
Gadis tanpa nama itu kini telah diamankan oleh Zayn dan luka lukanya dibalut dengan perban. Pria itu tengah berdiskusi dengan pengurus rumah sakit terkait keberadaan gadis itu di tempat tersebut.
Tampaknya pembicaraan tidak berjalan dengan lancar.
“ Saya tidak bisa menerima dia tuan, bahkan rumah sakit lain pun pasti akan menolaknya karena dia membahayakan seluruh pasien. Jika mau dia harus dikurung di ruang isolasi, tapi itu hanya akan memperburuk keadaannya,” jelas direktur rumah sakit itu.
“ pak Ganda, tolong sekali ini saja, berikan kesempatan,” bujuk Zayn. Sebab tak ada lagi yang mau menerima gadis itu, padahal dia butuh rehabilitasi untuk memulihkan mentalnya yang telah down.
“ Maaf tuan, meskipun kita berhubungan baik, tapi saya juga perlu menjaga nama baik rumah sakit ini dan menjaga keselamatan setiap pasien yang ada di sini.” Tolak pria itu dengan tegas.
Gadis tanpa nama itu tak lagi punya tempat. Semua tempat yang dia tinggali sebelumnya menolak keberadaannya yang menurut mereka sangat berbahaya karena bermain dengan benda tajam bahkan sampai melukai ornag lain.
Dia berjalan menuju kamar sementara yang ditempati gadis itu sebelum dia benar benar pergi dari sana, pria itu menatapnya dengan tatapan bingung,” apa yang harus ku lakukan sekarang, ke mana kau akan ku bawa?” pikir Zayn.
Di saat yang sama, tiba-tiba orang orang dari Waltz organisasi milik keluarganya datang dan menjumpai pria itu.
“ tuan muda, kami diperintahkan untuk membawa gadis itu ke rumah Kennedy, tuan besar yang memerintahkan,” jelas orang itu seraya menunduk hormat.
“ Papa? Kenapa bisa?” tanya Zayn.
“ Atas permintaan nona muda Laura,” jelasnya.
“ selengkapnya, Anda diminta untuk ikut kami pulang ke rumah, semua sudah berkumpul di sana dan mendiskusikan hal ini,” singkatnya.
Zayn mengangguk paham. Melihat ini campur tangan Laura, maka artinya wanita itu sudah tahu pasal penolakan setiap rumah sakit terhadap gadis tanpa nama itu.
Gadis itu dibawa keluar dari rumah sakit itu. Bersama dengan Zayn, mereka berangkat menuju rumah Kennedy di mana yang lain telah berkumpul tepat setelah Laura memperoleh semua data tentang gadis malang itu.
Sementara itu di kediaman keluarga Kennedy, Laura tak henti hentinya menangis setelah pulang dari markas Tim Aryn. Mereka semua sampai khawatir karena mendengar tangisan wanita itu. Laura menangis sesenggukan saking terkejutnya dengan informasi yang dia dapatkan tentang gadis itu.
"Sayang tenanglah, " Simon memeluk istrinya dengan erat.
" Bagaimana aku bisa tenang? dia menderita begitu karena ulah bajingan bajingan keparat yang sangat serakah itu!!!" ucap Laura.
"Dia hancur karena keluar Brown, seharusnya mereka mati di tangan gadis itu arkhhh kasihan dia!!!" ucap Laura.
Mereka semua juga terkejut dengan fakta mengejutkan yang Tim Aryn dan Laura temukan.
Perkiraan Laura tepat dengan menggunakan tim Aryn mencari tahu kebenaran tentang gadis yang memiliki nama asli Alexandra Gottardo.
__ADS_1
Alexa, gadis malang berusia 24 tahun itu, adalah korban penculikan anak yang terjadi 17 tahun silam.
Keluarganya adalah keluarga ilmuan dengan tingkat kecerdasan di atas rata-rata. Di masa lalu bekerja sama dengan keluarga Brown untuk membuat laboratorium obat obatan yang khusus untuk mereka pasarkan di pasar legal.
Namun dalam penelitiannya, ayah Alexa dan ibunya menemukan kejanggalan dari bahan bahan yang diberikan oleh organisasi Brown.
Mereka meminta orangtua Alexa untuk menciptakan obat yang akan membuat orang lupa ingatan dengan menggunakan bahan bahan berbahaya .
Mereka sampai pada puncak perdebatan hingga keputusan final kedua orangtuanya menolak bekerja sama dan meninggalkan organisasi itu.
Alexa memiliki seorang kakak laki-laki yang kini tinggal di Osaka Jepang. Tidak mengetahui di mana keberadaan adiknya yang menghilang saat terjadi keributan besar.
Organisasi Brown menghancurkan Laboratorium pribadi orangtua Alexa dan membunuh kedua orangtuanya di dalam laboratorium yang mereka ledakkan itu.
Sedangkan kakak laki-lakinya berhasil selamat tetapi mengalami kecelakaan serius yang menyebabkan dia kehilangan ingatannya.
Sedangkan Alexa diculik dan dibawa ke markas besar Brown. Seluruh kehidupannya dimanipulasi sejak saat itu. Dia diberi obat penghilang ingatan dan berakhir menjadi senjata rahasia karena kecerdasannya dalam bidang teknologi.
Gen cerdas dari kedua orangtuanya turun kepada gadis itu dan juga kakak laki-lakinya. Alexa sangat berminat terhadap teknologi bahkan sejak usianya tiga tahun.
Sedangkan kakak laki-lakinya sangat berminat dalam dunia kedokteran dan kini berhasil menjadi dokter terbaik dengan usia muda.
Dia tidak dianggap manusia. Belasan tahun lamanya dia dikurung di tempat gelap dan bau. Hanya bekerja di depan komputer dan terkadang bahan mendapatkan pelecehan dari anggota kelompok Brown.
Ketika mengetahui kebenaran itu, Laura sangat syok. Dia tak sanggup membayangkan penderitaan Alexa apalagi dia tahu bagaimana kejamnya keluarga Brown.
Ternyata tak hanya dia yang ditawan tapi Alexa yang juga anak dari musuh keluarga Brown diculik dan digunakan semau mereka.
Jika Laura masih bisa tinggal dan memiliki kehidupan yang sedikit normal, maka Alexa memilik nasib berbeda di tangan adik tuan Brown.
"Kita harus menolongnya, kasihan dia!!" ucap Laura sambil mengusap air matanya.
Tuan Kennedy dan istrinya menatap lembut sang putri.
"Tenang lah nak, karena ini berhubungan dengan para bajingan itu, maka Papa dan Mama akan membantu kalian, biar dia tinggal di sini dan Zayn yang akan mengurusnya sampai dia benar-benar pulih," ucap nyonya Felicia menenangkan putrinya.
"Kami akan mengundang kakaknya ke negara ini, kebetulan Papa punya koneksi dengan rumah sakit mereka," ucap Tuan Kennedy.
Mereka semua terbeban membantu gadis malang itu.
__ADS_1
Hingga tak lama kemudian Zayn datang bersama anak buah kelompok Waltz, dengan membawa Alexa yang masih belum sadarkan diri dan berbaring di atas brankar.
" Mereka sudah tiba!" ucap Gretta yang langsung dengan sigap membantu mengarahkan mereka menuju ruang perawatan.
Gadis itu sangat cepat dan lihai. Ruangan bersih dan nyaman sudah disiapkan.
Zayn menghampiri kedua orangtuanya dan teman-temannya.
"La kenapa kamu menangis? dasar cengeng! ada apa lagi? apa si Simon membuatmu menangis lagi!?" celetuk Zayn seraya mendekati adiknya dan menepuk kepalanya sedangkan tatapannya yang sinis terhadap Simon.
"Jangan lihat aku begitu kampret!" ketus Simon.
" Aku tidak apa kak, aku hanya sedih dengan fakta tentang Alexa," ucap Laura.
" Alexa!?" Zayn duduk sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Alexa siapa?" tanya Zayn.
"Gadis yang kakak bawa dari rumah sakit jiwa itu, namanya Alexa dia adalah korban penculikan keluarga Brown," jelas Laura.
"Kakak bisa baca detailnya di sini," ucap wanita itu.
Zayn menerima kertas itu, membacanya sejenak, segala kronologi dan identitas gadis itu tertera di sana.
"Di... dia!??? Dia kan!???" mata Zayn membulat sempurna saat melihat foto masa kecil Alexa.
"Kau mengenalnya!?" tanya Diego.
Sedang di sisi lain tuan dan nyonya Kennedy tersenyum mencurigakan menatap putra mereka.
"Aku mengenal gadis di foto ini!!" ucap Zayn sambil menatap kedua orangtuanya dengan tatapan kaget.
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗
__ADS_1