
Rumah sakit Joy,
"Apa dokter Zayn belum kembali? kenapa dia lama sekali!" Suara seorang dokter perempuan cantik yang tengah berdiri di depan bagian administrasi terdengar di lantai satu rumah sakit besar tempat di mana Alexa di rawat pertama sekali.
"Belum ibu dokter Sarah, Dokter Zayn sedang mengurus pasien sakit jiwa itu," jawab petugas yang berjaga di bagian administrasi.
Gadis cantik dan menawan bernama Sarah itu hanya memanyunkan bibirnya. Dia salah satu rekan kerja Zayn dan berasal dari alumni yang sama, tentu saja dia tertarik pada dokter muda yang sangat mempesona itu meskipun usia Sarah lebih tua lima tahun dari Zayn tmyang lulus di usia begitu muda.
"Wahh Ibu dokter kita pasti merindukan kekasihnya ya!?" celetuk dokter lain
Sarah tersipu malu dengan pipi merah merona,"Heh dia bukan kekasihku, belum jadi kekasih hehehe..." jawabnya sambil tersenyum malu malu.
"Ciee jelas banget loh dok, kalian sama sama cocok!" ucap yang lain.
" Pokoknya kami akan mendukung apa pun keputusan kalian, mau langsung pelaminan kami siap ikut kondangan!!" seru mereka menyemangati cinta bertepuk sebelah tangan dokter yang cukup terkenal karena kemampuannya dalam bidang psikologi itu.
"Hahahha kalian apa apaan sih, udah ahh aku malu!!" ucapnya sambil berjalan dengan pipi merah merona.
Gadis itu berjalan dari sana sambil menatap ke sana kemari, seketika senyuman di wajahnya tadi berubah drastis. Bukan lagi senyum manis tapi tatapan tajam bak psikopat yang terpatri jelas di wajahnya.
Dia berjalan dengan tatapan dingin menuju ruangannya sendiri.
Tanpa dia sadari ada Dani dan Lanang yang sedang mengawasi gerak geriknya, bukan hanya dia tapi semua yang ada di rumah sakit itu kini dalam pengawasan tim Aryn.
plop!!
Dani mengeluarkan permen tanganku dari mulutnya sampai berbunyi nyaring, berdiri sambil bersandar ke punggung Lanang seraya menatap Para medis yang ada di sana.
" Dia sangat mencurigakan, pasti ada sesuatu tentang dia!" ucap Lanang.
Dani mengangguk, dia berjalan menuju pembatas kaca di lantai dua dan menatap ke arah ruangan Sarah yang berada di lantai yang sama tetapi berseberangan dengan posisi mereka berada.
"Dia sangat mencurigakan Lanang, " balas Dani setuju.
__ADS_1
Mereka tengah mencari tahu tentang kasus misterius yang menimpa gadis malang yang harus menderita karena kesehatan mentalnya yang menurun drastis.
Kecurigaan mereka berawal dari bekas luka suntik di bagian pinggang belakang Alexa dan juga gunting bedah yang selalu dia pakai untuk mulai dirinya.
Ketika Zayn melakukan pemeriksaan total terhadap gadis itu, dia menemukan banyak hal aneh, bekas suntikan dan kandungan zat ane ditemukan dalam darahnya. Seperti obat halusinogen yang perlahan lahan mempengaruhi pasiennya karena diberikan dalam dosis yang sedikit tetapi berkelanjutan.
Oleh sebab itu, atas perintah Simon, Lanang dan Dani turun langsung ke lapangan mengamati segala sesuatu yang tidak terlihat di CCTv. Banyak hal mencurigakan tentang gadis yang mereka lihat tadi, tapi beberapa nama lain juga sudah mereka kantongi.
Dani dan Lanang berjalan dengan santai di rumah sakit itu, sejujurnya mereka sedang mencoba mencari informasi lain dengan mencuri dengar percakapan para medis yang bertugas di sana.
Keduanya berjalan menuju Pantry, tempat di mana para dokter dan petugas medis berkumpul sambil berbincang ketika beristirahat sejenak dari pekerjaan mereka.
Dani dan Lanang berjalan sangat perlahan sampai tidak ada yang menyadari kalau keduanya sudah berada di sana mencuri dengar pembicaraan mereka.
"Kalian tahu tidak, pasien sebelumnya yang dibawa dokter Zayn ke Rumah Sakit Jiwa itu membuat kekacauan sampai menusuk kekasih perawat Gretta!" ucap salah satu dokter muda di sana.
"Kalau orang gila, kenapa mereka bawa ke sini, kan bisa bahaya, lagian Dokter Zayn ada ada saja, kenapa dia mau dekat dengan perempuan itu?" balas yang lain.
" Heh dengar dengar, perempuan itu tidak benar benar gila, katanya dia mengganggu dokter Sarah, Tapi beliau mendiamkan masalah itu karena Dokter Zayn tampak peduli pada perempuan itu!!"
Mereka semua terkejut. umpat yang beredar jelas sekali mengatakan bahwa Alexa berpura pura gila untuk menarik perhatian orang-orang dan dia melukai dokter Sarah dan beberapa perawat lain yang merawatnya atas perintah dokter Zayn.
"Wahh kasihan dokter Sarah dong, dia sudah rela membiarkan kekasihnya merawat perempuan gila yang haus perhatian tapi dia malah dilukai,"
Rumor itu semakin lama semakin membesar. Salah satu diantara petugas medis itu tampak sangat menikmati suasana yang panas ini.
"Dengan menggunakan gadis itu, maka Karir dokter Zayn akan hancur hihihi... nona muda saya berhasil melakukan perintah anda!!!"
Perawat perempuan bertubuh tinggi dengan rambut pendek yang di potong rapi, dan ada bekas luka jahit di lengan kirinya, tersenyum sambil menatap mereka menyebarkan rumor buruk itu.
Setelah mereka berbincang di sana, perawat itu berjalan terpisah dari yang lain dengan alasan ingin menemui dokter Sarah.
Seluruh rumah sakit tahu kalau Sarah dan Zayn adalah paket komplit yang sangat hebat jika bersanding bersama. Namun Sarah selalu berada di bawah peringkat Zayn yang memang memiliki kemampuan luar biasa meskipun usianya masih begitu muda.
__ADS_1
Zayn sudah memiliki beberapa penemuan dan menjadi profesor di usia begitu muda, tidak heran semua orang memuji pria itu termasuk Sarah.
Perawat bernama Mirna itu berjalan dan memasuki ruangan dokter Sarah.
"Nona, saya berhasil!!!" seru perempuan itu dengan senyuman sempurna dan penuh kebahagiaan melangkah memasuki ruangan Dokter Sarah.
Di ujung ruangan itu, Sarah berdiri dengan kacamata bening, tengah meracik beberapa jenis obat dan melakukan eksperimen pada seekor kucing.
Tampak kucing itu bertingkah di luar batas, seolah gelisah dan mengalami kegilaan. Berlari ke sana kemari dan mengerang seperti kucing gila.
Gadis itu berbalik dan menatap Mirna sambil meletakkan alat alatnya.
Dia berjalan keluar dari ruangan mini itu dan menemui Mirna.
" Bagaimana dengan gadis itu, apa kau dapat informasi terbaru tentang dia? aku butuh sampel darahnya untuk penelitian selanjutnya!" ucap Sarah dengan nada kesal sembari duduk di atas kursi kebesarannya.
"Ehh belum ada info terbaru nona, " ucap Mirna sambil duduk di kursi di dekat gadis itu.
" Lagipula nona tenang saja, dia akan di rawat di rumah sakit itu, jadi kita bisa mendapatkan darahnya di sana," ucap Mirna dengan percaya diri.
"Tapi kenapa anda memilih dia nona?" tanya Mirna. Hubungan mereka memang jelas tuan dan bawahan. Mirna adalah pelayan di rumah keluarga Sarah yang sudah dirawat bak anak sendiri bahkan disekolahkan, itu sebabnya Mirna melakukan segala cara untuk membantu Sarah termasuk melakukan kejahatan.
Mereka yang memberikan gunting bedah pada Alexa, sengaja ditinggalkan di sekitar gadis itu saat melakukan cek pasien, dan menyuntikkan obat halusinogen ke tubuh Alexa sampai mempengaruhi mental gadis itu.
Sarah menatap cairan dalam ampul kecil yang dia racik sendiri," Jelas dia tidak punya keluarga, dia yatim piatu, miskin dan sudah penyakitan, aku hanya membuat hidupnya sedikit lebih bermanfaat dengan memakainya sebagai bahan percobaan obat obatan ku!" ucap Sarah dengan senyum menyeringai.
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗
__ADS_1