Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
170 Season 2: Uncle?


__ADS_3

Kevin berjalan dengan santai menatap penjaga yang berdiri di depannya.


Sambil memutar mutar kunci di tangannya, dia menatap satu satunya kamera keamanan di ruangan tahanan.


Dengan senyuman licik dia mengayunkan kunci itu dan...


syuuutttt..


Benda itu terbang ke atas sampai menghantam kamera keamanan itu dan membuatnya hancur dalam sekali lempar.


"Apa yang kau lakukan bodoh!!!!" teriak pria itu sambil berjalan dengan cepat, menghampirinya dengan wajah marah.


"Ka..kau!?? beraninya kau, dasar sialan!!" Pria itu mengambil kursi yang ada di sana dan menyerang Kevin.


"Wahh sungguh tidak berbakat!!!" ucap Kevin sambil berlari dan menerjang ornag itu.


brukk!!! bughh.. bughh..bughhh!


Pertengkaran tak terelakkan, Kevin dan pria itu adu kekuatan sampai penjaga itu tumbang di tangan Kevin.


Krakk!


Tanpa ampun dia memutar kepala penjaga itu sampai dia mati tak bernyawa. Kevin pembunuh berdarah dingin, yang ditarik dari dunia mafia yang gelap oleh Simon.


Dia dibawa ke tim Aryn setelah diselamatkan dari pertempuran antar kelompok Mafia yang terjadi enam tahun yang lalu.


Hidupnya yang suram perlahan lahan berubah menjadi lebih tenang dan bahagia.


Tetapi kekejamannya tak berubah sama sekali. Dia adalah pembunuh berdarah dingin yang tanpa segan menghilangkan nyawa orang dengan tangannya sendiri.


"Yakkk jangan sampai kau bunuh orang lagi, kita hanya akan menangkap pelaku yang menusuk Andara bukan membunuh manusia!!" Teriak Lanang dari seberang sana, karena mereka tahu bagaimana gilanya Kevin jika sudah mengamuk.


"Heh, sudah mati satu, tak apalah, lagipula dia tidak berguna!" ucap Kevin dengan enteng.


Dia berjalan dengan enteng, tak peduli dengan tatapan tawanan lain yang dikurung di sana.


Sambil mengamati sekitar, dia berjalan dengan tenang dan mencari lokasi bos pemilik tempat perbudakan itu.


Dia keluar dari tahanan yang terletak di bawah tanah. Naik ke atas mengikuti pekerja lain yang memakai seragam yang sama dengan dia.


Kevin bergerak dengan hati-hati, menutupi wajahnya dengan topi sembari mengawasi pergerakan orang di sekitarnya.


"Hey kau, mau ke mana, cepat kita dipanggil bos!!" seseorang menarik tangannya dan membawanya ke arah di mana pekerja lain yang berseragam serupa dengan dia berjalan berbaris menuju sebuah ruangan yang tampaknya adalah ruangan pertemuan dengan bos mereka.


"Jika orangnya sebanyak ini, aku mungkin akan kewalahan, aku harus cari cara agar bisa mengulur waktu sedikit sambil mengawasi mereka!" batin Kevin.


Kevin dan orang-orang itu berjalan memasuki tempat bos para pekerja di gedung itu.


Terlihat seorang pria muda duduk di depan sana sambil mengangkat kedua kakinya ke atas meja, jelas sekali dia adalah bos di sini.


Jika dilihat dia masih berusia 24 atau 23 tahun. Pakaian mewah, kalung emas besar dan berbagai cincin ane yang tersemat di seluruh jarinya.

__ADS_1


Menatap para pekerja dengan tatapan merendahkan dari balik kacamata hitamnya yang menyebalkan itu.


"Wahh, ternyata hanya seorang bocah tak beradab!" batin Kevin dengan bibir tersungging menatap pria di depan sana.


"Tak ku sangka kita bertemu lagi dalam keadaan seperti ini, hah... pelajaran apa yang akan ku berikan padamu hari ini bangsat!" batin Kevin yang jelas sekali mengenali pria d depan sana.


Sementara itu, Dani dan yang lainnya sudah masuk dan menyusup ke dalam gedung besar itu dan menyamar dengan cara yang sama seperti yang dilakukan Kevin.


Dani berjalan dengan cepat, menatap ke sana kemari memperhatikan langkahnya dengan berhati-hati.


Dia sudah mendapat identitas kelima pria yang menusuk dan menyiksa Andara . Tak akan dia lepaskan mereka begitu saja sampai mereka merasakan apa yang dialami oleh Andara.


Seluruh anggota tim berpencar, mereka akan membuka tempat itu dan menangkap seluruh pelaku bersama anak buah yang sudah mengepung lokasi itu.


Dani berjalan dengan cepat, dia mencari lima pria bajingan yang membuat pria yang dia sayangi terluka.


" Kalian tidak akan lepas dari genggaman tanganku!!!" geram Dani.


Dia memasuki bagian belakang, melihat penampilan Dani yang berbeda, membuat para penjaga mengejarnya.


" Siapa kau!" teriak salah satu penjaga.


Mendengar suara itu, Dani terdiam sejenak. Lalu tiba-tiba...


Drap... drap drap!!!


Gadis itu berlari dari tempat itu dan meninggalkan mereka dalam kebingungan.


Penyusup masuk dan sontak saja para pekerja dihentikan dari aktivitas mereka.


" Cepat masuk kalian!!!!"


"Tapi.. tapi kami belum makan tuan, kami la..lapar!!!" teriak salah satu pekerja yang diculik ke tempat itu.


plakk!!


"Sialan, lapar katamu hah!? kau pikir kau bisa dapat makan di sini hah!? sadar diri bangsat!!!" kesal penjaga itu sambil memukuli sang korban dengan brutal.


Mereka semua adalah penyandang disabilitas, ketakutan dan hanya bisa terdiam membatu saat mendengar teriakan dan pukulan itu menerpa tubuh teman mereka bertubi-tubi.


Bugh.. bughh.. bughh..


"Lapar kau bilang !? pekerjaanmu saja belum selesai sialan!!!" kesal pria itu.


" Tapi kamu belum makan sejak sehari yang lalu, kakinya juga terluka... luka tidak boleh dibiarkan terus, sudah infeksi harus diobati!!!!"


"Iya harus diobati, harus diobati!!!"


"SIALAN!!!" pria itu berteriak kesal. dia menarik kepala laki laki yang meminta makan tadi,"Kalian lihat yang akan terjadi jika kalian minta makan lagi!!!" teriaknya sambil menarik kepala laki laki malang itu dan membawanya menuju tempat perebusan air.


"Ja..jangan!! jangan rebus tanganku!!!!"

__ADS_1


"Arkhh sialan beraninya kau menyiksa orang lain!!!!" Lanang tak tahan, dia menerjang penjaga itu dan...


byuur!!!


Penjaga itu tercebur ke dalam Periuk besar berisi air panas yang mendidih menggantikan pria malang yang terluka di sekujur tubuhnya.


" Arkhh... arkhhh panas. panas!!!!" penjaga itu menggelepar di dalam air panas itu, dia melompat sekuat tenaga sampai keluar dari Periuk besar.


Semua yang ada di sana terdiam membisu dengan tubuh gemetaran.


Beruntung Lanang cepat, jika tidak, maka akan bertambah satu lagi korban pembunuhan di tempat perbudakan ilegal itu.


"Kau berkumpul dengan temanmu, kalian akan keluar dari tempat ini!!!" ucap Lanang sambil memapah ornag itu.


"Hiks hiks hiks... terimakasih.. terimakasih tuan baik hati!!!" ucap mereka sambil menangis sesenggukan.


"Siapa kalian beraninya mengganggu kami!!!" teriak para penjaga yang memergoki Lanang dan anak buahnya di sana.


"Mau membunuhmu bajingan!!!" umpat Lanang.


Lanang dan anak buah yang datang bersamanya bergerak membereskan mereka yang ada di luar dan mengamankan seluruh korban. Tempat itu benar benar telah dikepung seluruhnya tanpa sepengetahuan mereka.


Tim Aryn membawa para korban dari sana sedang tim inti tengah berperang menghajar satu persatu pelaku kejahatan penjualan dan perbudakan illegal yang memanfaatkan orang-orang berkebutuhan khusus.


Dengan jahatnya organisasi ini bekerja di bawah naungan Kepala direksi kejahatan dan kriminal yang kini menjadi buronan setelah kekacauan besar terjadi di media.


Cara bar bar yang dilakukan oleh Dani dan tim Aryn berhasil menghancurkan nama oria itu dalam sekejap. Bukti penerimaan suap dan video percakapan tersangka dnegan otak di balik kejahatan ini tidak disebarkan melalui media tetapi dikirim ke nomor ponsel hampir sebagian besar warga di kota itu.


Dengan kata lain semuanya mendapatkan pesan spam dari sumber yang tidak diketahui. Lalu bersamaan dnegan itu tim Aryn mengumumkan berita ekslusif di saluran televisi milik mereka.


Sementara di luar terjadi pergolakan, Di dalam ruangan sebelumnya Kevin berada dalam keadaan yang sangat terdesak.


“ kau datang dengan kedua kakimu ke tempat ini,itu artinya kau siap untuk menyerahkan nyawamu padaku.” Ucap pria muda yang duduk di depan sana , dengan songongnya menatap Kevin yang di bekuk oleh anak buahnya.


“ Bocah, anak kecil ingusan yang tidak punya hati, apa kau melupakan paman gila ini?” ucap Kevin sambil melepaskan topinya dan menatap pria itu dengan seringai beringas di wajahnya.


Pria muda itu tersentak., dia terkejut bukan main saat melihat Kevin ada di sana.


“ Ahahahahha, Paman? Wahhh rupanya itu kau? Ahahhaha lama tidak bertemu pamanku...” bukannya takut dia malah tertawa terbahak bahak menatap Kevin yang berdiri di sana.


Tetapi wajah Kevin mengatakan segalanya, dia sangat ingin mencabik-cabik wajah bajingan keparat di depannya itu sekarang juga.


“ kau masih tidak berubah, PEM. BU. NUH!” Ucap Kevin dengan sinis.


.


.


.


Like,vote dan komen

__ADS_1


__ADS_2