Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
64. Biang Lala


__ADS_3

Kehadiran Vino di arena taman hiburan sudah terdeteksi sejak awal oleh radar mematikan milik Dani yang dengan cepat mengetahui lokasi orang itu.


Vino berjalan mengendap endap tanpa tahu kalau dia sudah di awasi oleh anak buah Simon. Dia tak tahu kalau dirinya sudah terekspos, bahkan setiap gerakan yang dia lakukan akan ketahuan. Karena Dani menempelkan alat pelacak pada gigi pria itu saat dia mengunjungi dokter gigi beberapa waktu lalu untuk memperbaiki giginya yang hancur karena ulah laura.


Ternyata Dani berhubungan dengan dokter gigi itu dan meminta orang itu memasang pelacak di gigi Vino.


“ Sayang kau dari mana?” Cintia ternyata juga ada di sana, Pasangan busuk ini sedang mengintip kegiatan Simon dan Laura untuk mencari kesempatan menculik Laura dari tangan simon.


Jelas mereka membawa anak buah yang sudah bersiap di tempat mereka untuk menyergap Simon dan Laura.


“ Aku melihat mereka di arah sana, tapi sudah pergi, sepertinya aku ketahuan, kita harus pergi sebelum mereka benar benar curiga,” ucap Vino.


“ ketahuan? Bagaimana bisa, bukannya kau pakai penyamaran?” Cintia tak sangka penyamaran Vino akan kelihatan.


“ Entah lah tapi sejak tadi aku merasa ada yang mengawasi dan mengikuti ku, sebaiknya kita cepat pergi dan biarkan orang suruhan yang menangkap Laura, “ ujar Vino.


“ Baiklah, tapi aku melihat pelayan simon membawa seorang anak kecil, kita juga bisa gunakan anak itu sebagai target,” ucap cintia.


“ kenapa melibatkan anak ingusan?”


“ Untuk memancing Laura, dengan adanya sandera, dia akan datang sendiri, kurasa sebaiknya kita mundur dan rencanakan ulang, ini akan lebih mudah, sepertinya mereka juga melakukan persiapan, aku kenal pria sialan itu, dia akan menempatkan banyak pengawal untuk melindungi orang pentingnya,” jelas Cintia.


Vino mengangguk paham, perasaannya juga sudah tidak enak. dia merasa tercekik dengan tatapan beberapa orang yang begitu mengintimidasi.


Mereka berdua segera pergi dari tempat itu dan meminta mundur orang suruhannya dari tempat itu dan akan merencanakan ulang penculikan Laura. Mereka bertekad untuk menghancurkan Laura sampai benar benar hancur begitupun dengan Simon.


Sementara itu di dekat Diego dan Gretta yang sedang menemani Alesha bermain di seluncuran, Dani dan Lanang sibuk melacak orang orang mencurigakan.


“ Mereka sudah pergi, apa kau akan membiarkannya pergi tanpa sedikit hukuman Dani?” tanya Lanang.


Dani menatap lanang sambil tersenyum menyeringai,” tenang saja, masalah kecil begitu sudah jadi keahlianku,” ucap Dani dengan senyuman licik.


Nyatanya di area parkiran, Vino dan Cintia dibuat kesal bukan main saat kunci mobil mereka hilang dan keempat ban mereka kempes.


Belum lagi beberapa goresan di mobil termahal milik Vino membuat pria itu benar benar mengamuk.


“ Yang benar saja, siapa yang melakukan ini arhhhkkk mobilku!!” pekik Vino tak percaya.


Hadiah dari Dani karena berani memata-matai dan merusak kencan tuannya itu belum seberapa, masih banyak yang bisa gadis itu lakukan bahkan lebih sadis dari yang apa orang bayangkan.


Sementara mereka dibuat kesal dan marah, Simon sedang membawa Laura menuju bianglala yang sangat besar.


“ Ayo naik itu,” ucap Simon sambil menunjuk bianglala raksasa yang tampaknya akan sangat menyenangkan dinaiki apalagi hari mulai gelap dan pertunjukan kembang api akan dimulai.


“ Tapi yang lain bagaimana mereka belum tahu, aku takut terjadi sesuatu,” Laura masih memikirkan hal tadi.


Simon menggenggam tangan istrinya,” sudah ditangani, mereka sudah pergi, jangan takut semua akan baik baik saja,” Simon merangkul Laura.


“ Tim Aryn tunjukkan diri kalian,” ucap Simon pada orang yang lalu lalang.

__ADS_1


Sontak saja dari orang yang sedang berjalan tersebut berbaris dan mendekati mereka sambil membungkuk hormat. Di dekat mereka ada sekitar 8 orang belum lagi di tempat lain,” mereka mengawasi kita, kau tenang saja,, keamanan Alesha dan yang lain sudah dijamin,” ucap Simon.


Laura akhirnya bernafas lega,” baiklah,, “ ucapnya.


“ Sebegitu tak percaya nya kau padaku,, dasar gadis nakal,” celetuk Simon sambil mencolek hidung Laura dengan gemas.


“ Bukan tidak percaya, aku hanya takut kejadian seperti sebelumnya terulang, aku tidak mau orang lain terluka karena mereka menargetkan diriku,” ujar Laura.


Simon sadar, kalau Laura pasti takut akan kejadian itu. Tapi Simon tidak akan membiarkan istrinya mengalami hal yang sama.


“ tenanglah, ayo naik biang lalau dulu, kalian bubar,” ucap Simon.


Mereka berdua naik ke bianglala yang sangat besar dan indah itu.


Dengan penuh perhatian Simon menggandeng tangan istrinya dan memastikan laura tidak takut,


“ Tidak ada fobia ketinggian kan?”tanya simon.


“ Tidak, aku suka,” jawab Laura,


Biang lala itu diputar, perlahan benda besar ini naik dan membawa Laura juga simon menikmati pemandangan indah di bawah sana.


Laura menatap keluar, sangat indah, berkas berkas sinar matahari yang akan tenggelam terlihat jelas membuat semuanya semakin indah.


Cahaya lampu yang mulai bermunculan dan aktivitas orang orang jelas terlihat dari atas sini.


“ wahhh sangat indahhh...” seru Laura dnegan mata berbinar binar.


“ Suka?” tanya Simon yang dibalas anggukan kepala oleh Laura.


“ lalu kapan akan suka padaku?” tanya Simon tiba-tiba sambil menggenggam tangan Laura dengan lembut.


Sejak bersama laura, dia menyadari getaran lain di dalam hatinya. Bukan penyakit, bukan obsesi tetapi sebuah rasa yang telah lama hilang dari hatinya.


Sebuah kasih yang muncul kembali di dalam hati pria itu dan membuat letupan letupan indah di dalam hatinya, cinta yang tumbuh di dalam hati pria itu ketika dia sadar bertapa berharganya Laura baginya.


Laura terhenyak, dia menatap Simon yang duduk di sampingnya dengan tatapan terkejut,” a.. apa tadi tuan?” Laura terperangah.


Simon menarik Laura dan mendekatkan wajahnya dengan kedua manik mata yang saling bertemu,” kau tahu, kau membuat letupan disini,” bisik Simon sambil menarik tangan Laura dan menaruhnya di dada Simon.


Jelas Simon lihat wajah cantik dan netra unik istrinya dalam jarak yang sangat dekat membuat debar jantungnya semakin menggebu.


Laura jelas merasakan kalau jantung Simon berdetak sangat kencang, suasana ini benar benar membuat gugup, membuat keduanya merasa aneh dengan diri meraka.


“ Kalau boleh tahu, kenapa? Kenapa disini berdebar begitu kencang?” tanya Laura dengan lembut.


“ mungkin, aku mulai menyukaimu,” ucap Simon mengakui perasaannya.


“ aku mulai, mulai mendekat padamu, hatiku selalu mengarah padamu, katakan padaku apa ini kalau bukan rasa suka hmm?” simon merangkul pinggang istrinya.

__ADS_1


Laura terkekeh,” benarkah? Bukankah itu bagus?” tanya Laura.


“ hmmm.. bagus untukmu tapi untukku tidak,” ucap Simon.


Laura tampak bingung,” apa Anda tidak sudi menyukai gadis yang bahkan tidak tahu keluarganya ini? Atau karena gadis ini jauh di bawah Anda?” tanya laura.


simon menggelengkan kepalanya,” bukan, tidak bagus untukku karena kau tampaknya masih belum menyukai ku,” ucap Simon.


“ pftthhh hahahaa..” Laura tertawa. Hal konyol apa yang sedang Simon ucapkan sekarang, padahal jelas semua tindakannya selama ini menunjukkan kalau dia tertarik pada Simon.


“ Kenapa tertawa? Benar kan? Kau belum menyukaiku? Kau masih memasang batas dan sepertinya masih takut padaku,” ucap simon.


“ katakan, katakan padaku bagaimana caranya agar kau bisa menyukaiku?” tanya pria itu .


Laura menangkupkan kedua tangannya di wajah Simon. Suaminya ini benar benar berubah jadi seperti anak anak, jelas berbeda jauh dengan sosok Simon yang dia kenal pertama sekali.


“ Jadi dirimu sendiri, tak perlu banyak hal, karena...” laura menatap suaminya menatap wajah itu dengan lembut dan.


Cup...


Kecupan ringan mendarat di bibir Simon, kecupan pertama mereka berdua, sama sama ciuman pertama bagi keduanya.


“ karena aku juga sudah menyukaimu sayang,” ucap laura sambil tersenyum bahagia.


Seketika wajah Simon berseri, “ ahhh.. Laura... aku mencintaimu sayang, aku mencintaimu..” ucap Simon.


Dia menarik tengkuk istrinya dan mendaratkan siuman manis di bibir ranum istrinya. Keduanya berpagutan menyalurkan rasa bahagia di hati masing—masing setelah menyatakan perasaan mereka.


Cinta mereka tumbuh, hidup mereka berwarna. Bersama letupan kembang api yang sangat indah kisah mereka diukir sedemikian rupa dan membawa mereka ke jalan kebahagiaan.


Simon telah dibuat tergila gila dengan istrinya. Dia merasa hidupnya sangat lengkap setelah hadirnya laura di sisinya.


Tak pernah dia merasa sebahagia ini.


“ Laura, aku menyayangimu, terimakasih sudah datang dalam kehidupanku yang penuh dengan luka dan kesuraman, terimakasih banyak,”


Sementara itu di bawah sana,


“ whhoooooo Lambo merah di tangan, benar kan apa kataku dia jatuh cinta hahahahhhaa.... Gretta nanti kita naik lambo bareng abang ya hahahhaa...” Diego berteriak kegirangan melihat [aangan yang tampak begitu mesra di dalam sana.


“ ahhh nyonya memang pantas mendapatkan kebahagiaan,” ucap Gretta sambil menatap haru ke atas,” Setidaknya dia beruntung dalam hal cinta,” gumam Gretta yang jelas terdengar di telinga Diego.


.


.


.


Like, vote dan komen

__ADS_1


__ADS_2