
Tuan Mignolet berdiri dengan tubuh tegapnya sambil menatap cucunya yang kini akan menjadi seorang ayah.
air matanya tidak terbendung, dia telah melakukan banyak hal untuk membuat sang cucu bangkit dari masa lalu yang pahit.
Pernikahan Laura dan Simon sejak awal sudah diaturnya dengan seapik mungkin bahkan tak ada celah yang menunjukkan kalau dirinya masih hidup.
Kematiannya dibuat seolah nyata, bahkan makamnya dipersiapkan dengan sangat baik. Setelah semua masalah itu selesai, dia akhirnya bisa bernafas lega dan muncul kembali ke kehidupan sehari-hari nya yang tidak tahu entah sampai kapan dia akan bertahan.
"Kakek!!" teriak Simon. Dia menangis, pria itu menangis menatap sang kakek. Sosok yang sangat dia hargai selam dia hidup, satu satunya keluarga yang di miliki tetapi dia pikir telah pergi meninggalkan dia begitu saja.
Simon berlari dari lantai dua dengan air mata yang mengalir. Diego sendiri menemani Langkah Laura yang perlahan mengingat dia sedang hamil.
Mereka semua tidak menyangka kalau tuan besar Kent akan datang saat ini. Simon berlari tanpa memakai alas kaki. berlari sekuat mungkin untuk sampai di dekat kakeknya dan memastikan kalau orang itu adalah kakeknya.
" Kakek... bagaimana bisa!? ke mana Kakek selama ini!!!" teriak Simon yang tak kuasa menahan rasa sedih dan haru di hatinya.
Jujur saja setelah kematian sang kakek, dia semakin hancur dan tidak peduli dengan hidupnya. Nyatanya sang kakek bersembunyi di tempat yang jauh, yang bahkan tak dia sangka sangka.
Tuan Besar Kent menyatukan Laura dan Simon karena dia tahu, Laura adalah gadis baik yang bisa membawa cucunya kembali ke dunia normal.
Tuan Besar Kent tak kuasa menahan tangisannya, dia tersenyum penuh kebahagiaan, kerutan di wajahnya itu terlihat jelas tapi tak mengurangi kharisma nya.
"Maafkan Kakek Simon, Maafkan Kakek membuatmu hancur," ucap Tuan Kent.
Simon menatap kakeknya sejenak. Pakaiannya tampak acak-acakan, wajahnya syok, tangannya gemetar dan air matanya mengalir begitu deras.
dia berdiri dan menatap sosok itu dengan hati pilu dan sakit sekaligus haru dan bahagia. Dia seperti anak kecil di depan tuan besar Kent, mengusap kedua matanya dan melihat pria tua itu lagi untuk memastikan apakah yang dia lihat di depannya saat ini adalah benar benar sang kakek atau tidak.
"Ini benar Kakek?" tanyanya pelan dan berusaha untuk tenang.
Tuan Kent tersenyum sambil mengangguk dengan pelan dan melebarkan kedua tangannya seraya menyambut Simon.
Suasana hati Simon tak bisa dijelaskan, dia lemas bercampur bahagia, dengan cepat dia berlari dan memeluk sang kakek sambil menangis tak percaya.
Siapa sangka dia masih memiliki sosok kakek di sisinya. Dia memeluk erat tuan Kent demikian dengan pria itu.
__ADS_1
" Ahhh cucuku sayang, syukurlah kau bertahan Simon, Kakek bangga padamu, kakek sangat bangga padamu!!" ucap tuan Kent seraya menepuk-nepuk punggung Simon dengan lembut dan hangat.
" Kakek apa yang terjadi!? ke mana sebenarnya kakek selama ini!?" tanya Simon sambil menatapnya lagi dengan wajah memerah.
Tuan besar Kent terkekeh, Dia menepuk bahu cucunya dan menatapnya," Kakek tidak jauh jauh, kakek selalu ada di dekatmu dan mengawasimu, kakek bersama Pak Mandu," jelasnya singkat dengan senyuman manis seperti dulu.
Simon terenyuh, dia merindukan senyuman dan tatapan mata sayup yang menenangkan bak suasana di sore hari kala mentari mulai terlelap.
"Dasar kakek tua bau tanah, sudah ku bilang cepat pulang kan!?" celetuk Pak Mandu.
"Hahahah.... tapi kan semuanya berjalan lancar, dan sekarang aku bahkan akan bisa melihat kelahiran cicitku!" ucap Tuan Kent dengan bangga sambil tersenyum menepuk bahu cucunya dan menatap Laura yang berjalan bersama Diego menghampiri mereka.
Laura menyambut dengan senyuman terkejut sekaligus terharu saat melihat mereka berkumpul kembali.
"Pak Mandu datang," panggil Laura dengan senyuman manis yang khas di wajahnya.
Pak Mandu menatap Laura seperti seorang ayah yang bertemu dengan putihnya," Tentu saja, bapak juga mau ketemu cucu bapak!" ucap Pak Mandu sambil terkekeh .
"Idih dasar akik akik lajang tua!!" ejek Tuan Kent.
Pak Mandu memanyunkan bibirnya dan menatap Tuan Kent dengan tatapan mengejek," Diamlah pak tua, jangan merusak kesenanganku!' kesal Pak Mandu.
" Bahhahahhaah....
Tawa bahagia terdengar di rumah itu. Tuan besar Kent menghampiri Laura dan menggenggam tangan wanita itu sambil menatapnya hangat.
"Senang bertemu denganmu cucuku, kau pasti kesulitan mengurus pria bawel, cerewet, bodoh dan idiot yang satu ini kan? yang sabar ya nak, dia memang begitu!" ucap tuan Kent yang kebiasaan bercanda nya masih sja melekat.
" Hahahha..." Laura tertawa.
"Kakek benar, dia ini kadang bikin kesal, bikin marah, bikin jantungan juga tapi juga ngangenin karena cerewet nya itu, terimakasih karena menjaga dia selama ini kakek," ucap Laura.
"Laura senang kalian bisa bertemu kembali," ujarnya sambil menggenggam tangan tuan Kent dengan penuh kehangatan.
Tuan Kent balas tersenyum lalu menatap Simon," kau beruntung anak kodok, istrimu ini orang baik dan tulus, jaga dia baik baik, kalau sampai kakek tahu kau menyakitinya, bahkan jika sudah di liang kubur pun Kakek akan menghajarmu dengan tongkat ini!" celetuk Tuan Kent sambil menatap serius cucunya.
__ADS_1
Simon tertawa bahagia," Mana berani aku Kakek, pawangnya Laura banyak loh, kakak iparku bahkan sangat menyeramkan belum lagi mertuaku, mana berani aku main main dengan dia, justru aku yang takut kesayanganku ini bisa membuang ku kapan saja," seloroh Simon.
"Sayang jangan bicara begitu, kita akan selalu bersama!" ucap Laura sambil menggenggam tangan suaminya. Simon mengangguk dan memeluk lengan Laura, sangat manja seperti anak kecil, bahkan tak malu melakukannya di depan semua orang.
Kembalinya tuan Besar Kent membuat semuanya bahagia. Diego menatap mereka dengan tatapan penuh haru dan iri tentunya. Karena keluarganya sama sekali tidak peduli dengan dia.
Yang mereka butuhkan adalah Diego menurut pada mereka dan menikah dengan orang yang Mereka mau dan menjadikan pria itu boneka mereka.
"Aku pasti bisa memiliki keluarga seharmonis mereka," batin Diego sambil menatap ke sembarang arah.
Tak disangka kedua netranya menangkap sosok Gretta yang sedang bekerja dengan pelayan mengurus taman dengan Alesha kecil yang sedang asik mengekplorasi dunia baru di taman itu
Gadis itu berdiri sambil menatap ke arah mereka dengan tatapan lembut. Bibirnya tersenyum sambil menatap Laura dan yang lainnya.
Entah apa yang sedang dipikirkan Gretta, tetapi Diego malah dibuat jatuh hati lagi dan lagi dengan paras cantik gadis itu.
"Gretta, aku akan membawamu kembali, kau akan bangkit sayang, " batin Diego.
"jangan dilirik saja," Laura tiba-tiba menarik lengan Diego dan berbisik.
" Sana hampiri dia kak, bawa dia berkencan, hibur dia dan tarik hatinya kalau kakak benar benar serius dengan Gretta, tapi jika tidak jangan berani mempermainkan dia, " ancam Laura.
"Jika sampai itu terjadi, aku yang pertama sekali membawa Gretta jauh darimu," bisik wanita itu.
Diego terkekeh, "Baiklah nyonya, kalau begitu misi kita akan di mulai!" seru Diego sambil tersenyum manis menatap ke arah Gretta.
"Kau pasti berhasil kak!" ucap Laura menyemangati.
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗
__ADS_1