Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
172 Season 2: Good By Uncle!


__ADS_3

Kelima orang itu diikat dan dibuat duduk berlutut di depan Dani, Kevin dan yang lainnya. Mereka berlima sudah babak belur, hancur lebur karena tangan Lanang, Ella, Loey dan yang lainnya menghajar mereka.


Bukan hanya mereka, pelaku yang lain sekarang malah dibekuk oleh tim Aryn dan diikat dalam atu kontainer pengangkut barang yang siap dikirimkan ke kantor kepolisian.


"Siapa yang menyuruh kalian!?" tanya Kevin. Sebenarnya mereka sudah tahu, hanya untuk membuat bukti kuat untuk menangkap pelaku sebenarnya dibalik kejadian ini. Alias menangkap bos besar perusahaan raksasa yang sedang duduk tenang di tahtanya tanpa sadar kalau inti perusahaan nya sedang mengalami pergolakan yang sangat kacau.


"Hakk cuhh!!!"


"Kau pikir kami akan bicara hah? lakukan semaumu, toh kami juga akan mati!!" ucap mereka sambil menatap Kevin dengan tatapan menantang.


" Jadi kalian tidak peduli?" ucap Dani.


Gadis itu mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan video pria pria itu tengah melakukan perbuatannya yang keji terhadap seorang gadis muda.


" Bagaimana kalau sampai Ibu, istri, atau anak kalian melihat ini!??" ucap Dani sambil menaikkan kedua alisnya.


Dengan suara tawanya dia menatap mereka," Ahahaha... ini akan menyenangkan, melihat mereka menangis, atau..." Dani menutup ponselnya.


"Bagaimana kalau aku membuat mereka merasakan hal yang sama??" ucap Dani sambil tertawa cekikikan.


"si..sialan, siapa kalian sebenarnya kenapa kalian melakukan ini keparat!!!"


Melihat mereka yang begitu tidak terbantahkan, membuat para pelaku terdiam ketakutan. Siapa sangka mereka telah memilih lawan yang salah?


Mereka hanya mengantarkan nyawa mereka ke neraka kematian yang panas dan kejam.


"Malaikat mautmu!!!" ucap Dani..


" Cambuk mereka!!!" titah Dani.


Beberapa algojo maju ke depan dengan membawa cambuk yang terbuat dari kulit hewan. setiap sisi cambuk itu dipenuhi dengan duri tajam yang di desain khusus untuk menyiksa, mencabik cabik dan membunuh korbannya.


Slak!! Slak!! Slak!!!


Suara Cambukan demi cambukan terdengar, diiringi dengan teriakan histeris dari mereka semua. Tubuh mereka berdarah dan hancur, daging mereka dicabik cantik dan darah mereka bercucuran bagaikan banjir bandang.


" Arkhhh lepaskan!!!!!"


"Arkhhhh ... sa....kiitt!!!!!"


Mereka berteriak, Dani dan Kevin hanya menatap mereka dengan tatapan dingin dan datar di saat yang lain tak tahan menatap darah kental yang mengalir dari tubuh mer.


" Dia manusia ini benar benar psikopat gila!" batin Lanang seraya geleng-geleng kepala.


Dani dan Kevin seperti manusia beku yang tidak punya perasaan. Saat korbannya menangis, mereka hanya Kana berdiri diam dan menikmati teriakan penuh kesakitan itu tanpa peduli orang di depannya menggila.


"Sampah SIALAN, kau membuat Andara dalam keadaan bahaya, maka jangan salahkan aku membuat keluargamu merasakan hal yang sama!!" kecam Danielle. Dia adalah gadis yang nekad, tidak peduli sebesar apa resikonya, dia akan berusaha keras untuk mendapat tujuannya.


Kevin menoleh ke arah Dani, dia tersenyum tipis melihat gadis yang sejak awal sampai akhir, melakukan segalanya dengan baik demi Andara.


Orang-orang di depan itu mereka siksa dengan cara yang brutal dan tak berperasaan.

__ADS_1


Membayangkan betapa sakitnya tubuh Andara saat baja tajam itu dihujamkan ke tubuhnya saja sudah membuat Dani dan yang lainnya mengamuk.


"Ohhh jadi ini orang-orang sialan yang sok pahlawan mencari pelaku penusukan itu ya!??" suara melengking, dan nada congkak yang membuat telinga sakit terdengar sampai ke seluruh penjuru daerah itu.


Dani dan yang lainnya menoleh ke arah sumber suara dan mendapati seorang pria dengan pakaian yang sangat mahal. dari ujung sampai kepala dia mengenakan pakaian bermerek mahal tampak sekali bahwa dia adalah seorang bos besar.


Wajahnya panjang, rambutnya panjang sebahu dan ikal diikat ke belakang mengenakan sebuah setelan jas dengan cardigan panjang yang menutupi tubuhnya tampak menatap mereka dengan tatapan sinis dan tajam.


"Ehh ada kuda, hihii jelek hihihi jelek sekali!!!!" Kevin tiba-tiba tertawa melihat wajah orang itu.


" Bbos.. bbos besar tolong kami, selamatkan kami bos!!!" teriak para tawanan histeris.


Pria bernama Martin itu melirik orang orangnya yang duduk berbaris di sana. Keadaan yang tidak menyenangkan untuk dilihat.


Beberapa saat lalu dia diberitahu oleh salah satu anak buahnya kalau markas penting mereka di pelosok hutan telah dibekuk oleh tim Dani .


Itu sebabnya dia langsung berangkat ke tempat itu untuk melihat keadaannya sekaligus membunuh pelakunya.


Dia sudah membawa pasukan armada. Berlusin lusin pria berbadan kekar didatangkan ke tempat itu. tapi anehnya saat mereka tiba, yang ada di sana hanya Dani, Lanang, Loey, Ella, Kevin dan beberapa anak buah lainnya.


Begitu mendengar markas perbudakannya diserang, Martin langsung berangkat dari perusahaan nya dengan helikopter ke tempat itu. Sungguh sebuah kejutan baginya karena yang dia dapati hanya Dani dan beberapa temannya.


"Ahhh sialan, kalian melepaskan semua tawananku dan sekarang mau membunuh anak buah kepercayaan ku juga!?? Kurang ajar!!!!" teriak Martin mengamuk.


"Tangkap mereka!!!" pekik Martin.


Tampaknya pertarungan tidak akan berakhir hari ini, Dani dan teman temannya memasang kuda kuda.


" Sialan, aku tidak tahu siapa yang melakukan ini, tetapi orang gila ini benar benar telah membuatku kesal!!!" umpat Kevin.


Kevin memijit pelipisnya," dia menatap Martin," Siapa yang memberitahukan hal ini padamu sialan!!" teriak Kevin.


Martin tersenyum licik, dari belakangnya muncul seorang pria yang dikenali jelas oleh Kevin.


Bima berjalan ke depan, dan berdiri di samping Martin sambil menatap ke arah Kevin dengan senyuman aneh di wajahnya.


"Penjahat yang kau lepaskan sendiri, dasar bodoh, kau melepaskan orang terdekatku, tentu saja dia akan memberitahukan segalanya padaku!!!" ucap Martin sambil menepuk bahu Bima.


Kevin berdecak kesal, Dani, Lanang dan yang lainnya pun sama sama kesal.


" Kan apa ku bilang, kau sok jadi paman yang baik, ini hasilnya dasar bodoh!!!" teriak Lanang kesal.


Kevin hanya berdiam dan mengeraskan rahangnya, dia menatap Bima dengan tatapan tajam.


Tetapi kedua netra Bima mengatakan hal yang lain. Pria itu tersenyum padanya, persis seperti senyuman terakhir ketika Bima masih normal.


Senyuman yang hangat dan tulus, yang jelas sekali mengingatkan Kevin pada saudara-saudaranya.


"Bima, kau.. apa yang kau lakukan!!!" teriak Kevin.


"Melakukan hal yang sudah seharusnya kulakukan Paman, terimakasih untuk video membosankan itu!!' ucap Bima sambil tersenyum.

__ADS_1


"Bagus sekali Bima, aku bangga padamu, kau bisa menjadi penerus ku berikutnya!!!' ucap Martin dengan bangga.


Tetapi wajah Bima mengatakan hal yang lain. Pria itu berdiri menyamping dan menatap Martin.


Dia mengangkat tangannya dan menggerakkannya ke belakang sebagai kode untuk pasukan yang dibawa oleh Martin.


Tiba-tiba semua anak buah Martin berjalan mundur dan berbaris rapi mengelilingi tempat itu.


"A.. apa apaan ini!! apa yang kau lakukan, kalian semua kenapa bajingan!!!" teriak Martin panik.


" Kau yang membuatku membunuh orang tuaku, Anggotamu yang memperkosa bibiku yang baik, dan kelompoknya yang menghancurkan seluruh keluarga ku, aku yang terlalu bodoh bisa percaya pada sampah seperti mu!!" ucap Bima sambil mencengkram leher pria itu.


" Arkhh sialan, bermain kau melawanku!!!' pekik Martin.


Jleb!!!


Sebuah suntikan mendarat di leher pria itu. Seketika tubuhnya lemas karena obat yang disuntikkan oleh Bima.


Kevin dan yang lainnya terkejut melihat apa yang sedang terjadi.


"BI..Bima apa yang kau lakukan arkhhh.. pa..da... ku!!!!" ucap


Bima tersenyum, kekuatan nya berkembang pesat, dia menarik Martin dan mengikat pria itu ke tubuhnya," Aku tidak pantas untuk hidup, demikian dengan dirimu bangsat, maka mari kita mati bersama-sama!!" ucap Bima sambil mengikat pria itu ke tubuhnya.


Bima sudah menyiapkan sabuk pinggang dan mengikat tubuhnya dengan Martin.


"Bima mau apa kau!!!" teriak Kevin.


Bima tersenyum dan menoleh ke arah pamannya," Paman, terimakasih banyak, terimakasih sudah membuatku sadar meski terlambat," Ucap Bima sambil menangis.


Pria itu menatap Kevin untuk waktu yang lama sambil tersenyum," Maafkan keponakanmu yang bodoh ini, tapi aku selalu iri padamu, terimakasih banyak paman tampanku!!" ucap Bima sambil menangis sesenggukan.


Pria itu berjalan menjauh ke arah luar gedung sambil menyeret nyeret Martin yang sudah terkulai lemas. Pria jahat yang selalu bisa melepaskan diri dari penangkapan, dan memperbudak banyak orang. Jika dia hanya dipenjara, dia hanya akan semakin tenang dan bekerja melalui penjara.


Bima menyeret pria itu, dia telah mengikat bom di tubuhnya. Ketika sudah jauh jaraknya dia melambaikan tangannya pada Kevin. Pertemuan yang singkat tetapi menyadarkan dirinya atas perbuatan jahatnya selama ini.


"Sampai jumpa paman, jika aku bisa dilahirkan kembali, aku ingin jadi anak mu saja, kau itu orang kaya!!!" teriak Bima.


"Tidak, kau mau apa bodoh!!!!" teriak Kevin sambil berlari ke arah mereka dengan wajah panik .


Bima menekan tombol di tangannya," Sampai jumpa pamanku," ucapnya.


Duar!!!!!


Ledakan besar terjadi. Bima melakukan bom bunuh diri di depan mereka semua membawa tubuh Matin bersamanya.


" Arkhhh tiiiidaaakkk... Bimaaaa.. Bimaaa.. Bima!!!!!"


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2