hari ini Kevin wangi tidak bau jengkol lagi,” celetuk Andara sambil menatpa Kevin dengan bibirnya yang manyun.
“ hahhaa... bawa dia masuk, kalau kalian kenal bawa dia masuk, dia orang yang unik,” ucap Laura sambil menggendong putrinya.
“ma... Dira boleh pegang Paman Bintang?” tanya gadis itu penuh harap.
Laura tersenyum, dia mengangguk dan menurunkan anaknya.
“ Baiklah tuan putri, silahkan,” ucapnya.
Dira menggandeng tangan Andara, sedang Kevin hanya bisa mendengus kesal karena selalu kalah telak dnegan Andara.
Sementara itu di luar perusahaan itu, sebuah mobil biru berhenti di sana, tampak pria berjaket hitam dengan masker di wajah menatap ke arah perusahaan itu,” Bagaimana Andara bisa kenal orang orang penting seperti mereka? Andara kau ini sedang apa sebenarnya?”
.
.
.
Like, vote dan komen
__ADS_1