Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
174 Season 2: Stupid


__ADS_3

Bizael keluar dari ruangan Andara, dengan wajah lelah dan pucat, menatap mereka semua sambil menarik nafas dalam-dalam.


"Bagaimana!? bagaimana keadaannya!? apa dia selamat!??" Dani dan Kevin terlebih dahulu mendekati pria itu dan menatapnya dengan wajah khawatir.


Bizael menatap mereka sambil tersenyum dengan wajah lelahnya. Keringatnya bercucuran, dia mengangguk sambil menangis sesenggukan.


Seketika mereka bisa bernafas lega. Andara berhasil diselamatkan, pria itu telah sadarkan diri dari koma dan selamat dari serangan jantung mendadak, sungguh sebuah keajaiban bagi mereka.


Dani dan Kevin terduduk lega di atas lantai sambil mengusap air mata mereka, " Ahahah... ku pikir si bodoh itu akan pergi selamanya!!" ucap Kevin yang tak berhenti menangis.Dia menjadi cengeng sejak orang orang dekatnya disakiti.


Sama halnya dengan Dani, gadis itu menangis sesenggukan dengan nafas lega, dia mengusap air matanya yang tak berhenti mengalir.


" Ahhh dasar bodoh, Andara bodoh!!!!" ucap gadis itu.


Yang lain juga akhirnya bernafas lega, mereka takut bintang Andara si pemberi kehangatan itu menghilang dan berkumpul bersama bintang lainnya di langit nan jauh di sana.


Mereka belum rela, terlalu singkat rasanya hidup mereka bersama pria itu.


"Apa...apa sudah boleh melihatnya?" tanya Kevin dengan penuh semangat. Dani juga demikian. Kedua orang ini sangat terikat pada Andara yang menggemaskan.


Bizael mengangguk sambil tersenyum. Dia menyadari betapa banyak orang yang menyayangi adiknya. Adik yang dia khawatirkan ternyata tidak membuatnya kesulitan.


" Banyak orang yang peduli dengan Andara, kau seharusnya lega, karena adikmu selalu memikirkan kebahagiaan mu,mulai sekarang berilah perhatian yang banyak untuk nya," ucap Simon seraya menepuk bahu pria itu.


Bizael mengangguk, dia merasa bersalah pada Andara, penyesalan selalu berakhir dengan cara yang tidak bisa ditebak.


Bizael masih punya waktu untuk memperbaiki kesalahannya di masa lalu dan menjadi saudara yang baik bagi Andara.


Dani dan Kevin dan yang lainnya juga masuk ke dalam ruangan Andara. Tak sabar hati mereka ingin bertemu dengan pria kesayangan mereka itu.


Kaki Dani dan Kevin melangkah begitu cepat, jantung berdebar tak karuan, rasa bahagia seolah sedang bertemu dengan bintang favorit mereka.


"Andara...


Keduanya berdiri di masing-masing sisi Andara yang sedang menatap ke atas langit-langit yang dipenuhi dengan bintang cantik yang ditempel oleh Kevin dan Dani dengan bantuan si kembar dari keluarga Kent.


"Bintang!!" ucap pria itu sambil menatap langit-langit.


" Uwahh... cantik!! cantik sekali!!!" ucapnya. Satu satunya yang dia perhatian saat baru bangun adalah objek kesukaan nya.


Dani dan Kevin tertawa, pria itu tidak berubah sama sekali.


" Andara melihat bintang, dalam mimpi juga melihat bintang yang sangat banyak, Wahhh ini indah sekali!!!!" ucap pria itu.


Tubuhnya masih lemah, berbaring beberapa minggu membuat tubuhnya terasa berat, tetapi mulutnya yang tak berhenti bicara itu seolah tidak ada batasannya bahkan setelah bangun pun dia masih mengoceh tentang bintang.

__ADS_1


"Andara baru saja pulang dari planet bintang, tapi tidak ada Dani jorok dan Kevin bau jengkol di sana, Andara sendirian, tidak punya teman, awalnya senang karena Andara tidak bertemu kakak, tapi lama lama Andara kesepian," Oceh pria itu.


" Andara Mendengar suara kakak yang menangis, itu sebabnya Andara pulang, Andara juga merindukan Dani dan Kevin!!!" celetuk pria itu sambil mengedipkan kedua matanya masih terfokus pada bintang di langit-langit ruangan kamarnya.


Dani, Kevin dan yang lainnya tak bisa menahan rasa bahagia di hati mereka. Hati kecil mereka berbunga-bunga. Rasanya seolah sudah berabad-abad mereka tidak mendengar ocehan jenaka pria itu.


Dani dan Kevin menatapnya sambil menangis," Dasar idiot!" ucap mereka berdua serentak.


Sontak Andara menatap keduanya dengan wajah cemberut," Andara tidak idiot!!' balasnya dengan ketus.


Dani tersenyum sambil menangis, demikian Kevin.


"Eh.. kalian menangis? ada apa?" tanya pria itu dengan polosnya sambil memiringkan kepalanya.


"Apa kau tidak ingat yang terjadi padamu!? kau tidur terlalu lama bodoh!!" balas Kevin sambil menyentil kening Andara.


"Awhhh... kening Andara bisa bolong kalau disentil seperti itu, dasar Kevin !!" Andara mendengus kesal.


"Kamu nakal sih!!" Dani balas menyentil kening Andara lagi.


Pria itu menutup keningnya sambil berwajah cemberut seolah tidak terjadi apa-apa pada berminggu-minggu yang lalu.


"Kalian berdua nakal!!' kesal Andara.


Dani dan Kevin tersenyum sambil menatap Andara," Kami merindukanmu Andara!!" seru mereka berdua sambil menghamburkan pelukan mereka pada Andara yang sangat benci dipeluk.


" Ehhh... Andara benci dipeluk, Andara tidak suka, awas!!jangan dipeluk!!!!" teriak pria itu dengan kedua tangannya yang memukul mukul mereka berdua tapi sialnya dia masih terlalu lemah.


Dani dan Kevin memeluknya dengan hati yang gembira.


Laura tersenyum menatap Andara yang sudah sadar dari komanya.


" Tapi dia terlihat tenang, seolah dia melupakan kejadian itu? apa yang terjadi?" tanya Laura pada Bizael.


Pria itu membalas tatapan Laura," Untuk saat ini, dia mengalami amnesia untuk kejadian mengerikan itu, seperti nya dia mengatur otaknya untuk melupakan rasa sakit dan trauma itu, " jelas Bizael.


" Tetapi lebih baik begini, dia tidak akan ingat kejadian itu, dan dia bisa hidup tanpa trauma," ucap Bizael sambil memandang kembarannya.


" Tapi bagaimana kalau dia ingat!?' tanya Simon.


"Kita belum tahu reaksinya, untuk beberapa Minggu ke depan dia akan diawasi penuh dan menjalani rawat jalan," balas Bizael.


Laura dan Simon sedikit khawatir dengan keadaan Andara. Trauma itu bisa datang kapan saja dan membuat Andara hancur.


"Lakukan yang terbaik, jangan sampai dia menderita lagi!" ucap Simon.

__ADS_1


Andara tampak sangat senang meskipun wajahnya berkata dia kesal pada dua manusia gila yang sedang memeluknya dengan sangat erat.


" Eghhh le... pas.. kan!!!" Pria itu mendorong Dani dan Kevin dengan kesal.


" Dasar pelit!" ketus keduanya sambil menatap Andara.


" Dasar jorok, dasar bau jengkol!!" balas Andar dengan nada yang sama.


Mereka tertawa terbahak-bahak sambil Menahan tangisan haru mereka karena Andara telah bangun.


"Andara, terimakasih!" ucap Dani sambil menggenggam tangan pria itu.Kevun tersenyum dan memberikan ruang bagi Dani untuk mengutarakan isi hatinya, sepertinya Kevin mulai menerima keadaan dengan baik.


"Dani kenapa menangis? dasar cengeng, sudah besar tapi banyak menangis, Kevin juga begitu, kalian cengeng sekali!' celetuk pria itu.


"Andara, kami takut kehilanganmu, terima kasih sudah bangun, dan kembali bersama kami, kamu hebat!!" ucap gadis itu.


" Ohhh tentu saja, Andara gitu loh, itu kan Kevin!!" ucapnya sambil tersenyum menatap keduanya bergantian.


"Dasar idiot, kau membuat kami semua takut, sudahlah, sekarang kau fokus untuk sembuh, supaya kita bisa naik motor lagi!!!' ucap Kevin sambil tersenyum.


"Naik motor!? boleh!? Wahhh baiklah, aku akan sembuh dengan cepat!!!" seru Andara sambil bertepuk tangan meriah, tertawa menatap mereka berdua dengan hati berbunga bunga.


"Hahahhaha.... Dasar bodoh!!!"


"Aku tidak bodoh!!!"


"Kau bodoh Andara!!"


"Tidak! kalian yang bodoh!!"


"Andara? berpelukan!!?!


"Arkhhh tiiidaaakkkk!!!!!!


hahahhahaha....


.


.


.


.


Like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2