Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
83. Mommy?


__ADS_3

Operasi yang dijalani Obelia berhasil dengan sukses Namun gadis malang itu bahkan belum membuka matanya.


Sama halnya dengan perempuan tanpa nama itu, dia dirawat dengan baik oleh Zayn tetapi sejak kemarin di bawa ke rumah sakit, gadis itu tak kunjung sadarkan diri.


Sadrakh duduk di depan ruang perawatan putrinya. Alesha yang trauma sama sekali tidak mau menemui pria itu. Gadis itu diam dan tak ingin melihat wajah Sadrakh, takut dan ngeri akan bayang bayang kejamnya Sadrakh pada dirinya.


Laura, Simon dan Diego berdiri menatap Sadrakh sambil geleng-geleng kepala. Berkali kali mereka menasehati agar dia memperhatikan putrinya, tetapi Sadrakh sama sekali tidak mendengar ucapan mereka hingga saat ini terjadi hal yang di luar dugaan mereka.


"Lihatlah si bodoh itu, sudah berkali-kali dibilang tetep aja membangkang, sekarang menyesal kan!?? Cihh rasakan, dasar tatakan gelas!!" Ketus Diego.


"bener kak, bikin kesal!" Balas Laura.


"Otaknya mungkin sudah tidak berfungsi dengan baik, perlu dikeluarkan dan dicuci dengan detergen lalu dipasang lagi!" Celetuk Simon .


Laura dan Diego menatap pria itu sambil menyerngitkan keningnya," Dasar gila!" Ucap mereka serentak.


Simon hanya terkekeh, pria itu tampak sudah sangat bebas sekarang. Dia punya orangtua, keluarga dan saudara serta istri yang selalu mendukungnya.


Sementara itu, Sadrakh hancur dalam pikirannya sendiri, dia yang menyebabkan putrinya membenci dirinya bahkan sampai enggan bertemu dengannya.


Perlahan dia berdiri, tubuhnya lemah seperti tidak makan selama berbulan-bulan. Dia mendekati pintu masuk kamar inap Alesha yang digabungkan dengan kamar inap Obelia.


Dengan perlahan dia membuka pintu kamar di mana putrinya berada. Gretta mendampingi gadis itu sambil memberi makan untuknya.


Penyesalan terbesar Sadrakh adalah ketidakpeduliannya pada sang putri, mengingkari janjinya pada sang istri untuk menjaga Alesha.


Rasa bersalahnya semakin bertambah saat mengingat apa yang dia lakukan pada Obelia dan hinaan yang dia sampaikan pada Laura.


Kakinya melangkah dengan berat, dia menatap kamar itu dengan tatapan sendu.


Tanpa dia sadari kalau teman-teman nya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan Sadrakh yang di luar akal.


"Alesha..." Ucapnya pelan sambil mendekat ke brankar gadis kecil yang tengah duduk di atas brankar sambil disuapi oleh Gretta.


"AUNTY LECHA GAK MAU KETEMU DIA!!!!" pekik anak itu . Alesha berteriak histeris saat melihat Sadrakh masuk ke ruangan itu. Trauma dan takut bercampur menjadi satu.


Bagaikan di cambuk ribuan manusia, hancur dan sakit hati Sadrakh saat putrinya menolak kedatangannya.


Alesha menangis histeris sampai membuat Obelia terbangun dari tidurnya.


"No..nona.... Uhuk.. uhuk.. nona...Alesha....." Gumamnya sambil membuka mata. Kepalanya sakit dan tubuhnya seolah mati rasa.

__ADS_1


Alesha dan Gretta terkejut saat melihat Obelia bangun dari tidurnya.


" Mommy... Hiks hiks hiks... mommy bangun? Huwaaa... Alesha kangen Mommy!!!' Alesha tanpa aba-aba langsung menarik tiang infusnya dan turun dari brankar lalu menghampiri Obelia sambil memanggilnya dengan sebutan itu.


" nona jangan banyak gerak dulu, anda bisa terjatuh!!!' Gretta dengan cepat menggendong Alesha dan mendekatkan mbawanya ke brankar Obelia.


Dia sebenarnya sedikit terkejut mendengar panggilan Alesha pada Obelia bahkan sempat melirik Sadrakh yang terdiam membatu di tempat dia berdiri.


"Obelia sebentar ya, aku panggilkan dokter," ucap Gretta.


Gretta berlari keluar dengan langkah cepat. Sedangkan Alesha terus menggenggam tangan Obelia sambil menangis.


Karena Obelia mau berjuang untuknya, karena gadis itu mau melindungi bahkan ketika dirinya hanya jadi korban, hati kecil Alesha benar benar telah jatuh dalam kehangatan kasih sayang yang dilimpahkan Obelia kepadanya.


"Mommy... mulai hari ini cuma Mommy Obelia yang jadi keluarga Lecha, Lecha sayang Mommy, maafkan Lecha membuat Mommy terluka," bisik gadis itu sambil menatap Obelia dengan tatapan penuh kasih.


" Sa..sayang jangan begitu, bukan salah kamu, kamu baik baik saja? Apa banyak yang terluka?" Tanya Obelia sambil mengusap lembut wajah Alesha.


Gadis kecil itu menggelengkan kepalanya, "Alesha baik-baik saja, Alesha selamat karena Mommy," ucap gadis itu sambil memeluk Obelia.


"Mommy? " Obelia menatap Alesha tanpa sadar kalau Sadrakh ada di sana," Sayang aunty gak pantas dapat sebutan itu, jangan begitu ya, nanti kalau orang lain dengar aunty gak enak sayang," ucap Obelia .


Alesha menggelengkan kepalanya," Apa Alesha nggak boleh punya keluarga? Nggak ada yang menerima Lecha, jadi Lecha benar-benar sendirian?" Ucap gadis itu sambil menunduk sedih.


Dia baru sadar kalau putri kecilnya adalah perempuan yang sangat cerdas.


Mendengar ucapan Alesha, tentu saja menyentuh hati kedua manusia beda gender itu. Terutama Obelia yang tahu rasanya ditolak sana sini dan tak punya orang yang bisa dia andalkan.


Punya ayah dan Ibu tapi seolah tak punya. Hati kecilnya bergetar, Alesha anak yang manis, tak seharusnya dia merasakan kesepian di masa kecilnya.


"Tidak ada yang sayang Lecha, lebih baik Lecha mati saja... Biar kalian semua puas..." Ucap anak itu sambil menangis sedih.


"Alesha jangan mengatakan hal seperti itu sayang, pliss kamu berhak bahagia, kamu punya orangtua, Aunty yakin kalau Daddy kamu sayang padamu, kamu akan mendapatkan sosok ibu yang terbaik," ucap Obelia.


"Nggak, nggak mau!!! Kalian jahat!!" Teriak Alesha.


"Alesha maunya Mommy Obelia, nggak mau yang lain, nggak mau Daddy, cuma Mom yang peduli Lecha, apa tidak boleh Lecha menganggap Mom sebagai ibu Lecha??" Ucap gadis kecil itu dengan tatapan memohon sambil berderai air mata.


Sungguh Obelia tak kuasa menahan dirinya, bukan maksud menolak tapi dia tahu posisinya, dia tidak mau karena hal ini justru dia dan Alesha dipisahkan.


"Sayang, Aunty ini hanya seorang pelayan, aunty nggak layak nak, lagipula kalau kamu memanggil aunty begitu, nanti kita malah dipisah, aunty gak mau," ucapnya.

__ADS_1


"Hisshhhh... Nggak mau!!! Pokoknya Lecha manggilnya Mommy!!" Kekeh gadis kecil itu.


Di saat yang sama Zayn tiba di ruangan itu. Kedua matanya melirik Sadrakh yang bersembunyi di sana," apa yang kau lakukan di situ bodoh, di mana kesombongan mu hari itu hah!?? Dasar manusia tidak berguna!" Umpat Zayn.


Alesha dan Obelia terkejut, mereka menatap ke arah Sadrakh yang sejak tadi diam di sana.


Seketika gadis itu takut begitupun Alesha. Anak kecil itu meringkuk dan memalingkan wajahnya dari Sadrkah, enggan untuk melihatnya.


"Tu..tuan.. anda... Di..sana!?" Obelia terbelalak Sempurna. Ini berarti Sadrakh mendengar pembicaraan mereka.


Zayn masuk dan tak memperdulikan Sadrakh.


"Alesha sayang, bangkit dulu yuk, paman mau periksa aunty Obelia," ucap Zayn sambil menyentuh bahu Alesha dengan lembut.


Gadis itu dengan cepat bangkit dan menatap Zayn," paman, tolong sembuhkan Mommy Obelia, Alesha gak mau Mommy sakit terus, " celetuk gadis itu.


Zayn, Gretta dan Diego yang mendengar itu malah terkejut dengan ucapan Alesha.


" Mommy??" Tanya Diego.


"Ehh... Tu..tuan maaf, nona Alesha hanya bercanda, nona kan sudah aunty bilang jangan panggil seperti itu," ucap Obelia panik.


Tetapi Diego dan Zayn tersenyum. Mengingat pengorbanan Obelia, gadis itu memang lebih layak disebut orangtua dibandingkan dengan ayah kandung Alesha sendiri.


"Cocok juga, kau bahkan lebih layak disebut orangtua dibandingkan si bodoh itu!" Ucap Diego.


Greepp...


"Nahh putri kesayangan Paman Diego, sekarang kita beri ruangan dahulu ya nak, supaya Mommy Obelia diperiksa," ucap Diego sambil mengangkat tubuh kecil Alesha.


" Jadi Lecha boleh panggil Mommy?" Tanya gadis itu.


" Tentu saja, apa yang tidak untuk tuan putri," balas Zayn dan Diego bersamaan sambil tersenyum manis pada gadis itu.


"Tuan tapi saya...


"Jangan khawatir, ini akan bagus untuk kesehatan mental Alesha, " ucap Zayn.


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2