
Lanang menginjak gasnya dengan kecepatan penuh menuju titik di mana Andina berada. Tak butuh pikir panjang, pria itu langsung melesat membelah jalanan kota ke arah area perhutanan di luar kota di mana mereka membawa si kembar.
Mobilnya melaju dengan kecepatan tinggi, sampai membuat semua kendaraan yang dia lewati mengumpat kesal karena perbuatan Lanang.
"Aku akan menangkap mu dengan tanganku sendiri! apa pun yang terjadi!!" geram Lanang.
Sementara itu, Andina telah tiba di titik di mana kedua anak kembar itu menghilang. Dia berlari ke dalam hutan sambil menghubungi seseorang di seberang sana.
" Lacak wanita itu. Tolong kirim bantuan padaku, jika kita tidak menemukan mereka, maka organisasi mu pun bisa terekspos!!" teriak Andina melalui sambungan telepon rahasia miliknya.
" Ck... sial, bagaimana bisa!? bukannya sudah diurus!? hanya dua orang anak dan seorang wanita saja!?" kesal seorang pria bersuara berat di seberang sana.
" Ya mana ku tahu Marcel!! mereka anak buahmu, kau yang tahu bagaimana mereka!!!" kesal Andina.
Anak buah yang Andina tempat kan untuk mengawasi si kembar dan juga Laura adalah anak buah dari kelompok dunia bawah yang cukup Dina kenali.
Gadis itu memanfaatkan mereka untuk menangkap dan memusnahkan Laura juga anak anaknya, tetapi bodohnya ia tidak tahu apa pun tentang Laura dan keluarga wanita itu.
Dia sedang bermain main dengan keturunan dari kelompok Waltz yang bergerak dalam organisasi rahasia. Bahkan seperti organisasi hantu yang tidak berwujud karena mereka bekerja tanpa ada orang yang tahu mereka sedang bergerak menghabisi musuhnya.
Andina berlari dengan cepat menemui anak buah yang dia bayar mahal untuk membunuh si kembar. Mereka bahkan sangat heran karena si kembar malah hilang dari dalam koper di mana mereka menyembunyikan kedua anak itu.
" Kenapa menjaga dua orang anak saja kalian tidak becus!? mereka hanya anak anak tapi kalian bisa kehilangan mereka!!!" kesal Andina.
" Nona, kami bahkan sama syoknya dengan Anda, kamu ditipu anak anak itu, mereka adalah monster!!" ucap salah satu orang bayarannya.
" Monster apanya, sekali ya anak anak tetaplah anak anak, cepat susur area ini, kita harus menemukan mereka!!" pekik Andina.
Srakkhh..
Tiba tiba suara benda yang tergores terdengar dari sisi lain area itu.
" Cari ke sana!!" teriak Dina.
__ADS_1
Mereka semua berlari ke arah sumber suara itu, semakin masuk ke dalam hutan yang berlika liku tanpa ujung. Mereka berusaha keras untuk mencari keberadaan anak anak itu.
Tapi sialnya tak kunjung ketemu.
" Dira tahan ya, Abang akan jaga kamu, ini pasti sakit ya, husshh tenanglah. Kita harus melarikan diri dari sini!" bisik Laksamana Andra sambil menutup mulut si kecil Dira dengan tangan nya dan mengintip orang-orang itu.
Mereka sembunyi di dalam pohon besar yang memiliki lubang. Kaki si kecil Dira terluka karena ranting yang menusuknya.
Gadis itu sama sekali tidak menangis, dua menuruti setiap perkataan sang kakak. Keduanya berdiam di sana dengan tenang sampai Dira bisa sedikit menahan rasa sakit di kakinya.
" Aduhh kaki kamu terluka," bisik Laksamana menatap kaki adiknya yang sudah berdarah.
Di saat yang sama, suara langkah kaki yang sangat jelas terdengar mendekati tempat persembunyian mereka.
Laksmana semakin ketakutan, jantung bocah kecil.iyu berdegup kencang. Kalung berisi pelacak miliknya dan Dira sudah dirampas oleh penculiknya. Mereka sangat ketakutan di dalam sana berharap orang orang itu tidak menemukan mereka.
Hingga suara langkah kaki itu berhasil membuat keduanya terdiam membisu di dalam pohon besar itu.
Namun di saat yang sama, tangan seseorang menarik mereka. Laksamana hampir berteriak begitupun Dira, sampai mereka melihat wajah seseorang di sana.
" Shhhhttt!!!" bisik orang itu sambil menarik si kembar dengan pelan seraya melihat ke kanan kiri memastikan mereka aman dari pada penjahat itu.
Dira dan Laksamana dibawa keluar dari pohon itu dan segera dibawa lari dari sana keluar jauh dari hutan lebat yang sudah mulai menghitam karena langit malam mulai berkuasa
Sementara itu, baik Andina maupun tim Aryn terus mencari i mana keberadaan si kembar. GPS terakhir melalui pelacak itu menunjukkan lokasi Kalung mereka di sebuah area pabrik, saat dilihat ke sana tak tahunya hanya gedung kosong dan tua yang tak berpenghuni yang berdiri di sana.
Kalung itu rupanya dijatuhkan di sekitar sana saat membawa si kembar tadi.
Laura dijemput oleh Ella dan Kevin, dan langsung menyusul Simon menuju area hutan di mana semua orang kini sedang mencari keberadaan si kembar.
Mereka panik, semuanya sangat ketakutan jika sampai terjadi sesuatu pada mereka.
Demikian dengan Andina, dia berusaha keras mencari posisi kedua anak itu sebelum Simon dan orangnya menemukan mereka.
__ADS_1
" Aku harus mendapatkan keduanya!!! tidak boleh tidak!!!" kesal Andina sambil berjalan dengan cepat.
Sementara itu, Simon dan yang lainnya tiba d area itu. dan malam sudah berkuasa atas langit. Pencarian mereka semakin sulit. Di sini Laura tak menangis sama sekali. Tetapi dengan hati yang hancur lebur dia berjalan tertatih tatih, meski kedua kakinya lecet dan berlumur darah, anak anaknya adalah prioritas baginya.
"Laura istirahat lah dahulu, biar kami yang cari sayang!!' bujuk Simon, tak tega rasanya dia melihat istrinya yang terluka harus menyusuri area itu.
" Tapi anak anak kita, aku takut Simon, aku sangat takut!!!" ucap Laura sambil menatap khawatir.
Simon menatap area itu, dia menggenggam tangan Laura dengan erat. Saat melihat area itu, Simon merasa kalau anak anak mereka tak lagi di sana, dan ada dalam keadaan aman.
" Sayang, aku rasa anak anak kita tak lagi di sini, sebaiknya kita pulang!!' ucap Simon yang selalu percaya dengan instingnya jika sudah terkait anak anaknya.
Laura menatap suaminya," Kamu bercanda hah!? gimana caranya kamu tahu kalau mereka gak di sini!??" omel Laura sambil menatap kesal suaminya.
" Aku harus cari, harus sampai ketemu!!!" ucap Laura sambil menangis dan pergi dari suaminya menyusuri area itu.
Tim Aryn dan yang lainnya berusaha keras mencari anak anak. Simon hanya duduk tenang di sana menatap mereka. Jelas sekali pria itu tahu kalau anak anaknya tak lagi berada di sana.
"Mereka tidak di sini, aku sangat yakin !!" gumam Simon.
Di saat yang sama, Andara menghubungi Simon dari markas tim Aryn.
" Tuan Simon, anak anak tidak lagi di tempat itu mereka melarikan diri, Lanang sudah menangkap Andina!!" lapor Andara yang berhasil melacak posisi Lanang.
Layar komputer tim markas rahasia Laundry Happy kini dipenuhi dengan catatan lokasi dimana orang orang mereka berada untuk selalu update tentang keberadaan satu sama lain.
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗
__ADS_1