Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
160 Season 2: Andara and Happiness


__ADS_3

Dani keluar dari ruangannya dengan wajah pucat..Gadis itu divonis dokter terkena tipus dan harus rawat jalan, tetapi Dani yang keras kepala malah terus bekerja, itu sebabnya Arka senantiasa berada di dekatnya takut jika terjadi hal buruk dengan pola makan gadis brutal.inj.


Sudah lemas, dia masih bisa bisanya mengusahakan setiap malam menjenguk Pak Alvin padahal dia yang seharusnya di jenguk.


Mendengar suara Andara yang heboh dan seisi kantor yang tertawa bahagia membuat Dani keluar dari ruangan kerjanya yang sudah diubah jadi ruangan rawat inap sambil ruangan kerja.


Dani dengan wajah bahagia menatap Andara.


"ANDARA!!" teriak gadis itu saat melihat pria pembawa kebahagiaan itu ada di kantornya.


"Eng!??" Andara memiringkan kepalanya.


"Dani Garang, Dani Cerewet sudah bangun!??" celetuk pria itu yang malah mengundang gelak tawa .


Laura yang melihat keadaan Dani yang tak kunjung sembuh malah kesal.


csssthhh...


"GADIS NAKAL!!!" Teriak Laura kesal.


Degh!


Dani tersadar ada mama gorila jelmaan Luna di sana. Dia sudah dilarang bekerja tapi melarikan diri dari perawatan sampa membuat Laura datang ke kantor itu.


Sebenarnya tujuan Laura ke kantor hari ini adalah untuk menjemput Dani yang sedang sakit.


"Heheh... ma...maaf kak!!" ucap gadis itu sambil tersenyum dengan wajah kikuk saat tangan Laura menjewer telinganya.


"Haishhh dasar gadis nakal! kau sedang sakit!!!" kesal Laura.


Andara yang melihat kondisi Dani tak baik juga menghampiri gadis itu.


cesstthh..


"Arkhh Andara!??" Mata Dani membulat sempurna saat Andara malah ikut menjewernya dari sisi yang lain.


"Haishh!! dasar gadis nakal! kau sedang sakit!!!" ucap Andara menirukan kata kata Laura.


" Hahahah... Astaga kau sangat cerdas!" puji Laura.


"Tentu saja!" balas Andara dengan percaya diri.


"Iya iya tapi bisakah kalian lepaskan dulu, kupingku mau copot!" ucap Dani.


Laura dan Andara melepaskan tangan mereka dan menatap Dani.


" Heheh maaf maaf, aku hanya sebentar kok kak," ucap Dani sambil tertawa cekikikan.


"Nyengir kamu, dasar ya, susah banget dibilangin, sama kayak kakak kamu, udah tahu sakit, masih ngeyel kerja di kantor!!" ketus Laura. yang suaminya juga sedang sakit tapi masih kerja di seberang sana.


"Heheh maaf kak, maaf" ucap Dani.

__ADS_1


" Andara kapan kamu tiba?" tanya Dani dengan senyuman di wajahnya.


Andara menatap gadis itu,"barusan!" jawabnya singkat sambil menaruh tangannya di kening Dani.


" Dani demam, harus istirahat, jangan bekerja, nanti pingsan lagi!" ucap Andara.


Dani terdiam sambil menatap Andara yang begitu dekat dengannya.


"Benar sekali!" ucap Laura.


"Nyonya, sepertinya tuan membutuhkan anda, saya dapat panggilan dari kantor," bisik Kevin.


"Haishh... tuh kan bener, susah nih bapak bapak kalau dibilangin, sakit begini kan repot, dia juga yang kesusahan, " omel Laura yang tak habis pikir dengan kelakuan suaminya.


"Dani kau pulang ke rumah, SEKARANG!" Tegas Laura.


"Jangan sampai aku menyeret mu dari kantor ini dengan tanganku sendiri!" tegas wanita itu.


"Tapi Andara kan baru datang, biar kami di sini dulu, Iya kan Andara?" Dani memohon kerja sama pria itu.


" Tidak! Dani harus pulang, Andara bisa datang besok, hari ini Dani pulang dan sembuh, supaya kita bisa bertemu!" ucap Andara.


"Paman mau ikut ke rumah? " tanya Dira tiba-tiba.


"Ma, apa Paman bintang boleh ke rumah? kakak pasti senang melihat paman!" ucap Dira.


"Boleh saja kalau Pamannya mau," ucap Laura.


"Bintang!? tapi masih siang!! bisakah?" tanya Andara.


"bisa! paman ikut ya," bujuk Dira.


Andara terdiam sejenak, dia menatap jam di tangannya, menunjukkan pukul 3 sore.


"Baiklah," ucapnya sambil mengangguk.


Dani akhirnya pulang dari kantor. Gadis bar bar dan keras kepala itu harus dipaksa dahulu baru paham kalau kondisinya sedang tidak baik baik saja.


"Kalian pulanglah dahulu, Kevin bawa mereka aku akan menemui Simon dulu, " titah Laura.


"Ma, Dira sama Paman ya," ucap gadis itu.


" Baiklah sayang, kalian pulanglah dahulu, biar Mama cek dulu Papa kamu yang nakal!" ucap Laura sambil mengecup kening putrinya.


Andara menatap apa yang dilakukan Laura, dia terus menatap mereka, "Seperti induk kucing, Ibu mengecup Dani artinya ibu sayang Dani, Andara tidak punya Ibu, Seperti nya akan menyenangkan," ucapnya dengan nada datar tanpa ekspresi.


Dani menepuk-nepuk punggung pria itu," Andara hebat kok, Dani juga tidak punya Ibu, tapi punya kakak Cerewet, heheh.." celetuk gadis itu sambil melirik Laura.


"Teruslah mencoba car perhatian Dani sayang, kau tidak kuijinkan bekerja sampai benar benar sembuh!" ucap Laura dengan tegas.


"Yahhh baiklah nyonya," ucapnya sambil menggembungkan pipinya.

__ADS_1


Dani, Dira, Andara dan Kevin berangkat terlebih dahulu ke kediaman keluarga Kent diikuti oleh Arka.


Mereka pulang dengan suasana ceria, belum lagi Andara dan Dira yang terus berbicara sepanjang jalan. Bercerita tentang banyak hal yang membuat seisi mobil dipenuhi gelak tawa.


Andara membuat semuanya bahagia. Sejak bertemu dengan Dani, pria itu mendapatkan banyak teman dan berbaur dengan lebih banyak orang.


Setiap hari Andara keluar dari rumah d siang hari dan mengunjungi perusahaan.


Dira dan Andra yang senang dengan kehadiran Andara juga jadi lebih semangat. Mereka berdua selalu dibawa ke kantor saat pulang sekolah.


Setelah menyelesaikan tugas mereka, si kembar menggemaskan ini akan berangkat ke perusahaan di jam Andara datang.


Mereka akan bermain bersama dan tertawa bersama di sana.


Kevin juga sangat melindungi Andara, lebih tepatnya semua yang mengenalinya, merasa ingin menjaga jiwa yang berharga itu.


Andara yang tak punya teman dan ditolak di mana-mana, untuk kali pertama tak lagi hanya duduk bengong di taman sambil menatap kucing-kucing yang bermain tetapi dia memiliki keluarga Doan orang-orang yang dia percaya sekalipun dia kecewa dengan kakak laki-lakinya.


Pergi ke taman, melihat bintang, makan makanan enak, menonton bersama anak-anak bahkan melakukan hobinya yang mengejutkan.


Andara adalah pemain basket yang hebat. Dengan kemampuannya ini, dia bisa memasuki sebuah tim bahan memenangkan pertandingan dengan kemampuannya.


Orang-orang yang punya kelemahan, selalu memiliki kelebihan dibandingkan orang normal lainnya. Andara dengan kemampuannya mengenali orang-orang, kecepatannya dalam belajar hal bar dan kemampuannya berminat basket membuat semua orang takjub.


Andara menjadi dekat dengan keluarga Kent dan Tim Aryn.


"Andara pergi dulu, nanti kita berjumpa lagi," ucapnya pada kucing tetangga yang sedang makan di samping rumahnya.


Hari ini, untuk kesekian kalinya, Andara pergi lagi dari rumah. Sudah berminggu-minggu pria ini terus berkunjung ke perusahaan dan berminat dengan anak-anak di sana.


Diterima dan disambut dengan baik oleh orang-orang di perusahaan itu membuat perasaan Andara semakin baik.


"Dani, Andara sudah di jalan!" ucapnya ketika dia sedang menghubungi Dani.


"Baiklah, apa perlu Dani jemput?" tawar gadis itu.


"Andara sudah besar, Dani tidak usah khawatir, sampai jumpa, Andara sayang Dani!!!" seru pria itu.


"Dani juga!!! Dira juga!!! Andra juga!!! Eits gue juga, babang Kevin sayang sama Andara!!" seru mereka dari balik telepon.


"Baiklah!!" Ucap Andara sambil memutus panggilan telepon itu.


Dia berjalan sambil melompat lompat dengan riang, menatap ke langit dengan senyuman manis di wajahnya. Tanpa sadar sekelompok orang mengawasinya dari jauh.


"Itu dia, kita harus mendapatkan dia!!"


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2