
Dani memimpin penyelidikan dalam pencarian posisi Alesha putri Sadrakh dan Obelia. Kemarahan sang gadis psiko itu telah pada puncaknya.
Dia benar benar mengamuk dan kini berjalan membawa pedang kematian bagi nyonya Yanti dan semua yang terlibat dengan penculikan Alesha, gadis kecil yang dia sayangi.
Dani berada di markas tim Aryn menatap semua kamera CCTV yang sudah dia dan kelompoknya retas.
Segala jenis panggilan telepon mereka curi dari jaringan data yang tersbear di seluruh negeri. Hanya tim ini yang mampu melakukan hal illegal tersebut bahkan kepolisian dan pihak telekomunikasi dan informasi tidak mampu melacak perbuatan mereka sekalipun tahu data jutaan orang sudah bocor di tangan mereka.
“ Kau tidak akan lepas dari tanganku jal4ng sialan, beraninya kau mencoba menyakiti putri tuan Sadrakh, maka jangan salahkan aku juga akan menyakiti putrimu,” gumam gadis itu sambil melirik ke arah seorang gadis yang pingsan dan diikat dalam sebuah karung dengan kepala, mata dan mulut yang tertutup.
Dani melakukan hal yang sama pada Yura, putri wanita licik yang menculik Alesha untuk memancing Obelia. Yura di bawa paksa setelah dipukul dengan kejam oleh Dani. Gadis itu adalah gadis berbahaya yang tidak boleh dianggap remeh.
“ Dani kita menemukan lokasinya,” teriak Lanang saat mereka menemukan data panggilan telepon yang aktif serta rekaman pembicaraannya yang jelas sekali memperdengarkan suara ayah dan ibu Obelia yang sedang berbicara satu sama lain.
Dani menatap layar itu sambil tersenyum sinis,” Dapat kau,” ucapnya sambil berjalan memutar haluan.
Gadis itu membuka karung di mana Yura di letakkan, ternyata Yura sudah sadar.
“ Apa yang akan ibunya lakukan jika melihat putrinya ini mendapatkan luka di wajahnya yang dipoles berkali kali sudah seperti roti yang gagal ini,” gumam Dani sambil mengeluarkan belati kecil dari kantongnya.
Dengan tatapan jahat dia menarik kepala gadis itu sampai dia merintih kesakitan.
“ Errhkkkkk... erkmmmmhhh... arrhhhkkkkhh...
“ uhhh sayang kau merintih kesakiran seperti itu padahal sudah dewasa, bagaimana dengan Alesha yang kalian culik untuk rencana bodoh kalian itu manusia biadab tak punya otak ?” geram Dani.
Dia menarik rambut perempuan itu sampai sebagian rontok di tangannya. Dani tidak akan segan segan melakukan hal keji untuk menghancurkan siapa pun yang mengusik orang orangnya.
Gadis itu membuka ikatan mulut Yura.
“ Arkhh....... SIAPA KALIAN, BERANINYA KALIAN MELAKUKAN INI PADAKU ARRKHHHH!! ” pekik Yura histeris begitu ikatan di mulutnya di buka oleh Dani.
__ADS_1
“ Malaikat mautmu sayang,” ucap Dani sambil menekan belati itu ke pipi Yura. Dia jelas melihat wajah Alesha di dalam mobil sudah lebam di sana sini bahkan sampai pucat pasi karena dipukuli oleh Nyonya Yanti.
“ Arkhhh sakiitt..” pekik Yura lagi..
“ Shhhhh kau merusak gendang telingaku sialan!!" geram Dani dan..
Jleb...
Satu tusukan mendarat di pipi gadis itu dan merobeknya sampai terluka dan berdarah. Yura memekik histeris saat rasa sakit itu langsung menjalar ke seluruh bagian tubuhnya. Sakitnya tak tertahankan, Dani benar benar menggila karena tahu Alesha jadi korban penculikan orang orang sinting yang gila harta ini.
“ Dani cepatlah, nanti saja kau goreng wanita itu, kita selamatkan Alesha dahulu,” ucap Lanang sambil menarik lengan Dani.
Gadis itu menggertakkan giginya, dia kesal dan sangat marah .
“ Dasar pasangan bodoh itu, sudah tahu masalah besar seperti ini tapi masih tidak bilang apa apa padaku, arkrkhh sialan,” Dani berjalan dari sana dengan wajah kesal, sedangkan Yura kembali diikat di dalam karung itu diperlakukan persis seperti ibunya memperlakukan Alesha kecil.
Mereka semua berangkat menuju kediaman keluarga nyonya Yanti di mana Alesha di sandera. Siapa sangka kalau semua kejadian ini sudah disusun oleh nyonya Yanti untuk menjebak Obelia dan menggunakan Alesha sebagai pancingan tapi tanpa dia sadari dia telah masuk ke lubang buaya kejam yang siap mencabik cabik dia tanpa ampun.
“ Segera hubungi dia dan kirim foto anak ini padanya, dan pasti akan langsung datang,” ucap nyonya Yanti.
Tuan Riko ayah kandung Obelia, pria kejam yang hampir melecehkan putrinya sendiri langsung mengangguk sambil tertawa cegengesan seolah mereka baru mendapatkan harta karun baru.
“ Baiklah, berapa yang akan kita minta sebagai tebusan anak ini, dia pasti mahal,” ucap tuan Riko sambil tertawa menatap Alesha kecil yang duduk diam sambil menatap mereka dengan tatapan marah.
“ Ohh lihat matanya itu, sangat tajam seperti ibu tirinya hahahha... aku yakin dia akan tumbuh seperti jal4ng sialan itu,” ucap tuan Riko.
“ Kita tentu harus meminta bayaran yang sepadan, kita akan buat seolah Obelia yang menjual anak ini, dan kita menyelamatkannya.” Ucap Nyonya Yanti sambil duduk tegap dan menatap Alesha.
“ Jangan sakiti Mommyku!!" teriak gadis kecil itu dengan berani. Mendengar percakapan mereka tadi, jelas dia paham kalau orang orang di depan mereka itu berusaha untuk mencelakakan sang Ibu.
“ Uhh kamu pasti menyayanginya, tapi sayang, ibumu itu jahat, kami adalah orangtuanya tapi dia tidak tahu balas budi, dia itu jahat, orang jahat harus diberi hukuman iya kan?” ucap nyonya Yanti.
__ADS_1
Alesha hanya mendengus kesal dan marah, dia berusaha tetap tenang agar tidak dipukul lagi seperti beberapa saat lalu.
“ Lecha harus lepas dari sini, lecha gak mau mommy khawatir, Mommy lagi sakit, ahhh harusnya Lecha tidak sembarang menerima roti, ini semua salah Alesha,” batin gais kecil pintar nan cerdik itu.
Tuan Riko menghubungi ponsel Obelia, sementara itu di rumah sakit, Obelai telah sadarkan diri dan diberitahu tentang keberadaan janin yang kini dia kandung, tujuannya agar wanita itu tetap tenang dan tidak bertindak gegabah sebab kandungannya melemah.
“ Bagaimana dengan Alesha? Aku tidak bisa membiarkan dia di tangan mereka, cari dia sayang.. cari dia kumohon!!" Obelia terus menangis, wajahnya saja sudah pucat bahkan beberapa saat lalu dia mengalami sedikit pendarahan karena stress.
“ Sayang tenanglah, kamu sedang mengandung, Dani sudah mengatur semua, aku akan menyusul mereka ke sana,” ucap sadrakh.
“aku ikut, aku mau ikut, aku mau melihat putriku!! aku tidak bisa tinggal diam di sini, tidak bisa sama sekali sayang, aku takut... aku sangat takut mereka melukai putriku hiks hiks hiks.. bawa aku.. bawa aku ku mohon!!” pinta Obelia sambil menangis sesenggukan.
“ Obelia tetaplah di rumah sakit, biar kami yang menangani ini, kau sedang lemah,” ucap Diego.
“ tenanglah sayang, biar kami menemukan Alesha, dia pasti baik baik saja,” ucap Sadrakh.
Mau tidak mau Obelia harus menurut.
Akhirnya Sadrakh, Diego dan Simon berangkat menuju titik temu yang telah disebutkan oleh Dani dan Lanang. Obelia tidak bisa tenang, selepas kepergian mereka, tuan Riko ayahnya menghubungi dia.
“ Jika kau mau anak ini selamat, segera datang ke alamat ini, jika tidak, kami akan memperlakukannya sama seperti kami memperlakukanmu saat kau masih kecil,” ancam tuan Riko dalam pembicaran singkat itu.
Obelia menangis sesenggukan, dia menatap ruangannya yang hanya dia tempati seornag diri,” sayang apa yang harus Mom lakukan, mommy tidak bisa membiarkan kakakmu dipukuli oleh mereka, mom tahu orang seperti apa mereka, mereka tidak akan menyerahkan Alesha sekalipun Daddy dan pamanmu mengamuk di sana, mereka bisa membunuh kakakmu,” Obelia mengusap perutnya sambil menangis sesenggukan.
“ aku harus pergi, aku harus menyelamatkan putriku, mereka jahat, aku tahu orang seperti apa mereka, dan segila apa perbuatan mereka!!"
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen