Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
69. Pengumuman Simon


__ADS_3

Laura berdiri dan menghampiri mereka berdua lalu menarik Alesha dan menunjukkan wajah gadis kecil itu pada mereka.


" Tuan, nyonya coba lihat Alesha dan aku sebentar," ucap Laura.


Mereka berdua menatap Laura dengan wajah penasaran. Belum pernah ada yang seberani itu pada mereka. Laura bahkan belum kenal jelas dengan mereka demikian sebaliknya tetapi entah kenapa rasanya mereka sangat dekat.


"Sayang ayo tunjukkan senyuman mu pada kakek dan Nenek!" ucap Laura.


"Senyum itu seperti ini," ucap Laura sambil tersenyum lebar bersama dengan Alesha. Sangat manis bahkan sampai membuat hati yang melihatnya berdebar.


Sadrakh yang tak sengaja melihat senyum ceria putri tunggalnya saja sampai terdiam dengan tangan gemetaran kala melihat sosok istrinya dalam diri Alesha.


Hati terasa adem dan nyaman kala melihat senyuman manis mereka berdua. Simon pun tak ketinggalan momen itu, dia selalu berhasil mendapatkan foto terbaik dari segala sisi yang dimiliki istrinya.


Jika ponselnya di cek, mungkin saja sudah ratusan foto tercipta di sana karena obsesinya pada Laura.


Jantung tuan dan Nyonya Kennedy berdebar kencang, mereka menatap Laura dengan perasaan tak karuan. Bahkan air mata nyonya Felicia hampir saja tumpah. Seketika kenangan tentang putri kecilnya terbayang di kepalanya.


Wajah imut, cantik dan menggemaskan yang sangat murah senyum itu membuat tuan dan Nyonya tak bisa melupakan putri mereka meski sudah dua puluh tahun lebih tak berjumpa.


"Ayo, tuan nyonya ikut kami dan tersenyum," ucap Laura.


Mereka berdua bak terhipnotis dengan aura indah dari Laura. Bibir mereka perlahan melengkung ke atas, membayangkan putri kecil mereka kini telah tumbuh dewasa. entah seperti apa parasnya, apakah mirip dengan Zayn kembarannya atau tidak.


Mereka tersenyum untuk pertama kali dengan puas. Air mata keduanya tak terbendung, tangan mereka gemetaran dan jantung mereka berdegup kencang.


Rose di sisi Lain menangis sesenggukan sambil memeluk kakak laki-lakinya saat untuk pertama kalinya dia melihat ayah dan ibu nya tersenyum bahagia seperti saat ini.


Bahkan Zayn tidak bisa berkata kata, orangtuanya tampak bahagia. Dengan erat dia memeluk adik kecilnya dan menenangkannya di sana.


Bagi Simon dan teman-temannya, mereka sangat tahu bagaimana perjuangan mereka setelah kehilangan putri mereka. Dari cerita dan apa yang mereka dengar dari Zayn, beban keduanya sangat besar.


Tuan Waltz dan saudara mereka juga menatap haru karena ada seorang gadis yang mampu membuat mereka tersenyum.


" Nahh hahahha... begini baru bagus!!!" seru Laura sambil bertepuk tangan bersama Alesha.


Di saat yang sama, Hendry telah tiba bersama seseorang yang sangat dikenali oleh Laura.


"Ayo Pak silahkan masuk," ucap Hendry.


Pak Mandu, pria yang selalu dikhawatirkan Laura dan dirindukan oleh gadis itu dibawa oleh Hendry dari kediamannya untuk bertemu dengan Laura.

__ADS_1


Pria itu telah keluar dari rumah keluarga Raymond. Tugasnya sudah selesai di rumah itu dan kini saatnya bagi dia untuk sedikit bersantai di masa tuanya.


"Wahh ramai sekali, acara apa nak?" tanya Pak Mandu.


" Saya juga kurang tahu pak, saya Hanya ditugaskan oleh tuan Simon untuk membawa anda ke tempat ini," jelas Hendry.


Pak Mandu mengangguk paham. Mereka berdua masuk ke dalam rumah itu.


Di saat yang sama kedua netra pak Mandu melihat wajah Laura yang sangat cantik dan berseri-seri sedang asik berbicara dengan Tuan Dan Nyonya Kennedy.


" Nona Laura!??" batin pria itu termangu.


Untuk kali pertama dia menyaksikan Laura, gadis kecil yang dahulu dia jaga saat keluarga Raymond tak lagi memperdulikan keberadaan gadis kecil itu, tersenyum dengan begitu sumringah dengan banyak orang yang menatapnya dengan penuh kasih bukan dengan kebencian.


Hati Pak Mandu bergetar, anak itu sudah mendapatkan kebahagiaannya, benar kata Tuan besar Kent, penderitaan Laura tak lagi lama. Dia akan mendapatkan kebahagiaan nya segera setelah bertemu dengan Simon.


"Pak Mandu, silahkan masuk pak!" Simon menyambut kedatangan pria itu dengan penuh hormat, sebagaimana istrinya menghormati pria itu.


Simon merangkul Pak Mandu dan mengajaknya masuk ke dalam seperti dia sedang memperlakukan mertuanya dengan baik.


"Ahh tuan muda, terimakasih mengundang saya, tapi saya tidak layak untuk bergabung dengan acara seperti ini, " ujar pak Mandu yang merasa tak enak.


Simon tersenyum, ini juga kali pertama Pak Mandu melihatnya tersenyum.


Pak Mandu tak bisa berkata-kata. Sangat jarang ada orang yang menghargainya. Dia hanya ditakuti karena kemampuannya bukan benar benar dihormati. Tetapi perlakuan Simon bahkan anak buah Simon membuat Pak Mandu merasa dihargai dengan baik.


Mereka masuk ke dalam ruangan keluarga yang hangat dan nyaman. Sebuah suasana yang sudah lama tak bisa Pak Mandu nikmati.


" Wahhh si tua bau tanah itu pasti akan iri melihatku bergabung dengan anak anak muda, hehehhe akhirnya aku bisa pamer dan membuatnya panas hati," batin Pak Mandu.


Mereka masuk dan bergabung dengan semua orang yang sedang mendengar cerita Laura. Gadis itu dengan penuh semangat menceritakan bagaimana pesanan di jualan onlinenya begitu cepat ludes.


"La, Kakak pikir pasti ada jin yang mengatur penjualan mu, masa iya habis secepat itu!??" celetuk Diego.


"Tcihhh mana mungkin, kakak kali yang pakai jin, muka kakak mirip jin!" celetuk Laura.


Hahahahahahahaha......


Seisi ruangan dibuat tertawa dengan cerita mereka yang tak ada habisnya. Lucu dan menggemaskan melihat keduanya saling melemparkan candaan.


Hingga kedua netra Laura menatap Pak Mandu yang berdiri di sisi ruangan sambil menatapnya dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


"Ehh aku mimpi ya!?" celtuk Laura sambil mengangkat tangannya dan...


Cuuuuttt...


" Arrkkhhh Laura sakit, kenapa kakak yang di cubit!???" Zayn berteriak kesakitan saat tangan Laura mencubit kuat lengannya.


"Ehh ya ampun kirain mimpi, jadi beneran Pak Mandu!??"


"Selamat malam nona," sapa Pak Mandu dengan senyum hangat di wajah berkeriputnya.


" Huwaaa.... Pak Manduuu.... kangeeenn....."seru Laura yang langsung berlari dan memeluk Laura dengan penuh kehangatan.


" Bapak juga kangen, nona semakin bahagia ya, senang sekali melihat anda tertawa seperti ini," ucap Pak Mandu.


Laura tersenyum dia melirik suaminya yang juga memandangi mereka.


" Terimakasih sayang," ucap Laura yang dianggukkan oleh Simon.


Pertemuan yang bahagia.


Simon pun berdiri di depan mereka sambil mengeluarkan dokumen tes DNA yang dia peroleh.


"Baiklah, karena semuanya sudah di sini, saya akan mengumumkan sesuatu yang sangat penting bagi Laura dan keluarga Waltz!" ujar Simon.


Seketika Laura dan Pak Mandu terkejut. Nama keluarga yang mereka ingat. Laura tahu nama itu dari dokumen sedang Pak Mandu tahu sengketa yang terjadi di masa lalu antara keluarga Waltz dengan keluarga Raymond tetapi tidak tahu kalau Laura adalah anak kandung keluarga Waltz.


Yang dia tahu, Laura anak salah satu anggota kelompok mafia itu.


"Keluarga waltz!?? si...siapa!??" tanya Pak Mandu.


"Itu nama lama keluarga kami Pak Mandu, keluarga Kennedy dulu menggunakan nama Waltz, nama kakek kami, sekarang berubah menjadi Kennedy," jelas Zayn singkat.


Byarrrrrr....


Laura tercengang, dia segera menatap suaminya dengan wajah syok. Pak Mandu pun demikian, dia menatap Laura dengan diam.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2