Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
79. Disiksa


__ADS_3

Oeblia dan Alesha terbangun. Sekujur tubuh mereka membeku. Obelia menangis, dengan perlahan dia mendekati Alesha yang duduk dengan tubuh basah kuyup sambil menangis sesenggukan dan menggigil kedinginan.


“ tu.. tuan jangan lakukan ini pada anak kecil, kenapa kalian melakukan hal seperti ini, di mana kami hiks hiks hiks...” ucap Obelia sambil gemetar ketakutan. Dia menangis sesenggukan dan memeluk Alesha yang gemetar ketakutan.


“ Diam kau, dasar perempuan sialan,” ucapnya sambil berjalan mendekat dan menarik rahang Obeliua ke atas membuat gadis malang itu menatapnya dengan tatapan takut tetapi tangan Obelia terus memeluk Alesha dengan erat dan menyembunyikan kepala gadis itu dalam pelukannya.


“ Wahhh bos Jhon, dia cantik juga, boleh lah... Apalagi tubuhnya...” salah satu anak buah pria itu mendekat dan menyentuh betis Obelia dengan tatapan lapar.


“ sa.. sana... menajauh dariku... hiks hiks hiks... apa mau kalian..” Obelia menangis sesenggukan.


Jhon nama panggilannya, orang kepercayaan Vino yang sebenarnya sudah menerobos rumah utama Raymond untuk dijadikan markas penyanderaan atas perintah Vino.


Alasannya membawa Cintia adalah utnuk mendapatkan dokumen berharga keluarga raymond dan mengalihkan semuanya menjadi miliknya, lagi pula dia yakin kalau tuan raymond akan segera mati entah di tangan siapa pun itu.


Yang jelas posisinya sangat menguntungkan dan dia tidak akan melewatkan kesempatan untuk menghancurkan semua orang dan membuat mereka bertekutk lutut di bawah kakinya.


Pria itu mendekat dan menarik kepala Alehsa.


“ Aunty...” teriak Alesha sambil meangis hsiteris, tangannya yang penuh luka lecet menahan tangan Jhon, sedang Obelia di tahan oleh dua anak buah Jhon.


“ jangan lakukan itu pada Alesha, tidak arhkkk Alesha sayang jangan lakukan itu pada Alesha...” Pekik Obelia menangis sesenggukan sambil meronta ronta dalam cengkraman tangan pria yang sedang memegangi tubuhnya.


Obelia gemetar ketakutan, pria itu seolah ingin menggerayangi tubuhnya.


Jhon berdiri sambil menatap Alesha dengan seringai di wajahnya,” ummm kalau dia sudah besar dia pasti akan sangat cantik, wajah ini ingin membuatku segera menidurinya hahahha.. tapi tak usah, ada nanny yang cantik di depanku,” ucap pria itu sambil melemparkan Alesha ke atas lantai begitu saja.


Teriakan anak kecil itu menggelegar, mereka berdua disiksa di sana.


Obelia menangis histeris,” nona Alesha... tidaakk... awas kalian..” pekik Obelia sambil menendang pria yang menahannya.


Gadis itu merangkak dan menarik tubuh Alesha . gadis kecil itu menangis kesakitan dengan benturan di tubuhnya. Dengan erat Obelia memeluk Alesha tak ingin gadis itu terlepas lagi dari pelukannya.


“ kemari kau jal4ng sialan, layani aku..” teriak Jhon. Sambil menarik kaos Obelia dan..


Srakhhhh


Kaos itu robek begitu saja. Obelia tidak peduli, dia melindungi Alesha sekuat tenaga, air matanya mengalir begitu deras, dia memeluk Alesha dan menatap gadis kecil itu meski tubuhnya di tendangi oleh orang orang itu.

__ADS_1


“ nona.. hiks hiks hiks.. nona.. aunty di sini.. jangan takut...” tangis Obelia pecah. Tubuhnya gemetaran dan tangannya di tarik tarik oleh pria kesetanan itu.


“ kemari kau, sudah kubilang kau harus memuaskan aku dulu sialan,” umpat Jhon menarik paksa Obelia. Tubuh gadis itu dipegangi, dengan sekuat tenaga Oebali mempererat pelukannya pada Alesha, berharap kalau ada seseorang yang menolong mereka saat ini.


“ Jangan sentuh aku bajingan!!" teriak obelia sambil menangis sesenggukan.


“ohh ayyolah, kau pasti enak, hahah ayo sayang kemari , layani aku kubilang,..” teriak jhon.


“ ambil anak itu.” Titah Jhon.


Anka buahnya mencoba menarik tubuh Alesha dari pelukan Obelia tetapi gadis itu tak bergerak sedikit pun meski dia di pukuli.


“arrkhh perempuan ****** sialan..” pekik Jhon sambil mengangkat botol alkohol yang terletak di atas lantai dan ..


Prangggg...


Benda itu dia pukulkan ke kepala Obelia sampai berbunyi keras dan gadis itu berteriak kesakitan tetapi tangannya terus memeluk tubuh Alesha dengan kuat.


“ bos dia bisa mati..” teriak anggotanya.


bagi Obelia, cukup dirinya yang mengalami hal keji dari orangtuanya, jangan sampai Alesha pun merasakan hal yang sama.


“ Haaka cuihh hsialan. lagi pula tuan vino memang memintaku membunuh mereka, sekalian saja, sialan kau beraninya kau melawanku...


brakkkk


Tiba-tiba sebuah kursi melayang dan menghantam kepala pria itu.


"Beraninya kau menyentuh Putriku bajingan!!!" Suara menggelegar dari Sadrakh yang mengamuk besar terdengar tajam di telinga mereka.


Beberapa saat lalu, Hendry menghubungi dirinya dan memberitahu tentang hilangnya Alesha.


Sadrakh yang saat itu berada di rumah yang dia tinggali bersama mendiang istrinya terkejut bukan main ketika dia mendengar kalau Alesha hilang diculik. Seketika hati Sadrakh bak disayat-sayat.


Wajah putri kecilnya yang dikatakan telah mati terbayang jelas di wajah pria itu.


Dia dikelabui dan ditipu kalau Alesha telah meninggal. hal itu langsung membuat hancur hati pria itu.

__ADS_1


Pikirannya kacau, dia langsung melaju dengan kencang menuju lokasi yang disebutkan oleh Hendry.


pria itu benar benar takut ketika mendengar putri kecilnya meninggal di tangan penculik.


Seperti orang gila, pria itu memporak-porandakan seisi rumah Raymond dengan tangann kosong tanpa bantuan siapa pun.


dia menghancurkan semuanya dan mencari keberadaan putrinya, gadis kecil yang selalu meminta untuk digendong olehnya.


Di ruangan itu, Obelia melihat Sadrakh begitu marah. Kepala Obelia berdarah, tubuhnya lemas dan sakit.


"Syukurlah nak, ayahmu datang sayang, bertahanlah," ucap Obelia yang masih memeluk erat Alesha sampai tubuhnya benar-benar terjatuh ke lantai, pingsan tak sadarkan diri karena luka di tubuhnya.


Sadrakh menghajar semua yang ada di ruangan itu. Penyesalan selalu datang terlambat, Sadrakh sadar kalau putrinya benar benar berharga baginya.


Dalam sekejap mereka semua dikalahkan.


Sampai akhirnya bantuan datang, Simon dan anak buahnya tiba di tempat itu. Zayn, Gretta dan Laura juga ikut bersama mereka, Lanang dan Dani sudah terlebih dahulu tiba di rumah itu dan mengamankan situasi seperti perintah tuan mereka meski mereka kalah cepat dengan Sadrakh.


Sadrakh menghampiri Obelia, tangannya gemetar menatap kondisi Obelia yang babak belur di tangan para penjahat itu.


Namun sekalipun tak sadarkan diri, dia terus memeluk putri Sadrakh dengan erat, tak melepasnya barang sedetikpun.


" Obelia... A.. Alesha, anakku... Ma..maafkan Daddy sayang," Sadrakh gemetar, dia menarik tangan Obelia dan melihat Alesha yang gemetaran sambil memeluk Obelia dengan air mata yang mengalir deras di wajahnya.


"Jangan ganggu Lecha dan aunty hiks hiks hiks... Jahat!!!" Teriak gadis kecil itu sambil meringkuk di dalam pelukan hangat Obelia yang tak lagi sadarkan diri.


Sadrakh terhenyak, putrinya masih hidup, dia pikir dia akan kehilangan untuk kedua kalinya tapi Obelia menyelamatkan nyawa putrinya.


" arrhkkkk anakku, anakku sayang maafkan Daddy naaak...."


.


.


.


Like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2