
Sementara itu di kediaman keluarga Zayn Kennedy Waltz tampak ramai dengan semua keluarga Zayn yang datang karena paksaan dari Simon.
Ayah, Ibu, adik perempuan Zayn Kakek Zayn, sepupu, paman dan bibi semuanya berkumpul di hari ini dengan alasan kalau Simon akan merayakan sesuatu bersama mereka.
Keluarga Kennedy, sebuah keluarga besar yang dulunya disebut dengan nama Waltz tetapi mengganti nama belakang mereka menggunakan nama lain tuan Waltz Kennedy, berkumpul bersama keluarga lainnya di rumah milik Zayn yang besar dan luas dan hanya dihuni seorang diri oleh dokter tampan dan muda itu.
Karena terlalu besar sampai membuat Zayn tak betah tinggal di sana.
Karena keluarga Kent dengan Keluarga Kennedy berhubungan baik, mereka datang dengan senyuman bahagia saat Simon yang mereka kenal adalah anak dingin dan pendiam juga kejam kini telah kembali seperti semula, semua ingin bertemu Simon dan merayakan kembalinya pria itu.
Zayn tampak sibuk mengatur letak duduk di meja makan super panjang yang sudah ditata dengan rapi seperti keinginan Simon.
Sadrakh yang menyiapkan semua makanan, dia menuruti kemauan Zayn untuk menjamu seluruh keluarga besarnya malam ini.
Dengan senang hati dia datang setelah dipaksa berkali-kali oleh dokter tersebut.
Pertemuan malam ini sama dengan pertemuan keluarga besar, karena Zayn memanggil keluarga inti.
Obelia, Irvan, dan beberapa pelayan lain menata masakan di atas meja dengan rapi.
Semuanya tampak antusias dengan acara malam ini.
Para keluarga tengah berkumpul di ruang keluarga sambil bersenda gurau.
Tampak di ruangan itu Tuan besar Waltz yang sudah tua dan renta, kakek Zayn dan saudaranya yang tengah duduk di kursi tunggal sambil menatap ke arah keturunannya dengan senyuman di wajah berkeriputnya.
Usianya sudah menginjak 105 tahun, mungkin beliau akan jadi salah satu manusia dengan umur terpanjang di bumi.
Dia masih melihat dengan jelas, mendengar dan berbicara dengan sangat fasih dalam beberapa bahasa.
Tuan Waltz memiliki 2 orang anak, satu putra dan satu putri. Diberkahi dengan 6 orang cucu dan hilang satu. meski tak semua cucunya bisa berkumpul tetapi hari ini cukup ramai dengan dua keluarga anaknya yang juga datang.
Istrinya telah meninggal 2 tahun yang lalu di usia 100 tahun, panjang umur bagi mereka orang orang baik.
Di sisi lain, tuan Kennedy alias Waltz junior dan istrinya nyonya Felicia tampak sangat berkharisma. Aura mahal dan kharisma kepemimpinan mereka tak lekang oleh waktu.
Tuan dan nyonya Kennedy masih tegap seperti dahulu, wajah mereka mulai berkeriput.
Duduk dengan tegap di kursi sambil mendengar celoteh ria putri bungsu mereka yang masih duduk di bangku kuliah.
" Ma, Pa jangan tegang gitu ihhh kayak manekin aja, santai kan saja relax.... " Celetuk gadis cantik berusia 20 tahun seraya tersenyum menatap kedua orangtuanya.
Tetapi mereka tetaplah jadi orang yang dingin. Kehilangan putri mereka di masa lalu membuat mereka berakhir menyalahkan diri mereka atas kejadian naas itu.
__ADS_1
Sampai sekarang mereka menghukum diri mereka atas apa yang terjadi.
Rasanya mereka menganggap diri mereka tak pantas untuk bahagia. Kering dan dingin sudah hati mereka. Hancur berkeping keping saat putri kedua mereka dinyatakan meninggal setelah hasil otopsi pada bekas cambuk di cek dan ternyata itu milik anak mereka.
Tuan Kennedy dan Nyonya Felicia tak lagi bisa tersenyum dengan sempurna. Bahkan senyuman saja menyakitkan bagi mereka.
Memikirkan putri mereka disiksa oleh tuan Brown, dipukuli dan di hina membuat tubuh mereka lemah .
Zayn berjalan menuju ruang keluarga menatap kedua orangtuanya yang selalu memasang wajah siaga, tak pernah menurunkan bahu mereka sekedar untuk relax sejenak.
" Ma, Pa jangan tegang begitu," Zayn mengusap punggung kedua orangtuanya dari belakang.
" Tau nih kak, Mama sama Papa kayak lagi sidang perceraian hahahaha.... tegang terus, hidup ini harus relax mama Papa," celetuk Rose si gadis cantik mempesona yang mewarisi perpaduan wajah kedua orangtuanya.
Tuan Kennedy dan Nyonya Felicia hanya tersenyum tipis tapi tak kunjung mengubah ekspresi mereka.
"Kapan acaranya akan dimulai nak?" tanya Tuan Kennedy.
" Sebentar lagi, Simon dan yang lainnya belum kembali, " balas Zayn.
" Ayo relakskan tubuh kalian, jangan tegang begini, nanti Simon kecewa melihat kalian tegang begini, ini bukan lapangan tembak atau pacuan kuda, kita juga tidak sedang dalam rapat komite jadi bersantailah, ku mohon, " ucap Zayn.
"Kalian pasti akan senang bertemu istri Simon dan anak Sadrakh jadi jangan pasang wajah kesal begitu!" ucap Zayn.
Zayn dan Rose tak bisa berkata-kata, mereka hanya bisa menghela nafas dengan sifat orangtua mereka yang keras kepala.
Seluruh keluarga juga sudah tahu akan sifat mereka yang begitu dingin. Alasan dibaliknya selalu berhasil membuat dada sesak.
Tak beberapa lama, Simon dan rombongannya tiba di rumah Zayn.
Laura tampak menggendong Alesha yang memeluknya dengan erat sambil terlelap di pangkuan gadis itu.
" Sayang biar aku yang gendong," tawar Simon tetapi Laura menggelengkan kepalanya," nggak apa apa kok, aku senang dia tidur seperti ini, sangat menggemaskan," ucap Laura sambil tersenyum manis.
Simon paham, dia merangkul istrinya sambil berjalan diikuti Gretta, Diego, Lanang dan Dani.
" Kak Laura dan Tuan Simon benar benar cocok ya jadi orangtua, aura mereka benar benar seperti orangtua, nggak sabar nunggu anaknya bentuknya seperti apa heheheh..." Celetuk Dani.
" Bener Dan, tapi ngomong-ngomong kau apakan mobil si Vino bangsat!?? " celetuk Diego sambil merangkul Dani.
Gadis itu menatap Diego," Dihancurkan kak Diego, dirusak semua hehehehe..... biar mereka kesal," ucap Dani.
Tiba-tiba Diego melepaskan tangan nya dan menatap kesal pada Dani,"sihh dasar gadis edan!" ucap pria itu.
__ADS_1
" Kenapa lagi tuan? bukankah itu bagus?" imbuh Lanang.
Diego menggelengkan kepalanya," no no!" celetuk pria itu sambil menggerakkan jari jarinya.
" Lalu?" tanya Lanang dan Dani
" Harusnya kau ledakkan saat mereka di dalam, lebih seru awookwkkwkkwk.... supaya Si Cintia jal4ng itu merasakan penderitaan Simon setelah kecelakaan nahas itu!!" ucap Diego sambil tertawa cekikikan.
"cihhh dasar psikopat," ejek Gretta sambil berjalan mendahului mereka bertiga.
" dih Mak Lampir diam aja, gak usah ikut campur!!"
" Siapa juga yang ikut campur, kepedean!"
Dani dan Lanang sepertinya mulai terbiasa dengan kedua manusia berisik yang saling mengejek ini.
Laura dan Simon berjalan dengan bergandengan tangan, mereka disambut oleh anak buah Keluarga Kennedy.
" Ini rumah kak Zayn?" tanya Laura.
" Iya, dia tinggal sendirian di sini, karena terlalu besar dia sering menumpang di tempatku, " ucap Simon.
" Hahh? apa dia sendirian di sini? keluarga nya?" tanya Laura heran.
Rumah itu terlalu besar dan mewah untuk ditinggali seorang diri.
"Dia itu aneh, suka mengumpulkan rumah, aset masa depan katanya, dia agak lain sih" jawab Simon.
Laura terkekeh," kalau untuk aset sih aku setuju, karena harga tanah dan properti itu selalu naik setiap tahun, itu akan menguntungkan," ujar Laura.
"Wahh.... shhh kau benar benar luar biasa ya," ucap Simon terheran dengan karakter Laura yang memang fotocopy karakter Zayn.
"Kenapa?"
"Ahhh nanti kau tahu sendiri, karaktermu ini benar benar luar biasa!" ucap Simon seraya mencubit gemas hidung mancung Laura.
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗
__ADS_1