
Zayn mengelili seluruh tempat itu mencari keberadaan Laura. Seolah dia dipimpin oleh instingnya, dia berlari menuju bagian samping hotel itu. Hari juga sudah gelap. Dia berlari mencari Laura dengan dokumen yang ada dalam genggamannya.
" Laura!?? di mana kau!!!" teriak Zayn.
Srujk... srujkk...
Laura tampak berjalan tertatih-tatih dengan kaki kanan dan kirinya yang terluka dan tertusuk duri tajam semak semak yang dia timpah.
Beruntung kepalanya tak pecah karena melompat dengan nekat dari lantai dua.
"Kak...Aku di...sini!!" panggil Laura dengan udara lemah. Tubuhnya masih panas, efek obat itu membuat nya gila .
Jujur saja, rasanya Laura ingin melepaskan semua pakaiannya saat ini.
Rasanya sesak dan panas di saat yang sama.
" Panas... tubuhku panas... arrkhh.... bagaimana ini!!!" Laura melenguh kesakitan sekaligus merasa kepanasan, tidak nyaman, dia butuh sesuatu yang segar dan dingin.
Zayn panik, dia menatap Laura dalam kondisi yang sangat kacau,"Laura kenapa denganmu, apa yang terjadi!!!?" teriak Zayn sambil menghampiri Laura.
Dia hendak menyentuh Laura tetapi gadis itu menghindar dan menjauh dari Zayn, sebab dia tahu Sepertinya obat itu membuat seseorang mengalami kenaikan gairah yang drastis seperti yang dirasakan oleh pria yang entah sedang melakukan apa dengan Cintia saat ini.
"Jangan mendekat!" ucap Laura. Setidaknya dia tidak kehilangan kesadarannya. Rasa sakit di kedua kakinya karena tertusuk duri tajam tak membuatnya lemah.
Cllakkk...
Dia mencabut duri itu begitu saja sampai darahnya memuncrat. Zayn terperangah, Laura tidak boleh melakukan hal seperti itu, jelas karena pendarahan tidak akan berhenti.
"Laura kau berdarah, jangan mencabut nya seperti itu, biar aku yang tangani!!" teriak Zayn hendak mendekati Laura tetapi gadis itu berlari menghindari Zayn," jangan dekat kak, aku tidak bisa mengendalikan diriku, tubuhku panas!!!" teriak Laura sambil berjalan sempoyongan.
Laura berhenti dan duduk di atas batu besar dia mengepalkan kedua tangannya dan menarik nafas dalam-dalam.
Tiba-tiba...
Plakk...
Plakkk...
Plakkk...
Laura menampar dirinya sendiri untuk menyadarkan dirinya. Dia memukuli wajahnya sendiri untuk menghilangkan efek obat itu.
Wajah Laura sampai memerah, tetapi ada sakitnya tak kunjung tiba.
__ADS_1
Bagaimana Laura bisa tahu kalau dia terkena obat haram!?
Ini bukan kejadian pertama, saat SMA, dia pernah dijebak dengan cara yang sama oleh orang bayaran Cintia. Orang orang itu memberinya minuman yang sudah dicampur dengan obat dan membawanya ke sebuah Bar, niat awal mereka adalah mempermalukan Laura di sana dan membuat Laura tidur dengan orang asing, menghancurkan hidupnya tetapi Laura berhasil kabur setelah melukai dirinya dengan pecahan beling di pahanya, sampai sekarang bekas luka itu masih ada.
Laura sudah mengalami hal hal mengerikan sejak dia muda. Cintia selalu berusaha untuk menghancurkan hidupnya, bahkan beberapa orang dibayar untuk merenggut kesucian gadis itu.
Namun alam masih berpihak pada Laura. Bersyukur Pak Mandu mendidiknya dengan baik bahkan memberitahu hal hal seperti obat obatan dan efeknya terhadap tubuh.
Laura memukuli wajahnya sampai bibir nya berdarah. Rasa sakit yang lain akan membantu meningkatkan kesadaran Laura.
" Laura jangan!!" teriak Zayn hendak.menghpiri gadis itu.
"Jangan mendekat kak, aku sudah pernah mengalami ini, mereka memberiku sejenis pereda nyeri yang punya efek samping meningkatkan gairah, kau jelas tau maksud ku apa," ucap Laura sambil memukuli dirinya sendiri.
Zayn terhenyak, tak disangka mereka sampai melakukan hal itu pada Laura.
Jelas sekali kalau Nyonya Tiara dan Cintia ingin menjebak Laura dengan pria asing, menghancurkan kehidupan gadis itu dan menggunakan kejadian itu sebagai alat untuk mengancam Laura.
Tetapi, Laura tak sebodoh yang mereka pikirkan. Laura lebih takut pada Simon yang akan mengamuk daripada menghadapi nyonya Tiara dan Cintia.
Laura berkali-kali menghela nafas, perlahan gairahnya bisa terkontrol dengan baik.
"Kau baik-baik saja!?" Zayn mendekatinya saat Laura sudah mulai normal.
Zayn mengangguk, dia mengantongi dokumen itu dengan baik.
" Terimakasih," ucap Laura dengan senyuman getir dan...
Brukk...
Laura pingsan karena kelelahan. Wajahnya pucat dan penuh luka. Dia bersandar pada bahu Zayn.
Zayn menatap Laura dengan tatapan cemas, cepat-cepat dia menggendong gadis itu dan berlari dari sana sebelum sesuatu yang lebih buruk terjadi.
"Zayn apa yang terjadi pada Laura!??" Suara bariton sang tuan Simon terdengar menggelegar di area hotel itu.
Zayn berhenti sejenak, dia terdiam dan menatap Simon yang tiba setelah diberitahu tentang apa yang terjadi.
Dia langsung menuju hotel itu begitu mendengar berita kalau nyonya Tiara mengajak Laura bertemu.
Tatapan pria itu terlihat khawatir, dia menatap Laura dan Zayn dengan tubuh menegang .
Ketika melihat wajah Laura yang babak belur dan kedua kakinya yang terluka, berhasil membuat Simon merasa buruk dengan dirinya.
__ADS_1
Zayn berlari lagi dan langsung membawa Laura ke dalam mobil Van Simon, alat kesehatan milik Zayn lengkap di sana.
" Nanti ku jelaskan, ceritanya panjang!! kita harus cepat!!!" ucap Zayn .
Tak tunggu lama, Zayn langsung membaringkan Laura di atas kursi dan membuka pakaian gadis itu.
"Kenapa kau buka pakaiannya!?? apa yang kau lakukan Zayn!" Simon menarik tangan Zayn yang membuka kaos Laura.
" Tenanglah, aku tidak melakukan hal yang tidak berguna, ini untuk keselamatan Laura, dia terkena obat ini!!" Zayn mengangkat serpihan kecil di leher Laura tepat di bawah telinga.
Benda tipis yang jelas Zayn kenal sebagai obat pereda nyeri dosis tinggi dengan efek memabukkan.
Simon terdiam, dia menatap Laura dengan jantung gemetaran," Lalu wajahnya!??"
" Dia mengatasinya sendiri Simon, Istrimu bukan orang bodoh, dia tahu mengatasi hal seperti ini!" ucap Zayn sambil memeriksa kondisi Laura.
Ketika kaos Laura di buka, tampaklah perut dan kaki Laura yang penuh dengan luka baru dan bekas luka lama.
Kedua pria itu terdiam, apa yang Laura alami selama ini!?? kenapa di tubuhnya banyak bekas luka!??
Zayn membeku, dia menarik nafas dalam-dalam. Keadaan Laura sangat buruk.
Dengan kondisi Laura yang demikian. Sudah sangat jelas perlakuan tuan Raymond dan keluarganya terhadap Laura selama ini.
Sudah sangat jelas kalau Laura disiksa oleh mereka sampai Laura memiliki trauma yang bisa kambuh kapan saja.
Simon menatap istrinya, ada rasa bersalah di hati Simon. Mengingat kelakuan buruknya dan hari ketika dia hampir menghilangkan nyawa Laura karena mencekik gadis itu.
"Kenapa dia ingin bertemu dengan orang-orang berengsek itu? apa yang mereka lakukan padanya kenapa Laura... Kenapa dia sampai terluka seperti ini!?" tanya Simon sambil menatap Zayn.
Zayn terdiam sebentar, dia mengambil dokumen yang dia selipkan di balik pakaiannya.
" Dokumen tentang keluarga kandung Laura, mereka memancing Laura dengan identitas aslinya. Laura bukan anak tuan Raymond, dari yang ku dengar ada kisah lain kenapa Laura sampai berakhir di keluarga sampah itu!" jelas Zayn sambil memberikan dokumen itu pada Simon.
"Apa isi dokumen ini? kenapa Laura sangat menginginkan benda ini sampai dia mengorbankan dirinya?" batin Simon sambil menatap dokumen yang tertutup dengan rapi dengan segel rahasia keluarga Raymond di atasnya.
.
.
.
like, vote dan komen 🤗
__ADS_1