Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
86. Dia Seorang Pelayan


__ADS_3

Sementara mereka menikmati musim baru bagi hidup mereka, Sadrakh sama sekali tak bisa menikmati hidupnya. Alesha benar benar tidak peduli dengan keberadaannya, sampai membuat pria itu frustasi dengan apa yang dia hadapi.


Dia saja hancur apalagi Alesha yang selama empat tahun dia cueki dan tak anggap keberadaannya sama sekali. Kalau Diego menyebutnya , kena karma instan akibat ulah sendiri.


Sadrakh membawa banyak mainan dan beragam snack, dia melangkah dengan cepat menuju ruangan Laura tempat yang selalu dia kunjungi tetapi selalu keluar dengan penolakan dari putrinya.


Pria itu menarik nafas dalam-dalam, dia membuka pintu dengan perlahan lalu masuk ke dalam ruangan itu dengan perlahan sambil menatap ruangan besar yang dipenuhi dengan bahan dan design milik Laura.


Dia mendengar suara gadis kecilnya tertawa bahagia sambil berceloteh dan dengan penuh kebahagiaan bersama para orang dewasa yang duduk melingkar dementara gadis kecil itu dan Obelia duduk di tengah.


Sambil makan siang mereka semua mendengarkan ucapan gadis kecil itu, Obelia dengan sabar dan telaten mengurus Alesha.


Gadis kecil yang memanggilnya dengan sebutan Mommy itu selalu membuatnya tertawa setiap hari, dan dia pun tak ingin melewatkan kesempatan untuk memberikan kasih sayang pada Alesha sebagaimana seharusnya gadis kecil itu dapatkan dari orangtuanya.


“ Sayang aa...”


“ hap.... nyam nyam.. nyam.. ueeenak tenan..” cleetuk Alesah sambil menaikkan kedua jari jempolnya yang lucu dan gemuk.


Lagi lagi mereka tertawa dengan tingkah gemas gadis kecil itu,” Lecha sayang, kamu mau nggak mommy Obelia jadi mom kamu selamanya?” celetuk Hendry seraya melirik Sadrakh yang masuk dan berjalan perlahan di belakang mereka.


“ mau.. mau... sampai selamanya, Mommy Obelia akan jadi Mommynya Lecha!!" seru gadis itu dengan riang gembira.


“ Lalu daddynya bagaimana?” imbuh zayn yang datang ke perusahaan itu hanya untuk makan siang dan melihat tingkah gemas gadis kecil itu.


“ Daddynya... ummm nggak mau punya daddy, Daddy Lecha jahat, Daddy nggak sayang sama Lecha, nanti Mommy di pukul lagi,, Lecha gak suka,” ucap anak itu sambil memeluk Obelia dengan erat.


Sadrakh terhenyak, sebegitu besarkah kebencian Alesha pada dirinya sampai saat tak ada dirinya pun dia mengatakan kalau dirinya benci pada Sadrakh. Hancur sekali hati pria itu, tetapi dia ingat ucapan simon bahwa dia harus membuktikan penyesalannya, segala cara akan dia lakukan untuk mendekati Alesha dan mendapatkan hati putrinya.


"Se..selamat siang semua," pria itu mencoba memberanikan diri. Dengan memasang wajah tersenyum dia berjalan menghampiri mereka. Kelihatan percaya diri dengan semua bingkisan yang dia bawa, tetapi ternyata dia sangat gugup jauh dari yang orang pikirkan.


"Sadrakh!? Kau datang, wahh tumben sekali!!" Celetuk Zayn.


Sadrakh masih memasang senyum kikuknya itu. Dia berjalan menghampiri mereka sambil menatap Alesha tetapi gadis kecil itu tak mau melihatnya sama sekali.


" Mommy Lecha mau tidur, Lecha gak suka di sini, Lecha mau tidur!" Ucapnya sambil memeluk Obelia dengan erat dan memejamkan kedua matanya.


Jujur saja, Obelia pun masih trauma dengan apa yang dilakukan oleh Sadrakh padanya belum lagi bayangan akan pelecehan yang hampir dua dapatkan membuat gadis itu menjaga jarak dengan pria.


"Alesha, Daddy datang nak, kemari Daddy peluk," ucap Sadrakh sambil meletakkan barang bawaannya sambil duduk berlutut di dekat mereka semua.


Alesha tak menggubris sama sekali, gadis kecil itu memeluk Obelia semakin erat dan enggan untuk menatap Sadrakh.

__ADS_1


"Alesha, ini Daddy nak," panggil Sadrakh lagi dengan nada membujuk.


Mereka semua terdiam menatap Sadrakh dan usahanya untuk mendapatkan hati Alesha lagi. Tetapi tampaknya perjuangan duda tampan satu anak ini akan sangat sulit melihat Alesha benar benar tidak peduli Padanya.


"Alesha, apa kau tidak mau melihat Daddy??" Panggil Sadrakh lagi.


"Alesha, Ini Daddy nak," Sadrkah perlahan mendekat dan menyentuh tangan kecil gadis itu.


" LECHA NGGAK PUNYA DADDY!!" Teriak gadis itu kencang sambil menghempaskan tangan Sadrakh dan menangis histeris dalam pelukan Obelia.


"Huwaaaaaaaa..... Lecha nggak mau!!! Lecha benci!!!!!" Teriaknya dengan air mata bercucuran sambil memeluk Obelia erat-erat.


"Ya ampun kau membuatnya menangis tolol, kenapa kau memaksanya!??" Kesal Simon sambil memukul kepala pria itu.


"Apa aku tidak boleh dekat dengan putriku sendiri!?? Apa itu dosa hah!?? Kenapa dia menolak ku!?? " ucap Sadrakh frustasi.


Dia menatap Alesha yang ada dalam pelukan Obelia, berhari hari tak digubris oleh Alesha membuat suntuk pria itu. Ini lebih rumit daripada harus memikirkan masakan apa yang paling tepat untuk duta besar Belanda.


"Alesha lihat Daddy, ini ayahmu nak," ucap Sadrakh lagi


Bukannya tenang, Alesha malah menangis semakin histeris membuat mereka semua memelototi Sadrakh yang terlalu memaksa padahal dia harus melakukan pendekatan yang perlahan bukan dengan cara bar bar seperti ini.


Gadis itu beranjak dari sana menuju kamar yang mereka gunakan untuk beristirahat di dalam ruangan Laura.


Sadrakh menghela nafas sedih. Dia benar benar dibuat kacau karena penolakan oleh anaknya sendiri.


“Ckckckck... kasihan kau, inilah karma Sadrkah, kami sudah memperingatkanmu tapi kau tidak pernah menghiraukan kami, rasakan itu, dasar bodoh,” ejek Zayn.


Hufffffhh...


“ Tak bisakah kalian bantu aku hmm? Tolonglah, aku ingin memperbaiki hubunganku dengan Alesha,”pinta Sadrakh. Dia benar ebnar memohon pada mereka, di saat dia kesulitan dia yakin kalau dia pasti mendapatkan jawaban dari mereka.


Laura menatap pria itu sambil berpangku tangan,” Kurasa ada satu cara agar kakak bisa dekat dnegan Alesha,”ucap Laura.


Tentu saja mendengar hal itu membuat mereka semua penasaran dnegan apa yang sedang dipikirkan perempuan itu.


“ apa? Bagaimana caranya, apa pun itu akan kulakukan, kumohon bantu aku..” ucap Sadrakh dengan sungguh-sungguh.


“ Kakak yakin akan melakukannya dengan baik?” tanya Laura sambil menaikkan sebelah alisnya dnegan senyuman smirk di bibirnya yang indah.


Dengan cepat Sadrakh mengangguk dan yakin dengan dirinya,” aku akan melakukan apa pun itu selama hubunganku dengan Alesha bisa diperbaiki,” ucap Sadrakh.

__ADS_1


Laura tersenyum sempurna,” hanya satu yang perlu kakak lakukan, jika ingin menaklukkan Alesha, dekati dahulu Mommynya,” ucap Laura sambil menjentikkan jarinya di depan mereka.


Zayn, Simon, Irvan dan Hendry langsung paham dengan maksud Laura. Jelas sekali jika kunci dalam perbaikan hubungan anatara Sadrakh dengan Alesha adalah Obelia, karena gadis kecil itu sangat menyayangi Obelia.


“ Ma.. maksudmu apa? Ibunya alesha sudah meninggal, apa aku harus mati?” tanya Sadrakh.


Pukkk...


Apes sekali nasib mereka, dikira dia paham tahu taunya malah bodoh dan tidak terkoneksi dnegan maksud mereka.


Pletakk!


Tangan kekar Zayn mendarat di bahu pria itu,” dasar tolol kau, pantas saja Alesha benci padamu Sadrakh bodoh!” ejek Zayn sambil mendengus kesal.


“ Ma.. maksudnya apa? Jelaskan lebih detail aku tidak paham, mommynya, apa kalian maksud itu Obelia?” tanya Sadrakh.


Sontak mereka semua yang ada di sana menatap pria itu sambil mengangguk,” hmmm .. Obelia kuncinya, jika kau bisa menaklukkan orang kepercayaanku itu kau akan bisa mendapatkan kembali putrimu, “ ucap Simon .


Sadrakh terdiam, mendekati Obelia? Bagaimana caranya? Apa yang harus dia lakukan?


“ Yang benar saja, aku tidak mau mendekatinya, dia seorang pelayan, karena bergaul dengannya putriku malah jadi benci padaku aku ti...


Glekkk...


Seketika kata kata Sadrakh terpotong saat dia melihat tatapan beringas dari mereka yang duduk di sana,” Keluar kau sekarang juga Sadrakh, jangan pernah menginjakkan kakimu di tempat ini atau di kediamanku, beraninya kau menghina orang kepercayaanku...” geram Simon.


“ Ehhh bu... bukan itu maksudku..


“ Hendry seret bajingan ini, jangan biarkan dia menemui keponakanku, dasar manusia sampah, kau mau hancur hancurlah sendiri, “ Simon beranjak dari sana dnegan kesal dan marah, padahal mereka dengan niat baik memberi solusi pada Simon tapi pria itu berujung merendahkan Obelia yang sudah seperti keluarga bagi Simon dan Laura.


“ Kau bodoh Sadrakh, jika terus begini kami tidak akan bisa membantumu, kau harus buka hatimu yang keras itu..” ucap Hendry sambil mendorong Sadrakh keluar.


“ tunggu dulu, heyy aku belum selesai, jangan begini... bantu aku...” teraik Sadrakh tapi tak digubris sama sekali oleh mereka.


.


.


.


Like, vote dan komen

__ADS_1


__ADS_2