Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
188 Season 2: Bom


__ADS_3

Setelah kepergian Laura dan yang lainnya. Rendra bergegas mengumpulkan semua barang berharganya dan memasukkan semuanya ke dalam mobil dengan wajah panik.


"Sayang ayo cepat, kita akan ke Jerman hari ini!!!" teriak Rendra yang panik begitu Laura dan yang lainnya pergi.


"Jerman!? tapi nyonya tadi bilang..


"Itu hanya pancingan Rani, aku menjebak mereka ke markas besar sesuai permintaan bos kita, pokoknya kita harus cepat jika mau selamat!!" ucap Rendra.


Wajah Rani berubah pias, yang tidak dia sangka malah terjadi. Rendra bekerjasama dengan bos besar pengedar narkoba itu untuk membawa Laura atau siapa pun yang dia temui ke markas besar.


Rendra tidak peduli entah Laura punya jasa atau tidak terhadap mereka, selama dia bisa mendapatkan apa yang dia inginkan dan berhasil menyelamatkan dirinya dan keluarga nya.


"Rendra kau jahat sekali!!" teriak Rani tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh suaminya. Sama saja Rendra menyerahkan dirinya pada maut, padahal Laura sudah memberikan kesempatan bagi mereka untuk menyelamatkan diri, tetapi yang dilakukan oleh Rendra sangat fatal.


"Arrkhh Sialan, diamlah Rani, aku yang tahu, aku yang paham, kau mau dipenjara karen aterlinta pengedaran narkoba hah!? kau mau Boy hidup melarat hah!? ingat Rani pakaian mahal yang kau pakai ini belinya pakai uang bukan daun jambu!!!" kesal Rendra.


" Cepat bereskan barangmu, kita berangkat hari ini!!!" tegas Rendra.


Rani terdiam sambil mencengkram ujung pakaiannya, terdiam membeku dengan ucapan suaminya. Dia sangat kesal dan marah karena perbuatan jahat pria itu.


"Kau.. kau saja yang pergi, aku dan Boy di sini, kami tidak mau sialan!!!" Teriak Rani, dia tidak mau pergi.


Rani tahu betapa baik Laura dan perusahaan pada mereka, sangat luar biasa perbuatan Laura untuk membantu mereka selama ini. Tetapi Rani tidak tahu kalau suaminya memiliki dendam tak beralasan yang malah membawa malapetaka bagi mereka.


Hanya karena alasan klise itu, Rendra mempertaruhkan hidupnya atas janji yang tak pasti yang diberikan oleh Rajawali grup yang hanya memanfaatkan dia sebagai pengedar narkoba dan juga alat untuk menghancur Kent grup dengan cara kotornya.


"Kau.. ya sudah terserah, aku berjuang untuk kalian tapi kau tidak mau menurut padaku, biar kau ditangkap oleh mereka Rani!!!" Kesal Rendra.


Pria itu berjalan keluar dari rumah tanpa membawa anak istrinya, kesal dan marah bercampur aduk. Dia sangat kesal karena istrinya sendiri menolak ikut dengannya.


Rendra membawa kabur barang-barangnya tanpa membawa anak dan istrinya. Rasa takut akan kematian dan panik membuatnya kalang kabut dan lupa dengan siapa dia bekerja sama.


Pria itu melaju dengan kecepatan tinggi menggunakan mobilnya, setelah menjebak Laura, dia akan dibawa oleh bos besar bandar narkoba itu.


Pria itu melaju dengan sangat kencang tanpa memperhatikan mobil yang lewat hingg saat di persimpangan, sebuah truk melaju kencang ke arah pria itu.


Brakhhh!!!!

__ADS_1


Kecelakaan tidak terhindarkan, mobil Rendra dihantam hingga berubah menjadi rongsokan, dan nyawa Rendra melayang saat itu juga.


Padahal sudah jelas kalau Laura dan anak buahnya hendak menolong dia, tetapi dia malah menipu mereka dan menyerahkan nyawanya pada Big Foot ketua komplotan pengedar narkoba jenis baru itu.


" Nyonya, apa kita benar benar harus kembali ke toko itu?" Tanya Laura.


"Tidak, bukan kita, tapi biarkan detektif itu melihat dengan mata kepalanya langsung isi toko itu, kita susul saja Simon dan yang lainnya ke markas mereka yang lain," ucap Laura.


Wanita itu tahu jelas kalau Rendra memancing dia ke toko itu lagi, karena memang di sanalah Big Foot berada, tetapi yang mereka cari bukan big Foot tetapi semua barang yang diproduksi oleh orang itu untuk mencegahnya tersebarmlebih jauh lagi sebelum mereka melarikan diri.


"Bagaimana anda tahu kalau kita dijebak?" Tanya Irvan penasaran.


"Itu sudah sangat jelas Irvan, mobil putih di depan rumahnya sudah mengikutinya sejak berita ini bocor, lagipula dia sama sekali tidak terkejut saat ku bilang ada yang mengikuti, itu artinya dia sudah tahu!" Jelas Laura.


Mereka berdua paham, perjalanan mereka lanjutkan menuju markas besar pembuatan barang haram itu.


Sementara itu dalam pengepungan, Dani dan yang lainnya telah tiba di pabrik besar bos Big Foot, tim Aryn dikerahkan membongkar seluruh isi pabrik itu.


"Persetan dengan mereka semua, sipakan senjata kalian bajingan, habisi siapa saja yang berani masuk ke tempat ini!!!" Suara Bos besar Big Foot terdengar menggelegar di udara, dia tidak di markas rahasia dalam toko tetapi berada di pabrik pembuatan untuk melindungi semua asetnya.


Dia bergerak diam diam, dan kebetulan bertemu dengan Thomas, pimpinan rajawa grup yang tergila gila dengan kekayaan, dia memanfaatkan orang itu dan menjalin kerja sama yang menguntungkan nya.


Dia bantu Thomas balas dendam, produknya di jalankan oleh Thomas. hubungan timbal balik yang saling menguntungkan membuat keduanya bekerja sama dengan baik.


Dia telah mendapatkan kabar tentang bocornya informasi mereka pada publik itu sebanyak, pria berbadan besar dengan sebutan big foot itu bersikeras menangani para penyusup dengan mengeluarkan seluruh senjatanya.


" Perhatian seluruh tim, jangan ada yang mendekat ke gedung itu, kita lakukan uji serangan!!!" Titah Simon yang memimpin penyergapan.


Semua orang berdiam diposisi masing-masing. Asap tebal dari mesin fogger mesin pembuat asap yang dipasang oleh tim Aryn memenuhi area itu hingga yang terlihat hanya kabut putih dan menutupi pandangan Big Foot dan anak buahnya.


"Dani sekarang!" Titah Simon.


Gadis itu mengangguk, dia mengendalikan robot kecil berisi bom yang berjalan melewati area pepohonan itu menuju pintu masuk gedung besar yang terisolasi dari peradaban itu.


"Sialan, apa yang terjadi di bawah sana, kenapa kabut sialan itu tiba tiba muncul!!" Umpat big foot yang tak bisa melihat apa pun di sana.


Robot kecil itu berjalan, tak hanya satu, tetapi ada beberapa robot yang dijalankan dari setiap sisi gedung untuk meledakkan gedung besar itu.

__ADS_1


" kalian siap!?" Ucap Dani melalui penghubung suara nya.


" SIAP !"


"Mulai dalam hitungan mundur, 3... 2... 1 ..


Pip!!!


DUARR!!!!!"


Semua bom yang ditempel ke tembok pembatas itu meledak di waktu yang bersamaan sesuai dengan koma do Dani.


Tembok tinggi pembatas itu hancur berkeping-keping membuat semua orang yang ada di dalam pabrik pembuatan stiker siaran itu berteriak ketakutan.


Para penjaga bersiap di posisi mereka, sialnya karena ledakan itu beberapa anak buah Big Foot mengalami luka serius yang menyebabkan mereka tidak dapat ikut bertarung.


" Sialan, hajar mereka!!!" teriak Big Foot mengarahkan seluruh anak buahnya ke kabut putih nan tebal itu.


Pertempuran dalam kabut tak terelakkan, tim Aryn yang sudah terlatih menghabisi mereka dalam waktu sekejap. Semuanya dihajar di bawah kaki mereka.


Tak ada yang bisa memastikan di mana posisi tim Aryn berada, yang jelas mereka yang memasuki kabut putih dan tebal itu akan habis di tangan tim Aryn.


.


.


.


Like, vote dan komen ?


.


.


.


LIKE, VOTE DAN KOMEN

__ADS_1


__ADS_2