
Seperti dugaan Obelia, nyonya Yanti dan tuan Riko berencana untuk membunuh Alesha yang mereka anggap sebagai hama . kedua manusia jahat ini sangat terobsesi dengan penyiksaan anak anak.
Mereka sudah menyiapkan tempat yang sangat sesuai untuk mengakhiri nyawa Alesha tepat ketika Obelia tiba di sana.
“ Tapi bagaimana kalau suaminya yang kaya raya itu yang datang?” tanya tuan Riko,
“ Kita bisa mengatakan bahwa semua ini rencana Obelia, jika mereka mengamuk, kita bunuh saja dia di hadapan mereka,” ucap nyonya Yanti sambil tertawa dan mencengkeram rahang Alesha dengan kuat sampai membuat pipi gadis kecil itu memerah.
Alesha tahu rencana jahat mereka, sekalipun ayahnya datang dia akan terancam mati, satu satunya cara adalah dia harus lepas dari ruangan itu dan melarikan diri dari sana sebelum apa yang dia tidak inginkan terjadi.
Gadis kecil itu menatap ke kanan dan kiri, tak ada cara untuk lepas, satu satunya cara agar mereka pergi dari ruangan itu , Alesha terpaksa harus melakukan hal jorok di hadapan mereka dan membuat keduanya jijik.
Saat keduanya tengah sibuk mengancam Obelia dengan mengirim foto-foto Alesha, gadis kecil itu dengan sengaja mengencingi dirinya sendiri.
Crsssshhhh......
“ Apa apaan itu, arrhhh sialan menjijikkan.” Teriak nyonya Yanti saat urin gadis kecil itu merembes dan mengenai kedua kakinya yang tak mengenakan alas kaki.
Clarkkk,... clarkkk...
Gadis itu mengentakkan kedua kakinya ke air kencingnya sampai carian itu memercik ke mana mana dan mengenai kedua orang biadab di depannya itu.
“ sialan, hoishhh dasar anak kurang ajar beraninya kau..” teriak tuan Riko kesal.
Plakk..
Dia memukul wajah Alesha sampai bibir gadis kecil itu berdarah,” huwaaa... sakiiitt...” Alesha menangis berteriak histeris dengan ari mata bercucuran di kedua matanya.
“Sialan, kurung dia di sini, dasar kurang ajar, begitukah Obelia mengajarimu, dasar tidak berpendidikan,” ketus nyonya Yanti.
Karena kesal terkena kencing dan benci mendengar rengekan anak itu, mereka berdua keluar dari dalam sana dan mengunci Alesha di dalam ruangan gudang yang langsung mengarah ke arah muka jalan.
__ADS_1
Jika di tanya suami kedua Nyonya Yanti berada di mana, maka jawabannya adalah dia sudah berada di liang lahat setahun setelah menikah dengan nyonya Yanti.
Rumah yang cukup besar itu tampak sekali tidak terawat, banyak barang rongsokan di sana. Alesha menjatuhkan tubuhnya ke atas lantai dan menggeser geser kursi itu sekuat tenaganya, dia jelas melihat ada pecahan kaca di dalam gudang itu.
“ lecha pasti bisa keluar dari sini, lecha harus selamat, lecha tidak boleh membiarkan mereka melakukan perbuatan jahat pada Mom dan Dad,” batin Alesha berjuang mati-matian dengan tubuhnya yang kecil tetapi dengan otaknya yang sempurna cerdas dan cerdik.
Dia menyeret tubuhnya dan berhasil mendekat ke pecahan kaca itu. Gadis kecil itu menggosokkan tali pengikat itu ke arah pecahan kaca yang tertancap di sebuah kayu, tampaknya bingkai Foto yang tak terpakai tetapi di simpan di sana.
Semua ini dia pelajari dari Danielle dan Lanang yang mengajari dia untuk berani menyelamatkan diri dan tetap tenang ketika situasi mencekam seperti ini.
Sejak awal Dani sudah mengajari Alesha untuk berjaga jaga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan seperti saat ini.
Alesha terus berusaha dan..
Ctakk..
Talinya putus dan kedua tangan gadis itu lepas. Cepat-cepat dia membuak semua pengikat di tubuh kecilnya. Gadis itu berdiri, mengusap kedua matanya dan mengikat rambutnya yang panjang. Dia mengambil kain panjang yang ada di sana dan membungkus tubuhnya dengan benda itu.
“ Alesha harus cari jalan keluar,” batin gadis kecil itu.
Dani berperan sebagai pasangan suami istri yang sedang mencari alamat, sangat hebat penyamaran mereka sampai sampai Dani berperan sebagai ibu hamil yang perutnya membuncit.
“ Kita mulai operasinya, ahh dan gadis itu lepaskan saat aku memberi aba-aba nanti,” ucap Dani.
Seluruh tim mengangguk paham dan melaksanakan tugasnya dengan benar. Rumah itu dikepung tanpa sepengetahuan nyonya Yanti dan tuan Riko bahkan pelayan yang bekerja pun tak tahu ada yang masuk.
Dani menggandeng tangan lanang, berperan menjadi ibu hamil bukan pertama kalinya bagi gadis itu . Cara mengelabui yang sungguh epik dan ikonik yang pernah dilakukan oleh Dani.
“ kau cocok jadi ibu ibu,” bisik Lanang seraya menggoda Dani.
“ kau cocok jadi kakek buyutnya pfhhh hahaha...”
__ADS_1
“ Dasa kau ini...” ketus Lanang seraya memutar malas kedua bola matanya, dia selalu kalah berdebat dengan gadis itu.
Mereka memasuki rumah itu,” Permisi..” teriak Lanang sekencang kencangnya. Mereka jelas tahu kalau nyonya Yanti adalah salah satu agen perumahan yang menawarkan perumahan mewah dan mahal, dengan menggunakan informasi itu mereka datang sebagai pasangan yang akan segera memiliki bayi dan butuh rumah tinggal.
“ Permisi, apakah ini kediaman nyonya Yanti dari agen perumahan bahagia?” lanang berteriak seperti seorang bapak bapak yang sering makan gorengan, suaranya besar dan terbatuk batuk.
Di dalam sana nyonya Yanti dan mantan suaminya terkejut satu sama lain saat mendengar suar itu.
“ Astaga ada pelanggan,” ucapnya langsung berlari terbirit birit ke arah depan. Dia adalah agen perumahan yang sering melakukan penipuan terhadap orang orang yang dia tawari perumahan.
Nyonya Yanti berlari sambil tersenyum,” wohooo sumber uangku datang lagi,” ucapnya dengan senyuman ceria.
“ Astaga Ibu Bapak, kalian pasti kelelahan menemukan tempat ini, saya Yanti agen perumahan bahagia, senang bertemu kalian,” ucapnya sambil menyalami kedua orang itu dengan penuh semangat .
“ Ahh iya kami benar benar lelah, saya juga sedang hamil, tolong bantu kami, kami ingin mencari rumah baru untuk tempat tinggal kami setelah melahirkan, ku dengar ini tempa terbaik untuk menemukan perumahan,” ucap Dani sambil menatap lingkungan rumah itu dengan tatapan nanar, cukup rapi untuk orang brutal seperti nyonya Yanti.
“ Ahhh astaga, ayo masuk dulu, kita bicarakan di dalam, Anda berdua pasti lelah, kalian yang menghubungi saya tadi bukan?” tanya nyonya Yanti dengan penuh semangat.
“ Ahh benar, kami yang menghubungi Anda tadi nyonya, kami baru menikah jadi.. ekhmm..” Lanang melirik perut Obelia.
“ owhh pasangan liar, aku suka itu,” ucap nyonya Yanti.
“ kita mirip, aku juga punya anak yang kudapatkan dari pekerjaan malam, dan dia membangkang ku sekarang, hohohoh... aku jadi melantur, tunggu sebentar aku akan mengambil dokumennya dulu,” ucap wanita itu sambil tertawa.
Dani dan Lanang mengepalkan kedua tangannya dengan kuat. Mereka sangat kesal dengan ucapan tak berarti dari mulut wanita itu.
“ Sialan, benar benar ingin aku mencabik cabik wajahnya itu..grrkhhhh!!!”
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen