
Dua Minggu sudah Sadrakh membawa Alesha bersamanya. Dan selama itu juga, Alesha tidak berbicara dan terus diam membisu sampai membuat Sadrakh hancur dan frustasi melihat kondisi putrinya yang semakin kurus dan pucat .
Alesha tidak mau makan, tidak berbicara bahan tidak mau bermain. Beribu cara Sadrakh pelajari dari internet tetapi tidak satu pun dari cara itu berhasil membuat hubungannya dengan Alesha semakin membaik.
Sadrakh pusing tujuh turunan, apa yang harus dia lakukan untuk membuat Alesha menerimanya?
Pagi ini, Sadrakh mencoba berusaha lagi untuk kesekian kalinya. dia berpenampilan rapi dengan baju cerah seperti kesukaan Alesha, membawa cookies dan susu ke dalam kamar.
"Alesha sayang, sudah pagi makan yuk sayang," ucapnya sambil meletakkan nampan di atas meja.
Namun Alesha tidak menjawab sama sekali. Gadis kecil itu diam dengan wajah pucat. Sadrakh terhenyak, dengan cepat dia mendekati Alesha yang hanya terlelap sambil mengingat.
" mommy Obelia... Mommy Obelia... Lecha mau sama Mommy... tapi taku Daddy marah... Mommy... Mommy....
gadis kecil itu mengigau, peluh memenuhi keinginan, wajahnya pucat dan bibirnya kering.
Sadrakh terbelalak, dia menaruh tangannya di kening Alesha, dan betapa syoknya dia saat mengetahui putri kecilnya demam tinggi.
"Ya ampun nak... anak Daddy!!!"Pria itu panik.
Alesha akhirnya jatuh sakit setelah bersama dia. Cepat-cepat Sadrakh menggendong Alesha . Panik dan takut bercampur menjadi satu membuat pria itu tak tahu harus bagaimana.
" nak... maafkan Daddy sayang... Daddy yang salah, astaga apa yang harus kulakukan, Alesha... Alesha sayang bangun sayang!!!!" Dia hanya bisa panik.
seketika nama Laura terlintas dalam pikirannya. Dia meraih ponselnya dan menghubungi wanita itu.
" Ayolah jawab aku... jawab aku...." gumam Sadrakh dengan wajah panik.
" Ada apa Sadrakh!?" Suara Simon terdengar di seberang sana.
"Si..Simon? Laura di mana!? aku butuh bantuan kalian, Alesha sedang sakit, kumohon siapapun bantu aku, aku tidak paham mengobati putriku!!!" ucap Sadrakh dengan suara bergetar.
" Cihhh uruslah sendiri, kau yang ngotot kan!??" kesal Sadrakh.
" Uhukk.. uhuk... Sayang jangan begitu, kita bantu Alesha, kasihan anak itu, biar Obelia yang pergi ke sana, Alesha pasti kangen Mommynya," Laura menyambung percakapan mereka.
Kedengaran nya wanita itu sedang dalam kondisi kurang sehat.
"Cihh.... tunggu di sana, kau letakkan Alesha di kasur, buka pakaiannya dan kompres dengan handuk dingin, temani sampai Obelia dan Gretta datang!!" titah Simon.
" Baiklah, akan kutunggu!!!" ucap Sadrakh.
__ADS_1
Sadrakh melakukan apa yang diminta oleh Simon. Sementara itu di rumah utama keluarga Kent, semuanya sedang khawatir dengan kondisi kesehatan Laura yang tiba-tiba saja menurun.
Wajahnya pucat, dia terserang flu dan demam. Sepanjang malam Simon menjaga istrinya yang sakit dengan perasaan kalut.
Zayn tiba dengan seorang dokter wanita, mereka masuk ke kamar kedua manusia itu.
" Simon biarkan temanku yang periksa, aku yakin akan ada kabar baik," ucap Zayn.
" Kabar baik apanya bangsat, istriku sakit kau bilang kabar baik, dia itu kembaranmu bodoh!!!" kesal Simon.
" Ck..dasar keras kepala, justru karena itu aku tahu ada sesua yang akan datang, jangan keras kepala dan kita keluar!!" Zayn menarik Simon dari dalam kamar .
" Tapi... aku mau bersama Laura..." ucap Simon ngotot ingin bersama Laura.
" Tckkk diam di sini!!" kesal Zayn.
Sementara itu, Dokter Dira memeriksa kondisi Laura dengan seksama. Dia adalah seorang dokter kandungan yag berbakat dan seangkatan dengan Zayn tetapi beda jurusan. Gadis itu sangat elegan dan menawan samapi membuat seorang Laura tak berkedip menatap dan memperhatikan wajahnya yang lembut.
“ Kapan terakhir menstruasi Laura?” tanya gadis itu dnegan lembut.
“ Sudah telat 12 hari dok, mungkin karena stress biasanya telat tiga atau empat hari, setelah ikut kompetisi tingkat stress jadi lebih tinggi,” jelas Laura.
Laura terkejut, dia terdiam dengan wajah kaget tak percaya denagn ucapan Dira barusan.
“ Apa tadi dok? Jangan bercanda ihh.. masa iya hamil?” celetuk Laura.
Dira terkekeh,” benar nyonya, Anda akan menjadi seorang Ibu, selamat ya, usia kandungan anda masih begitu muda, saya sarankan segera datang ke rumah sakit untuk melakukan USG, " ucap perempuan itu dengan lembut.
Laura terhenyak, tidak dia sangka akan secepat ini, dia tercengang, tangannya mengusap perut ratanya dengan wajah terkejut sekaligus bahagia di saat yang sama.
"A..aku hamil!?? hiks hiks hiks..... Aku benar benar hamil!??" Laura menatap dokter Dira dengan air mata yang menggenang di kedua pelupuk matanya.
Dokter itu mengangguk sambil mengusap lengan Laura," sebentar saya panggil suami anda nyonya," ucapnya sambil beranjak dari sana. Dokter Dira memanggil Simon untuk segera masuk ke kamar.
"Tuan anda sudah boleh masuk, saya sudah selesai," ucap Dira.
Simon dan Zayn langsung menoleh saat mendengar suara dokter itu.
" Bagaimana keadaan istriku!? apa yang terjadi padanya!? kenapa dia sampai selemah itu Dira!???" Simon menatap gadis itu dengan tatapan tajam dan penuh kekhawatiran.
"Selamat tuan, anda akan jadi seorang ayah, nyonya Laura sedang mengandung anak pertama kalian!" jelas dokter itu dengan senyuman sempurna di wajahnya.
__ADS_1
Simon tercengang," Ha..hamil!?? La..Laura sedang hamil!??" Dia menatap Dira dan Zayn tak percaya.
" Wah selamat adik ipar, wahhhh kau hebat!!!" seru Zayn sambil tertawa bahagia karena dia akan jadi seorang Paman.
Simon langsung berlari menuju kamar dan menatap istrinya yang juga menatapnya di sana," Sayang..." Dengan cepat pria itu memeluk Laura sambil menepuk punggung istrinya dengan sangat lembut.
" Sayang kita akan jadi orangtua!!" ucap Laura dengan penuh haru.
Simon mengangguk, tak disangka dia malah menangis saking bersyukur dengan kehamilan istrinya," terimakasih Laura, terima kasih sayang!!" ucap Simon dengan begitu bahagia.
Sementara itu, kabar bahagia telah diberitahukan pada seluruh keluarga, mereka semua sangat senang.
Obelia yang sudah tiba di rumah Sadrakh bersama pengawal juga diberitahu kabar baik itu.
Obelia memasuki rumah Sadrakh ," Tuan di mana nona!?" Tanya Obelia saat melihat wajah pucat Sadrakh yang tidak tahu harus berbuat apa.
"O.. Obelia, tolong Alesha, aku bersalah, tolong putriku!!!" ucapnya sambil memohon. Penyesalan selalu datang terlambat.
Obelia menepuk punggung pria itu seraya tersenyum dengan lembut, dia langsung mengikuti langkah Sadrakh menuju kamar Alesha.
Dengan langkah yang sigap dan cepat, Obelia bersama Sadrakh berjalan menuju kamar Alesha. Wajah Obelia mengatakan segalanya kalau dia khawatir dengan kondisi Alesha.
' Bagaimana keadaannya tuan?" tanya Obelia dengan wajah takut.
" Dia demam tinggi, beberapa hari ini tidak... sejak kubawa ke sini dia tidak mau makan, aku takut dia sakit parah,tolong bantu aku Obelia!" pinta Sadrakh.
Gretta yang melihat kelakuan Sadrakh hanya tertawa di dalam hati," Dasar bodoh, sudah tahu begitu masih saja keras kepala!" batin gadis itu mengejek Sadrakh..
Obelia dan keduanya berjalan menuju ruangan Alesha. Gadis itu tampak takut, dengan cepat dia masuk dan melihat Alesha yang gemetar di dalam sana.
" Nak, Alesha sayang, Mommy datang," Ucap Obelia dengan suara bergetar.
Sontak mendengar suara Obelia, mata Alesha terbuka lebar, dia menoleh pada wanita itu sambil menangis sesenggukan,"Mo...Mommy!?? hiks hiks hiks... Mommy datang huwaaa.....Mommy!!!!!!"
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗
__ADS_1