
"ahhh... terus terus lanjutkan, lagi sayang, aku minta lagi!!!"
Suara halus dan rintihan menggelegar di seluruh ruangan itu. Orang-orang dibuat terkaget kaget dengan apa yang mereka lihat dan dengar. Terlihat dua anak manusia sedang bersenggama di dalam video berdurasi 20 detik itu.
" Sialan apa apaan ini, siapa yang memasang ini bangsat!!!" Robin berteriak panik saat melihat wajahnya dan wajah Vera terpampang jelas sedang adu mekanik di dlm video singkat yang didapat Diego setelah menyadap ponsel Robin.
Pria ini memiliki kelainan, dia senang merekam aksinya di atas ranjang dan mengoleksinya entah untuk apa.
Bukan hanya satu video tapi banyak yang ditunjukkan dan diputar bersamaan. Semua orang yang melihatnya menjadi malu, Robin tak lagi punya muka untuk berdiri di hadapan mereka.
"ARKHHH TIDAK INI PASTI AKAL AKALAN KALIAN, HENTIKAN SEKARANG JUGA!!!" teriak Vera histeris sambil menangis melihat video video itu.
Anna, Loli dan Rina juga ternyata jadi teman ranjang pria bejat itu. Kelainan yang dimilikinya membuat dia berhasil mendapatkan semua gadis dan merekam aksi bejatnya untuk dia nikmati sendiri.
Tak ada yang menyangka kalau anak dari grup perus tekstil terbesar memiliki kelainan **** yang berujung mengoleksi video video itu.
Sungguh kejutan mengerikan yang luar biasa. Hadiah ulang tahun sekolah yang tidak pernah disangka sangka oleh semua yang hadir di sana.
" Memalukan, apa apaan ini!!!" teriak kepala yayasan murka sambil menatap mantan siswa yang wajahnya terpampang di sana.
Diego tersenyum sinis, dia menatap mereka semua dengan tatapan jijik.
"Hentikan ini Diego, sudah cukup, apa kau mau mempermalukan aku lagi hah!!" Vera menangis sesenggukan seolah dia adalah korban.
Diego memiringkan kepalanya dan menaikan sebuah alisnya," Hentikan? baiklah!" ucapnya sambil menelan tombol di tangannya dan video itu hilang.
Semua orang mulai bergunjing, membicarakan Robin, Vera, Anna dan semua yang ada di sana. Mereka berbisik-bisik dan mengatasi mereka sebagai manusia sampah.
"Gretta!!"Anna menatap gadis itu sambil menangis malu.
"Tolong...tolong jangan lakukan ini lagi!!!" ucapnya memohon. dia sudah sangat malu saya video malam panasnya dengan Robin yang nyatanya punya kelainan itu.
" Katakan apa maumu sekarang Gretta, ini sudah lebih dari cukup!!" teriak Rina yang tak tahu harus menaruh wajahnya di mana lagi.
Gretta menatap mereka dengan tatapan datar,"Ingin ku hentikan, tapi sekarang bukan aku lagi yang memang kendali," Gretta menggenggam tangan Diego.
"Kalian memohon pun, pria ini tidak akan berhenti," ucapnya sambil memalingkan wajahnya ke arah lain, enggan untuk melihat mereka.
" Arkhhh sialan kau perempuan jal4ng !!!" pekik Robin tak sabar.
"Kenapa tak sekalian saja kau mati bersama anak haram itu!!!" teriaknya lagi, membongkar aibnya sendiri.
Gretta mengeraskan rahangnya, dia sangat benci saat janinnya di sebut seperti itu.
__ADS_1
"Kau harusnya mati di hari ini sialan!!! kau menghancurkan hidupku, arkhhhh sekali digenjot Saja kau sudah ham...
Bughh! Bughh! Bugh! Bugh...
" KEPARAT SIALAN BERANINYA KAU MENGATAI GRETTA SEPERTI ITU!!!!"
Semua orang terkejut kala melihat Diego mengamuk dan menghajar Robin sampai pria itu benar-benar babak belur. Tak dia berikan kesempatan sekalipun untuk Robin membalas pukulannya.
" Kau menghancurkan hidupnya dan sekarang kau mengatai dia!? Maka kau akan ku habisi bangsat!!!" Diego melayangkan pukulan bertubi-tubi.
Tak ada seorang pun yang berani menghentikan amukan sang raja hutan itu.
"KATAKAN PADAKU DI MANA OTAKMU BAJINGAN SIALAN!!!" Diego sangat marah.
" Kau ingin hancur bukan, maka akan kubongkar seluruh kebusukan kalian ke hadapan publik saat ini juga!!!" Diego menghantam pria itu ke lantai, lalu berdiri dan menekan tombol lagi.
Segala bukti kejahatan mereka, dan semua yang terlibat perisakan itu akhirnya diungkap ke publik. Siaran langsung dilakukan, berbagai media menyoroti kasus mengerikan ini.
Nama Gretta menjadi trending dalam pencarian utama. Tak butuh waktu lama, karir semua orang yang terlibat dengan bullying itu hancur sekejap mata.
Kejutan dan perlakukan mereka menarik perhatian publik. Segala bisnis yang mereka lakukan diboikot, dan Tak ada yang berani bekerja sama dengan perusahaan keluar mereka.
Bahkan yang bekerja di perusahaan terkenal saja langsung mendapatkan surat pemecatan secara tidak hormat begitu berita itu tersiar ke seluruh negeri.
Keributan terjadi, pihak kepolisian tiba, keluarga Robin juga datang dan memastikan keributan itu.
Semua yang terlibat kini terjerat kasus hukum. Kemampuan Diego mengatur itu tak luput dari bantuan rekan rekannya.
Semuanya sudah di atur, dan ini adalah kehancuran bagi mereka.
Diego membawa Gretta pulang. Semuanya selesai, balas dendam itu berhasil, rencana mereka tuntas.
Laura dan Simon juga tersenyum puas melihat mereka menderita karena ulah mereka sendiri.
Tak seorang pun bisa lepas dari masalah ini.
"Gretta aku mohon jangan penjarakan aku... hiks hiks hiks...aku salah, kumohon!!!!' teriak Anna dan teman-temannya.
Persis seperti yang Gretta lakukan dulu, mereka merangkak dan memohon ampunan gadis itu. Mereka menangis darah,penyesalan selalu datang terlambat. Dan kini mereka mendapatkan getah dari perbuatan mereka sendiri.
"Maaf, tapi dunia ini sangat adil, aku kehilangan masa mudaku dan kalian kehilangan masa tua kalian!" ucap Gretta tak mau tahu dan beranjak pergi dari sana.
Mereka semua menangis histeris, tak bisa lagi menghindar, sudah terlambat dan sudah terlanjur terjadi.
__ADS_1
"Gretta apa kau baik-baik saja?" tanya Diego.
Gretta memeluk lengan pria itu dan mengangguk dengan wajah sendu. Masa lalu yang kelam itu kini ditutup dengan balasan yang setimpal dengan perbuatan mereka.
Robin dituntut untuk hukum kebiri dan akan hidup di pengasingan. Vera dan yang lainnya akan mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatan mereka.
Di saat yang sama,
"DIEGO MICHELS, APA YANG SEBENARNYA KAU LAKUKAN HAH!!" Suara teriakan tuan besar Michels berhasil menghentikan langkah kaki mereka.
"Mau apa mereka?" gumam Simon tak suka saat melihat keluarga Diego.
"Kenapa sayang?" tanya Laura.
"Aku tidak menyukai mereka, keduanya hanya memanfaatkan Diego, bahkan mengekang gerakan Diego, mereka ini manusia sampah!" ucap Simon.
"Sayang jangan begitu, mereka tetap orang tua kak Diego," ucap Laura.
Simon hanya berdecak kesal dan menatap sinis ke arah mereka.
"Ada apa lagi Pa, Ma?" tanya Diego. Tangannya menggenggam erat tangan Gretta.
"Apa ada masalah lagi? bukannya sudah jelas orang seperti apa calon menantu pilihan kalian itu!?" sinis Diego.
"Anak durhaka kau!" tuan Michels menunjuk Diego.
"Pulang, dan kita bicarakan ulang, kau harus menikahi orang pilihan kami!" tegas mereka berdua.
" Kami tidak Sudi kau menikahi perempuan bekas pria lain!" ucap Nyonya Michels.
Seketika mereka terdiam mendengar ucapan sarkas wanita itu. Gretta bahkan sampai membungkam mulutnya.
"Dia sampah, dan selamanya akan jadi sampah bekas, apa kau mau pada jal4ng yang asal usulnya tak jelas itu hah!? sadarlah Diego, cinta tak selamanya indah!!!" desak Nyonya Michels sambil merendahkan Gretta.
"Ma!!"
"Wahhh..... Jadi kalian menolak putriku!??" Suara menggelegar seseorang berhasil membuat mereka semua terkejut.
" Siapa!??
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen 🤗