Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
127


__ADS_3

Dokter Sarah dan Mirna berjalan dengan langkah kaki yang cepat. Mendengus kesal karena pakaiannya yang basah kuyup akibat kejadian tak mengenakkan di tengah jalan dalam perjalanan ke rumah sakit.


"Sialan aku basah semua gara gara nenek sialan!!!" Sarah menggerutu kesal sambil mengeringkan pakaiannya dengan tisu.


Di jalan tadi ada seekor anjing yang menyeberang sembarang dan hampir di tabrak oleh Sarah yang mengemudikan mobil.


Saking kesalnya perempuan itu keluar dari dalam mobil dan...


Byurr....


Seember penuh air disiramkan ke arahnya, dia benar benar marah dan kesal tapi tak bisa mengamuk karena dia harus menjaga citranya sebagai dokter muda yang ramah dan disukai semua orang.


Sarah pergi dari sana tanpa tahu kalau nenek nenek itu adalah anak buah Simon yang menyamar untuk memperlambat pekerjaannya.


Mereka tiba di rumah sakit, belum sempat ganti pakaian, dan keduanya berjalan dengan cepat menuju toilet.


Sarah mengganti pakaiannya di sana.


"Mirna jangan sampai lupa membawa pakaianku, itu mahal!!" teriak Sarah dari bilik kamar mandi.


"Baik nona!" jawab Mirna dari depan sana.


Sarah mengganti pakaiannya di salah satu bilik toilet wanita. Saat dia tengah mengganti pakaiannya, dia tidak memperhatikan seseorang tengah mengintip dari bilik kamar mandi di sampingnya yang hanya dibatasi dengan penyekat lempengan besi.


"Hihihi..... Hihihihiu.......


Suara tawa seorang gadis terdengar jelas di telinga Sarah.


Sarah terkejut, di saat yang sama...


Tap!


Lampu di kamar mandi itu mati," Arkhhh siapa yang matikan lampunya!!!" teriak Sarah histeris.


"Nona... Nona kenapa gelap, ada apa!??? pintunya juga terkunci!!!" teriak Mirna dari luar. Mereka berada di dalam toilet wanita yang memiliki beberapa bilik di dalamnya, tak taunya kedua manusia ini terkunci di dalam ruangan itu dengan kondisi lampu mati.


"Nona tolong saya, ada yang pegang tangan saya!!!" teriak Mirna ketakutan.


dung!! dung !! dung!!!


Suara pintu bilik Sarah digedor-gedor dengan keras, Sarah sangat syok, dia sampai pucat pasi. Tangannya bergetar hebat, cepat cepat dia mencari ponselnya, tapi karena terlalu ketakutan, ponselnya malah terjatuh ke dalam closet.


Brakk...


" Arrhhhs jalan, siapa yang melakukan ini!!!!' teriak Sarah hampir menangis histeris karena hal ini.


Pintu kamar kecilnya tak bisa dibuka, suara suara aneh mulai terdengar dan Mirna bahkan tak berbicara lagi dengannya.

__ADS_1


" Mirna buka pintunya!!!!" teriak Sarah.


Tiba-tiba saja.


kriiikkkkkk..... kraatttt...syuuuttt!!!


Suara benda yang terbuat dari besi terdengar jelas tengah digoreskan berulang kali pada dinding kamar mandi itu. Sepertinya suara benda yang sangat tajam terdengar dari suaranya yang berisik.


" Siapa !!!" teriak Sarah panik, dia segera menahan penutup pintu biliknya agar siapa pun yang ada di sana tidak masuk ke dalam bilik itu.


"arrkhhhh apa apaan ini, siapa yang berani melakukan hal ini padaku!!!!" Sarah berteriak dalam batinnya. Dia menutup mulutnya, keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya jantungnya berdebar kencang, rasanya sangat menakutkan, dia melirik ke kanan dan kiri.


Tiba-tiba saja..


Greepp!!!


Mata Gadis itu membulat sempurna saat ia merasakan tangan seseorang memegangi kakinya dari bawah.


Semuanya gelap, yang tampak hanya berkas cahaya dari pentilasi udara, Sarah gemetaran sampai sekujur tubuhnya berkeringat.


"Siapa itu, tolong jangan lakukan ini padaku!!!" teriak Sarah menangis histeris


tiba-tiba!


Bamm!!! Bamm!!! Crakkh!!!!


Benda tajam itu di pukul kan ke pintu toilet sampai pintunya rusak dan berlubang. Di saat yang sama lampu di bilik khusus ruangan Sarah menyala.


Gadis itu menutup mulutnya dan hampir berteriak histeris. Sangat ketakutan sampai mau pingsan rasanya.


"Hihihihi.... kau akan gila sama seperti ku!!!" ucap suara perempuan yang terdengar sangat melengking dan menusuk di telinga itu.


Sarah berjalan mundur ke pojok bilik, dia baru sadar kalau tempat yang dia datangi adalah rumah sakit jiwa di mana hal hal paling gila bisa terjadi.


Tangan berlumuran cairan merah tampak muncul dari atas pintu masuk, seorang merayap dengan jari-jarinya yang mekar tetapi dilumuri darah.


"Arkhhh!!!! "


Di saat yang sama suara ribut ribut terdengar.


" Ya ampun apa yang kau lakukan di sini, bermain dengan pisau dan cat warna ,yang benar saja, siapa lagi yang kau kurung kali ini!!!" suara teriakan dokter Zayn terdengar jelas di telinga Sarah.


Gadis itu langsung tersadar dari rasa takutnya. Dia menggedor-gedor pintu masuk ruangan itu," Dokter Zayn!!! ini aku dok!!!" teriak Sarah histeris.


Bamm! bamm!! bamm!!


"Dokter Zayn tolong aku!!!' teriak Sarah panik.

__ADS_1


"Sarah? sedang apa kau di sana!?" balas Zayn dengan suara terkejut.


"Aku terjebak di sini, tiba tiba saja lampunya mati dan orang gila itu menusukkan pisaunya ke pintu, aku ketakutan!!! tolong aku !!" teriak Sarah.


"Hah yang benar saja, apa kau tolol!" ejek Zayn dengan nada sarkas.


"Do... Dokter???" Sarah terkejut, kenapa Zayn malah mengejeknya.


"Kau mengunci pintunya dari dalam, apa yang bisa kami lakukan? bodoh!" balas Zayn


Sarah terkejut sekaligus merutuki dirinya yang bodoh. Saking kagetnya dia sampai lupa kalah dirinya sendiri yang mengunci pintu dari dalam.


"pfthhh bwahahahhaha dia gila, perempuan itu gila Ahahahahaha..... ahahahahaha tadi dia nangis loh dok!!!!" Suara tawa Danielle terdengar begitu melengking.


Penampilannya yang totalitas pasti berhasil.membuat siapa pun yang melihatnya percaya kalau dia adalah orang gila, pasien yang di rawat di rumah sakit itu.


Sarah keluar dari bilik itu dengan wajah ketakutan, kedua matanya langsung menangkap sosok gadis gila dengan rambut dikuncir dua bak air mancur yang menjulang ke atas.


Kaos kaki panjang warna warni dan pakaian compang camping, belum lagi gigi hitam dan kudis memerah di pipinya membuat penampilan nya itu berhasil mengelabui orang-orang.


"Apa ini ulahnya!?" tanya Sarah dengan wajah syok sambil mendekat ke Zayn.


Tetapi Dani langsung menyalip gadis itu,


Grep!


"Dokter, Nini mau mam! mau ma em, mau ma em Dok, ma em es krim!!!" celetuknya sambil bergelayut manja dan memeluk Zayn .


"Hahaha dasar kamu, gemesin banget, ya sudah kita beli es krim ya, kita makan es krim tapi tangannya di cuci dulu!" ucap Zayn sambil membalas pelukan perempuan gila itu.


Sarah tak habis pikir, padahal jelas dia korban kegilaan pasien itu, tapi Zayn sama sekali tidak menanyakan keadaannya.


" Zayn, dia itu orang gila , kenapa kau lebih peduli dengan orang gila daripada aku!? aku hampir mati Karena ulah konyolnya, dan Mirna!!!" Sarah menunjuk Mirna yang pingsan di sudut ruangan itu.


" Dia terluka karena orang gila ini!!!" kesal Sarah.


"Kau seorang dokter jiwa Sarah, kau jelas tahu orang seperti apa yang harus kau hadapi, atau mungkinkah kau membuat orang lain jadi gila juga? yang benar saja, aku jadi bingung siapa yang gila di sini!!' ucap Zayn lalu dia pergi dari sana bersama Danielle.


" Wleekk dasar dokter gila hihihihi... rawrr!!!" Ejek Dani sambil tertawa cekikikan.


" grrhhh arkhhh menyebalkan, kenapa jadi begini arkhhh sialan kalian, sialan kalian!!!!" pekik gadis itu histeris sambil menghentakkan kedua kakinya ke lantai.


Dia menatap kepergian mereka," lihat saja, kau target berikutnya perempuan sinting!!!" geram Sarah.


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2