Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
56. Putri Sadrakh


__ADS_3

Simon Mignolet Kent, kini kembali menduduki tahta sebagai seorang pria idaman para wanita dan pebisnis paling ditakuti dalam dunianya.


Kabar terbaru tentang pewaris satu-satunya grup Kent kini menjadi perbincangan menarik bagi seluruh pelosok negeri.


Bagaimana tidak, seorang yang dulunya dikenal kejam dan dingin itu tenggelam namanya setelah mengalami kelumpuhan dan bisu. Tetapi sekarang dia kembali dengan pesona luar biasa yang tidak bisa ditolak oleh siapa pun yang melihatnya.


Simon berpenampilan cerah dan ceria meskipun dengan wajah dingin dan tatapan tajamnya yang selalu sukses membuat semua orang terdiam.


Simon tampil di media sebagai model majalah ternama dalam sebuah wawancara eksklusif yang tidak pernah diterima oleh pria itu.


Penampilan perdana Simon membuat ruangan rawat inap Laura heboh terutama setelah kedatangan Diego, Sadrakh dan Anggita baru dalam kelompok mereka, putri kecil Sadrakh yang menggemaskan dan sangat senang menempel pada Laura.


Sadrakh dan Diego tiba beberapa jam setelah Simon berangkat dari rumah sakit. Mereka langsung datang ke rumah sakit bersama putri kecil Sadrakh yang sangat cantik dan menggemaskan bahkan membuat semua orang terpesona dengan paras cantiknya yang sangat menyerupai Simon.


Rambut gelombang hitam pekat, pipi chubby dan merah muda membuatnya sangat menggemaskan.


Alesha duduk anteng di samping Laura sambil mengunyah potongan buah apel yang dikupas sendiri oleh Gretta. Anak itu pertama kali datang langsung menyukai Laura.


“ Enak sayang?” tanya Laura sambil mengangkat Alesha dalam pangkuannya.


“ hu um.. enyaaakk.... lecha suka...” seru gadis kecil sambil tersenyum sumringah dengan gigi kelincinya dan matanya yang berbinar menatap Laura.


Hati siapa yang tidak tersentuh dnegan senyuman bahagia dari gadis kecil yang Sadrakh benci karena menjadi alasan istrinya meninggal dunia.


“ Ulululuhhh cantik sekali Lesha sayang,”


Sadrakh duduk di kursi sambil menatap putri semata wayangnya. Hatinya lagi lagi sakit saat mengingat perjuangan istrinya melahirkan Alesha dengan kanker yang menggerogoti tubuhnya.


“ jaga anak kita sayang, aku akan selalu bersama kalian, jaga putri kita, kumohon...” kata kata terakhir istrinya bahkan hanya untuk putri kecil mereka.


Sadrakh menghela nafas berat. Pikirannya dibuat kacau, kedua mertuanya juga sudah tua dan renta, saudara istrinya juga tak mungkin merawat putri mereka. Dia sebagai seorang ayah harus mengambil tanggung jawab itu agar putrinya tahu siapa ayah kandungnya.


Laura, Diego dan Gretta yang melihat wajah sendu Sadrakh jelas sadara kalau pikiran sepupu Simon itu sedang terganggu dengan kehadiran Alesha.


“ Kak Sadrakh pasti merasa kacau saat ini, kasihan dia, tapi akan lebih memprihatinkan jika dia tidak bisa menerima putrinya, Alesha tidak boleh hidup tanpa kasih sayang orangtua, selagi aku di dekat mereka, aku akan membantu kak Sadrakh, jangan sampai alesha kesepian,” batin laura yang sudah merasakan betapa kesepiannya hidup tanpa kasih sayang dan tanpa mengenal orangtua.


“ Sayang, kasih buahnya sama Daddy gih,” bisik Laura sambil memberikan potongan buah yang baru pada Alesha.


“ Ummm... Daddy tidak suka Lecha, Lecha cedih kalena Daddy nggak sayang lecha tante, lecha takut,” balas gadis kecil itu sambil memeluk lengan Laura dan menatapnya dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


Laura tertegun, Gretta yang duduk di dekatnya juga terdiam mendengar penuturan Alesha kecil yang merasa jauh dari ayahnya.


Jelas ini pertemuan perdana mereka. Biasanya Sadrakh bahkan tidak mau menyapa Alesha saat dia mengunjungi makam istrinya. Tetapi karena situasi, dia harus membawa anak itu dari sana dan merawatnya sendiri.


“ Wahh Daddy kamu nggak bertanggung jawab ya Lecha sayang,” tiba-tiba suara sarkas dari Gretta membuat semua orang tersentak kaget.


Apalagi Sadarak dan Diego yang sedang melamun malah dibuat kaget oleh gadis itu.


“ Astaga naga rambut bapak kau cepmek, Gretta kau membuatku terkejut cantik...” Diego melompat dari kursi dengan wajah syok karena acara melamunnya diganggu oleh Gretta.


“ ya ampun neng geulis, dewi surga, dewi cantik kaya bunga tai ayam kenapa bikin akang tampan terkejut hah? Hampir copot jantungku kau buat, kalau copot mau bagaimana coba berdebar saat melihat wajah cantikmu itu atuh neng geulis, pelan pelanlah kalau bicara. Arrhhhh....” Seloroh Diego.


“ Tahu nih, kenapa Gretta?” imbuh Obelia .


“ Itu ada bapak yang gak tanggung jawab, masa iya di situ sampai di ruangan ini anaknya di kasih sama orang sakit, gak tanggung jawab banget deh,” sindir Gretta sambil melirik Sadrakh yang dibuat tercengang dengan betapa beraninya Gretta menyindir dirinya.


“ pftthhh bwahahahahaha.... kena semprot bwahahahahhaa..” Diego tertawa terbahak bahak sambil memukuli punggung Sadrakh yang kalah telak oleh seorang pelayan.


“ Bukan urusanmu,” ucap Sadrakh dengan nada dingin. Disindir dia menjadi marah, karena jelas tahu kalau dia salah. Begitulah Sadrakh, sama persis seperti Simon yang sudah ditaklukkan oleh Laura. Entah siapa yang bisa menaklukkan keras dan dinginnya hati mahluk Tuhan yang satu ini.


“ Kak, apa selama ini kakak tidak memperhatikan Alesha?” tanya Laura pelan sambil memberikan gadis kecil itu pada Gretta agar dia tak perlu mendengar ucapan kasar dari ayahnya.


“ Dia tidak peduli pada putrinya, padahal menggemaskan begitu seperti boneka, tapi si bajingan ini benar benar mengesalkan,” celetuk Diego .


“ Dia yang menyebabkan kematian istriku, kenapa aku harus peduli dengan dia? mau hidup atau tidak bukan urusanku, aku bisa meminta orang lain merawatnya,” ucap Sadrakh dengan nada dingin.


Semua orang hanya terdiam. Betapa terkejutnya mereka mendengar ucapan pria itu. Bahkan Alesha yang duduk dalam pangkuan Gretta langsung terdiam mendengar ucapan ayahnya.


Meski dia masih kecil , dia adalah anak yang cepat dewasa, dia adalah anak yang cepat mengerti pembicaraan orang dewasa. Cerdas seperti ayah dan ibunya.


“ Jika tidak mau merawatnya, maka jangan bawa dia ke tempat ini tuan, jika tak ingin melihatnya maka sejak awal jangan kenalkan diri Anda sebagai ayahnya, karena seorang ayah adalah sosok cinta pertama bagi putrinya, tapi Anda hanya akan jadi duka bagi nona Alesha,” Gretta menatap datar dan dingin. Entah apa yang menyebabkan Gadis itu berbicara demikian, tetapi tampaknya dia sangat membenci ucapan Sadrakh barusan.


Suasana menjadi tegang. Tak ada yang bicara, Sadrakh mengeraskan rahangnya, kesal dan marah karena beberapa orang mencampuri urusannya.


Laura menatap mereka, masalah ini sepertinya akan panjang. Sadrakh memang perlu disadarkan dnegan ucapan jahatnya itu.


“ Hahh ayolah jangan tegang begini, wajah kalian seperti semp@k baru, ketat ketat semua, dasar manusia kayu, kita nonton saja, acara sudah dimulai ini..” celetuk pria itu yang langsung memutar siaran televisi di mana Simon sudah memulai wawancara ekslusifnya.


“ Wahhh suamiku tampan sekali..” seru Laura sambil bertepuk tangan meriah menatap Simon yang sangat berkharisma di layar televisi.

__ADS_1


“ Wah nyonya, Anda benar benar beruntung,” seru Obelia dan Irvan bersamaan.


“ Wahhh wajahnya cerah ya, seperti habis nganu bwahahahhahahaha...


Pletaakkk...


“ dasar otak udang, pikiran kau nganu terus haha?” Zayn memukul kepala Diego sampai pria konyol itu terjerembab dan...


Jeduggg....


Dia terjatuh ke pangkuan Obelia.


“ Tu.. tuan?” Mata Obelia membulat sempurna saat melihat Diego tepat di depan dadanya.


Diego terhenyak sambil mengedipkan kedua matanya di depan dada Obelia,” wow, fantastis..” celetuk pria itu.


Plakkkk..


“ arrkhhhh tuan Diego mesummm...” pekik Obelia setelah memukul wajah Diego sampai pria itu terjatuh ke lantai .


“ hehehehe... muahhh... Obelia kau cantik juga kalau marah hahahaha, sama seperti sang dewi,” celetuk Diego sambil mengedipkan sebelah mata ke arah Gretta.


“ Dasar orang sinting..”


“ Otakmu miring kawan?"


“ Diego sadarlah, imajinasimu terlalu liar bodoh,”


“ Om Diego kayak badut ahahhahhaha....”


Di saat semuanya antusias dengan acara dan kebobrokan manusia maskulin itu. Sadrakh hanya terdiam, dan menatap dingin ke arah putrinya ,” Bagaimana bisa aku menerima orang yang membuat istriku meninggal? Seharusnya yang mati adalah dirimu, bukan istriku...” batin pria itu menatap Alesha penuh dendam.


“ Kak Sadrakh, sadarlah dan terima kenyataan, aku tidak akan membiarkan mu menyakiti hati gadis kecil ini,”


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen


__ADS_2