
Alesha berteriak dan menangis histeris saat melihat Obelia masuk ke dalam kamarnya. Rasa rindu yang begitu dalam, rasa sedih dan ketakutan akan apa yang harus dia hadapi membuat gadis itu menderita.
Tetapi saat semuanya gelap, saat sehat semakin redup, cahaya hangat dari mentari yang sangat dia nantikan akhirnya terbit dan menerangi hidupnya lagi.
Alesha memaksa dirinya untuk duduk, dengan tubuh lemah dia menatap Obelia sambil menangis penuh kerinduan.
" Hiks hiks hiks... anak Mommy sayang, maafkan Mom nak," Ucap Obelia yang langsung menghamburkan pelukannya pada Alesha dan menenangkan gadis kesayangannya yang sudah sangat dia rindukan itu.
Obelia dibuat gila berhari hari Karena tak bertemu Alesha. Dia sangat terpukul karena harus berpisah dari Alesha di saat sayang-sayangnya.
" Sayang mommy di sini, maafkan Mommy," ucap Obelia .
Alesha seolah mendapatkan kembali kekuatannya. Dia memeluk Obelia dengan erat padahal tubuhnya terasa lemah.
Sadrakh yang menyaksikan itu langsung terduduk lemas karena bersyukur putrinya masih bisa dia selamatkan walaupun harus begini.
"Tuan, lihat ke arah Obelia deh," Gretta berbisik di samping Sadrakh sambil mempersiapkan alat kesehatan untuk dipasang ke tubuh kecil Alesha.
Sadrakh menurut," Ada apa?" tanyanya.
" Spek cewek yang begini loh yang nggak boleh dibuang begitu saja, lihat betapa besar cintanya sama nona muda, nggak mudah loh tuan menerima anak dari perempuan lain, tapi Obelia yang masih daun muda bisa terima nona begitu lembut, jangan disia-siakan!" bisik Gretta menjalankan rencana permakcomblangan yang dia dan Laura sedang rencanakan.
" Ma.. maksudmu!??" Sadrakh menatap Gretta.
Gadis itu terkekeh, di saat yang sama Diego si tampan dari goa hantu tiba dengan mobil Van untuk membawa Alesha menuju kediaman keluarga Kent.
Dia sudah mendengar ucapan Gretta barusan, "Bener kata Eneng cantik mas, cepetan dipepet jangan sampai dicuri orang, rugi tahu, yang begituan soalnya langka!" celetuk Diego sambil berjongkok di samping Sadrakh dan menatap Obelia juga Alesha yang terlihat sangat jelas persis seperti sepasang ibu dan anak.
Sadrakh menatap kedua manusia yang akhirnya punya sifat sebelas dua belas itu. Entah sejak kapan Gretta malah terkontaminasi kegilaan dan kebobrokan Laura juga Diego.
"Ho oh tuan, lihat deh dia cantik pula, gak salah tuh pilih Obelia jadi mamanya nona Alesha, mereka juga saling sayang," tambah Gretta.
" Bener Bestie jangan dibuang, sayang tahu!!!" balas Diego.
Kedua manusia berisik itu berbincang-bincang di telinga Sadrakh sampai membuat pria konyol itu geleng-geleng kepala saking pusingnya dengan keabsurdan Mereka berdua.
__ADS_1
" Shhuuutt diamlah! dasar berisik!!" kesal Sadrakh sambil berdiri .
Diego dan Gretta hanya tertawa cengengesan.
Tetapi setelah mendengar ucapan Keduanya, Pikiran sempit Sadrakh akhirannya mulai terbuka. Dia sadar betul kalau putrinya butuh sosok ibu, bukan ayah yang terlalu memaksakan kehendaknya sampai sang putri hancur seperti saat ini.
Sadrakh mendekati keduanya, dia duduk di dekat kasur sambil menatap Alesha yang begitu bahagia saat melihat Obelia. Jelas betul pancaran mata gadis itu menyatakan kalau dia sedang berbunga-bunga.
" Nak... Daddy minta maaf ya, Kamu juga Obelia, aku minta maaf atas apa yang terjadi," ucap Sadrakh yang spontan menggenggam tangan mereka berdua.
Melihat keberanian Sadrakh, Gretta dan Diego terkekeh lalu perlahan-lahan berjalan keluar tapi tak lupa mengabadikan momen langka itu untuk membagikannya sebagai bahan olok-olokan di grup Chat.
"Hihihi Si Sadrak sudah mulai berani euiii ,"celetuk Diego.
"Tuan dewasa sedikit!" ketus Gretta seraya melirik ke arah Diego yang ternyata hanya memakai kaos kutang hitam dan celana boxer bekas serpihan kayu dari bengkel kerja yang belum dia bersihkan.
"Hehehe iya iya maaf atuh neng geulis," balas Diego.
Sementara itu, Sadrakh masih menatap intens kedua orang itu dengan tatapan mata penuh harap kalau dia akan mendapatkan kesempatan kedua untuk memperbaiki hidupnya lagi.
"Tu..tuan," Obelia terkejut, dia menarik tangannya dari Sadrakh. Alesha yang melihat itu melakukan hal yang sama.
Wajah sedih Sadrakh menyatakan segalanya. Dia hancur dan kecewa dengan dirinya sendiri yang tidak bisa berbuat apa pun dengan bagus bahkan semakin dibenci anak sendiri.
" Nakk.. sayang nggak boleh begitu, harus hormat sama orang tua," tegur Obelia dengan lembut.
Alesha menyembunyikan wajahnya dalam pelukan Obelia tanpa membalas ucapan gadis itu. Dia tidak peduli dengan Sadrakh.
Melihat reaksi Alesha, jelas saja membuat hati seorang Sadrakh menjadi terluka. Tetapi di titik ini dia sadar kalau dia benar benar salah total dalam menghadapi putrinya.
Sadrakh masih duduk di sana, dia perlahan menatap ke arah Obelia," Bisa bantu aku?" pinta pria itu dengan lembut.
Jelas sekali perbedaan sifat Sadrakh saat ini dengan beberapa waktu yang lalu. Berhari-hari didiamkan oleh putrinya membuat ayah satu anak itu sadar kalau dia harus melakukan pendekatan yang benar agar membuat putrinya mau menerima dia kembali..
"Tu.. tuan, jangan seperti ini," ucap Obelia merasa tidak enak.
__ADS_1
" Kumohon tinggal lah di sini, bantu aku merawat Alesha, aku akan minta online pada Simon dan Laura," ucap Sadrakh dengan sungguh-sungguh.
"Apa tuan sudah sadar dengan apa yang tuan lakukan selama ini? Nona Alesha butuh orangtua yang perhatian, bukan pemaksa, apa anda bisa menahan diri anda? " tanya Obelia.
Sadrakh mengangguk pelan,"Aku akan berusaha, maka dari itu bantu aku Obelia, dia hanya percaya padamu, aku sangat ingin dia kembali jadi gadis ceria seperti dulu, aku berjanji akan jadi ayah yang baik dan bertanggung jawab," ucapnya lagi.
"Aku salah, aku salah besar memperlakukan Alesha seperti itu dan memaksakan kehendakku, aku hanya ingin lebih dekat dengan dia, tapi yang kulakukan semuanya salah, semuanya salah termasuk memanfaatkan mu," ucap Sadrakh sambil menunduk lemas.
Obelia menatap Sadrakh, kesungguhan pria itu berhasil menyentuh hatinya. Spontan tangan lembut sang gadis muda itu mendarat di bahu Sadrakh," saya akan bantu sebisa saya tuan, sisanya anda harus berjuang mendekati nona, hanya anda yang bisa melakukannya," ucap Obelia dengan senyuman lembut di wajahnya.
Sadrakh terkejut mendengar ucapan Obelia, dia spontan menatap ke arah gadis itu dengan tatapan tidak percaya" Benarkah!?" tanya Sadrakh dengan mata berbinar-binar dan tanpa sadar menggenggam tangan Obelia dengan erat.
Obelia mengangguk, dia tersenyum lembut saat melihat pria sangar itu malah berubah jadi seperti anak kecil.
Sontak Sadrakh menghamburkan pelukannya pada kedua perempuan itu saking senangnya mengingat hubungannya dengan Alesha bisa diperbaiki.
" Terimakasih Obelia, terimakasih banyak!!!" seru Sadrakh dengan riang gembira sambil memeluk Obelia dengan begitu erat.
Di sudut sana dua anak manusia sedang memojok menatap Sadrakh dan Obelia sambil cekikikan menahan tawa mereka. Jangan lupa Diego si konyol yang merekam aksi keduanya dengan ponselnya lalu mengirimnya pada si bumil cantik yang menunggu kabar mereka di rumah.
"Hihihi Grett.. neng geulis, kapal baru berlayar hahahaha..." celetuk Diego.
" Saya tau Tuan, gak usah peluk peluk saya juga kali,'' balas Gretta dengan tatapan kesal..
" Heheh... kapal kita kapan neng!? akang gak tahan nih..." celetuk Diego sambil mengedipkan sebelah matanya.
Bruukkk...
" Kapal apanya, sudah karam tuan, bangun dari mimpimu tuan!!" ejek Gretta sambil mendorong Diego dan pergi begitu saja.
" Heheh... lihat saja aku akan menaklukkan mu perawat cintaku!"
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen 🤗